Catatan dari Kona (12)

Lani – Kona, Hawaii

 

31 December New Year’s Eve

Jam 6 ditelpon sama temanku, merangkap boss. Dia “P” akan menjemput jam 7:15 malam. Jam 7:00 aku sudah siap. Tepat jam 7:15 malam dia dan pacarnya sudah menunggu di tempat parkir di komplek apartment tempat aku tinggal.

Pertama yang disampaikan rencana akan makan malam di resort hotel akan tetapi lupa bikin reservation, bisa ditebak fully booked apalagi malam tutup tahun, akhirnya kami menuju ke Thai restoran, ketika sampai di restoran adik temanku datang bersama pacarnya, dan satu teman cowo datang paling akhir.

Setelah semua datang, kami total ber 6. Mulai memesan makanan, mulai dari dimsum, main dish, dessert.

Akhirnya kami memesan shrimps hargouw, ceker ayam, sayap ayam isi, dumpling/gyoza, calamari goreng tepung, lumpia Vietnam isi avocado dan sayuran, menu utama masaman curry, yellow curry, pad see yeuw = wide flat noodle dimasak dengan daging sapi, broccoli, ayam masak mrica, seafood combination dimasak dengan Thai basil.

Begitu hidangan berdatangan langsung kami mulai memamah biak, semua hidangan enak dan enak thok rasane! Tambah enak karena yang bayar boss, karena dianggap pesta akhir tahun.

Malam itu aku sengaja menghindari makan nasi, karena dengan makanan sebanyak itu, kalau makan nasi tidak bisa mencicipi semuanya.

Heran tapi nyata, semua makanan kami sikat habis ludesssss! Kemudian untuk dessert kami pesan ice cream goreng, ice cream dibungkus dengan roti kemudian digoreng dengan cepat hingga ice cream masih beku di tengah, dihias dengan whip cream di atas, diberi cherry, dan dikucur coklat serta gula halus tabur.

Sambil makan, kami crita ngalor-ngidul ngetan-balik ngulon (utara, selatan, balik ke timur dan barat), ketawa ngakak, dan saling ledek, we had so much fun that night.

Setelah selesai makan malam, kami ingin melihat fire works ternyata untuk tahun ini tidak ada, disebabkan pemerintah local tidak ada budget sehubungan dengan amburadulnya ekonomi di Amerika.

Kemudian kami punya ide untuk dugem, akan tetapi adik teman + pacarnya mengatakan capai dan mengantuk, akhirnya semua setuju untuk pulang. Sesampai di apartment rencana mau langsung tidur, akan tetapi tidak kesampaian karena mercon berledakan di belakang komplek apartment’ku, orang ramai tertawa, berbicara sangat keras. Apalagi ketika jarum menunjukkan 00:00 orang bersorak ramaiiiiiiii banget “Happy New Year”

Hingar bingar baru mereda dan akhirnya berhenti antara jam 2-3 pagi. Pagi ini aku batal lari karena tidak mungkin hanya tidur sejam, kemudian bangun untuk olahraga……..apalagi disusul harus kerja.


1 January 2011

Hari pertama Tahun Baru 2011, masuk kerja dengan prediksi toko bakalan sepi……..ternyata dugaanku meleset. Banyak turis yang mondar-mandir, atau bisa juga sebagian dari mereka mengunjungi sanak keluarga sambil merayakan tutup tahun di Hawaii.

Hari ini aku ketemu turis dari Norway, Estonia dan seorang gadis yang bertempat tinggal berpindah-pindah dari Turkey, Michigan,  kemudian German. Aku komentar: wow! You are such an adventurist. Dijawab dengan senyuman, why not? I am still young and I do enjoy it……Aku jawab: right on! Good for you……..enjoy the world have to offer.

Kemudian ada pasangan muda dari Italy dengan bahasa Inggris terputus-putus heheh…..gak begitu penting, yang penting mereka datang, terus spend their money……ya memang begitulah…….mereka membeli. Sebelum meninggalkan toko, aku sempat mengucapkan Felice Anno Nuovo…….mereka menanggapi dengan ucapan yang sama.

Bekerja di tempat lokasi wisata memang perlu untuk belajar walau ala kadarnya bahasa-bahasa dunia, untuk sekedar bisa menyapa dalam bahasa ibu mereka, itu sudah sangat membantu untuk membuka kebekuan, mencairkan suasana…….membuat orang yang mampir merasa disambut dengan ramah, merasa diterima.

Setelah turis Italy berlalu dari pandangan mata…….tiba-tiba ujug-ujug…….entah darimana datangnya heheheh….ada six pack guy muda so jelas itu,  mondar-mandir, kliwar-kliwer di jalanan di komplek pertokoan, mengapa aku bisa mengatakan six pack? Karena this guy hanya pakai celana yang buat surfing medhel-medhel cemanthel (tergantung) persis di atas “burung”nya…..dan di atas bare chest……. olala….. langsung cleguk-cleguk wis…… !

Tapi entah setelah untuk yang ke berapa kalinya, aku mat-ke (dilihat dengan seksama) jebul/ternyata bahunya sengkleh/gak sama tingginya, yang kanan lebih tinggi dari bahu yang kiri, sak-kal njur padamlah sudah oborku……mbatin karo ngakak dewe……dia butuh chiropractor! Woahahahah…….

 

8 January 2011

Pagi ini kujalani seperti biasanya, sejak semalam angin bertiup dingin sekali, hingga aku bangun pagi ini dan menjalankan lari pagi rutin, bedanya aku pakai long jogging pant karena angin masih terasa dingin menggigit sampai ke tulang sumsum.

Berangkat kerja dengan penuh semangat entah mengapa, perasaan hati begitu ria. Hmmm….ternyata terjawab begitu buka toko, customer berdatangan 2 jam terjual sejumlah jika aku harus bekerja hingga jam toko tutup. Aku senang sebagai pegawai, dan boss juga senang karena menangguk keuntungan pada hari ini tentu saja.

Customer pertama sepasang bule Amerika, seperti biasanya selalu aku ajak ngobrol, aku tanya darimana asalnya? Dijawab oleh siwanita (S): Ohio. Aku respond: oh, well pasti di sana saat ini sangat dingin? Dijawab lagi: ya snowing…..

Aku timpali : you must be happy to be here……look sunny, bright and warm……

Dijawab: yes, but unfortunately I’ve to fly back home today…….sigh!

Aku langsung nyrocos, you have to go home alone? Not with your husband?

Disamber sama pasangannya (SC)no, no…..we aren’t married yet! We’re dating, and we just engaged though (sambil ngomong, SC menunjuk ke cincin di jari manis pasangannya).

Aku langsung ngomong: oh, I’m happy for you both, congratulation…..(padahal di dalam hati aku malu, la salah duga hehehe).

Kemudian S ingin membeli koper match dengan bag pack, akan tetapi SC mengatakan, mengapa tidak dibeli sekalian rolling duffle nya karena sewarna, siapa tahu kamu butuh untuk carry-on untuk bepergian dalam waktu singkat? Mereka saling berpandangan, duh…..atiku melu mak-nyosssss……(karena melihat dua pasang mata mereka ketika berpandangan menghunjam dengan mesranya) hehehe……

Dijawab oleh S, no, I think it’s ok just the luggage and the bag pack that is what I need.

Kemudian diserobot oleh SC, well you don’t want it but I’m going to buy it anyway.

Kemudian SC tanya ke aku, well kalau aku beli semuanya dapat discount berapa? Aku kasih discount 10%+ 2 free luggage tags.

Mereka serentak bilang: o, wow! It was nice of you, you’re a very good sales person!

Kami tertawa bersama, kujawab: thanks!

Entah mengapa tiba-tiba SC mengeluarkan cameranya, kemudian ngomong: sweetheart, I want to take a picture of you and the sales lady…….

Aku masih kurang yakin, tanya: you want me in the picture too?

SC, yes, why not?!

Hehehe……dasar wong gemblunk, aku langsung mengomentari: how about if S and me be your models…….sambil ngomong aku nyamber satu rolling duffle lagi buat action seperti model di catalog, S memegang koper yang dibelinya, sambil tangan kami menggamit pinggang masing-masing, seperti sudah saling kenal lama.

Setelah SC mengambil foto kami, aku ngomong: may I see it? SC menyodorkan cameranya, aku melihat ke screen sambil mengomentari: o, wow! Nice…….

Sebelum mereka meninggalkan toko, S hugged me, aku masih sempat mengucapkan: take care and have a safe trip back home……

Setelah mereka hilang dari pandangan, masuk 3 turis Jepang, dan laki-laki bule yang bisa berbicara bahasa Jepang. Satu keuntungan buatku, bule ini yang menjembatani menjadi translater mereka hehehe……Aku hanya mengarahkan yang mereka suka dan akhirnya mereka semua membeli. Aaaah senangnya……

Tak lama masuk gadis muda dari wajah nampak kalau dia orang India/Sri Lanka.

Seperti biasanya aku ajak ngobrol, secara tiba-tiba dia mengatakan : kamu dari Indonesia ya (dalam bahasa Indonesia)? Hah? Mendengar itu saking herannya sampai ndlongop…..langsung aku sambung: kok tahu aku dari Indonesia?

“J” mengatakan: ketika kita berbicara, aku dengarkan aksen mu…..sangat familiar itu aksen bahasa Inggris orang Indonesia……Aku mbatin: semprulllllll, tenan……kok tepat dugaannya.

Langsung kami ngobrol bak sepur express…….sambil mbatin, wajah India jebul warganegara Indonesia sempat mengecohku.

10 January 2011

Hari ini kerja di Da Kona coffee store….Seperti biasanya masuk kerja di hari Senin agak kesusu/tergesa-gesa, karena diawali ke gereja, selesai meeting di gereja check mail box, sampai di apartment harus segera menyiapkan segala sesuatunya dan segera berangkat kerja.

Akan tetapi kemarin adalah satu kemujuran buatku, karena bertemu dengan beberapa turis dari mancanegara.

Pertama ketemu serombongan family dari Denmark , pasangan muda dengan bayi perempuannya, lucu banget….happy baby, ketawa-ketawa terus, sambil bermain dengan topi milik ibunya, dia digendong sama bapak-e. Mereka berlibur 2 bulan di Hawaii menyewa vacation rental.

Disusul dengan pasangan Scotland dan St. Petersburg-Russia, mereka mengatakan “how nice being here in Hawaii, because right now very cold in my country”

Masuk lagi dua pasangan dari Texas, mereka nampak sangat kocak terutama satu suami mereka, tinggi, gedeeeee……walah dalah jadi keingat ama aki buto, sumprittttttt!

Aku sampai risih, karena sambil menjelaskan kami berhadap-hadapan lah jelas aku ndangak (tengadah) to duwur nemen (tinggi bener)…..aku merasa keder, istri-istri ribut sendiri mencoba kopi dan melihat keliling toko, suami satunya mendampingi si buto, aku sempat nyeletuk: gosh, you scared me! Disamber suami satunya, sambil ngocol, dia ngomong, don’t worry my dear, I am here to protect you from this beast!

Wakakakak……akhirnya malah ngakak barenk, edyaaaaan! Mencairkan suasana…….

