Bumi sudah semakin tua ya!

Samantha Lie

 

Hai apa kabar pembaca setia Baltyra? Rasanya senang sekali kalau bisa cepat menulis artikel lagi, jadi bisa segera bertemu lagi dengan teman-teman di Baltyra…. Ok, selamat membaca, semoga bermanfaat bagi semuanya….

Saat ini umur bumi diperkirakan sudah milyaran  tahun oleh para ilmuwan, tapi aku tidak berani memastikannya apa itu benar ? Karena itu aku hanya ingin menulis tentang keadaan bumi sekarang ini.

Akhir-akhir ini banyak musibah yang terjadi  di Indonesia, demikian pula dengan negara-negara lain. Baik itu musibah alami maupun musibah yang diakibatkan oleh keserakahan manusia yang tidak mau menjaga kelestarian alam.

Musibah alami, karena memang bumi yang sudah semakin tua, sehingga kalau boleh disamakan dengan manusia mungkin bumi yang kita diami ini sudah mulai lemah dan mulai banyak penyakit yang diderita. Dari banjir, tanah longsor, gunung meletus, sampai pemanasan global, gempa tsunami yang efeknya sampai ke negara2 lain yang berdekatan letaknya, sehingga membuat kita juga harus selalu berjaga-jaga.

Apalagi akibat dari ulah manusia yang tidak ikut menjaga kesehatan alam dan bumi yang kita diami ini, sehingga semakin mempercepat musibah-musibah yang terjadi secara beruntun tanpa manusia dapat melawan/ menghalanginya, seperti yang baru saja terjadi di Negara Jepang.

Walaupun Jepang sebenarnya termasuk negara yang paling sering dilanda gempa, tapi tetap saja tidak dapat mencegahnya. Malah aku pernah dengar cerita kalau ahli gempa Jepang juga ada yang meninggal akibat gempa. Ya smua yang terjadi memang sudah kehendakNya, tapi kita tetap harus berusaha untuk menjaga dan memeliharanya supaya bila terjadi musibah alam tidak terlalu fatal akibatnya.

Padahal bila kita membandingkan dengan pesatnya pertumbuhan kota-kota di tiap negara apalagi di negara-negara maju, kota-kotanya semakin dipercantik sehingga banyak menarik wisatawan luar untuk mengunjunginya.

Menjadikan dunia kelihatan menjadi semakin cantik dan indah dipandang mata, tetapi bumi menjadi semakin gersang dan keropos, karena banyaknya pohon-pohon yang ditebang untuk keperluan pembangunan tersebut dan juga membuat penyerapan air menjadi berkurang karenanya.

Akupun jadi teringat tempat tinggalku semasa kecil dulu, ketika masih banyak pohon besar yang rindang tumbuh di sekitar jalan raya. membuat udara masih terasa sejuk pada saat itu.

Berbeda sekali dengan sekarang pohon-pohonnya sudah habis dan sebagai gantinya gedung-gedung  atau apartemen-apartemen yang berdiri menjulang tinggi, sehingga membuat udara sudah tidak terasa sejuk lagi dan terasa sangat panas. Dan bila hujan deras datang juga mengakibatkan banjir disekitarnya, karena sudah tidak banyak lagi pohon-pohon yang dapat menyerap air di daerah tempat tinggalku dulu.

Tadi aku baru saja membaca sebuah artikel tentang pohon Baobab yang bentuknya besar dan gemuk, sehingga pohon itu bisa dibuat sebagai rumah/ tempat tinggal seperti pada gambar di bawah ini :

Lalu aku penasaran dan mencoba lihat di Google mengenai pohon Baobab. Ternyata pohon ini bisa bertahan hidup sampai ribuan tahun dan tingginya bisa mencapai sampai 47 meter. Sayangnya pohon ini hanya dapat ditemukan di Madagaskar, Afrika dan Australia.

Tetapi ketika aku cek kembali di Google ternyata menurut hasil survey Trubus, pohon ini juga ada di Indonesia, tepatnya di daerah Jawa Barat dan sudah berumur hampir 160 tahun.

Wah enak juga ya kalau di Indonesia bisa tumbuh banyak pohon Baobab ini, jadi bisa buat berteduh dan tempat tinggal juga bagi yang belum punya rumah… ha..ha…

Oh ya pohon ini juga banyak sekali manfaatnya, antara lain batangnya bisa menyimpan air sampai 12.000 liter (mungkin kalau tumbuh di seluruh  wilayah Indonesia dapat mencegah banjir), buahnya banyak mengandung vitamin C, daunnya juga banyak mengandung mineral yang sangat tinggi dan juga bisa dijadikan sebagai obat tradisional…. Banyak sekali kan manfaatnya ?

Kembali lagi ke musibah yang terjadi akhir-akhir ini, maka kita sudah seharusnya ikut menjaga kelestarian alam dan bumi ini mulai dari sekarang walaupun mungkin agak terlambat. Kalau bukan kita siapa lagi ? Kalau bukan dari sekarang, maka bagaimana nasib anak cucu kita nanti yang baru memulai kehidupan baru setelah kita tinggalkan dunia ini ?

Tak dapat terbayangkan bagi kita, jika gempa tsunami/ banjir tsunami terjadi secara bersamaan waktunya … pasti sungguh sangat mengerikan, karena kita semua tidak dapat menyelamatkan diri lagi apalagi menyelamatkan orang lain dan harta benda kita. Yang ada dalam pikiran kita pasti hanyalah keselamatan diri sendiri dan keluarga kita.

Nah sebagai penutup, marilah kita ikut menjaga dan melestarikan bumi ini dengan apa yang bisa kita kerjakan dan sumbangkan khususnya untuk alam Indonesia tercinta ini.

 

Salam hangat,

Samantha Lie

 

 

28 Comments to "Bumi sudah semakin tua ya!"

  1. Samantha Lie  1 April, 2011 at 16:23

    Gpp mbak Probo, skr memang byk yg pakai nama samaran…he..he.. tp yg penting orangnya ga misterius….
    Krn sekarang nama kadang2 bt di pakai utk kejahatan jd perlu juga nama samaran….. bukan sebaliknya nama samaran yg di pakai utk kejahatan…. wah jadi bingung juga ya????

  2. probo  31 March, 2011 at 20:20

    PakDe…jangan bikin bingung samantha……..
    Mbak Lani…..la enake apa?

    Samantha, kayaknya harapanmu masih jauh, saya sendiri yakin masih banyak yg bakal kecekle dengan nama saya plus nama suami (suamiku namanya effy lo, 100% bener nih!)

  3. Samantha Lie  30 March, 2011 at 12:19

    Salam kenal ya Kornelya, tks uda mampir. Iya skr orang mau melakukan yang benar malah di persulit izin2nya, tp kalau dpt uang byk mereka mau melakukannya…… jd smua serba uang….
    Seperti pepatah akar dari segala kejahatan adalah karena cinta uang… mungkin itu memang benar.ya ?

    Bt HN tks… uda mampir juga…. iya….kalau tdk di jaga tambah keriput….. dan byk lubang2 nya….

  4. Samantha Lie  30 March, 2011 at 12:13

    Trima kasih mbak Probo uda dimaafkan kesalahanku….. smoga tdk ada orang lain yg salah lagi ya !

    Trima kasih juga bt mas Dj yg slalu mampir di artikelku dan juga pujiannya…
    Artikel mas Dj juga bagus2 kok…. makanya byk yang kasih koment…
    Iya kalau di Indo punya peraturan dan juga disiplin utk menjalankannya spt di LN… pasti orang pd takut utk korupsi, skr terbalik justru yg buat peraturan malah yg melanggar jd piye iki ?

  5. HN  30 March, 2011 at 07:14

    Ho oh, bumi sudah cukup tua… rambutnya sudah pada memutih, giginya sudah pada tanggal… ;(

  6. Kornelya  30 March, 2011 at 04:51

    Samantha, pohon Baobab itu kalau tak salah adanya di Ujung Kulon, tetapi diameternya belum sebesar yang difoto. Di Indonesia pelestarian lingkungan tidak disertai penegakan hukum. Pernah dalam suatu debat tentang eksplorasi pertambangan di hutan lindung. Seorang pejabat negara berujar ” Eksplorasi dihutan lindung boleh dilakukan, dengan ijin menteri kehutanan”. Salam.

  7. Lani  30 March, 2011 at 00:41

    MBAK PROBO : hehehe…..geli aja mbak…….dikau memakai kata PEJANTAN……koyok pitik jago wae yg siap tempur kkkk

  8. Djoko Paisan  29 March, 2011 at 23:57

    Samantha Lie Says:
    March 29th, 2011 at 13:24

    Bt Mas Probo : Iya benar, tp klo ngikutin caranya mas Probo nanti smua mau jd krn uang juga, jatuh2nya uang lagi dong…

    Samantha…
    Mmas Probo itu adalah suaminya bu GuCan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.