Catatan dari Kona (11)

Lani – Kona, Hawaii

 

20 December 2010

Anjrittttttttt! Bangun tidur gedebug-an, sampai kaget kenapa bisa telat begini? Alamak! Langsung loncat dari tempat tidur, morat-marit gak peduli lari ke kamar mandi, sikat gigi, pas foto, gak sempat nyisir rambut, mawut-mawut hahahah….edan! langsung pakai baju (untung masih ingat pakai baju kkk), sepatu… lari ke gereja…….

Aku bangun jam 6:45 pagi, sikat gigi, pas foto dan pakai baju, dan sepatu aku kerjakan selama 5 menit saja! Super duper kilat….

Aku lari sipat kuping bak dikejar anjing gila 8 menit sampai di gereja, 2 menit sebelum pastor mencungul di kapel aku sudah duduk manis, walau dengan nafas kempis-kempis bukan karena penyakit asma sedang kumat heheheh……

Anehnya ibu-ibu yang duduk di sebelahku masih bisa komentar, your hair looks nice…….hancuuurrr! Padahal rambut gak kenal sisir pagi ini ya udah, jawab singkat tepat: thanks.

Selesai misa aku bantuin di dapur mencuci peralatan misa, sambil menceritakan kejadian pagi ini dengan diriku. Aku ditertawakan, mereka heran karena biasanya aku yang selalu bangun jam 4 pagi, kenapa bisa sampai telat.

Setelah selesai dilanjut dengan pertemuan di luar, sambil ngobrol dengan sesama jemaat, dan pastor dan memamah biak tentu saja, sambil nyruput Kona coffee………aaaaaaah….what a beautiful day to start this morning in paradise……..

Sempat mendapatkan pujian dari teman: Lani, you’ve such beautiful voice why don’t you join the choir sing….?

Sambil tersenyum kujawab: well, thanks I want it too, but it’s just can’t find the time to do the practice. You know I finished working about 6-6:15pm…..Maybe in the future for sure…..

Balik ke apartment, harus gerak cepat, mandi, merapikan diri, lari lagi berangkat kerja…..betul-betul marathon.

Buka toko, bikin kopi buat sample, entah karena kaget bangun secara tiba-tiba badan jadi rasanya gak fit seharian di tempat kerja.

Aku jadi berpikir, mmmm…….mungkin badanku minta reward dikasih makan yang agak istimewa, akhirnya sarapan burrito hehehe…..aneh juga apakah burrito bisa dikatakan sarapan istimewa? Mungkin istimewa di sini karena beli di restoran dan tidak jauh tinggal naik tangga, karena lokasi restoran di atas toko di tempat aku bekerja, karena satu komplek jadi dapat KAMA’AINA = discount.

Hari ini toko tidak begitu ramai jadi bisa main internet, sambil mendengarkan lagu-lagu Natal dari internet radio……hati rasanya ayem, campur sedih karena teringat my late husband…..tanpa terasa hampir 3 tahun dia meninggalkanku, tanpa terasa air mataku merebak, dada terasa sesak, hidung serasa mampet…….

Tiba-tiba boss ku mencungul, tidak kaget karena dia sudah telpon duluan, ujung-ujungnya kami jadi hugging, malah masing-masing curhat, dia teringat akan kedua orang tuanya yang sudah meninggal, dia kangen akan anak-anaknya…….

Tapi aku sela: well, it’s different you know…..when we miss somebody even they are far away, we can call, we can chat, or we can email them or visit if we want it………but, we can’t do anything about it, if that person is gone forever…..

Begitu rampung aku ngomong, kami hugging lagi dan mewek bareng……..well, inilah wanita! Walau ngakunya jadi cewe jagoan, pendekar sekalipun hehehe……dalam soal begini, nyerah tanpa syarat!

She said: that’s very true, Lani.

Hubungan aku dan boss seperti teman saja, bedanya dia pemilik bisnis dan aku pegawai di luar itu tidak ada bedanya, apalagi usia kami hampir sama, kami suka ngobrol, berbagi crita, dan nggemblunk bareng ini bonus hehehe…..

Boss (K) mengajak makan siang tanggal 23 December di restoran India, sebagai kado Natal.

Matahari melorot ke barat, masuk 2 customer, 2 guys…..entah itu ayah dan anak, tapi kuamati gak ada kemiripan yang jelas keduanya tinggi, langsing hehehe…sampai segitunya ya’ik!

Seperti biasanya modal abab, tiba-tiba kucium bau yang sangat kerasssssssss…….mak srennnnnnkkkkk! Ih, cuih ternyata bau itu datang dari si cowo muda tinggi, ok….. langsung dengan tanpa kentara aku agak menjauhkan diri, bukannya aku berdekat-dekat sama cowo ini tapi secara umum saja namanya berbicara dengan orang, paling selengan-lah jaraknya, karena membaui odor yang luar dari biasa aku jadi menjaga jarak agak lebih jauh dari biasanya.

Sambil membatin: amit-amit, biar ganteng/cantik kayak apa, kalau punya bau badan kayak gini, bikin kepala puyeng…..nggilani (mengerikan)…gak banget ah!

Aku jadi tidak ingin berlama-lama ngoceh di hadapan mereka, sebelum pergi mereka berjanji akan balik, dan beli kopi dibawa pulang. Jawabku singkat aja: ok, have a nice day……

Sambil tarik nafas panjaaaaaaaang, legaaaaaa, merdekaaaa rasanya hahaha…

Kemudian ada pasangan manula masuk, aku menemukan  kelucuan di sini, istri muterin melihat seisi toko, kemudian ambil barang yang dia ingin beli, akan tetapi suaminya malah nyrocos tiada berkesudahan, ingin ngajak ngobrol tanpa henti, sampai istrinya pakai ujung jari memberi kode agar secepatnya meninggalkan toko.

Geli melihat keduanya, aku ngomong ke suaminya: well, look your wife is in a hurry……you better go!

Dengan masih nyrocos, dia mengintil istrinya…..tak tertahankan geliku, mereka menghilang aku ketawa sendiri.

Begitulah pekerjaanku sehari-hari, aku tidak tahu apakah ini pekerjaan yang mudah/sulit? Yang bisa menilai adalah orang lain, bisa dibilang sulit bagi orang yang pemalu, ragu-ragu, atau merasa tidak confident dengan diri mereka sendiri, karena sebagai sales, harus berani approach customer, menguasai produk yang dijual, mungkin bisa dikatakan sales itu nyambi entertaint juga agar mereka merasa senang, nyaman, tanpa merasa tertekan, ditekan untuk membeli, tapi bagaimana caranya convince agar mereka mau membeli dagangan yang kita jual. Itulah seni sebagai penjual, menghadapi orang dari berbagai ras, kebangsaan, latar belakang yang berbeda-beda, sulit tapi juga it’s a challenge, mendatangkan kepuasan tersendiri bila mereka mau mengeluarkan duit untuk membeli, apalagi kalau memborong…..puas kwadrat!

Hari ini sempat janjian mengajak teman untuk aku traktir makan malam karena ulang tahunnya. Jam 6 tutup toko, cabut ke restoran Thai, menunggu teman yang ulang tahun, pemilik restoran juga temanku, orang Thai. Ketika sampai di restoran, nampak sepi, ketika temanku yang ber-ulang tahun tiba restoran berubah jadi ramai.

Tanpa banyak persetujuan, kami pesan :

– som Tum = papaya salad

– spicy noodle dicampur dengan tahu, broccoli, kol

– ayam goreng dengan sausnya asam manis

– lumpia ala Vietnam dengan saus asam manis ditabur dengan remuk-an kacang tanah sangrai

– ketan di wadah anyaman bamboo

– gratis dessert ice cream goreng untuk yang berulang tahun

Untuk semuanya $ 24.89+tip = $ 30.00, heran juga apakah dikasih diskon atau salah ngitung hahaha…….

Yang penting semua makanan enak dan enak, temanku merasa senang dan bahagia, apalagi aku tambah dengan kado ulang tahun.

