Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Kartini Perkasaku

Thursday, 21 April 2011

Viewed 1619 times, 1 times today | 25 Comments |

SAW – Bandung

 

Di kesenyapan malam ini, mungkin sekian detik lagi menjelang awal hari, suara-suara yang datang dari kelampauan itu begitu menghentak hati.

Siapa dirimu? Sekedar perempuan desa, yang dipaksa menikah dengan laki-laki tua dengan istri tiga, sementara ijasah Sekolah Rakyat pun belum sempat engkau terima. Seumur hidupmu menjalani laku keperempuanmu, demi menggiring perempuan lain yang lahir dari rahimmu untuk pergi sejauh-jauh dari pengulangan kisah tragismu.

Meranggas dan terhempas. Namun begitu ikhlash …

Sungkem sepenuh cinta, yang tak kan pernah mampu anakmu membalasnya, KARTINIKU …

 

 

Share This Post

Posted by Thursday, 21 April 2011 on 08:36.

Categories: Kehidupan. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

25 Responses to “Kartini Perkasaku”

Pages: « 3 2 [1]

  1. 10
    anoew Says:

  2. 9
    Mawar09 Says:

    Saw: terima kasih ya artikelnya dan sudah berbagi disini. Selamat Hari Kartini ! Salam!

  3. 8
    Kornelya Says:

    Mba Saw, salam hormat untuk Kartinimu, Kartiniku sudah lama berpulang keharibaanNya. Salam.

  4. 7
    Peony Says:

    Mbak Saw… jujur merinding plus mewek nih Mbak baca tulisanmu ini..
    salam hormatku buat Ibu nya Mbak Saw.. sama juga salam hormat untuk Ibuku.. dan juga untuk seluruh Ibu di jagat raya ini…

    terima kasih Mbak,sudah berbagi disini.

  5. 6
    Dewi Aichi Says:

    Ngga tau Saw, hari ini kangenku sama ibuku menggebu gebu, justru setelah bisa ngobrol sampai jam 3 pagi sama ibuku , ndilalah dikau nulis ini di baltyra…

  6. 5
    saw Says:

    mbak Dewi : Tanggung jawab lho,… mewek aku mbak…

  7. 4
    saw Says:

    Pak Hand : maturnuwun sdh berkenan mampir…, dari kegelapan menuju terang benderang …

  8. 3
    Dewi Aichi Says:

    hiks…kangen ibuku Saw,

    3 tahun : buuu…aku sayang banget sama ibu..!
    11 tahun: buu…nyuruh2 melulu, aku mau main sama temen..!
    16 tahun: buu..ihh..apa apa ngga boleh..kan aku sudah dewasa..!
    18 tahun: buuu…aku ingin kost..
    25 tahun: buuu…sekarang aku mengerti, kenapa ibu seperti itu dulu..
    30 tahun: buu..aku ingin pulang kerumahmu buu..!
    50 tahun: buu…aku tak ingin kehilanganmu…sungguh bu..!
    70 tahun: aku membentangkan kedua tanganku, ingin rasanya menyambut kedatangan ibu dipelukku seperti dulu.

    Kangen ibu, kangen ibu, kangen ibu…hiks…

  9. 2
    Handoko Widagdo Says:

    Kartini…kegelisahan yang membawa pencerahan

  10. 1
    saw Says:

    di pertamax-in sendiri ahhh…

Pages: « 3 2 [1]

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)