Mereka pamit, oh Tuhan! Masuk cowok gantenk pisan bak bintang pilem, muda, tinggi, atletis wis pokok-e dan six pack! Hampir saja nggeblak karena begitu semlengeren hehehe…….jelas nggeblak kesenengen. Aku tanya asal darimana? Sweden jawabnya, kutawarkan klu mo sample kopi dan dia ngomong: I’ll be back before leaving Hawaii, to buy some coffee from you, today I’ve go to to Kau’ai. Aku nyrocos kalau ini kunjungan pertamamu ke Hawaii, Kau’ai is beautiful too, it’s very small island, quiet. You can hike and kayak on the river over there. Setelah pamit, aku masih thenger-thenger, karo komat-kamit dewe mikir apakah yang kuajak ngomong iki bener-bener menungso opo malaikat gagah yang dikirimkan Tuhan dari surga hikkkkkkks? Sambil ngarep, moga-moga kalau dia balik ke toko aku yang kerja, jelas mau ajak tukar email hehehe……

 

12 January 2011

Seharian cuaca di Kona tidak bersahabat, sejak pagi berangkat kerja, mendung, angin bertiup dengan kencang. Kapal pesiar yang setiap hari Rabu mampir ke Kona dibatalkan karena ombak terlalu besar untuk para penumpang turun ke daratan.

Dengan buruknya cuaca, ada dampak buruk dan baik, buruk turis ataupun penduduk local mereka tidak bisa dan memang dilarang untuk bermain dilaut dikuatirkan mendapat kecelakaan. Baik, banyak turis yang berjalan kekota dan membelanjakan uangnya.

Selain itu sepasang teman dari California berkunjung, mereka punya rumah di Hilo, juga di Berkeley. Setiap tahun mereka datang ke Hawaii dan tinggal selama 2-3 bulan, berlibur. Kami janjian seusai aku kerja untuk ketemu dan aku ajak makan malam, jam 6:30 petang mereka telpon, janjian ketemu dihotel mereka menginap.

Jarak dari apartment dan hotel 5 menit jalan kaki.  Sesampai di hotel aku menunggu di lobby, ½ jam kemudian mereka baru turun dari kamar mereka dilantai 5, waduh nunggu sampai keju (bukan cheese lo ya). Frontdesk person sampai nolongin telpon kekamar mereka tapi tidak ada jawaban,  aku ngomong: mahalo, for your help but actually they called me already before I came here, and they do know I’m here at the lobby.

Begitu mereka turun, seperti biasa sikepan kraket kayak kena lak-ban, mereka adalah sahabat lama, kukenal ketika almarhum masih ada. Sambil jalan ke restoran mulut nyrocos tiada henti, maklum lama tidak ketemu, jadi banyak yang dicritakan.

Sesampainya di restoran Thai, temanku sudah menunggu dan menyediakan kursi buat kami bertiga, menu disodorkan, aku tidak butuh buku menu, karena tahu apa yang akan kupesan, sudah diluar kepala karena pernah beberapa kali makan di sana.

Akhirnya kami memesan:

-beef curry
-veggies stirfry in garlic
-brown rice
-vietnamese lumpia
-papaya salad
-sticky rice/ketan
-sayap ayam goreng ala Thai

 

Sambil menikmati makan malam, kami crita sepertinya tiada kehabisan bahan crita, tahu sendiri memang kami suka ngobrol. Jam 9 malam baru selesai dan langsung pulang kami berjalan kaki karena memang jaraknya dekat, mereka mengantar aku sampai didepan apartment. Sebelum berpisah, kami janjian untuk ketemu makan siang keesokan harinya di restoran India.

 

January 13 2011

Seperti biasanya sarapan pertama adalah lari pagi. Pagi ini ada beberapa hal yang harus aku kerjakan, walau libur kerja pasti ada kegiatan lainnya. Selesai mandi, sarapan, jam 9 sudah sampai di kantor untuk mengurus Hawaiian ID/resident, mungkin bisa disamakan dengan KTP kalau di Indonesia.

Baru kepikir untuk membuat ID ketika ketemu teman se-kompleks apartment, sekalian cari tahu syaratnya apa saja. Dikatakan hanya menunjukkan akta kelahiran dan social security card. Akan tetapi aku berpikir, aku tidak dilahirkan di Amerika jadi  aku lengkapi dengan membawa paspor. Sesampainya di kantor sudah ada 2 pasangan menunggu ternyata mereka pasangan dari mainland yang akan menikah di Hawaii.

Tak lama kemudian aku dilayani, dan ditanya-tanya. Ternyata aku masih diminta untuk membuktikan kalau betul-betul menetap di Hawaii, dengan membuktikan rental agreement, untung (halaaaaah……..selalu saja mas, bang Untung disebut-sebut hehehe………) karena kantor rental nya di sebelah kantor untuk mengurus ID ini, aku minta copy, kurang dari 5 menit sudah selesai, aku balik ke kantor lagi, kemudian disodori 2 lembar kertas untuk diisi, seperti nama, alamat, no telpon, status, nama suami, nama orang tua dan alamat, ada pertanyaan orang tua masih hidup/meninggal,  status pasangan masih hidup/meninggal.

Setelah semua diisi diperiksa oleh petugasnya, seorang wanita gendut, ramah sekali. Kemudian aku diminta masuk ke salah satu ruang, untuk diambil sidik jari telunjuk dari tangan kiri dan kanan, kemudian diminta duduk kemudian diambil foto (sempat berpikir, hadooooooh…..tahu begini aku aku berdandan sedikit, karena aku hanya memakai t-shirt warna kuning, akan lebih menarik kalau berwarna warni dan rambutku hohoho…..bersisir saja tidak, biasa tiap keramas memang aku biarkan basah dan kering dengan sendirinya).

Selesai diambil foto bayar $ 15.00, 10 menit kemudian aku dipanggil lagi, diberikan kartu ID ku, sampai kaget aku ngomong : o, wow! Already done? So fast……

Petugas: yep! Here is your ID, and please next time when you have to renew your ID, I need you to bring your marriage certificate……..

Aku jawab: ok, I will (harus aku catat agar tidak lupa karena expirednya masih lama karena ID ini berlaku untuk 10 tahun).

Aku langsung pamit tapi senang karena ternyata foto di ID keliatan ok banget hehehe…….Selesai mengurus ID, aku langsung menuju ke pasar tradisional, karena teman nitip untuk dibelikan sereh, daun jeruk purut/kafir lime leaf, lengkuas/laos.

Aku dapat undangan makan malam di rumahnya malam Jum’at nanti, temanku akan membuat Tom Yum goong (sup udang asam manis ala Thai). Ternyata sereh tidak ada, jadi aku harus belanja di supermarket untuk melengkapinya. Seperti biasanya rencana belanja selalu membengkak dengan membeli sayuran lainnya, kacang panjang, bawang merah, tomat, cabai hijau, waluh jipang, sempat melirik sukun akan tetapi batal beli karena tidak ada yang kecil, semua segede bola volley, ada gembili, lilikoi/passion fruit, kecipir, rambutan, bengkoang, pisang kapok, pisang susu/apple banana, ingin beli tapi mikir nanti membawanya tidak kuat terlalu berat karena harus jalan kaki, jarak bukan masalah karena dekat, jadi yang aku ambil hanya buah papaya.

Sesampai di apartment, istirahat sejenak, jam 11:45 jalan ke hotel teman menginap, tak lama kemudian pasangan teman menemuiku di halaman luar hotel, dari sana kami berjalan menuju restoran India, tak lupa teman aku ajak mampir ke tempat toko aku kerja, di sana aku kenalkan bossku, mereka ngobrol sejenak sebelum akhirnya pamit karena ada customer.

Sampai di restoran, kami ambil tempat duduk menghadap laut, dengan angin sepoi-sepoi menyapu lembut kulit wajahku. Kami disodori menu card, aku pesan mahi-mahi dimasak masala, teman pesan lamb, suaminya fish curry, pesanan sudah termasuk nasi dua mangkok kecil, disediakan beberapa macam dipping karena kami memesan combination veggies appetizer, terdiri dari Pakora, Samosa, satunya aku lupa nama bentuknya seperti bakwan/badak orang Semarang menyebutnya.

Aku suka dipping/sambel cocolnya, ada 3 macam satu seperti sambel ijo mirip sambal Padang tapi tidak sepedas yang aku pikir, yang kedua seperti sambel lotis, rasanya asam manis, yang ketiga acar buah-buah-an mereka menyebutnya chutney, aku paling tidak suka karena asin dan pahit. Aku pesan garlic naan, temanku pesan onion naan. Begitu pesanan datang, langsung dimulai acara memamah biak, sambil dilanjut crita tadi malam.

Yang lucu, ketika kami memesan makanan, ditanya mau tingkatan kepedasannya bagaimana? Mild, medium, hot? Kami mengatakan HOT! Pesanan tiba, ternyata sama sekali tidak terasa pedas, entah mengapa kemungkinan mereka tidak percaya kalau kami kuat memakan sesuai dengan tingkat kepedasan yang kami pesan.

Over all, makanan sedang-sedang saja, kami bawa pulang karena masih sisa cukup banyak. Selesai makan siang, langsung pulang, kami berjalan menuju tempat parkir bersama, kebetulan mobil teman diparkir di sebelah komplek apartment ku. Kami mengucapkan selamat berpisah untuk ketemu lagi bulan depan sebelum mereka kembali ke California. Mereka kembali ke Hilo, aku jalan ke apartment ku, dengan perasaan ringan, senang, dan gembira menikmati pertemuan ini.

 

17 January 2011

Acara pertama pagi ini ke gereja, ada salah satu jemaat yang merayakan ulang tahun, entah yang ke berapa tidak disebutkan usianya, yang jelas ibu-ibu, tafsiranku 80 tahun, dengan 11 orang anak, bisa dijadikan kesebelasan hehehe…….

Selesai misa, dipimpin oleh pastor asal Samoa, muda, gagah, gede, duwur, ganteng, untuk menyanyikan Happy Birthday  ditujukan untuk si ibu. Salah satu ibu mengalungkan LEI di lehernya, baru sekali ini aku melihat LEI seindah ini, terbuat dari untaian anggrek ungu, bukan kuntum perkuntum, akan tetapi dari helai-perhelai belahan bunga itu sendiri, tertata rapi seakan ditata oleh mesin saja.

Setelah itu kami melanjutkan pertemuan di luar seperti biasanya, ngopi dan dihidangkan beberapa macam snack, pagi ini ada banana, coconut pudding, crumbled coffee cake, coconut powder, brownies, semuanya yum! Seperti biasanya, kami bebas berbicara, bercerita, berbagi ide, info, nggladrah bercerita tentang babi hutan yang masih berkeliaran di Big Island, tentang kesetiaan anjing, sampai perkebunan anggur di Big Island, karena alergi anggur/segala minuman yang mengandung alcohol jadi cukup menjadi pendengar yang baik, akan tetapi silahkan bertanya jika ada yang menarik ditanyakan itung-itung tambah pengalaman.

Hingga cerita tentang retret yang diikuti pastor kami, dipimpin oleh pastor asal Italy, yang lebih menarik dikatakan bahwa si pastor Italy ini akan memimpin group tour safari ke Africa, jadi ingin ikut bersafari dengan group beliau, kalau waktu, biaya, mengijinkan.

Selesai pertemuan, balik ke apartment siap-siap untuk masuk kerja. Hatiku pagi ini merasa ringan, berbunga-bunga, ada perasaan sangat senang berangkat kerja. Ternyata memang membawa keberuntungan, karena sale hari ini boleh dikatakan lumayan, karena biasanya hari Senin agak sepi.

Tentu saja yang lebih menarik adalah customer yang berdatangan silih berganti ke toko di tempat aku kerja.

Diawali dengan wanita asal Czech rep. yang menetap di Amerika, tepatnya di kota San Francisco, seperti biasanya aku ajak ngobrol, membeli beberapa pound kopi, akhirnya malah saling tukar email address, karena dia menawarkan untuk ketemu lagi kalau aku balik ke California dan mampir ke San Francisco, lebih dari itu dia mengatakan untuk saling kontrak siapa tahu bisa bersama kalau dia mudik kekampung halamannya di Czech rep.

Namanya juga lucu LADA, aku kasih tahu artinya dalam bahasa Indonesia, dia ketawa. Selain itu aku juga bertanya beberapa ucapan bahasa Czech, tujuannya jika nantinya ada customer datang dari negara yang sama bisa sekedar menyapa dalam bahasa mereka. Setelah Lada pamit dan mengatakan akan balik ke San Francisco, kami saling berpelukan dan berjanji untuk kontak, sebagai teman. Sangat  senang, bertambah satu teman.

Kemudian disusul sepasang turis yang wanita asal Bosnia, suaminya asal Croatia, akan tetapi mereka migrate ke Canada, kami sempat ngobrol dan aku katakan aku pernah ke Croatia mereka sempat heran. Are you, really? How do you like it? Aku jawab: well, I do like it, Croatia such a beautiful country in Adriatic ocean.

Sebelum meninggalkan toko, istrinya  mengucapkan DO VIDJENNJA…….aku jawab dengan perkatakan yang sama. Dia mengatakan: o, you do understand? Aku jawab: of course, aku lanjut hvala…….mereka tertawa……

Kemudian aku bilang:  even I did remember to say VOLIMTE. Suaminya langsung tertawa, dia ngomong ke istrinya, yes, I love her too sambil mengecup bibir sang istri……..kami bertiga tertawa.

Aku lanjut: of course you do love her, and I can say I love you both too. Mereka mengangguk-angguk setuju.

Kejadian paling heboh hari ini ketika beberapa militer America mampir ke toko. Ketika mereka masuk ke toko, aku sudah membatin, ini pasti militer dari gaya rambut potongan yang cepak, postur tubuh, gagah, tegap, gede, atletis dan masih muda-muda heheheh……..

Aku ajak ngobrol seperti biasanya, aku tawarkan untuk mencoba sample kopi, dan jelas kutanya darimana mereka datang? Jawabannya: well, we come from California.  Oh, California? Where about in California? Mereka jawab: from our base in Palmspring. Hm, must be hot and dry? Mereka jawab: yes, it’s desert you know. So, how long are you staying in the Big Island? And where did you stay? We stay at the military camp in Hilo for 2 weeks, this is our vacation, and our room is so small. Sambil ngomong begitu, salah satu dari mereka menjelaskan dengan gerakan tangan, menerangkan ukuran bed/tempat tidurnya. Aku tersenyum geli…….

Aku lanjut, well, you know… before you told me, that you’re soldiers, basically I’ve been thinking, that you are soldiers, because I can tell from  your look. Mereka ketawa, dan ngomong: oh, really?

Aku jawab singkat: yes!

Hadooooh, rasanya puasssss bisa ngajak ngobrol para sorodadu/serdadu rada lama lagi, memang itu tujuanku, hahaha……karena semakin lama, sekalian dapat bonus memandangi sepuasnya tampilan mereka! Kapan lagi, bisa menggunakan kesempatan semaksimum mungkin, melihat, memandangi, yang kinyis-kinyis, konyos-konyos, bening dan kemplink hahahaha….. Sambil masih tertawa-tawa sendiri, aku ingat yang di Flores dan yang di Brazil sana, hehehe dengan pesanku engga boleh protesssss……

Baiklah kututup buku harian hari ini dilanjut pada catatan selanjutnya, sambil masih menahan tawa karena happy…happy…happy…….

Hahahahaha…….

Salam ber-HULA ria dari paradise islands of Hawaii

Lani

 

 

 

48 Comments to "Catatan dari Kona (12)"

  1. Clara  19 April, 2011 at 18:13

    Eeeh, jangan salah lho, tua tua keladi, tapi bukannya menjadi lho!!Lha aku dibilang ,nenek lincah, yang gak tau malah bilang, lho kok sudah punya cucu? Waktu aku bilang anak2ku sudah besar2, mereka tercengang!!Asal bukan nenek lampir atau nenek gila , kalau nenek gemblung ya wajar lah!!Tapi biasanya yang kepepet&yang paling bontot itu yang tercantik! Jadi adinda2 gemblung paling cantik sedunia!! Gak perlu kuciwaaaaaaaaaaaaaaa!!!Gitu aja kok repyooot!!

  2. Lani  19 April, 2011 at 12:12

    MBAK NUK jelassssssss duoooonk yg ragil plg kemplink……kinyis2……..bening……..dan plg gemblunk kkkkkkk……..gak dink trio gemblunk to mbak???????

  3. nu2k  19 April, 2011 at 11:55

    Jeng Nggemnblung van Kona, goedemorgen. Ya gitu…. Sing ragil lan sing paling ceriwis iwis iwis lan sing paling klimis klimis…. Pipiné…. Ha, ha, haaa… Sorry, mau cari berlian dulu…Setelah itu ke dokter gigi. Ayooooo Nanti siang setelah dari dokter gigi disambung lagi….Aq tutup ya… Doei en kus, kus, kus, Nu2k

  4. Lani  19 April, 2011 at 11:50

    MBAK NUK jd gituto mbak……..doipepet ditengah, angetttttttttt banget nek ngono kkkkkkkk………aku kira malah mbak Nuk yg no 1, kmd jeng Clara trs aku yg plg muda belia wakakakakak

  5. Lani  19 April, 2011 at 11:49

    MAS DJ wakakakka……..sampai momfrot2 aku le ngakak……jd makan kewaregen sampai weteng arep mbledos????? malam ini setelah sampai di SF kami makan di restoran BURMA/MYANMAR…..sampai kemlakaren…….semuanya enak2 lo mas……

    aku udah sampai di SF, kamis mabur ke KONA, jd rung iso nggemblunk mas……hehe…….aku kademen trs iki…….butuh selimut rangkep pitulikuuuuuuuuur………..kkkkkkkk

  6. nu2k  19 April, 2011 at 04:17

    Jeng Ratu Nggemblung van Kona, sedikit koreksi. Mbakyu Clara itu yang paling besar bilangannya diantara kita bertiga… Itu kalai kita mau bicara tentang bilangan yang berhubungan dengan usssssssiiiiia….Ha, ha, ha,,, Saya yang ada di tengah…. Kepepet kiwo tengen nggak karu-karuan…. Werkt ze en doei, Nu2k

  7. Djoko Paisan  19 April, 2011 at 02:50

    Lani Says:
    April 18th, 2011 at 10:02

    MAS DJ wakakak….saiki aku mencungul mas lagi kemana???????? laris manis pokok-e mas………jik kademen iki aku mas, bsk udah balik ke SF sebentar lagi nggemblunk soko KONA

    Yu Lani….

    Ora mudeng yu…
    ( bsk udah balik ke SF sebentar lagi nggemblunk soko KONA )
    maksud yu Lani, besok sudah balik ke atau dari SF….??
    Kalau balik ke SF, kok bisa menggemblung soko KONA…???
    Sak iki awakmu ning endi…??? Ning SF atau ning KONA…???

    Maaf…hari ini pitnes agak lamaan, karena kemarin kebanyakan makan di CR….
    Pesan 1/2 bebek panggang, 1 porsi cumi masak dele item ( tauco mungkin ) dan 1 porsi kuluyuk ikan.
    Karena kami bertiga, ternyata tidak ada yang makan bebeknya, jadi hanya Dj. sendiri yang makan bebek.
    sedikit eneg….maka pesan lagi Pakchoy dengan tahu….
    Wah..keluar dari CR wetengku rasanya mau njebluuuuk….
    Olehnya hari ini, memaksa agak lama pitnesnya…….hahahahahahaha….!!!

    Salam manis dari Mainz…..

  8. Lani  19 April, 2011 at 01:27

    JENG CLARA aku udah trima komentarnya……mahalo for komen

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.