Selesai makan, malah ditawari untuk nonton bioskop, sampai di gedung bioskop hampir semua film telah diputar, sisanya harus nunggu agak lama, kami setuju dibatalkan diganti lain kali. Karena aku tidak mau pulang nonton kemalaman, keesokan harinya aku harus bangun pagi, tidak ingin kurang jam tidur. Bisa lari sambil merem hehehe

23 December 2010

Semalam Kona diguyur hujan dengan derasnya masih untung tidak dibarengi dengan angin ribut. Pagi ini tidak harus lari, bangun santai jam 7, langsung sibuk onlen. Jam 11 mandi, jam 11:20 jalan ke toko nemuin boss tepat jam 12 siang, kami ber 3 menuju ke restoran India untuk makan siang bersama.

Bagiku ini merupakan kedua kalinya makan di restoran yang sama, pertama dengan teman yang kerja di toko sebelah tempat aku kerja, sayang cewe bule itu balik ke mainland, dengan janji akan datang kembali ke Kona entah kapan……

Aneh tapi nyata ketika makan untuk pertama kali masakannya enak, tapi kali kedua semua terasa hambar, berbeda dengan pengalaman pertama, entah apa sebabnya tidak tahu apakah karena chef nya berbeda, atau memang pada dasarnya tidak enak/berubah kualitasnya.

Karena ini buffet style jadi kami bebas untuk mengambil apa saja yang kami maui, kali ini kami ber 3 memesan mango lassi, juice mango ala India, ternyata pendapat kami ber 3 sama, terlalu manis, bak dessert saja, dan mereka tidak menggunakan a real fresh mango, akan tetapi mango powder, karena kalau mereka menggunakan mangga asli dan dijadikan puree pasti masih terlihat/terasa seratnya, akan tetapi ini sama sekali tidak kami temukan/rasakan.

Kesimpulan kami bertiga mengenai makan siang hari ini mengecewakan! Akan tetapi kekecewaanku terobati, karena dikasih gift certificate sebagai bonus Natal dari boss.

 

24 December 2010

Hari ini boss dari tempat kerja “Da bag sale” telpon tanggal 25 toko tutup, aku syukuri saja berarti aku bisa menghadiri makan siang dalam acara Natal atas undangan teman dari gereja.

Pagi tidak hujan, seperti biasanya bangun, lari pagi, dalam perjalanan pulang ketemu temanku, pemilik Thai restoran. Restoran tutup tanggal 25, hanya sehari.

Seharian santai, menunggu jam 5:30 sore untuk mengikuti misa Natal bersama teman. Ketika berangkat langit kelihatan mendung, sempat berdebat dengan diriku sendiri, bawa payung tidak? Bawa, tidak? Seperti ngitung tokek sedang mbekur hehehe. Akhirnya tidak bawa, sempat berpikir jika nantinya hujan minta diantar pulang teman yang mengendarai mobil.

Ternyata misa malam Natal pertama adalah misa remaja, ada serombongan anak-anak, yang akan memainkan drama tentang kelahiran Yesus, semua pembawa acara juga anak-anak, mulai dari usia 4 tahun hingga remaja usia 17 tahun.

Ketika aku sampai di gereja/tent, temanku sudah menunggu di sana duduk di deretan kedua, memang disengaja datang lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk buatku. Gereja/tent dihias meriah dengan pohon Poisentia warna merah dan putih, sangat indah. Belum lagi wreath di tiap tiang tenda. Tiang dibalut dengan kain putih, dilingkari untaian daun cemara plastic. Meja altar dialas kain putih, di atasnya dilapis dengan kain putih dengan bordir bunga berwarna merah.

Misa dimulai dengan drama tentang kelahiran Yesus yang dibawakan oleh serombongan anak-anak. Namanya anak-anak mereka sangat lucu, dengan baju putih, pakai mahkota keperak-an, anak laki-laki pakai jubah dan topi kafiyeh seperti orang Arab pada umumnya.

Soloist juga remaja, anak temanku segereja. Setelah drama Natal selesai, misa Natal dimulai dipimpin oleh romo Lio. Dengan penuh semangat aku bernyanyi bersama umat lainnya, sambil goyang-goyang karena lagunya rancak, apalagi diseling dengan bahasa Hawaii, jadi beda dan lebih menarik. Asal jangan sampai kesleo lidah saja ketika menyanyi dalam bahasa Hawaii kkkkk……..

