Ngoprek Kompi, yuk…

Linda Cheang

 

Halo semua teman-teman Baltyra. Kiranya coretan iseng saya ini boleh menjumpai Anda semua dalam keadaan sehat, baik dan kalau ada yang jadi gemblung sampai sudrun juga tidak apa-apa. Malah makin asyik, hehehe.

Judul kali ini terinspirasi dari pesan dari Ayla dari nun jauh di sana, yang melihat hasil foto saya sendiri di fesbuk, dari jepretan webcam  di atas layar monitor komputer, alias kompi yang saya gunakan.

Foto itu hasil aplikasi Video chat vChatter yang buat saya sendiri juga masih tergolong baru. Aplikasi ini memungkinkan pengguna fesbuk untuk saling ngobrol dengan melihat wajah lawan ngobrolnya, minus komunikasi suara. Tidak seperti layanan Instant Messenger yang sudah ada seperti Yahoo Messenger (YM), MSN dan Skype yang sudah bisa pakai video call sampai konferensi langsung berikut suaranya, aplikasi di fesbuk ini baru sebatas komunikasi visual. Jadi kalau mau ceting langsung sama teman-teman di fesbuk pakai webcam, serasa jadi budeg, karena belum ada suaranya, hahaha…

Saya sendiri mulai akrab dengan Instant Messenger (IM) baru 2005, ketika saya masih kerja ke orang lain. Saat itu akun IM pertama saya adalah Skype, itupun juga saya masih harus diajari oleh rekan dari Departemen MIS yang memelopori pemakaian Skype untuk setting perangkat lunak sistem monitor efisiensi produksi mesin. Kalau tidak pakai Skype, berapa puluh juta rupiah biaya keluar untuk telepon saja melakukan seting perangkat lunak dengan rekanan dari Swiss. Saya pribadi sangat terbantu dengan adanya IM ini. Komunikasi saya dengan beberapa rekanan dari Eropa jadi lancar berkat IM khususnya Skype. Biaya irit tapi hasil amat maksimal, terutama untuk mengesekusi keputusan.

Dua tahun setelah saya memiliki akun di Skype, kantor tempat saya kerja membuat kebijakan untuk memanfaatkan IM buat komunikasi baik dengan pelanggan maupun dengan supplier di dan dari seluruh belahan dunia, utamanya untuk para staf yang departemennya berhubungan dengan urusan-urusan luar kantor seperti Penjualan dan Pemasaran, Sistem Manajemen Informasi alias MIS, Pembelian sampai Sumber Daya Manusia.

Pada akhirnya ketika saya berhasil meninggalkan posisi pekerjaan saya dari kantor itu, penggunaan IM khususnya Skype dan YM, merambah sampai ke urusan pribadi para bos di Dewan Direksi. Maklum eks bos saya dulu adalah anak pemilik perusahaan dan bapaknya si eks bos lebih sering bermukim di luar Indonesia. Sebelum si bos menyadari keuntungan menggunakan IM, biasanya komunikasi si eks bos dengan bapaknya selalu melalui telepon PSTN dan telepon selular, sehingga menyebabkan pembengkakan biaya komunikasi telepon. Karena yang melakukan adalah masih pemilik perusahaan, biasanya slogan hemat energi dan hemat biaya telepon tidak berlaku untuk para pelaku seperti itu, hihihi…

Akhirnya si bos minta saya koordinasikan dengan Departemen MIS untuk dipasang di komputer kantornya dan di rumahnya, aplikasi Skype lengkap dengan fasilitas video call dan minta dicarikan webcam yang paling canggih berikut headsetnya, agar setiap kali dia perlu komunikasi dengan bapaknya, cukup lewat Skype dan bisa saling tatap muka segala meski mereka sedang berbeda negara. Selama kapasitas bandwith internetnya masih lebar, selama itu pula komunikasi video call tidak akan ada hambatan. Toh, cukup bayar biaya internet saja sudah bisa berkomunikasi sepuasnya. Meski dengan video call orang-orang sudah bisa saling bercakap dengan tatap muka, tetapi kekurangan komunikasi ini yaitu tidak memungkinkan kedua pihak untuk saling bersentuhan apalagi saling memeluk, :D

Baiklah saya singkatkan lagi kisah saya dengan IM. Setelah punya akun Skype, saya pun mulai membuat akun di YM dan terakhir di MSN. Kesemua akun IM saya itu sekarang sudah dapat menggunakan fasilitas video call. Bagaimana dulunya seorang Linda Cheang yang gaptek buanget lalu bisa terlihat mumpuni menggunakan teknologi masa kini? Ya, itu karena kebiasaan jelek saya suka ngoprek.

