Kenali Tari-tarian Indonesia (4): Beksan Lawung

Probo Harjanti

 

Beksan Lawung gagah adalah salah satu tarian karya Sultan HB I. Menggambarkan prajurit yang sedang berlatih perang. Prajurit tersebut dari kesatuan Trunojoyo, karena itu ada dialog yang berbahasa Madura. Senjata yang digunakan untuk latihan perang adalah tombak, tetapi ujungnya dibungkus kain (awalnya), tentu saja karena hanya latihan perang, biar tidak melukai kawan.

Tarian ini benar-benar amat sangat menggugah semangat. Apalagi pada bagian awal, iringannya  gending Gangsaran, yang salah satu alat musiknya (bernama Japan) hanya ada di  gamelan Yogyakarta, khusus untuk gending gangsaran. Tarian ini memang lahir di tengah semangat perjuangan prajurit Ngayogyakarto Hadiningrat, melawan penjajah kala itu. Jadi, kalau bersifat heroik tidak mengherankan. Gending Gangsaran memang gending penyemangat perang. Lawung benar-benar tarian yang memberi kesan jantan, gagah perkasa, agung, dan semangat juang yang  tinggi.

Di tengah tarian,  ada suara-suara semacam celetukan,  ada tawa, juga teriakan pada bagian tertentu,  bersamaan dengan gending iringan. Yang pasti siapa pun yang melihat langsung Beksan lawung, akan menimbulkan semangat membara di dalam dada, ada sesuatu yang sulit diceritakan.

Beksan Lawung Ageng (lengkap) terdiri atas 16 penari putra gagah. Dari 16 penari dibagi lagi menjadi beberapa kelompok, yakni: Botoh 2 orang, salaotho (abdi pelawak) 2 orang, lurah 4 orang, jajar 4 orang, dan pengampil 4 orang (pembawa tombak).

Kalau dipentaskan di luar istana, penari bisa dikurangi, namanya pun menjadi Lawung Alit. Pengurangan bisa dilakukan dengan penampilan 4 jajar saja, 4 lurah saja, atau tambah 2 orang botoh. Sebab, kelompok Jajar dan lurah adalah yang benar-benar menari (porsinya paling banyak). Beksan lawung biasanya dipentaskan pada acara/ upacara penting, seperti menyambut tamu, dan pernikahan keluarga keraton.

Catatan: tari putra di Jogja dan Surakarta dibagi 2, yakni gagah dan alus, sesuai dengan karakter tari/ tokoh yang dibawakan.

Fisik harus benar-benar kuat, bukan perkara mudah  menari sambil membawa tombak panjang yang lumayan berat

 

Lihat..betapa gagahnya para penari Lawung ini…

 

Beksan Lawung pada saat pernikahan putri Sri Sultan HB X

 

Pementasan Lawung Ageng membutuhkan tempat yang luas

 

Yang berbaju biru adalah Salaotho

 

Lawung dipentaskan di panggung, bukan di pendapa

 

Dua gambar terbawah Lawung dibawakan penari-penari yang lebih muda daripada yang pentas di keraton Yogyakarta.

 

57 Comments to "Kenali Tari-tarian Indonesia (4): Beksan Lawung"

  1. probo  1 April, 2017 at 22:17

    Bima Putra, pasti luar biasa rasanya ya mas…..

  2. Bima Putra  31 March, 2017 at 12:18

    Saya pertama kali menarikan lawung itu ( ndhapuk ) pengampil / menjadi posisi pengampil.. yang membawakan tombak di pinggir pendhapa, waktu itu di Bangsal Srimanganti Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat
    Dan saya merasakan hal yang sangat berbeda, rasa yang beda dari pentas pentas biasa, rasa bangga yang luar biasa..

  3. probo  23 April, 2014 at 22:59

    Hafidz, beksan lawung untuk menyambut tamu agung/terhormat

  4. hafidz  21 April, 2014 at 19:09

    tari beksan lawung digunakan untuk apa?

  5. nevergiveupyo  12 March, 2011 at 22:27

    niaahhhh…. itu yang cucok marucok bu… koleksi-nya kan muanteppp…. ditunggu nggih bu. matur nuwun…

  6. probo  12 March, 2011 at 22:00

    Nev…jadi bingung nih…motret apa mideo……tapi asal tahu saja, saya gaptek lo…..saya punya lawung, serimpi, bedaya, tapi belum saya unggah (ra isa je, apalagi nggak kuat pula modemku)….
    ta[pi emmang asyik kok…..semoga bisa ya …..

  7. probo  12 March, 2011 at 21:58

    Pakde…..kalau Iwan baltyra memang nggak pernah flas kayaknya (dan semoga pula)……

    semoga keadaan teman2 di jepang baik-baik saja…..dan situasi segera pulih

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.