Sebelum sampai pada khotbah, ditayangkan film sedikit tentang rencana pembangunan gereja, karena dana yang dibutuhkan masih kurang 2 million USD. Diharap umat yang ikut datang misa untuk memberikan sumbangan sesuai dengan kemampuan masing-masing, karena banyak yang mengikuti misa adalah turis yang datang baik dari USA atau bahkan dari manca negara.

Setelah misa selesai, hujan turun dengan sangat, amat deras……langit bak terbelah berkeping-keping dan tercerai-berai. Semua orang tidak bisa pulang, mereka tetap duduk, menunggu hingga agak reda. Setelah agak mereda beberapa orang membantu dengan sukarela meminjamkan payung, memayungi orang yang akan menaiki mobil mereka.

Saya dan teman menunggu hingga hujan betul-betul berhenti, baru meninggalkan gereja, aku diantar pulang. Jarak apartment dan gereja hanya 5 menit mengendarai mobil. Sebelum berpisah, temanku berpesan akan menjemputku keesokan harinya untuk makan siang Natal dirumahnya jam 12:30 siang.

 

25 December 2010

Tiada hari tanpa olahraga walaupun hari Natal, pagi ini aku  sempat lari, jalanan sepi nyenyet, semua masih ngringkel karena kecapaian pesta ataupun kumpul bersama keluarga pada malam Natal.

Jam 11 pagi aku mulai memanaskan wajan untuk menggoreng lumpia yang akan kubawa ke rumah teman, tidak sempat beli dipping saus asam manis, aku bikin sambel kecap (cabai rawit diiris, bawang putih diiris tipis, kecap manis dicampur air matang, kemudian semua dicampur jadi satu).

Jam 11:45 mandi, bersiap diri. Tepat jam 12:30 temanku tiba di halaman parkir apartment. aku turun dan kami langsung meluncur kerumahnya.

Temanku ini kukenal di gereja, she is American woman usianya 60+, suaminya 50-50 Japanese, Chinese, 70+ pasangan yang sangat bersahaja, dan keduanya sudah pensiun. Aku pernah mampir ke rumahnya akan tetapi tidak sempat masuk ke dalam, baru kali ini karena undangan makan siang Natal.

Kami ber 4, diriku, tuan dan nyonya rumah, serta satu lagi tamu teman dari gereja, wanita keturunan Jepang.

Ketika tiba di rumah mereka tuan rumah sedang menyiapkan untuk membakar steak, stir fry mushrooms. Makanan lainnya yang sudah siap nasi goreng menggunakan nasi coklat/brown rice, mix fruits dipotong-potong, strawberry, kiwi, black berry, ice cream (chocolate mint), teman kami orang Jepang bawa dessert aneka cookies, lumpia udang bikinanku.

Makan siang di balcony/lantai menghadap ke laut, cuaca yang cerah, hangat, sungguh sangat indah. Sebelum acara makan dimulai tuan rumah “J” mengajak berdoa.

Sambil menikmati hidangan, kami saling bercerita, sambil tertawa-tawa, dengan diundangnya makan siang ini, aku jadi lebih mengenal apa dan siapa “J” ternyata dia pensiunan dari angkatan udara Amerika, yang pernah ditugaskan ke beberapa negara, hingga akhirnya ketemu istrinya ketika di Jerman, mereka menikah, dan selalu berpindah-pindah tempat tinggal sesuai dengan tugas “J”.

Rumah mereka dihias dengan pernak-pernik Natal mulai dari pohon Natal setinggi 2.5 meter-an, lengkap dengan hiasannya dari berbagai negara yang pernah mereka tinggali/kunjungi. Semua taplak meja juga senada, wreath besar tergantung di pintu rumah, pintu kamar juga dibiarkan terbuka terlihat comforter di king size bed berwarna dasar putih dengan hiasan bunga warna merah.

Rumah mereka sangat bersih, kinclong, kemplink, bisa untuk berkaca….atau bak museum hehehe……

Semua serba teratur, rapi jali, tidak terlihat berantakan.

Setelah selesai acara makan, temanku, nyonya rumah “B” membagi kado buatku dan buat teman Jepang (lupa namanya). Lumpia bikinanku mendapatkan pujian laris manis, aneh tapi nyata mereka tidak kepedesen dengan sambel kecap bikinanku yang jelas-jelas sangat pedas karena aku pakai 25 biji lombok rawit. Nampaknya mereka sudah biasa dengan makanan Asia yang memang full bumbu dan pedes.

Aku mengucapkan terima kasih pada “J” sebelum berpisah kemudian diantar pulang oleh “B” dalam perjalanan kusampaikan rasa terima kasihku, karena mereka aku bisa merayakan Natal bersama. Terutama sekali berterima kasih atas kadonya, karena aku tidak menyangka bakal dapat kado. Untungnya aku juga bawa kado khusus untuk “B” walau aku tahu dia tidak butuh kado apapun, karena memang sejak mula sudah dipesan, melarang aku bawa kado.

 

26 December 2010

Bangun pagi, seperti biasa acara lari dulu, pulang langsung telpon my ex-boss karena hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke 62. Telpon tidak diangkat masih jam 7:30 pagi waktu California. Aku tinggalkan message ucapan Selamat Ulang Tahun. Hari ini “C” my ex-boss akan ditraktir makan malam oleh ex-istri dan anak.

Jam 8 pagi waktu Hawaii = jam 10 waktu California, ex-boss telpon mengucapkan terima kasih atas ucapan ulang tahunnya. Sempat kutanya: where were you when I called?

C : I was still in bed watching TV….I didn’t hear my cell ringing it was down stair.

Hari ini balik kerja, cuma libur kerja sehari tanggal 25 Dec’. biasanya hari Senin toko sepi. Akan tetapi hari ini boleh dikatakan lumayan, walau pembeli baru mulai berdatangan diatas jam 2 siang hingga toko hampir tutup jam 6 sore.

27 December 2010

Ada beberapa kejadian yang bikin sedikit menjengkelkan, begitu sampai di toko kertas printer kosong, toner habis, tidak bisa memberikan receipt pada customer, untung (laaaah….selalu nyebut-nyebut mas untung) customer tidak keberatan ketika hal itu aku sampaikan kepada mereka.

Tidak hanya itu saja, mouse aku cari-cari sampai mumet juga tidak ketemu, aku telpon boss jawabannya: sorry, I forgot but I will bring it when I stop by in the store, I am now running some errands.

Kejadian lainnya yang bikin aku judeg, kacamata bacaku ketinggalan, hadooooooh……ini hal yang paling urgent, aku harus super hati-hati memencet tombol di laptop, karena semua daftar jenis barang dagangan, harga, semua di sini.

Ketika boss datang, aku langsung ngomong ke dia: can I ask “D”  to do me a favor, to give me a ride back to my apt to get my reading glasses? Sure, go ahead…..he can help you with that. D adalah pacar bossku, aku sudah mengenalnya sebelum D menjadi pacar bossku.

Jarak toko dan apt.ku naik mobil cuma 4 menitan, oleh karena itu aku selalu jalan kaki berangkat dan pulang kerja karena dekat.

Hari ini like boss like employee sama-sama pakai hotpant, hanya bedanya hotpant ku kalah pendek dibanding punya boss edyaaaan! Ditambah lagi my boss no-bra! Yah, ngaku aja kalah dalam hal satu ini, bukannya tidak berani, punya dia lebih asoiiiii la jelas wong implant, jadi seperti dicagak….tetep menantang…..yo emboh nantang apa???? Sambil nulis kemekelen dewe……

Setelah toko tutup aku makan malam di restoran Thai milik temanku, kebetulan ketika aku datang restoran masih sepi, hanya ada 3 tamu, seperti biasanya aku duduk di pojok-an, meja itu seperti sudah jadi milikku.

Malam ini aku pesan somtum = salad papaya, sayap ayam goreng, dan ketan sak-kepel. Masih dikasih extra lumpia Vietnam basah, masih sisa cukup banyak kubawa pulang.