Pernah juga saking keasyikan ngoprek sampe yang diopreknya jadi hang dan sampai bejat, hahaha. Ngoprek ajakan saya ini lebih ke perangkat lunaknya alias software bukan hardware. Supaya saya bisa menggunakan akun-akun IM saya, memang saya memerlukan berhari-hari untuk membaca petunjuk dan kebanyakan petunjuknya dalam English, ini satu hal yang selalu bikin saya jengkel. Kemudian ketika saya beli kamera untuk laptop saya (saat saya beli laptop itu belum musim ada webcam terpasang) saya masih harus baca petunjuk yang ada di CD dalam paket webcam yang saya beli dan lagi-lagi selalu English.

Akhirnya webcam baru saya gunakan lagi baru-baru ini saja setelah tersimpan cukup lama. Itupun kalau bukan Romo Budiman yang membujuk (baca : memaksa secara halus) saya untuk pasang webcam, sepertinya saya emoh, deh, berkomunikasi pakai video call. Biar pakai bahasa tulisan di jendela tiap akun IM sudah cukup. Karena bujukan Romo Budiman, sekarang suara dan gambar saya sudah sampai di Roma, hanya badan saya ini seutuhnya masih belum bisa berada di Roma, hahaha.  Romo yang satu ini memang pandai membujuk orang.

Buat para Pembaca Baltyra yang belum punya fasilitas IM, YM, MSN dan Skype bisa diunduh berkas setiap akun tsb gratis pakai internet. Buat yang sudah memiliki akun e-mail di Yahoo dan Hotmail, akun e-mail tsb bisa dijadikan identitas YM dan MSN. Silakan cek ke website Yahoo dan Hotmail, biasanya tersedia fasilitas untuk unduh gratis YM dan MSN Messenger. Jangan kuatir, sekarang ini sudah ada edisi Bahasa Indonesia, jadi Anda yang mungkin merasa kurang dalam English, tidak perlu harus senewen dulu seperti pengalaman saya. Buat yang ingin punya akun Skype, bisa unduh gratis di www.skype.com. Setelah berhasil diunduh, umumnya kompi akan otomatis memilih Drive C untuk menyimpan berkas akun-akun tsb.

Saya pribadi mendapati untuk urusan video call kualitas Skype adalah yang paling baik dari antara ketiga IM tsb. Perlu dicatat bahwa saya tidak punya akun di AOL dan tidak gunakan Gtalk untuk video call, maka untuk kedua IM tsb, saya tidak bisa bantu untuk ngoprek. Pesohor tenar seperti Oprah Winfrey kerap menggunakan Skype untuk bicara saat siaran langsung dengan beberapa nara sumbernya yang tidak tinggal sekota dengannya di Chicago. Oprah bahkan membuktikan Skype memang layak mendapat lebih dari 4 jempol setelah diuji untuk komunikasi video call dengan kualitas yang sangat baik di ketinggian 35ribu kaki dalam pesawat terbang dan di kedalaman laut 300 kaki di dalam kapal selam. Nanti setelah Pembaca berhasil memiliki akun IM-nya, silakan baca petunjuk untuk menyambungkan webcam dengan akunnya secara teliti, ya. Eit, jangan lupa pasang webcamnya dulu, yah. Ikuti petunjuk pemakaiannya dengan benar.

Terbaru, adalah ngoprek untuk menggunakan webcam pada fesbuk. Inipun saat saya menulis artkel ini, baru beberapa jam saja saya gunakan aplikasi Social Video Chat. Sebelumnya meski webcam sudah terpasang, saya gagal memanfaatkannya untuk ambil gambar buat fesbuk karena belum menemukan software yang bisa menyambungkan fesbuk dengan webcam. Entah kenapa sepertinya ada malaikat yang tahu apa yang saya pikirkan. Seorang teman tiba-tiba saja kasih pesan di jendela ceting fesbuk untuk saya bisa mengunduh aplikasi Video Chatter tsb. Saya klik Allow untuk aplikasi tsb dan eng…ing…eng… sekarang saya sudah bisa bikin foto saya sendiri untuk nampang di fesbuk dari webcam saya. Cihuy! Gambar saya terlampir, deh, untuk menunjukkan bukti hasil oprekan saya, hehehe. Di fesbuk ini tersedia pilihan frame untuk hasil jepretan webcam kita. Soal komunikasi suara lewat video call di fesbuk saya yakin hanya tinggal tunggu waktu.

Harap maklum jika kualitas gambar saya kurang baik karena webcam yang saya pakai adalah Logitech QuickCam yang teknologinya termasuk paling baru tetapi itu 3 tahun lalu, dengan kualitas kamera masih VGA. Kurang banget tajamnya. Kalau beli webcam yang hasil pabrikan sekarang, pasti akan makin bagus, minimal kualitas 3 MP sudah cukup. Biarpun gambar hasil jepretan webcam saya kurang tajam tetapi tidak mengurangi kesan bahwa saya ini cantik, kan? Huahahahaha, narsis mode : on! :P

Webcam yang saya pakai memang sudah ada mikrofonnya, jadi saya bisa bercakap dengan Romo Budiman seperti halnya kita bercakap kalau sedang ketemu tatap muka, kecuali bahwa kami tidak bisa saling memeluk, hahaha. Problem yang saya temui adalah kualitas internet di Indonesia ini amat tergantung sama cuaca. Kalau pas cuaca lagi mendung dan turun hujan, komunkasi lewat video call juga serasa jadi orang budeg, hahaha. Itu karena pengiriman sinyal internet melalui satelit bukan kabel optik bawah laut. Kejadiannya seperti ini : saya bisa melihat gambar Romo Budiman dan bisa mendengar suaranya, tetapi di sisi Romo Budiman, dia bisa lihat gambar saya namun tidak bisa mendengar suara saya. Akhirnya saya harus ketik apa yang mau saya omongkan, huahahaha. Serasa saya ini orang bisu yang harus pakai bahasa isyarat. Padahal bahasa isyarat dengan tangan jauh lebih indah dibaca daripada tulisan yang diketik di jendela akun ceting.  Baru setelah cuaca di luar rumah bersih dari awan, suara saya bisa terdengar lagi di ruangannya Romo Budiman.

Bisa berkomunikasi secara video call bersama Romo Budiman dengan bagus dan lancar juga ternyata perlu perjuangan dulu berhari-hari. Sejak dibujuk Beliau untuk pasang webcam, saya mesti cari dulu webcamnya dan setelah ketemu, karena saya sebetulnya malas pakai webcam, saya minta saja keponakan saya, Edwin, untuk pasangkan webcamnya, pokoknya saya tahunya selesai tinggal pakai, deh. Webcam terpasang dan tersambung dengan YM.

Nah, saya baru terpaksa harus  ngoprek sendiri ketika terjadi kendala di kualitas suara, sampai dijadikan bahan candaan oleh Romo Budiman mungkin saja saya salah colok USBnya,hahaha…(colok ke lubang hidung kali, ya, Romo?) dan ketika di Skype ada masalah. Keponakan saya tidak terbiasa dengan Skype dan MSN, alhasil untuk dua akun terakhir, mau tak mau saya mesti ngoprek sendiri. Senewen lagi karena petunjuk untuk ngopreknya masih dalam English sesuai kondisi ketika saya buat akun tsb pertama kalinya. Untungnya di setiap akun, YM, MSN dan Skype, ada fasilitas untuk menguji keampuhan audo visualnya. Ketika saya berhasil mendengarkan suara saya sendiri dikirim balik oleh Skype, itu artinya audionya sudah baik dan ketika saya bisa lihat gambar saya sendiri, artinya visualnya sudah lancar.

Banyak manfaat saya dapatkan dengan IM. Sudah pasti biaya komunikasi jadi irit, karena sekarang IM sudah bisa dipasang di telepon genggam, jadi tak masalah rekanan bisnis sedang tidak di kantornya, komunikasi tetap bisa jalan sambil tetap irit biaya telepon. Irit biaya, juga irit waktu. Tapi jangan sampai keasyikan video call bikin kita lupa waktu apalag lupa sama kewajiban pekerjaan.

Bagi Anda yang sudah berhasil ngoprek sesuai “arahan sesat” saya, jangan lupa pasang icon masing-masing akun di dekstop kompi Anda agar setiap saat Anda ingin ceting, Anda tidak susah-susah mencarinya.

Selamat ngoprek!

About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel Website

50 Comments to "Ngoprek Kompi, yuk…"

  1. Linda Cheang  30 July, 2011 at 18:16

    noel : untuk data yang bisa tersimpan, selama ini yang saya dapati hanyalah data tertulis, maksudnya, ketika kita chat berupa tulisan, maka semua tulisan kita pada chatting akan tersimpan dan bisa dipanggil lagi sewaktu-waktu. lama penyimpanan di database, tergantung dari ketentuan soft ware-nya.

    untuk video call, saya belum bisa membuktikan kalau hasil video callnya tersimpan di database pusat, kecuali kalau kita rekam sendiri.

  2. noel  29 July, 2011 at 13:23

    apakah setelah melakukan video call..
    data dari hasil video call itu tersimpan dipusat / langsung terhapus..??

  3. Mawar09  3 March, 2011 at 23:39

    Linda: aku juga ngga pernah ngoprek kompi. Paling sekali-kali chat dengan keponakan saja. Rencana sih pengen ber skype… biar bisa ngobrol dengan family di Jakarta. FB dll nya ngga suka. he…he… payah ya!

  4. Lani  3 March, 2011 at 13:10

    MBAK NUK : wes jik kademen trs to mbak????? nek sepi iso disambi pecicilan disini mbak, nek rame ya dodolan itu hal utama…….kembang opo kuwi to mbak KROKUSE??????

  5. Linda Cheang  3 March, 2011 at 13:07

    Imeii : ya, ngoprek kompi kalo memang perlu saja. Kalau aku, ya memang sudah waktunya pake video call, sih. demi melancarkan pekerjaan.

  6. Imeii  2 March, 2011 at 23:19

    Linda.. ngoprek apaan ya? komputerku paling basic, ngga install apa2, orang udah heboh ber Skype, YM, IM dan lainnya, punyaku zero, selain gaptek, ngga tertarik juga sih.. kalo punya suamiku sih ya, ada video, webcam dan headphone + microphone karena part time job nya musti pakai video call dan program lainnya

  7. Linda Cheang  2 March, 2011 at 22:28

    Bu Nunuk : sugeng rawuh di bilikku, monggo, dibikin rame ajah

    JC : yah, kalo cowok-cowok ngoprek kompi, itu memang sudah alamnya. kalo cewek yang ngoprek kompi, itu artinya asal alamnya lain, hehehe

  8. J C  2 March, 2011 at 10:02

    Dari kenal computer masih pake DOS sampe sekarang semua isi software dan terkadang hardware aku oprek sendiri semua.

  9. nu2k  2 March, 2011 at 09:06

    Jeng, sepi toch warungmu? Lha iku ono sing lewat mbok dhi awé-awé.. Mengko rak mampir… ha, ha, haaaa ..
    Dhino Seloso yo jeng.. Dhadiné yo sepi… Suk dhino Jum’at ramé meneh…
    Ning Londo uaaadeeem menéh, ning kembang krokusé wis mulai podho pecungulan… Baru warna putih dan merah… Nanti kalau matahrinya sudah mulai menyinarkan panasnya baru warna lainnya bermunculan… Rupanya munculnya warna sangat dipengaruhi panasnya sinar matahari…. Opo panjenengan wis ngerti jeng….
    Aq nembe ngerti yo setelah tinggal di Belanda…. Ha, ha, ha… Nu2k

  10. lani  2 March, 2011 at 08:59

    mbak NUK : iki aku kerja…….mbak turu meneh wae………rak sah tangi2………payah iki mbak kroso trs………….dadi juri wae yo mbak………..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *