Fukushima Nuclear Plants Update

Sakura

 

EFEK RADIASI FUKUSHIMA NUCLEAR PLANTS TIDAK PERLU DICEMASKAN DAN DITAKUTKAN

24 Maret 2011

Saya perlu menulis ini, untuk memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya dan seterang-terangnya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang berada di Jepang khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, bahwa efek radiasi dari nuclear plants Fukushima masih jauh sekali dari kadar yang ditetapkan internasional.

Pada tulisan-tulisan saya sebelumnya, saya pernah menuliskan bahwa efek radiasi telah diketemukan di dalam susu, sayuran “horenshou” dan air ledeng. Saya menulis, para peternak diminta untuk membuang produksi susu segar, dan kerugian mencapai ratusan liter susu segar oleh seorang peternak susu sapi. Mohon untuk tidak membuat salah tafsir dari tulisan saya tersebut, bahwa meskipun pemerintah Jepang melakukan hal ini, bukan berarti bahwa radiasi yang terkandung di dalam susu segar itu berbahaya, semua kadar radiasi yang telah diketemukan, masih jauh di bawah batas kontaminasi radiasi secara internasional. Pertimbangan pemerintah Jepang adalah “LEBIH BAIK MENGHILANGKAN BARANG-BARANG TERSEBUT DARI MASYARAKAT” meskipun kadarnya sangat kecil sekali. Jadi BUKAN KARENA KADAR EFEK RADIASINYA MEMBAHAYAKAN. Akan saya jelaskan lebih detail di bawah.

1. Fukushima Nuclear Plants berbeda dengan Chernobyl Nuclear Plants

Pertama-tama yang harus saya jelaskan, bahwa Fukushima Nuclear Plants berbeda dengan Chernobyl Nuclear Plants (yang mengalami kecelakaan pada tahun 1986, Chenobyl Nuclear Plant sekarang berada dalam wilayah negara Ukraina).

Prinsip kerja reaktor nuklir di Fukushima:

Reaktor nuklir di Fukushima disebut sebagai Boiling Water Reactors (BWR). Boiling Water Reactors serupa dengan pressure cooker. Radioaktif uranium ditrap berada dalam air. Reaksi pembelahan inti dari radiokatif uranium menghasilkan panas, panas ini mengakibatkan air menjadi panas dan menguap. Selanjutnya aliran uap air yang panas ini digunakan untuk menggerakkan turbin generator, selanjutnya turbin generator akan menghasilkan listrik. Uap air didinginkan dan dikondensasikan kembali menjadi air, kemudian air ini akan teralir kembali ke dalam tank yang berisi uranium tadi. The pressure cooker operates at about 250°C.

Fundamentals of nuclear reactions:

The uranium fuel generates heat by nuclear fission. Big uranium atoms are split into smaller atoms. That generates heat plus neutrons (one of the particles that forms an atom). When the neutron hits another uranium atom, that splits, generating more neutrons and so on. That is called the nuclear chain reaction. Pada Fukushima reaktor nuklir, uranium akan membelah (meluruh) menjadi intermediatenya, yaitu cesium dan iodium. Cesium dan iodium merupakan 2 isotop yang tidak lagi bersifat radioaktif dan mempunyai waktu luruh yang jauh lebih pendek dibandingkan uranium.  

Perbedaan dengan Nuclear Plant di Chernobyl:

In Chernobyl, the explosion was caused by excessive pressure buildup, hydrogen explosion and rupture of all containments, propelling molten core material into the environment (a “dirty bomb”). Chernobyl tidak menggunakan air untuk mentrap bahan bakar radiokatif, tetapi mereka menggunakan hidrogen, yang jelas-jelas lebih membahayakan. Fukushima nuclear plant tidak akan mengalami hal seperti Chernobyl. Why that did not and will not happen in Japan, further below.