Jalan balik ke apartment sampai sempoyongan kayak orang mabuk karena kewareg-en (kekenyangan) hahaha…..

Malam ini aku tidur lebih awal badan kasih sign merasa kecapaian. Jam 9:15 sudah mancal kasur.

 

28 December 2010

Lampu selalu aku matikan jika tidur kecuali night light di bathroom. Tadi malam aku tidur lebih awal, pagi ini dalam kegelapan aku liat wekker, karena bila dipencet lampunya menyala, entah karena terlalu singkat melihatnya, aku lihat sudah jam 4 pagi, langsung bangun, siap-siap untuk lari.

Tapi masih sempat menyalakan laptop, check email. Di sisi kanan bawah ada penunjuk jam di laptop, mak-deg bener-bener tidak percaya dengan apa yang kulihat masih jam 2 pagi??!!

Bolak-balik aku letakkan kacamata bacaku, mata aku ucek-ucek, yang salah itu kacamataku, apa memang mataku salah lihat wakakakak……..

Saking tidak percayanya aku lihat jam di microwave dan jam tanganku, ternyata semua cocok jam 2:00 pagi. Melihat kenyataan ini aku malah ngakak dewe, dasar mata tua melihat jam di kegelapan ambyaaaaaaaaar!

Dengan segera aku balik tidur lagi masih ada 2 jam, lumayan sebelum acara lari pagiku. Ini anehnya kalau tidur terpotong, dan balik tidur lagi, aku sering mimpi, akan tetapi tidak jelas, dan tidak ingat mimpi apa. Yang penting tidak terlambat bangun.

Jalanan masih sepi ketika lari pagi, rembulan tinggal sepotong kecil, tapi sinarnya cukup terang. Pagi ini tidak ketemu orang-orang yang biasanya jalan pagi, lari pagi, mungkin mereka masih kecapaian karena perayaan Natal. Dalam perjalanan pulang, jalan cepat tiba-tiba 2 mobil polisi menghampiriku mobil terdepan stop dan dia buka kaca jendela depan sang officer tanya: hi, did you see a guy in the bicycle? No, I didn’t see anybody in the bicyle.

Dijawab: ok, thanks.

Sambil melanjutkan jalan cepatku, jadi bertanya-tanya sendiri, ada apakah gerangan? Apakah orang yang naik sepeda itu mencuri, atau pakai drugs hingga dicari polisi?

Kemudian ketika sampai di pier, aku ketemu teman Thai yang memiliki restoran dan aku ceritakan kejadian ini, dia mengatakan: wow! What happened to that guy? But you know sometimes I see a guy riding bicycle, but don’t know if he is the same guy though.

Sedikit tentang polisi di Hawaii tidak mengendarai mobil polisi, mereka menggunakan mobil pribadi  untuk bertugas, bedanya di atap mobil dipasang blue light yang dinyalakan bila mereka mengejar tersangka, atau menyetop pengendara yang di luar batas limit kecepatan, atau hal-hal lainnya yang dianggap penting/tujuan tertentu.

Bagi pendatang, turis, yang baru pertama kali, atau bahkan yang sudah beberapa kali berkunjung ke Hawaii akan tetapi tidak menaruh perhatian di sekitar, mereka tidak akan tahu bahwa itu mobil polisi karena memang tidak ada bedanya.

Kadang mereka berpatroli dengan mengendarai sepeda, sebelumnya aku tidak pernah begitu memperhatikan, baru akhir-akhir ini aku sempat memberi perhatian agak dekat, mereka kebanyakan dari ras Asia, Jepang, Cina, Filipin, bahkan mixed race, dan local people. Saya tidak tahu apakah polisi Indonesia diperbolehkan ber-tatto? Karena kebanyakan polisi Hawaii ber-tatto, karena seragam mereka berlengan pendek jadi bisa kelihatan (bahkan romo/pastor di gerejaku juga ber-tattoo).

Mungkin tattoo bermakna lain di Indonesia dan di negara lain. Di Indonesia, waktu zaman petrus yang dibunuh kebanyakan ber-tatto, kalau tattoo di negara lain dianggap arts/seni saja, bahkan seperti di Jepang, bahkan orang ber-tattoo seluruh tubuhnya. Bahkan di komplek pertokoan ditempat aku bekerja ada toko yang memberikan jasa tattoo sementara hanya bertahan 1-2 bulan saja yang dinamakan jenis tattoo HENA. Kalau tidak salah tattoo ini datang dari budaya India?

Jenis tattoo berbeda-beda antara negara yang satu dengan yang lainnya, yang aku tau adalah tattoo suku Maori, Hena (India?), Jepang, Africa dan Samoa. Bentuk/corak gambarnya berbeda, mungkin disesuaikan dengan ritual keagamaan/kepercayaan yang mereka anut, atau budaya mereka.

 

31 December  2010

Hari ini tidak harus bekerja, bangun pagi, lari, balik langsung mandi, jadi ingat ingin masak oseng-oseng gandul (tumis papaya muda), kepikiran untuk bikin ketan crubuk, waduh! Malah tambah belanjaan. Selain itu jadi ingin bikin HAUPIA = semacam hunkwee, Hawaiian style rasa kelapa, gurih tapi tidak begitu manis.

Masuk ke supermarket pertama aku cari HAUPIA tidak ketemu, karena ini hari terakhir ditahun 2010, semua toko bakal tutup lebih awal, jadi bisa dibayangkan walau pagi hari, orang belanja menyemut, suk-suk-an ramai sekali…..supermarket jadi terasa sempit, sumpek, saking banyaknya pembelanja. Karena yang aku cari tidak ada, aku langsung menyebrang jalan menuju ke supermarket satunya, di sana juga sama orang belanja menyemut, aku dapatkan semua apa yang aku butuhkan mulai dari papaya muda, ketan, santan, HAUPIA, aku jadi membeli yang tidak masuk yang direncanakan seperti siumai goreng, lumpia veggies frozen mumpung onsale dan pernah beli yang isi udang rasanya enak, sekarang mau cari yang isi udang sold out!

Ketika antri mau bayar semua kasir penuh, terpaksa harus antri nah inilah budaya antri harus diterapkan.

Ketika antri, di belakangku ada pasangan orang Jepang/Cina entah kalau salah, yang jelas mereka orang Asia. Di depan ku persis jalan untuk mondar-mandir pembelanja lain jadi antara pembelanja di depanku yang antri dan diriku dipisahkan oleh jalan umum tidak bisa ditutup nanti orang tidak bisa lewat.

Aku sempat ngobrol dengan pasangan di belakang ku…..eitttttttttts! Tiba-tiba ada seorang nenek, langsung slonong boy di depanku, minjem istilah “boy” tapi tepatnya slonong nenek-nenek hehehe……Pasangan di belakangku langsung ngomong ke aku: look, why that lady in front of us?

Aku langsung menegur: excuse me, mam….

Pertama gak dengar dia, maklum wong tuek mungkin rada budeg hahahah…..

Aku ulangi (pasangan di belakangku sambil ngomong: o, you’re brave!)

Aku ulangi: excuse me, mam..the line is behind us…..

Nah, si nenek tuek, dengar teguranku, menengok ke arahku dengan enaknya dia menjawab: well, I didn’t see you, you’ve to show your body…..

(aku mbatin, dasar gila! La emang body gue yang segede ini kaga keliatan? Pakai dunk kaca mata pembesar……..! Kemudian aku mbatin, mugakno dia gak liat badanku la ketutupan badan dia sendiri yang segede kebo…..oooooooops! wong kok disamakan dengan kerbau).

Aku langsung jawab: well, you’d look and I can’t block the line in front of me, I can’t block the traffic.

Si nenek dengan muka asem, menggeser kereta belanjaannya digeser ke antrian sebelah……gak berani berkutik, yang jelas dia malu to banyak orang melihat kalau dia menyerobot antrian.

Wakakkaak……kepingin ngakak aku, tapi aku diam saja, yang penting dia udah gak nge-blok antrianku.

Pasangan di belakang, masih aja bilang: o, wow! You’re brave to do that.

