Arti dan Cerita di Balik Motif Batik Klasik Jawa (4)

Nunuk Pulandari

 

Makna dan Kapan Digunakan Motif Tertentu (2)

 

Melayat

Untuk menghadiri suatu pemakaman biasanya digunakan motif batik yang tidak bermakna kekerasan dan dengan warna yang lebih gelap. Jadi untuk menghadiri suatu pemakaman tidak dikenakan batik dengan motif Parang Rusak, Parang Gendhrek .. Tetapi bisa dikenakan misalnya Parang Kusumo, Parang Peni. Agar yang meninggalkan kita bisa mendapatkan harumnya bunga (Parang Kusumo) dan keindahan serta keteraturan seperti yang terlihat dalam tatanan lukisan  motif Parang Peni.

Foto 8. Batik motif Parang Peni

Teman-teman di Baltyra, tidak jarang ketika saya menceritakan tentang makna arti dalam motif batik,  banyak yang mengatakan bahwa hal-hal seperti ini termasuk dalam bijgeloof (kepercayaan). Jadi untuk saat kini sudah tidak lagi cocok untuk diterapkan. Untuk saya pribadi, suatu falsafah kehidupan yang bernilai positif sudah seharusnya dilestarikan oleh para pengikutnya. Apakah anda juga berpendapat demikian ?

 

Receptie dan Pesta

1. Motif Sekarjagat
Batik bermotif  “bunga-bunga” besar. Melambangkan ungkapan cinta dan memiliki  unsur-unsur memelihara perdamaian. Maka tak heran bila motif ini sering dikenakan dalam pesta pernikahan. Dengan mengenakan motif Sekar Jagad (bunga dunia) diharapkan mempelainya dikemudian hari akan hidup dalam keserasian, baik dengan sesamanya maupun dengan lingkungannya.

Foto 9. Batik motif Sekar Jagad

 

2. Motif Sido Wirasat

Dalam motif ini selalu terdapat komdinasi kombinasi motif truntum di dalamnya karena melambangkan orang tua akan selalu memberi nasehat dan menuntun kedua mempelai dalam memasuki kehidupan berumahtangga. Wirasat artinya lambang atau simbol. Dalam kain batik wirasat terdapat motif-motif corak truntum, corak sidomukti, corak sidoluhur, dan corak Sidhomulyo.

Foto 10. Batik motif Wirasat Yogya dan Solo

Kain batik wirasat biasa dikenakan oleh orang tua pengantin putri. Hal ini merupakan harapan agar keluarga pengantin dan mempelai berdua dapat hidup rukun. Motif Wirasat merupakan pengembangan dari motif Sida Mulya, yang isinya terdiri dari bermacam–macam motif batik, antara lain motif Cakar Ayam, Truntum, Sida Luhur, dan Sida Mulya. Makna motif ini, supaya dikabulkan segala permohonannya, mencapai kedudukan tinggi, terpenuhi segala materi, juga permohonan petunjuk dari Tuhan saat mendapat kegelapan agar cepat diberi jalan yang terang.

 

3. Ceplokan (semacam motif Kembang Jahé dalam perbatikan Cirebonan)

Suatu motif yang penuh dengan patroon daun kates /papaya yang diselingi di antaranya dengan lukisan semacam burung dengan bayangannya. Seperti figuur yang terdapat dalam motif Cokrak- cakrik yang posisinya saling bertolakan. Motif cokrak – cakrik secara umum  mempunyai makna timbal balik. Sedang arti  kata cakrik = rupa, perangai, bentuk muka,profil muka. Jadi dalam motif Cokrak –cakrik, digambarkan wajah atau polah tingkah seseorang. Suatu pola tingkah laku yang berubah-ubah dan kadang dengan diselingi bersembunyi di balik figur yang lain.

Foto 11. Batik motif Ceplok, cokrak-cakrik

Saya kira motif ini justru dibabarkan untuk mengingatkan pemakainya agar sadar bahwa dia harus membuang salah satu sifat yang tidak baiknya (plintat-plintut). Dia harus selalu sadar bahwa dengan tingkah laku yang berubah-ubah akan banyak menemui rintangan dalam kehidupannya.

Teman-teman di Baltyra. Untuk motif klassik batik di bawah ini sampai saat ini belum ditemukan namanya. Dimas Handoko yang begitu luas nertworknya (juga dalam dunia perbatikan) sudah saya mintakan advisnya tetapi juga belum bisa menemukan namanya. .. Ik zou zeggen: ”Hartelijk dank voor de hulp” .

Memang kalau dilihat dari patroon motifnya, kita bisa menggolongkannya dalam: 1. Kelompok motif “Parang” yang patroonnya memang tidak hanya mirip dengan  motif Parang Kusumo tetapi juga mirip dengan  Ceplokan (ada bulatan-bulatan). 2. Kalau kita melihat warna dasarnya yang coklat dan kombinasikan dengan warna putih dan biru serta hitam…

Waaaahhhhh, agak susah memberikan namanya. Biasanya biru dan hitam serta putih adalah warna dominasi dari batik Yogya. Sedang warna coklat dan kuning muda adalah warna dari batik Solo…. Jadi, siapa tahu ada teman-teman yang bisa membantu saya mencarikan  nama motif yang tepat….  Untuk menanyakan pada pemiliknya, beliau sudah lama meninggalkan kita semua.

Nah, teman-teman dengan sedikit semacam teka-teki mencari nama motif batik di bawah ini, saya akhiri sedikit cerita tentang  Arti dan makna cerita yang ada dalam motif batik klassik Jawa. Semoga bisa sedikit membantu teman-teman dalam rangka turut serta melestarikan dunia perbatikan di Indonesia.

Foto 12. Batik motif …………………… (?) …

**Dalam artikel berikut akan saya tuliskan tentang motif dalam batik  modern**

 

51 Comments to "Arti dan Cerita di Balik Motif Batik Klasik Jawa (4)"

  1. arief  1 July, 2011 at 10:18

    mau tanya. kalo mau republish/repost materi di website ini , apakah boleh? kalau boleh ijinnya ke siapa ya ?
    kebetulan saya punya minat di batik, dan saya tertarik untuk repost materi materi batik disini, manturnuwun,

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.