Potret Kehidupan Yang Buram

Samantha Lie

 

Jalan masih terlihat lengang, ketika aku baru selesai mengantar anakku sekolah. Jam masih menunjukkan pukul 06.30 WIB.

Mataku tiba-tiba menatap seorang kakek tua yang tubuhnya sangat kurus dan punggungnya agak bongkok tapi masih kuat mengayuh gerobak sampah miliknya demi mencari sesuap nasi. Hatiku trenyuh melihatnya, karena melihat perjuangannya untuk bertahan hidup walaupun itu sangat terlihat sulit baginya.

Tetapi di lain sisi banyak anak muda yang hidupnya masih kuat dan bisa mencari pekerjaan yang layak tidak menggunakan waktunya dengan baik. Mereka hanya menggunakan waktunya untuk bersenang-senang dan kadang kala membuat resah/ takut orang – orang lain di sekitarnya.

Hampir setiap hari, ketika aku melewati jalan yang biasa kulalui ada saja orang yang stress bicara sendirian, anak-anak jalanan yang mengemis di perempatan perhentian lampu merah dan ada pula yang memang sengaja melakukannya sebagai mata pencaharian mereka, seperti yang kulihat hampir setiap pagi seorang nenek yang diantar seorang tukang becak, lalu turun dekat lampu merah dan duduk sambil menunggu belas kasihan orang yang lewat di sekitarnya.

Begitulah potret kehidupan setiap hari dan setiap pagi yang kulihat di kotaku dan mungkin juga di kota-kota lainnya, terlebih lagi kehidupan di kota besar. Begitu banyak yang masih hidup susah dan di bawah garis kemiskinan, mungkin yang kulihat hanya sebagian kecil saja, karena sebenarnya masih banyak yang tinggal di daerah-daerah terpencil yang kehidupannya tidak kita ketahui.

Lalu bagaimana mereka yang hidupnya berkecukupan dan bergelimang harta, apakah mereka juga ingat akan kesulitan dan penderitaan sesamanya, terutama mereka yang menggunakan uang rakyat untuk kepuasan pribadi mereka.

Di manakah hati nurani mereka ? Aku hanya bisa berharap smoga mata hati mereka terketuk melihat potret kehidupan yang buram ini…..

Salam,

Samantha Lie

20 Comments to "Potret Kehidupan Yang Buram"

  1. Samantha Lie  21 March, 2011 at 19:05

    Utk Saras Jelita : Tks bt komentnya dan slm kenal ya !
    Iya hidup memang pilihan mau jadi baik atau jahat, itu smua tergantung orangnya, kalau kita
    mau berusaha pasti ada jalan asal apa yg kita lakukan adalah benar menurut kehendakNya.
    bukan menurut kehendak kita sendiri.

  2. saras jelita  21 March, 2011 at 15:03

    Ha ha ha ha kalau liat perjalanan Samantha sehari2 mengantar anak ya sama dengan perjalanan saya datang dan pulang kalau mau kekantor. Tiap hari menyaksikan orang2 yang pekerjaannya meminta-minta sedekah dari tiap orang yang lewat, pada hal badan masih segar-bugar dengan membawa anak-anaknya yang masih balita dan masih orok, duduk manis disepanjang jembatan busway. Dalam hati berkata…sialan banget nich ibu2 memperalat anak2nya dan dirinya sendiri mancari nafkah dengan jalan yang tidak wajar, sementara kalau diliat dari segarnya fisik si ibu sebenarnya jadi Tukang Gosok atau PRT pasti bisa. Tapi ya mau bagaimana, mental mereka ya mental pemalas….kata saya dalam hati ini. Ada juga ko ya Nenek2 (masih sehat banget) tiap pagi ketemu sama saya (selalu)…datang dan langsung deh duduk dipojokan tangga busway (ambil posisi strategis buat mengemis..duuuhhh capeee deehhh….

    Bukankah hidup itu pilihan Samantha? mau jadi baik atau buruk kan tergantung diri kita juga thanks for sharing yahh….

  3. Samantha Lie  21 March, 2011 at 15:01

    Utk Vee : setuju dan Amin, smoga smakin byk orang yg sadar akan kesulitan dan penderitaan orang lain dan kita
    juga harus bersyukur kalau kita bisa membantu orang lain, berarti kita juga byk berkat dari Tuhan. Dan
    ada pepatah yg mengatakan lebih baik memberi daripada menerima…

    Ok…bt smuanya tks, GBU all…..

  4. Samantha Lie  21 March, 2011 at 14:57

    Utk Dj : iya memang di Semarang byk anak2 jalanan yg hidup menderita, selain tdk bs sekolah, mrk juga kadang2
    terpaksa melakukannya krn orang tua mrk yg menyuruhnya malah kadang2 ada yg sengaja membawa
    adiknya yg msh bayi spy orang kasihan melihatnya.

    Utk Imeii : iya benar ada org yg spt itu jg, kebetulan tempat tinggalku daerah ruko jadi byk peminta2 lewat dan
    ada seorg ibu yg khusus membawa 3 anaknya utk minta2 di depan toko sambil menunggu
    pembeli lewat dari siang – sore dan pendapatan mrk kdg2 lbh byk drpd org yg berjualan buah di dpn
    toko..

  5. Samantha Lie  21 March, 2011 at 14:48

    Utk mbak Nu2k : iya memang kadang2 org lupa kalau msh byk org lain yg susah dan menderita hidupnya…dan
    sdh sepatutnya kita membantu mrk yg membutuhkan

    Utk Linda Cheang : iya sampai skr dimanapun msh ada org yg susah, walaupun itu di negara maju…

  6. Vee  21 March, 2011 at 10:24

    Saya pernah merenungkan soal2 spt ini, bahkan berdiskusi dengan teman2 saya. Memang memprihatinkan. Yang kaya, kaya sekali. Yang miskin, miskin sekali. Rahasia kehidupan ada di tangan Tuhan. Sebab saya percaya, Tuhan yang mengatur kehidupan manusia. Dari semua itu saya belajar, bahwa kita sesama manusia harus saling membantu, mengasihi satu sama lain, salah satunya dengan cara berbagi. Juga saya belajar bersyukur atas berkat yang saya terima hari ini. Semoga manusia di bumi ini selalu dilindungi dan dijaga oleh Tuhan. Damai di bumi. Damai di hati.

  7. Vee  21 March, 2011 at 10:12

    14-15-16

    Maaf mbak samantha, saya numpang belajar berhitung di sini, hihihihi

  8. Handoko Widagdo  21 March, 2011 at 07:54

    Palsu…palsu..palsu……………..

  9. Lani  21 March, 2011 at 02:27

    IMEII : itu yg bener…..klu mmg mrk lapar ajak aja makan…….drpd dikasih duit……..plg buat beli rokok/alcohol/drugs……..

  10. Imeii  21 March, 2011 at 02:24

    dulu pernah ada penyiar radio yang menyamar jadi orang minta2 di lampu merah di US sini, katanya dalam 1 jam dia bisa mengumpulkan uang $60 an, jauh lebih banyak dari upah kerja perjam..

    kalo aku sih kadang suka kasian juga, tapi lebih senang beliin makanan daripada kasih uang (ada yang punya plakat yg menyatakan kalo belum makan berhari2)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.