In order to control the nuclear chain reaction, the reactor operators use so-called “moderator rods”. The moderator rods absorb the neutrons and kill the chain reaction instantaneously. A nuclear reactor is built in such a way, that when operating normally, you take out all the moderator rods. The coolant water then takes away the heat (and converts it into steam and electricity) at the same rate as the core produces it. And you have a lot of leeway around the standard operating point of 250°C. The challenge is that after inserting the rods and stopping the chain reaction, the core still keeps producing heat.

The uranium “stopped” the chain reaction. But a number of intermediate radioactive elements are created by the uranium during its fission process, most notably Cesium and Iodine isotopes, i.e. radioactive versions of these elements that will eventually split up into smaller atoms and not be radioactive anymore. Those elements keep decaying and producing heat. Because they are not regenerated any longer from the uranium (the uranium stopped decaying after the moderator rods were put in), they get less and less, and so the core cools down over a matter of days, until those intermediate radioactive elements are used up. This residual heat is causing the headaches right now.

 

2. Yang terjadi saat ini di Jepang

Pada berita-berita di TV tadi malam,  pada tanggal 23 Maret 2011, pemerintah Jepang telah mengumumkan bahwa di beberapa propinsi ditemukan beberapa makanan dan minuman yang terkena radiasi. Dan untuk propinsi Fukushima, ada 11 macam bahan makanan/minuman yang tercemar iodium hydride (bahasa Jepangnya “you san”).

Cesium dan iodium merupakan isotop intermediate akibat peluruhan radiaoctive uranium di dalam reaktor nuklir Fukushima. Kadar iodium yang terdeteksi dalam bentuk iodium hydride (HI) atau “you san”. Sebelas macam bahan makanan dan minuman yang tercemar HI, di antaranya “horenshou” (sayuran seperti sawi), broccoli, cabbage, spinach, milk etc.

Berapa banyak kadar yang diketemukan?

Semua berada dalam kadar yang jauh sekali dari kadar kontaminasi yang ditetapkan secara internasional. Saya telah berusaha mencari-cari listnya lewat internet tapi list secara detail belum saya ketemukan di dalam website-website Jepang. Ada 3 jenis makanan dan minuman yang bisa dijadikan indikasi tolok ukur untuk perhitungan, yatu air, susu dan horenshou (sejenis sayuran). Air yang tercemar HI kadarnya 300 Beq (becquerel) per kg, susu sebesar 300 Bq per kg dan horenshou sebesar 200 Bq per kg. Kadar batas tercemar radiasi di dalam tubuh manusia secara intersional untuk setiap bahan makanan atau minuman adalah 50 000 micro Sv per tahun.

Sekarang mari kita konversi perhitungan dari Bq menjadi Sv (Sievert). Misalnya 100 Bq, ini akan setara dengan 100 x 2,2 x (1/100 000) mSv =2.2 micro Sv. Jadi kadar HI dalam air dan susu adalah 6.6 micro Sv per kg, dan dalam horensho sebesar 4.4 micro Sv per kg. Ini suatu jumlah yang sangat kecil sekali. Sebagai perbandingan, untuk 1 kali rontgen dengan sinar X, kadar radiasinya adalah 50 micro Sv.

Berapa perhitungan rata-rata jumlah konsumsi bahan makanan/minuman tersebut oleh 1 orang? Pemerintah Jepang menghitung secara rata-rata, jika untuk 1 orang mengkonsumsi air sebanyak 1700 liter per tahun, susu sebanyak 1700 kg per tahun dan horenshou sebanyak 250 kg per tahun, maka kadar radiasi yang ada dalam air yang dikonsumsi menjadi 10 100 micro SV per tahun. Demikian juga untuk susu dan horenshou, sebanyak 10 100 micro Sv per tahun. Sedangkan batasan radiasi yang dalam tubuh secara internasional sebesar 50 000 micro Sv per tahun untuk setiap jenis bahan makanan. Jadi kesmpulannya, SEMUA MASIH JAUH SEKALI DI BAWAH BATAS YANG DITETAPKAN.


