The Royal Wedding (2): Gara-gara Bumbu Dapur Bikin Hancur

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

The Royal Wedding (2)

Gara-gara Bumbu Dapur Bikin Hancur

 

TERNATE sebuah pulau kecil di pojok ujung wilayah Indonesia. Tempatnya nan jauh di sana. Bukan setenar Bali, Danau Toba, Raja Ampat, Tana Toraja atau Bunaken yang jarak ratusan kilometer dari Ternate. Di sana dulu pernah menjadi pusat kekuasaan sebuah kerajaan atau kesultanan besar di bawah kekuasaan Sultan Baabullah. Andai saja tidak ada Indonesia yang merdeka 17 Agustus 1945, pasti kerajaan itu masih ada dengan wilayah yang cukup luas. Sultan Mudaffar Syah adalah Sultan Ternate ke 48 yang bertahta sekarang.

Kesultanan Ternate hingga kini menjadi deposit sejarah bagi perjalanan panjang bangsa Indonesia yang menakjubkan. Saat itu kesultanan itu menguasai banyak pulau dari kepulaian Mariana di Pasifik hingga Timor Timur. Mahkota kerajaannya juga menjadi kasus “Believe It Or Not” di Indonesia, karena rambut dalam mahkota terus tumbuh seperti kepala manusia dan harus dipotong secara berkala seperti kita ke barber shop (tukang cukur).

Nah, kesultanan itu bernama Ternate. Terkenal sebagai penghasil rempah-rempah nomor jitu di dunia yang lebih populer dengan sebutan Spice Islands atau Maluku (mungkin jadi ide untuk nama kelompok penyanyi cewek Inggris, Spice Girl, cewek-cewek bumbu). Pada hari 3 November 1579, Sultan Baabullah, sultan saat itu, mendapat kedatangan tamu jauh dari Inggris. Tamu ini Francis Drake dengan armada besar termasuk kapalnya yang terkenal, HM Golden Hind. Drake disambut ramah dengan pesta oleh Sultan Baabullah.

Ketika itu, kerajaan Inggris sangat kuat armadanya di jagat raya,  yang dipimpin oleh seorang perawan, Ratu Elizabeth I, embahnya William. Nama ratu ini mungkin suka tertukar dengan Ratu Elizabeth II, neneknya William. Kita di Indonesia mungkin sudah menonton sosok ratu lautan ini dalam beberapa film yang memenangkan banyak penghargaan.

Pasti Anda sudah nonton film Shakespeare in Love (1998), Elizabeth (1998) atau Elizabeth Golden Age (2007) di bioskop-bioskop tanah air. Nah itulah cerita tentang embahnya William yang pertama kali memperkenalkan Inggris ke Nusantara (Indonesia). Kedatangan pelaut ulung Inggris Francis Drake ke Ternate tahun 1579 adalah embrio hubungan Indonesia dan Inggris. Dan siapa lagi kalau bukan atas suruhan sang ratu, nenek moyangnya Pangeran William.

Pada 1979, Pangeran Charles, ayah William, menjadi ketua peringatan 400 tahun pelayaran Sir Francis Drake. Maluku atau Ternate mendapat kehormatan menjadi satu dari tempat dari rangkaian peringatan 400 tahun pelayaran itu Lalu mengapa embahnya William, Ratu Elizabeth, ingin sekali menjamah pengaruhnya sampai ke Ternate?

Jawabnya singkat. Bumbu dapur! Ratu Elizabeth I setelah mendengar cerita perjalanan Francis Drake ke Ternate (dia kemudian diberi gelar Sir) sangat mendukung keterlibatan kerajaannya berdagang rempah-rempah di dunia timur. Saat itu sudah ada pemain lama di Ternate, yaitu Portugis dan kemudian Belanda.

Nah, pada 1591 memerintahkan James Lancaster dan George Raymond untuk berlayar ke timur. Lancaster pergi ke Aceh dan Penang. Sedangkan Raymond tenggelam kapalnya. Ketika pulang ke Inggris, Lancaster terdampar hingga sempat meragukan Ratu Elizabeth I untuk terlibat dalam bisnis bumbu dapur ini. Namun pikiran itu segera lenyap ketika mereka sering menerima kabar baik dari Belanda yang lancar berbisnis bumbu dapur di Nusantara.

Akhirnya, Ratu Elizabeth I memberi hak tunggal (oktroi) kepada The East Indies Company dan Lancaster ditugasi dalam urusan ini. Kembali Lancaster mampir ke Aceh pada Juni 1602 dan terus berlayar ke Banten. Dalam pelayaran ini, Lancaster membawa lada yang melimpah.

Kita tahu semua, akibat bisnis bumbu dapur ini, Nusantara menjadi awal ajang perkelahian dan pemerasan bangsa-bangsa barat, hingga kita menderita beratus-ratus tahun sebagai bangsa. (tulisan bagian 3, Main surat-suratan).

 

 

 

59 Comments to "The Royal Wedding (2): Gara-gara Bumbu Dapur Bikin Hancur"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  16 January, 2013 at 11:17

    Makasih mBak Tri… Hahaha…nanti dilanjutkan dengan masalah yang lain..

  2. triyudani  16 January, 2013 at 11:11

    wah i enjoy the story so much, ayo lanjut Mas Iwan

  3. Meneer Lee  2 October, 2012 at 11:37

    Sama2 Pak Iwan, kami sendiri hingga saat ini tidak tahu secara pasti kenapa STAMPA SULTAN TERNATE bisa tumbuh rambutnya bahkan saat ini telah beruban (memutih). Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengungkap fenomena tersebut tapi sampai saat ini belum bisa menjawab Mukjizat tersebut.
    Keluarga bapak adanya di ternate ?? Mungkin saya kenal atau pernah dengar marga bapak ??

  4. IWAN SATYANEGARA KAMAH  19 April, 2012 at 10:38

    Terima kasih Meneer Lee atas apresiasinya. Ternate memang sudah sepantasnya di promosikan karena menyiman deposit sejarah Indonesia yang panjang (kalau difilmkan OK juga tuh).

    Saya jujur masih penasaran dengan Stampa. Mengapa bisa tumbuh rambut di mahkota tersebut? Pernah diteliti di Puspitek (kalau tak salah) dan hasilnya tak bisa menjawab banyak keraguan dan pertanyaan.

    Kebetulan nenek saya dari pihak ayah berasal dari Ternate dan saya masih banyak keluarga di sana meski sudah tidak kenal lagi.

    Salam kenal.

  5. Meneer Lee  19 April, 2012 at 10:01

    Terima kasih mas udah promosikan daerah saya, kenetulan saya berasal dari wilayah tsb, walaupun beda kesultanan. Di Maluku Utara terdapat 4 kesultanan bersaudara masing-masing Kesultanan Jailolo, Bacan, Tidore dan Ternate. Foto yang mas tampilkan diatas adalah sultan Ternate ke 48 Hi. Mudhaffar Syah sesaat setelah dinobatkan pd thn 1986, dan mahkota atau dlm bhsa ternate disebut STAMPA jg pda thn yg sama krn saat ini stampa tersebut sudah mulai beruban (memutih rambutnya).

  6. IWAN SATYANEGARA KAMAH  14 December, 2011 at 14:56

    Ya, benar. Itu lukisan Sultan Mudaffar sendiri. Human error. Terima kasih koreksinya. Salam kenal.

  7. Ratuzam  14 December, 2011 at 14:42

    Sekedar info :
    Lukisan (paling atas – kiri) yang dipajang itu bukan lukisan Sultan Baabullah melainkan lukisan Sultan Mudaffar sendiri.

  8. Lani  6 April, 2011 at 10:51

    SARAS hadoooooooh pagi2 udah manggil darling………orgnya langsung deh buang tuh kemul kkkkkkkk………..

  9. saras jelita  6 April, 2011 at 10:47

    Jadi inget masa sekolah dulu ya darling ISK, Indo itu penghasil rempah2 nomer siji pada jaman dulu btw, sekarang masih nomer siji nggak sih?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.