We’re waiting for you with love…

Dian Nugraheni

 

Mendung mengurung langit wilayah seputaran Virginia dan Washington, DC. Mendung yang menggantung di langit, bukan berwarna abu, seperti layaknya ungkapan mendung kelabu, tapi berwarna saputan kabut putih. Ini pastilah sisa serpihan es yang semalam jatuh sebagai salju.

Jadwal musim memang sudah masuk musim Semi, Spring, tapi ternyata, sampai hari ini suhu masih tetap berada di sekitar angka 0 derajat Celsius, dingin, seperti layaknya suhu ketika musim Salju atau Winter. Bahkan orang-orang Amerika sendiri sempat berkeluh kesah, “the weather so weird…”, cuacanya sangat aneh, wong sudah masuk Spring kok masih turun salju….

Aku, secara pribadi pun merasa gloomy, bagaimana tidak, hari ini, Minggu, 27 Maret 2011, dijadwalkan sebagai awal Festival Cherry Blossom, atau Festival Bunga Sakura yang ke 99 di Washington DC. Angka 99 ini dihitung, sejak sedari pertama kali Bunga Sakura ditumbuhkan di Amerika. Bibitnya, tentu saja dikirim dari negara asalnya, Jepang. Konon kabarnya, waktu itu tahun 1912, dikirimkan sejumlah 3000 batang bibit bunga Sakura dalam 12 varietas.

Acara ini diselenggarakan tiap tahun, biasanya pada awal musim Semi. Sedangkan tanggalnya, disesuaikan dengan waktu mulai mekarnya bunga Sakura ini, karena mekarnya bunga ini kan nggak bisa ditentukan secara tepat, tanggal berapa, jadi kadang-kadang ada maju mundurnya dalam bilangan hari. Dan kapan bunga Sakura ini “dijadwalkan” mekar, hal ini dipantau oleh para Scientist dan dilaporkan secara harian dalam Website tentang Cherry Blossom.

Di seputaran Danau Buatan Tidal Basin, Washington, DC, bila musim bunga Sakura tiba, sepanjang mata menatap alam sekitar, adalah gerumbulan warna-warna putih bercampur pink, sampai kemerahan. Ini efek dari warna-warni bunga Sakura yang sedang mekar. Dan mekarnya bunga ini, hanya bertahan sampai sekitar 2 minggu, setelah itu rontok, bunganya berganti dengan munculnya daun-daun yang melebat. Nah, dalam kisaran waktu 2 minggu inilah, ribuan, bahkan mungkin sampai jutaan orang, tumpah ruah mengunjungi area sekitar Tidal Basin menikmati Surga Bunga Sakura.

Seperti layaknya Festival, sepanjang waktu 14 hari ini pun, panitia menyelenggarakan berbagai acara yang dilaksanakan di sekitar area Tidal Basin, dari lomba melukis, pameran, seminar yang membicarakan tentang bunga Sakura, pertunjukan kesenian dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia, menampilkan tari Bali, Angklung, dan Reog Ponorogo.

Musim semi tahun ini memang agak berbeda dengan musim Semi tahun lalu. Tahun lalu, begitu masuk musim Semi, matahari langsung menghangat sepanjang hari, sehingga hal ini membuat bunga Sakura dengan sangat cepat bermekaran. Dalam Catatanku, Festival Cherry Blossom tahun lalu, 2010, suhu berada di sekitar 28 derajat Celsius…, panas mirip di Indonesia.

Tapi, matahari yang menghangat dan kemudian memanas pada musim Semi tahun lalu, membuat Bunga Sakura akhirnya cepat rontok, luruh jatuh ke tanah.

Sedangkan musim semi tahun ini, tahun 2011, meski suhu udara masih berkisar di seputaran 0 derajat Celsius, tak urung, ribuan pohon bunga Sakura pun sudah blooming, bermekaran dengan indahnya.Tapi ketika ramalan cuaca bilang bahwa akan kembali turun salju, hatiku kebat-kebit, khawatir bila Salju yang menyiram pohon Bunga Sakura akan membuatnya busuk dan layu sebelum genap waktu 2 minggu…

Demikianlah, pagi ini, 27 Maret 2011, jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, tapi suasana masih berkabut, dan matahari masih belum menampakkan senyumnya….Aku masih bersabar, menunggu hingga jam 1 siang, ketika akhirnya matahari berhasil menyembul menyibak kabut putih di angkasa. Dengan semangat pantang menyerah, melarikan dirilah aku bersama anak-anak ke Washington, DC, tak jauh, dan tak lama, hanya 15 menit dengan kereta bawah tanah. Tentu saja kami masih berjaket tebal ala Winter…he…he…he….

Sampai di area Tidal Basin, jantungku berdegup kencang karena terlalu takjub, sepanjang mata memandang adalah gerumbul putih bunga Sakura. Dan Bunga Sakura tahun ini lebih “gemuk” dibanding Bunga Sakura yang mekar di musim Semi tahun lalu, 2010…

Serasa…bak penari cantik dari India, aku mengumbar senyum, menghirup dalam-dalam aroma segar bunga Sakura, berputar sana, melompat sini, dan sebentar-sebentar mengelus gerumbulnya dengan lembut. Tak boleh memetiknya meski hanya sebatang..!! Dan anehnya, ribuan pengunjung yang memadati Tidal Basin pun patuh, tak satu pun berani memetik Bunga Sakura itu…. Paling poooool…, orang-orang akan dengan gembiranya berfoto di antara pohon-pohon bunga Sakura…

Dan Tuhan memang Maha Besar, Beliau mengabulkan keprihatinanku, menjelang jam 2 siang, matahari lebih gencar menampilkan senyumnya, angin bertiup cukup kencang, sehingga anak-anak bisa bermain layang-layang. Setelah puas bermain layang-layang, anak-anak bermain becak air di danau buatan Tidal Basin yang sangat luas. Benar-benar keramaian yang menyegarkan jiwa dan raga…..

Menjelang sore tiba, suhu berkisar antara 7 derajat Celsius, masih sangat dingin, tapi akhirnya ini tak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kebahagiaan yang kami serap dari keindahan suasana mekarnya ribuan Pohon Bunga Sakura di seputaran Tidal Basin…

Saatnya untuk pulang… dan sebelumnya, kami menyempatkan diri masuk ke tenda “Maps and Information” untuk mendapatkan brosur, dan suvenir. Anak-anak mendapatkan Pin bergambar Squirrel dengan warna putih pink bunga Sakura, kemudian juga ditawarkan untuk mengisi kartu pos bergambar suasana Cherry Blossom Festival untuk dikirimkan kepada para Troop…, boleh ditulis apa saja….

Tanganku bergetar, hatiku tersedak-sedak, tangis tak bisa kubendung ketika tiba-tiba tanganku menulis, “WE’RE WAITING FOR YOU WITH LOVE’… Yaa.., kalimat ini akan sampai ke tangan para serdadu Amerika yang saat ini sedang dikirim “berperang”, mungkin di Iraq, mungkin di Libya…

Aku membayangkan, para Troop ini adalah pemuda-pemuda muda belia, dan sebagai tentara, mereka patuh pada negara, tak mungkin bilang tidak ketika Negara memerintahkan mereka untuk dikirim ke medan perang. Dan aku adalah seorang Ibu, mana rela melepas anak bertaruh nyawa di medan laga…sebenarnya.

Meski.., meski aku tak kenal satu pun di antara para Troops Amerika yang saat ini sedang mengemban tugas di medan laga, tapi dari lubuk hatiku, aku mencintai mereka semua sebagai anak bangsa.., dan sangat…, sangat menunggu mereka kembali dengan selamat tak kurang suatu apa…

Kemudian sekali lagi kutatap gerumbul cantik bunga Sakura, bunga Jepang, ketika air mataku kembali berlinang, jantungku terasa hampir luruh, ketika mengingat, saudara-saudara kita di Jepang, yang sedang sangat berduka akibat gempa bumi besar dan rusaknya reaktor nuklir yang bisa membahayakan kehidupan mereka…

