Catatan dari Kona (8)

Lani – Kona, Hawaii

 

Another beautiful day in paradise…..

December 7th – 8th 2010

Kumulai dengan petang hari tanggal 6 December, tutup toko kemudian makan malam di rumah makan Thai, milik temanku. Sampai disana ketemu teman cowo buleleng (R, sebenernya teman si pemilik resto, kemudian aku dikenalkan). R sedang menikmati makan malamnya, dia menyilakanku untuk duduk bersamanya, aku manut waelah.

Aku pesan lumpia basah ala Vietnam, kusengaja ingin makan ringan saja. Sambil menunggu pesananku datang, kami ngobrol. Ternyata R menyukai pemilik resto, R separated dengan 2 anak sudah dewasa, sedang temanku “S” separated dengan 2 anak cewe, satu sudah kuliah, satunya usia 13 tahun.

S, tahu kalau R menyukainya tapi S tidak tertarik, hanya menganggap teman dan customer saja.

Selesai makan, aku akan bayar, tapi R mengatakan: I treat you, Lani, because you’ve been so nice accompany me. It’s nice to chat with you.

Aku langsung ngakak, say thanks, S mampir kemeja kami dan tanya what happened? Aku jawab: well, I am so happy, I don’t need to pay my dinner tonight……

R pays for me. S singkat saja : o, that’s good……so, maybe next time when R comes again, I will call you, he can pay for you some more…..

Wakakakak………bertiga kami ngakak!

Begitu bills disodorkan, R ngomong: o, wow! Your dinner is so cheap! Aku jawab: aren’t you happy, I save you money? I’ll be very happy to come again to have dinner with you, you can pay me every time…..hahahaha

Sebelum pamit, R & S secara berbarengan ngomong: would you like to join us tomorrow morning having coffee at Starbuck? Aku jawab: sure, after finished with my running……

December 7th 2010

Seperti biasanya bangun jam 4 pagi, 4:30 keluar ngiteri jalanan Kona, pagi ini agak dingin, apalagi diiringi semribitnya angin laut terasa semakin dingin.

Dalam perjalanan pulang ketemu S yang sedang lari, biasanya aku ikut balik dan lari bersamanya, tapi kali ini dia mengatakan: I’ve to finished my running…….we meet at Starbuck.

Aku selesai lari jam 5:10 janjian di Starbuck jam 5:30 oleh karenanya aku balik ke apartment, tak lama S bengak-bengok dijalan didepan apartment ku, agar aku turun dan berangkat bersama.

Singkat cerita kami sampai di Strabuck, R sudah menunggu disana, aku dan S pesan kopi, semua dibayar oleh S. Aku pesan cappuccino, bertiga kami duduk diluar, kali ini aku sebagai pendengar setia, karena mereka ngobrol tentang anak-anak mereka. S sudah lama menetap di Amerika, pindah-pindah dari Florida, CA, kemudian ke Hawaii, maklum saja bahasa Inggris S tidak lancar karena suaminya orang Thai, mereka tidak pernah bergaul dengan penduduk local hanya dilingkungan orang Thai.

Kami berpisah jam 6:00, kami tinggalkan R sendirian di Starbuck.

Hari ini aku kerja, toko tidak begitu rame akan tetapi boleh dikatakan penjualan mencapai target minimum. Aku punya teman cewe buleleng asal CA, dia kerja ditoko sebelah, menjual lukisan.

Sebut saja “SK” masih muda belia 25 tahun, akan tetapi pernah ke India mempelajari tentang pengobatan tradisional, sejak ketemu pertama kali kami merasa cocok berteman, sayang SK harus balik ke CA ada yang harus dikerjakan disana, dia berharap bisa balik ke Kona dalam tempo 2-3 bulan. SK menurutku cantik, dengan bulu matanya yang lentik, warna matanya biru ke abu-abu-an.

Sebelum tutup toko, aku ngajak dia makan siang besok bersama di restoran India yang baru saja buka di Kona, bersebelahan dengan tempat kami bekerja.

Kami bisa ngobrol, dan saling mengenal lebih jauh diri kami masing-masing.

 

December 8th 2010

Pagi hari aku ke gereja misa peringatan Immaculate conception. Semalam aku puasa karena pagi ini harus menjalani ultrasound, dilanjut dengan mammogram, annual check-up thing.

Mammogram kujalani sejak usiaku memasuki 40, dan kulakukan sekali setahun.

Mesin mammogram yang dipunyai klinik radiology di Kona masih terhitung kuno, karena masih pakai CD, sedang mesin yang baru digital, pasien bisa melihat payudaranya di layar monitor seperti TV dalam posisi yang berbeda, tidak hanya tampilan luarnya saja akan tetapi sampai ke dalam payudara. Akan tetapi cara examine sama, payudara satu-satu dijepit di tengah lempengan plastic tebal transparan, kemudian disinar X-ray untuk beberapa detik harus tahan nafas.

Bagi yang belum pernah menjalani mammogram, pemeriksaan ini tidak sakit, hanya terasa kejepit ketika payudara yang disinar dijepit di antara lempengan plastic tebal tadi, mungkin kalau boleh dikatakan seperti pisang plenet/penyet?! Payudara dijepit dengan beberapa posisi, proses dari awal sampai selesai berkisar 15 menitan.

Temanku “B” ibu-ibu buleleng yang kukenal dari gereja mengantarku untuk menjalani annual check-up ini, karena tempatnya agak jauh dari apartment ku, ibu ini punya mobil kalau aku hanya mersikil hehehe.

Selesai check-up aku diajak sarapan.

Sebelumnya malah ditawari, mau breakfast di mana, what are you in the mood? Terus dilanjut oleh B, this breakfast in me, I will pay for you.

Waduh…..ngimpi opo aku iki? Aku jawab : B, are you sure? You give me a ride and now you’re going to pay for my breakfast? B: yes, you gave me food remember? Woalaaaah…..ternyata masih diingatnya, karena tiap aku masak, aku juga share sama teman-teman gereja.

Satu teman “W” ibu-ibu, orang Belanda, dia suka sekali makanan Indonesia, B suaminya mixed Jepang dan Cina, jadi mereka tidak heran dengan Asian food, mereka suka spicy food.

Jadilah kami menikmati sarapan di Big Island grill, aku pesan Belgium waffle, ditaburi dengan macadamia nuts.

Sambil memamah biak, kami ngobrol begitu-begini-begono, dan B ngomong gini: Lani, I brought some X-mas ornaments in my trunk, when I drop you off I can park and you can see it, pick and choose whatever you want, I’ve many. It’s up to you, you want to have it all or not, if not I can give it to somebody else…..

Jawabku : ok, I will take a look, the problem with me, I don’t have room in my studio.

Selesai sarapan, langsung aku diantar balik ke studio, parkir, aku lihat semua yang dibawa oleh B di bagasinya, akhirnya aku ambil wreath terbuat dari akar entah akar pohon apa, dihias dengan pita merah menyala, patung Jesus, Joseph, Maria, dan 3 orang dari timur, tempat lilin berwarna keemasan+lilin berwarna merah. Yang lainnya walau aku suka, akan tetapi tidak aku ambil karena terlalu besar tidak punya tempat.

Kemudian kami berpisah, aku ucapkan thanks a lot for everything!

Aku pasang wreath segera, aku canthel-kan di pintu masuk, yang lainnya belum kubuka, belum tahu mau ditempatkan di mana.

Jam 11:00 aku telpon “SK” temanku di sebelah toko aku kerja, telpon tidak diangkat, aku tinggalkan message. Tak lama kemudian SK telpon balik, kami janjian ketemu di toko tempat dia kerja, dari sana kami langsung menuju Indian restaurant “SHIVALIK”yang baru saja dibuka hari Minggu yang lalu, ini adalah resto India pertama dan satu-satunya di Kona.

Lunch time, mereka menyediakan buffet style. Sebenarnya aku kurang suka dengan buffet style, rugi buatku karena aku tidak punya perut karet yang bisa melar dan makan dalam jumlah banyak walau bayar sekali akan tetapi boleh bolak-balik sak-kuate sampai kemlakaren= sekenyang-kenyangnya!

Keuntungan buffet style, makanan/masakan yang beraneka ragam, bisa mencicipi semuanya, mulai dari makanan pembuka hingga pencuci mulut/dessert.

Harga $ 15.00+tax/person, aku pikir not bad at all. Kami pilih tempat duduk menghadap ke Kailua Pier, kebetulan hari Rabu selalu ada cruise, Pier rame sekali bak pasar tiban, ditambah sejak pagi cuaca cerah ceria, sejauh mata kami memandang birunya langit, laut, banyak perahu bersliweran, stand up paddle, orang berenang, kayaking, serta perahu pelampung mondar-mandir mengangkut turis yang ingin kedarat, bolak-balik dari cruise-darat, cruise diparkir agak dikejauhan tidak bisa merapat di dermarga, untuk cruise segede itu, bisa temangsang sampai ke dasar laut hehehe…

Kami berdua menuju ruang buffet, ada 10 macam aneka masakan India, di depan kami ditempatkan di wadah-wadah stainless. Mulai dari Raita, dua macam sambal ijo dan merah, veggies pakora, stir fry aneka veggies, Basmati rice, diikuti dengan naan, dal, bayam campur dengan chick pea aku lupa namanya, veggies curry, chicken masala, chicken tandoori, buah-buah-an…..

Aku ambil semuanya satu piring penuh asal nyicip semuanya, demikian pula dengan temanku.

Balik ke tempat duduk, pemilik resto menghampiri ke meja kami, ngajak ngobrol ngalor-ngidul basa-basi mengorek informasi dari customernya. Pemiliknya cowo India, masih muda 40-an, pakai subang/tindik di dua kupingnya.

Kali ini aku tak lupa nyangking camera, aku foto dulu makanan sebelum kami santap, kemudian aku minta tolong si pemilik untuk memfoto kami berdua, kemudian aku ambil foto pemilik. Aku katakan ke pemiliknya, aku akan nulis artikel dan aku masukkan ke milis Indonesia. Aku dikasih tau nama pemilik ketika kenalan, tapi lupa heheheh……

Ketika ku beritahu aku akan nulis artikel, dia sak-kal berbinar-binar, langsung tanya: so, your article will be publish in here too? Aku jawab: no, but it will be around the world though and you never know, some people will consider to come to Kona and eating in your restaurant…..

This is like ads you know. Dia menanggapi : o, wow! Nice, thank you….thank you……

Kesan kami tentang masakannya, enak dan enak thok…..semuanya enaaak.

Waitress dan pemilik keliling dan bolak-balik nge-check mampir ke tempat kami, tanya: anything else we can do for you? Everything all right?

Heheheh……..kami manggut-manggut, good! Delicious! Selesai dengan perut kenyang….total kerusakan 2 buffet+ teman pesan sweet lassie (minuman) $ 36.79 (include tax), kami tinggalkan $ 42.00 termasuk tips pelayan.

Perjalanan kami lanjut untuk ambil foto-foto di depan X-mas tree yang dipasang di downtown.

Kebetulan ada turis, cowo, kami minta tolong untuk ambil foto kami berdua, camera yang dibawanya woalah dalah bak professional photographer, pakai lensa panjang.

Kemudian aku dan SK jalan bersama kembali ke apartment masing-masing, aneh tapi nyata komplek apartment kami berhadap-hadapan hanya nyebrang highway. Dan kami tidak pernah tahu……..

Kami janjian untuk keluar lagi nanti malam, tunggu saja apa kami akan ketemu lagi nanti malam karena SK akan menemui temannya yang lain siang sampai sore ini.

Karena hari ini aku libur, jadi santai saja…..malas keluar, karena panas.

Bersambung……

70 Comments to "Catatan dari Kona (8)"

  1. HN  14 March, 2011 at 08:41

    wakakakakakakakaaka…. banyak sekali orang berinisial R… )

  2. Anastasia Yuliantari  14 March, 2011 at 08:28

    Hhhahahaa…..aku nek obate pas cocok yo dadi pinter, Yu….wkwkwk….Prof. Pakem koq durung muncul komentar ki?

  3. Lani  14 March, 2011 at 07:42

    AY : dasaaaaaaaar! nek kuwi aku super duper se7777777……ngalem sing dodol ben entuk GRATISAAAAANNNNNNNN……..pinter tenan kowe wes Ay……….

  4. Lani  14 March, 2011 at 07:41

    HAND : sak-karepmulah……..lamat asal telaaaaaaaat………….opo lamat ora selameeeeeeet kkkkkk

  5. Anastasia Yuliantari  14 March, 2011 at 07:23

    Yu….yo kudu dialem sing dodol, ben entuk gratisan….hahahaha.

  6. Handoko Widagdo  14 March, 2011 at 07:09

    Lani, lambat-lambat asal telat ya

  7. Lani  14 March, 2011 at 07:04

    HAND : mahalo….ora opo2 telat sing penting gak lali mampir wae yoooooooo

  8. Lani  14 March, 2011 at 07:03

    SU : mahalo

  9. Lani  14 March, 2011 at 07:03

    AY : MAHALO wes mampir……panganane enaaaaaaaak ancen yooooooo……..tp sing dodol bagus?????? mmmm aku ora se7777777……..ya bukan seleraku sih………….kkkkkkkkk mauku cm Brad or Keanu hikkkkkkkks

  10. Lani  14 March, 2011 at 07:01

    NIKI : artikel makanan mmg tujuannya utk bikin ngileeeeeeeeer……….hahahha jd klu menjadikan dirimu ngiler itu kesampaian dunk……..jd barusan mampir ditempat Melly ya????? ok dah salam balik, dia udah laaaaaaaammmmmmma sekali gak kontak aku lo…….ya udah no news is a good news……trims udah mampir di artikelku ya………….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.