Dari berita TV kemarin malam, ada 23 ward di Tokyo yang dianjurkan untuk tidak mengkomsi air ledeng sebagai minuman dan menggantinya dengan air mineral dalam pet bottle. Sekarang, akan timbul pertanyaan, mengapa pemerintah Jepang MENGANJURKAN untuk tidak mengkonsumsi air ledeng sebagai minuman jika itu dinyatakan tidak berbahaya? Kembali lagi, pemerintah Jepang berprinsip, lebih baik mengkosumsi minuman yang tidak mengandung HI, daripada meminum air yang mengandung, meskipun HI yang ditemukan kadarnya sangat kecil sekali. Tetapi jika ternyata minuman mineral sulit ditemukan dan tidak ada cara lain selain mengkonsumsi air ledeng, maka itu tidak apa-apa dan tidak berbahaya.

Kepada para ibu yang mempunya bayi, dianjurkan untuk menggunakan air mineral saat membuat susu buat bayi dan makanan bayi. Tetapi jika tidak ada air mineral dan mau tak mau harus menggunakan air ledeng, hal ini juga tidak apa-apa dan tidak berbahaya.

Pertanyaan lain, mengapa radiasi nuklirnya di Fukushima kok yang dilarang di Tokyo? Karena air-air tanah di daerah sekitar Tokyo dan juga aliran air sungainya, semuanya dari Utara, yang berarti aliran air dari Fukushima juga akan mengalir ke daerah Tokyo meski dalam radius yang sangat jauh dari lokasi nuklir. Daerah yang lebih Selatan dari Tokyo dinyatakan tidak apa-apa, termasuk Shizuoka.

Demikian catatan yang saya buat hari ini, semoga dapat mengurangi kecemasan semua teman-teman Indonesia yang ada di Jepang. Kita menjadi takut karena tidak mengerti. Sekarang kita mengerti, jadi hilangkanlah ketakutan anda.

Berita terbaru dari reaktor nuklir di Fukushima, bahwa kemarin sekitar pukul 4.20 sore hari keluar asap hitam dari tank no.3 di Plant I, untuk sebab yang belum diketahui sampai hari ini. Para regu pemadam kebakaran segera ditarik dari lokasi dan perkerjaan dihentikan semua begitu keluar asap hitam.

Jepang terus berjuang. Pemerintah Jepang selalu berada di tengah-tengah rakyat Jepang untuk melindungi rakyat Jepang dan semua orang yang berada di dalam wilayah Jepang. Pemerintah Jepang bekerja untuk rakyat. Perdana mentri Jepang sendiri mengatakan, bahwa yang jelek harus dikatakan jelek di depat rakyat, yang baik harus dikatakan baik juga, jadi semua berita-berita yang disampaikan oleh pemerintah Jepang mengenai reaktor nuklir di Fukushima adalah hal yang benar dan tidak ditutup-tutupi. Terima kasih.

 

 

30 Comments to "Fukushima Nuclear Plants Update"

  1. bernadette  28 March, 2011 at 20:15

    setuju ~ ! ^^

  2. sakura  27 March, 2011 at 11:19

    Halo Mbak Dewi….selamat wiken ya.
    Semalam ada berita di TV, yang di Tokyo, air ledengnya sudah aman, kadar I 131 sudah turun lagi, 34 Bq/kg. Boleh minum air ledengn buat yang di Tokyo.

  3. Dewi Aichi  27 March, 2011 at 11:13

    Alhamdullilah …..legaaaaa

  4. Edy  26 March, 2011 at 15:39

    Sakura:Selamat berjuang danbahu membahu, haynya bisa bantu doa dr jauh

  5. sakura  26 March, 2011 at 14:41

    Waduh sorry, kemaren saya tinnggal ke kantor imigrasi, nggak sempat buka Baltyra lagi.

    Pertama-tama, terima kasih buat Mbah Gandalf, untuk membantu menjelaskan perbedaan Bq dan Sv. Matur nuwun.

    Piper, waduuuhhhh pusying deh kalau aku punya murid pinter banget kayak kamu, jawabnya harus mikir dulu..

    1. Bener, yang saya pakai patokan di atas untuk I 131, sedangkan Cs 137 hitungannya beda, demikian juga dengan Co 58. I 131, dikalikan 2.2, sedangkan Cs 137 dikalikan 1.3 dan Co 58 dikalikan 7.4 tapi dibagi 100. Ada tabelnya di sini: http://www.remnet.jp/lecture/b05_01/4_1.html
    Bener juga, untuk bayi, 150 Bq per kg untuk I 131, sedangkan untuk dewasa 500 Bq per kg untuk I 131.
    Bener lagi, kelenjar tyroid yang paling besar efeknya untuk I 131.

    2. Untuk I 131, katanya paling lama 3 bulan sudah hilang kadarnya. Jadi kemungkinannya sangat kecil hingga menyebabkan kanker di tenggorokan.
    These iodine pills contain stable iodine-127, which does not cause cancer. When people take these iodine pills their bodies absorb the stable iodine to a level that prevents or limits the absorption of I-131, which helps to prevent the risk of thyroid cancer. Another fact about radioactive iodine-131 is that its half-life (the time it takes for half of it to decay to another nuclear isotope) is only about 8 days. This means that after about three months, almost all of the radioactive iodine-131 would have decayed away.
    Untuk Cesium 137 yang terserap tubuh, waktu serapannya akan pendek sekali, karena Cs 137 dikeluarkan melalui urine. Dalam kasus seandainya ada daerah yang terpapar Cs 137 cukup tinggi, memang butuh waktu agak lama untuk menghilangkan paparan Cs 137 dari daerah tersebut, karena waktu paruhnya 30 tahun.

    3. Paparan radiasi secara external:
    Bagi masyarakat umum yang tinggal di daerah reaktor nukir, batasan yang bisa diterima dari efek radiasi akibat nuklir reaktor adalah 1 Sv per tahun. “According to the NRC regulations, any individual member of the public should not receive more than 100 millirem per year “(setara dengan 1 Sv per tahun).
    Jadi bisa kita perkirakan sendiri, kemungkinan butuh waktu agak lama bagi penduduk di daerah reaktor nuklir Fukushima untuk bisa pindah ke daerah tersebut.

  6. IWAN SATYANEGARA KAMAH  26 March, 2011 at 00:55

    Oh lega saya membacanya. Saya selalu membayangkan tragedi Fyukushima sama dengan Chernobyl. Mudah2an semua bencana ini dapat diselesaikan oleh pemerintah Jepang dengan baik.

  7. Linda Cheang  25 March, 2011 at 23:15

    enaknya kalo berita itu disampaikan jujur.

  8. Lani  25 March, 2011 at 23:09

    MBAH GAND……..mahalo atas masukkannya……..wlu tetep wae aku rak mudenk…….

  9. Djoko Paisan  25 March, 2011 at 20:20

    Hallo Sakura….
    Terimakasih untuk informasinya yang begitu detail…
    Dj. sangat tertari dengan kalimat ini…

    >>>> lebih baik mengkosumsi minuman yang tidak mengandung HI, daripada meminum air yang mengandung, meskipun HI yang ditemukan kadarnya sangat kecil sekali. <<<<<

    Dj. angap baik, bukan karena takut, kalau bisa menghindari, mengapa harus cari penyakit.
    Kan setiap manusia memmiliki daya tahan tubuh yang berbada.
    Apalagi bagi yang kurang jelas, daripada nekat denga apa yang belum pasti, itu kan resiko.

    Sekali lagi, TERIMAKASIH….!!!
    Semoga mas Junanto yang di Tokyo juga mendapat jalan keluar yang baik, demi kesehatannya.
    apalagi kalau memiliki keluarga dan anak kecil….

    Semoga TUHAN memberi jalan keluar yang baik….!!!

  10. nevergiveupyo  25 March, 2011 at 20:00

    gambaru sakura-chan!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.