Kali ini aku jawab: well, sometimes you need to be brave, you don’t want other people walking all over your head, do you? It is just simple manner, if you want to get respect, then respect others…..If you want to be treated the way people would like to treat you, so treat others the same.

Padahal aku gemezzzzz banget, kepingin tak unek-unek-e pakai boso Jowo, tapi ya percuma orang gak mudenk!

Kebetulan lagi, yang jaga kasir aku kenal, dia kerja di Bank di bagian teller, dimana aku punya account di sana, ternyata dia juga nyambi kerja sebagai kasir di supermarket ini.

Crita sedikit tentang pekerja di Hawaii, merupakan hal lumrah/umum/biasa, orang punya beberapa pekerjaan tidak hanya satu, bisa 2-3 dan 4 semua part time, ato satu saja tapi full time. Contohnya aku, kerja di dua tempat semua aku sukai. Apalagi dengan ekonomi yang masih jeblog di Amerika, kebutuhan akan pekerjaan lebih banyak dibanding dengan pekerjaannya itu sendiri, jadi orang harus mau bersaing, saat ini orang masih punya pekerjaan, masih bisa bekerja patut disyukuri.

Setelah beres di kasir, sebelum meninggalkan supermarket aku masih sempat mengucapkan “HAU’OLI MAKAHIKI HOU 2011” pada pasangan di belakangku, dan juga kasir yang aku kenal.

Sambil jalan keluar supermarket, haduh! Panase rek, semlenget sengatan mentari Kona terasa pating clekit di kulit lengan,  berangkat mentari masih malu-malu aku pikir pakai tank-top sudah cukup dan mini skirt……sekarang baru tahu rasa!

Nanti malam temanku yang merangkap jadi boss bersama pacarnya akan mengajak-ku menikmati New Year’s eve celebration, belum tahu akan kemana dan mau ngapain, tunggu saja di catatan selanjutnya…..

 

78 Comments to "Catatan dari Kona (11)"

  1. Lani  12 April, 2011 at 21:58

    wakakakaka……..as usal aki buto jawabane ora paham, ora mudenk gak ngerti……..soale aki jik bayi………..hahahaha

  2. J C  12 April, 2011 at 15:17

    Lani, aku ora paham, ora mudheng…

  3. Lani  12 April, 2011 at 15:08

    PAM-PAM selimute sopo sing iso ngentutttttttttt? klu ada sdh pasti aku kekep……sikep……malah kata PEO pakai lem AIBON……..wakakakak………sing jelasssssssss adooooooooh kentip……..mana bs dikeloni??????? kkkkkkkkk

  4. Lani  12 April, 2011 at 15:06

    akiiiiiiiii………klu cm ngekep kompor……..ngokop sop sak panci blirikkkkkkkk…………kurangggggg………krn yg plg jossssss……….halaaaaah kowe wes paham kkkkkkkk

  5. [email protected]  12 April, 2011 at 14:59

    lha… bukannya ada selimut yang bisa ngentut?

  6. J C  12 April, 2011 at 14:49

    Halah, halah, halaaaaahhh…dari kemarin ribut kedinginan terus, sudah ngokop sup Peony sa’panci blirik masih kedinginan? Tuh kompor buat masak hotpot Silvia dipinjem juga, dikekep, dipeluk sekalian ke mana-mana…

  7. Lani  12 April, 2011 at 14:38

    HENNIE mahalo….ya msh dingin, angin gedeeeeeeeee……….tambah dingin, jauh dgn Kona sangat jauh beda……aku kangen balik ke Hawaii…..di CA aku hrs pakai jaket tebal…….syaal……..to cover leherku

  8. HennieTriana Oberst  12 April, 2011 at 09:31

    LANI, lagi hanimun ya? Gimana di sana, masih dinginkah? Mungkin dingin kalo perbandingannya dengan Kona ya Kita 2 hari lagi balik ke Jerman. Tapi enak suhu sudah hangat sekarang, sudah lebih enakan kalau mau ngluyur, serasa waktu ngluyur lebih panjang karena lebih lama terangnya hehehe…
    Selamat bersenang-senang ya.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.