Jabuticaba

Dewi Aichi – Brazil

 

Apakah teman-teman mengenal buah yang ada di foto ini?

Di Brasil, namanya “jabuticaba”, di Indonesia saya tidak tau namanya apa. Keberadaan buah inipun saya ngga tau, apakah ada atau tidak di Indonesia. Yang jelas, selama saya di Indonesia, saya tidak pernah menemukan buah ini, tidak pernah merasakan buah ini, dan tidak pernah melihat buah ini, apalagi melihat pohonnya.

Iseng-iseng saya mencari di google, ternyata banyak sekali gambar maupun penjelasan mengenai buah jabuticaba. Banyak juga tulisan-tulisan resep dari puding , bolu sampai minuman bervitamin.

Bahkan saya menemukan resep liquor dari jabuticaba, dan ternyata pernah merasakan dahsyatnya liquor buah ini ketika aku berlibur ke Monte Alegre (pernah tayang di baltyra). Lebih enak berlipat-lipat dibanding red wine (menurut pendapat pribadi). Ini resepnya:

  • 1 kg. jabuticaba lengkap dengan kulit dan bijinya, yang sudah difermentasikan.
  • 1 kg. gula pasir/gula putih
  • 1 botol alkohol (tidak ada keterangan berapa ml (mili lho ya, bukan make love)

Simpan semua bahan di atas dalam sebuah panci, atau botol, selama 3 hari. Setelah 3 hari, disaring untuk mengambil airnya, kemudian disimpan lagi, tetapi ini sudah menjadi liquor yang siap di nikmati. Apalagi dinikmati saat cuaca dingin, hmmm…nikmatnya.

Pohon “jabuticaba” ini sangat rendah, bahkan hanya setinggi kira-kira 10 meter saja. Pohonnya rindang, daunnya mirip daun pohon beringin. Buahnya sangat banyak, dan menempel di batang pohonnya. Bahkan menempel di induk batangnya.

Di setiap wilayah di Brasil, pohon jabuticaba bisa tumbuh. Sebagian besar berada di wilayah Minas Gerais. Buahnya sangat manis, bentuk dan warnanya yang mirip anggur, bahkan jika dicampur bisa bingung, mana jabuticaba dan mana anggur. Beda rasa dan bijinya saja, kalau jabuticaba, bijinya hanya 1, seperti buah rambutan.

Jabuticaba mengandung banyak vitamin C, dan kaya akan zat besi. Bahkan ada obat untuk asma yang bahan dasarnya memakai buah ini.  Pohon berbuah ini termasuk family myrtaceae, yaitu jenis tumbuhan yang mempunyai ciri-ciri seperti jika daunnya diremas-remas, akan mengeluarkan aroma yang kesannya manis, bunga-bunga yang mempunyai benang sari yang banyak.  Kebanyakan buahnya memang manis, ya contohnya jabuticaba ini, manis dan legit.

Ketika aku berkesempatan menikmati liburan beberapa waktu lalu, aku bisa setiap pagi ke kebun jabuticaba, dan memetik buah ini sepuas-puasnya. Karena sangat rendah, bahkan aku harus nungging-nungging untuk mengambil buah yang berada di pangkal pohon, hampir mendekati tanah. Karena di bagian bawah itulah yang sudah matang.

Setelah keseringan menikmati jabuticaba, aku lebih memilih jabuticaba daripada anggur. Manisnya cocok di lidah.  Di Brasil, bahkan ada yang menganggap, jika tumbuhan ini sedang musim berbuah, sering mengotori lingkungan rumah, saking banyaknya buah yang berjatuhan di tanah. Wah…sayang sekali, padahal buahnya sangat enak lho..!

Mumpung disuruh sama yang punya kebun, maka kesempatan untuk memetik jabuticaba aku lakukan tiap pagi. Kapan lagi he he he…kan aku nginep di situ bayar, jadi selama masa menginap, segala macam buah-buahan menjadi milikku. Sayang sekali mangganya masih mentah, ngga bisa dipetik. Bisa sih dipetik, tapi ngga enak untuk dimakan.

Siapa yang tau, apakah buah ini ada di Indonesia? Kalau ada, namanya apa? Dan dimana bisa menemukan buah ini?

 

 

 

 

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

81 Comments to "Jabuticaba"

  1. budi wibowo  2 November, 2013 at 10:58

    pak Moch…bisa kirim bibit ke kota Kudus nggak?
    Trim

  2. mochamad abdurahman  22 May, 2013 at 11:35

    Di tempat saya daerah cibodas banyak sekali bibitnya, yang 50cm, 1meter, 1,5meter ada juga yang diatas 5meter. jika tertarik kami siap kerjasama bisa menghubungi ke saya 087882288321, 085778859599, 081310842626 (rohman), waduh maaf nih jadi promosi. siapa tau aja ada yang tertarik dan membutuhkan.

  3. Dewi Aichi  1 May, 2013 at 20:14

    Andri dan mas Agus..betul sekali saya sudah dapat beberapa info, namanya kupalandak, ada di Cibodas, karena tanaman ini cocok di Indonesia maka sudah ada beberapa yang membudidayakan tanaman jabuticaba ..dan benar kan…lebih enak dari anggur…manisnya sangat legit….menurutku jauh lebih enak daripada anggur….dan sudah ada uji coba untuk membuat anggur misa dengan buah ini.

  4. agus muyladi  1 May, 2013 at 15:24

    buah nya mirip dengan kupalandak yg di budidayakan di taman nasional cibodas cianjur jawa barat. malah sebagian ada yg bilang anggur brazil. masyarakat sekitar banyak yg membudidayakan tanaman tersebut, dan banyak yang membeli bibitnya terutama di sebar ke wilayah jawa. untuk di buat bonsai juga mantap, saya sendiri udah merasakan rasa buahnya emang mantap lebih enak dari anggur.

  5. andri  3 January, 2013 at 15:39

    kalo di indonesia Jabuticaba biasa di sebut kupa landak saya juga punya pohon nya ada 5 pohon tinggi nya sekitar 1,5 m usian nya baru 5th belum pernah berbuah….saya sangat inin mencoba rasa buah tsb

  6. Lani  13 June, 2011 at 22:44

    DA ngintip itu kerjaan plg kusenengi asal jgn jd timbilen………….heheh dan rak konangan……….wakakaka

  7. Dewi Aichi  13 June, 2011 at 22:24

    Lani wkwkwkkwk….jangan ngintip to

  8. Lani  13 June, 2011 at 22:14

    DA SELAMAT! rumahmu gak dicolong………dimasukin oleh org lain…………..wakakakak………tau to kamsute????? ngekel aku

  9. Dewi Aichi  13 June, 2011 at 21:40

    Saya jadi tertarik untuk membawa bibit ini, tapi ngga tau jika cuma membawa dalam bentuk bijinya, apakah ada masalah di imigrasi, atau mungkin bawa buahnya sekalian, setau saya sih, tidak boleh membawa buah maupun tumbuhan antar negara.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *