Dipindah Dhemit

Fire – Yogyakarta

 

Beberapa tahun lalu, malam itu di sebuah rumah yang dikontrak untuk menjadi kost. Berkumpul bersama beberapa teman. Sebenarnya rumah tersebut juga menyimpan cerita agak angker sedikit (sebenarnya mending nyimpen harta karun aja yak? ketimbang nyimpen cerita mistis?). Dari mengobrol soal rumah tersebut pembicaraan melebar kemana-mana. Memang ndengerin cerita horor itu mirip nyeplus lombok, pengin sedikit-sedikit, tapi begitu kepedasan langsung gedabikan cari air minum. Sangking seremnya ndengerin sampe ngampet pipis, nunggu ada barengannya ke WC, wakakak … tapi diem aja gengsi dong ….hihihihi ……

Kebetulan salah satu teman, sebut saja Paimo, memang rodo ora nggenah. Gemar melakukan bermacam ritual aneh-aneh secara amburadul dan “tidak terstruktur”. Embuh memang ngundang dhemit itu ada standard-operating-procedure-nya ngono? Pernah suatu rumah yang tadinya berstatus “baik-baik saja”, gara-gara Paimo menggelar ritual nggladrahnya secara sembrono, malah jadi wingit… jiann… Maka itulah jangan sembarangan menyebar “undangan”, sudah pada datang, ogah pulang, maunya ngendon terus, kan repot ….

(http://djadoelantik.blogspot.com)

Bisa dibilang kalo Paimo mau manggil jaelangkung maka yang datang adalah kuntilanak, tapi kalo manggil pocong yang datang adalah mak lampir ….hihihihi …. Jadi tingkat error-nya masih cukup tinggi, maklum Paimo bukanlah berkualifikasi sebagai dukun bersertifikasi yang sudah berstandar SNI alias Standar Ndukun Indonesia. Patut diduga, manual perdukunan Paimo diperoleh dari bungkus kacang …wakakak ….

Tapi di antara cerita-cerita serem plus watonnya itu, ada yang bikin ngguyu kemekelan …. Ceritanya suatu kali Paimo ditantang untuk tidur di rumah yang terkenal angker. Dasar Paimo ngebet pengin jadi ghostbuster, mungkin teracuni oleh tayangan pemburu hantu di tipi yang gemar “mem-botol-kan” para hantu tengil, diterimanya tantangan tersebut dengan sukacita. Jadilah Paimo menginap di salah satu kamar tersebut. Tunggu demi tunggu, sampe malam larut kok memedinya belum ada juga yang “say hello-hello” sama Paimo.

Wah jangan-jangan si Paimo nggak dianggep, ini benar-benar tindak pelecehan yang perlu dilaporkan ke Komnas HAM, karena Paimo nggak “diuwongke” oleh para dhemit … wakakak …. Singkat cerita capek menanti Paimo pun tertidur nyenyak. Dinihari, Paimo merasa kok tubuhnya berasa agak dingin-dingin, tapi berusaha tetap cuek Paimo lanjut tidurnya. Sampe kemudian kok agak bau pesing-pesing gitu, masih Paimo bertahan. Sampe kemudian Paimo berasa basah, padahal nggak merasa ngompol lho, barulah dia bangun. Dan ……

Paimo misuh-misuh …. Bagaimana mungkin? Tidur enak-enak di kasur di kamar, kok bangun-bangun sudah “terdampar” di kamar mandi. Masih untung tidak dicemplungkan di bak mandi. Paimo pun akhirnya mengakui sense of humor dari para demit yang mbaurekso rumah tersebut. Tadinya mengira bakalan berhadapan secara “frontal”, eh jebule kok malah dipindah tidur. Sudahlah, Paimo memutuskan tidak lanjut lagi acara uji nyali tersebut, lha ntar kalo sekuel berikutnya malah dipindah tidur di atap rumah kepriben? Begitu bangun, mau ngulet sebentar, langsung gubrak ……

Tapi sebenarnya ada ulah demit yang lebih nakal lagi. Saya baca, kisahnya di suatu pondok pesantren, ada seorang santri yang terkenal bengal, dan gemar membuat ulah membikin jengkel baik temannya maupun para pembina. Rupanya bukan cuma manusia, para demit pun ikut jengkel. Dipindah tidur kemanakah santri bengal tersebut? Pagi-pagi ketika santri yang bertugas sedang memukul bedug, terkaget karena dari dalam bedug terdengar suara orang mengaduh kesakitan …. Tentu saja lari girap-girap … Belakangan bersama-sama memeriksa, apa yang diperoleh? Jebule, si santri bengal tersebut, entah bagaimana caranya sewaktu tidur, sudah dipindah oleh demit ke dalam bedug. Jelas saja, begitu bedug dipukul, ya tiyung-tiyung …..

Nah, kalo yang terakhir ini cuma kelakuan anak kost yang iseng. Entah karena perkara apa sejumlah anak kost sepakat mengisengi temannya yang lagi tidur nyenyak. Diam-diam kasurnya diangkat lalu dipindah tidurnya ke luar. Paginya begitu bangun kaget, kok sudah pindah tidur di luar. Teman-teman kostnya pura-pura kaget juga, lalu malah ada yang menghembuskan kalo itu ulah para demit. Kasihan juga si anak yang dikerjai, nggak ngerti kalo itu sebenarnya memang ulah demit tapi demit sing doyan sego …wakakakak …

Baiklah teman-teman, sampe ketemu di cerita misteri berikutnya …. hihihi… (mode ketawa: mistis)

 

 

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

17 Comments to "Dipindah Dhemit"

  1. Wahnam  19 April, 2011 at 19:03

    ntar si itsmi bilang dhemit is delusion..

  2. Lani  19 April, 2011 at 12:25

    KANG ANU………wakakak……….begitu dikau mencungul artikel ambyaaaaaaaar wes……..jelas dunk kamu plg suka ditindih, menindihi, ditindih, menindihkan…….ditelanjangi, menelanjangi……ditelanjangkan…….wakakak……sampai ngos2-an tp tetep wae enak dan kepenak to??????? kkkkkkkkkkkk

  3. Esti Yoeswoadi  19 April, 2011 at 12:13

    mas Fire….ngeked dewe aku,wkwkwkw
    tak tunggu serial misterinya yaa….

  4. Handoko Widagdo  19 April, 2011 at 06:41

    Aku punya sedulur ternyata.

    Kalau tak bertuhan disbut atheis…kalau gak percaya dhemit disebut adhemmmm eit!

  5. J C  18 April, 2011 at 20:42

    Kok bisa malam bertuhan? Wong setelah nganu dia tepuk tangan kok…
    (setelah ini dia keluar, kita berdua digebuk…hahahaha… )

  6. IWAN SATYANEGARA KAMAH  18 April, 2011 at 20:37

    Itsmi cuma siang ateis, malam bertuhan.

  7. J C  18 April, 2011 at 20:35

    Mas Iwan, kita tunggu spesialis untuk bidang ini, yaitu Itsmi…
    (mana dia, mana dia…clingukan cari Itsmi)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *