Penyederhanaan, maka mencintai pun tak perlu pakai hati?

Linda Cheang – Bandung

 

Teman-teman Baltyra semua,

Tulisan saya yang ini asli iseng, karena karena saya ingin menuangkan keheranan saya pada filosofi yang saya temukan di karakter Mandarin hasil saya belajar.

Satu karakter yang amat saya kenal sejak pertama kali belajar bahasa Mandarin adalah “Ài” yang artinya cinta, kasih, love, amore, liebe, tresno. Apapun bahasanya, pokoknya artinya cinta, atau kasih.

Pada Hoan ti zi alias Traditional Chinese (masih digunakan di Taiwan), karakter ini ditulis seperti ini :  . Perhatikan bahwa di tengah karakter itu ada karakter dibaca “Xīn” yang artinya hati, which is in English mean  “heart”. Sampai di sini saya paham bahwa untuk bisa mencintai atau merasakan cinta, diperlukan hati untuk merasakannya.

Nah, yang bikin saya heran, di dalam pelajaran Jian ti zi atau Simplified Chinese (digunakan di RRC dan seluruh dunia kecuali Taiwan), karakter “Ài” itu ditulis disederhanakan seperti ini : . Kita bisa lihat di tengah karakter itu sudah tidak ada lagi karakter “Xīn” karena sengaja dihilangkan. Maka sekarang dengan Jian ti zi, pernyataan “Aku cinta padamu” ditulis menjadi seperti ini : 我 爱 你 dibaca “Wǒ ài nǐ”.

Dengan penulisan Jian ti zi seperti itu, jika ditilik dari segi filosofinya, saya jadi bertanya-tanya, apa benar di zaman serba instan dan disederhanakan seperti ini, bahkan mencintaipun sudah tak perlu pakai hati lagi? Berarti jika tak perlu pakai hati, maka rasa cinta itu sejatinya tidak ada juga, dong? Paling tidak rasa cintanya disederhanakan.

Bagaimana tanggapan teman-teman Baltyra semua? Silakan berkomentar. Mau berkomentar yang  sudrun juga tidak apa-apa. Pokoknya, diasyikin, ajah! Hehehe…

 

Ying jie – salam,

Linda Cheang

 

 

About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel Website

44 Comments to "Penyederhanaan, maka mencintai pun tak perlu pakai hati?"

  1. Onder de Boom USA.  25 March, 2011 at 02:21

    Kornelya,kalau kebetulan ada channel di China,bisa ditanyakan,lumayan bisa potong ongkos kirimnya.Ukurannya seperti DSI atau seperti permainan gamenya anak2,bisa dikantongi.Rasanya ngak ada di Amazon (ahir 2009/2010)tapi ngak tahu yaahh sekarang

  2. Kornelya  25 March, 2011 at 02:10

    Uncle USA Onder De Boom, kamusnya seperti link ya. Aku coba cari di Amazon pasti ada. Terima kasih sanget, dapat informasi ini. Salam.

  3. Lani  25 March, 2011 at 02:08

    KORNEL : gmn oretan aksara cina mau dijawab pakai boso FLORES hahahaha…….semangkin ajerrrrrrrrrrrr………..kkkkkkk

  4. Onder de Boom USA.  25 March, 2011 at 01:53

    Linda ,tahu ngak kan ada kamusnya yg electric dari Chinese-English -Indonesia buatan Cina(seukuran DSI) sekitar US200an,tinggal pencet2 doang keluar deh kata2nya yang dicari +ucapannya Kasihan tuh sama Kornelya yang membisu terus jika ditanya anaknya (komen #34)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.