Gusti Allah Maaha Besar, bersedialah untuk melindungi para Troops…, bersedialah untuk memulihkan luka-luka jiwa dan raga saudara-saudara kita di Jepang… Doa ini lemah, tapi akan menjelma menjadi kekuatan maha dasyat, ketika Gusti Allah mengabulkannya….Terimakasih ya Allah…

Salam Cinta Putih Bunga Sakura,

Virginia,
NH Dian
30 Maret 2011, Spring telah masuk di minggu ke 3, tapi besok Jumat masih dijadwalkan akan turun salju lagi…he2…

 

Sedompol Bunga Sakura Putih…

 

Burung Albatros…

 

Anginnya gede…layang2nya naik sendiri…he2..

 

Layang2…

 

Gayamu selaluuuu…deh, kayak lagi maen opera aja..

 

Sakura membawa Ceria…

 

Sakura dan Tugu Monash…

 

Albatros melayang di atas Tidal Basin…

 

Nggenjot becak air…

 

Pakai kaos Baltyra.com…

 

Note Redaksi:

Perlu sedikit dijelaskan mengenai keberadaan kaos Baltyra.com ini…haha…terima kasih ditujukan kepada mbak SAW yang tiba-tiba menawari Redaksi pembuatan kaos dengan sablon Baltyra.com. Sempat bingung juga mendapat tawaran seperti itu, tapi ternyata karena pekerjaan mbak SAW yang memungkinkan mendapatkan sedikit sisa bahan dari pekerjaan utama, maka disisihkanlah menjadi kurang dari selusin kaos Baltyra.com ini.

Kaos-kaos sudah dibagikan secara acak kepada beberapa orang, dan mungkin kalau memang peminatnya banyak, bolehlah dikoordinasikan membuat sesuai jumlah pesanan…haha…

Redaksi sendiri cukup kaget mendapati kaos Baltyra.com sudah merambah ke Amerika sana…hahaha…entah bagaimana ceritanya. Yang pasti mbak SAW sudah meminta ijin langsung kepada Redaksi untuk “repeat order” karena beberapa pembaca menginginkannya juga. Redaksi jelas dengan senang hati memersilakan mbak SAW. Ternyata ooohhh ternyata…sudah sampai di Washington DC…hehehe…

 

 

 

35 Comments to "We’re waiting for you with love…"

  1. Linda Cheang  16 April, 2011 at 00:09

    bener Oom Dj, tuh. yuk, jadi jurnalisnya Baltyra! hehehe…

  2. GC  15 April, 2011 at 09:02

    cantik, setiap batangnya hanya bunga..bunga semuanya..penasaran setelah 2 minggu seperti apa tampilan pohonnya ya mbak?

  3. Lani  15 April, 2011 at 05:15

    DA kok enak men maunya ditulis dgn tinta emas namamu, ide kan dari aku hehehe, hayoooooo yg pinter nggambar, yg punya talenta otak-atik kata2……..toh hasilnya saling menguntunkan buat SAW dan baltyra………..yg di LN tinggal trima jadi, disesuaikan mengingat iklim yg berbeda………dan semua iso mejenk dgn kaos baltyra…………aku percaya member baltyra sangat kreatif menyumbangkan kreasinya…….yg gak mau ribet tinggal beli beres……….

  4. Dewi Aichi  15 April, 2011 at 04:29

    Dian….si Elnino memang layak dirampok…rampok saja….besok roknya dia yg dirampok…

  5. Dewi Aichi  15 April, 2011 at 04:27

    Saw, menanggapi komen dan usul Nyai Kona, no 11, wah dikomersialkan juga gpp, kalau perlu ada edisi kaos yang mencantumkan nama nama penulis baltyra, tapi tolong, cantumkan nama “Dewi Aichi ” pakai tinta emas, dan ukurannya paling besar yaaaaaa…….wkwkkwkwkwk……mlayuuuuuu…..dioyak wong sak ndonyo ki aku ha ha ha…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *