Kristus – Pribadi Unik Yang Kontroversial

Linda Cheang

 

Pembaca Baltyra semua,

Beberapa hari lagi, Umat Nasrani sejagad akan memasuki rangkaian peristiwa Jumat Agung dan Paskah. Minggu lalu, sudah masuk ke perayaan Minggu Palem, ketika Yesus Kristus masuk ke Yerusalem dengan menunggang keledai beban yang muda dan disoraki oleh penduduk Yesusalem sebagai Raja, Nabi dari Nazaerth. Penduduk yang sama yang beberapa hari kemudian, memperlakukan Yesus Kristus seperti penjahat paling hina.

Sosok Kristus ini memang unik bahkan kontroversial pada zaman Dia hidup. Bahkan paradoks. Oleh segenap pengikutNya, Dia adalah Pribadi Allah yang menjadi manusia. Lahir menumpang rahimnya Maria, seorang perempuan yang berhati suci dan tidak takut dirajam meski Maria tahu benar, pada zaman itu, ketahuan hamil tanpa suami bisa dihukum rajam sampai mati. Untung Gusti Allah sudah menyiapkan Yusuf, tunangannya untuk segera menikahi Maria sehingga secara silsilah, Yesus Kristus lahir dari keturunan Raja Daud, moyangnya Yusuf dan juga Maria. Sudah begitu, tempat lahirnya pun di Migdal Eder, suatu tempat khusus domba-domba betina terpilih dipersiapkan, diriNya dibungkus kain lampin, seperti halnya anak-anak domba yang dipersiapkan untuk dijadikan korban di Bait Suci (lihat tulisan saya Di Manakah Sebenarnya Yesus Dilahirkan?). Artinya sejak Kristus dilahirkanpun, Dia memang sudah akan dijadikan korban.

Kitab Suci Injil memang tidak banyak menceritakan tentang masa kecil Yesus Kristus, selain ditemui para Orang Majus ketika Dia masih kanak-kanak dan ketika berusia 12 tahun diajak beribadah ke Yerusalem, Dia tidak ikut rombongan bapak-ibuNya pulang ke Nazareth, malah ketika ditemukan, Dia sedang mengajar di Bait Suci. Sampai bikin bapak-ibuNya heran.

Ketika di masa dewasanya, mulai usia 30 tahun, sebelum memulai pekerjaan pertamanya membuat mujizat di satu perhelatan pernikahan di Kana, mengubah air menjadi anggur. Dia menemui Yohanes Pembaptis, dan meski Yohanes sudah keukeuh menolak membaptis Kristus, karena Yohanes tahu benar, siapa Pribadi yang sedang dihadapinya itu, tapi Yesus Kristus tetap meminta dibaptis secara dicelupkan ke air Sungai Yordan guna memenuhi kehendak Allah Bapa di surga. Peristiwa ajaib terjadi ketika Yesus Kristus keluar dari air, maka Roh dari surga turun menyertaiNya. Selesai dibaptis, ternyata Kristus tidak bisa langsung memulai pekerjaan dulu.

Sebagai manusia, ternyata Yesus Kristus juga harus diuji melalui serangkaian pencobaan oleh si Iblis, yang memintaNya untuk lompat dari bubungan Bait Suci, mengubah batu menjadi roti, pas memang Yesus Kristus waktu itu sedang lapar berat karena 40 hari berpuasa, dan untuk seoran Pribadi Kristus yang merupakan Allah bukan hal sulit mengubah batu jadi roti, serta cobaan paling gokil adalah ketika Iblis mengimingi seluruh keindahan dunia dengan syarat Yesus Kristus mau menyembah (baca : tunduk) pada Iblis. Atas semua cobaan itu, Yesus Kristus berhasil mengatasinya dengan menggunakan Firman Tuhan. Akhirnya terbukti, Yesus Kristus adalah satu-satunya manusia di dunia yang selama hidupnya tidak pernah berbuat dosa. Ini sekaligus menunjukkan bahwa segala godaan dan cobaan dari si jahat, bisa dikalahkan selama manusia mau mempercayai Firman Allah dan melaksanakannya. Bagi segenap pengikutnya di jagad ini, Yesus Krtistus yang 100% Allah adalah juga 100% manusia, diterima dengan keyakinan iman.

Selama hidupnya sebelum menghadapi penyaliban, banyak hal-hal yang justru menjadi paradoks, yang diajarkan Kristus. Misalkan ketika pada masa itu ada istilah, mata ganti mata, gigi ganti gigi, kita sejatinya umat manusia diliputi rasa egois, marah dan dendam sampai ada pembalasan dendam, Yesus Kristus justru mengajarkan untuk kita mengasihi musuh kita! Ketika kita ogah memberi maaf karena gengsi, Yesus Kristus justru mengajarkan untuk mengampuni berkali-kali orang yang telah bersalah kepada kita, tanpa batas. Bahka ketika Dia dites oleh para Ahli Taurat mengenai kasus seorang perempuan yang kedapatan berbuat zina dan selayaknya perempuan itu dirajam sampai mati, Yesus Kristus hanya duduk, dan membuat garis di tanah sebagai pemisah dan bahkan menantang balik kepada para Ahli Taurat dan orang-orang di sekeliling perempuan yang berzina itu, mempersilakan siapapun yang tidak pernah berbuat dosa untuk memulai lebih dulu merejam perempuan itu.

Suatu solusi yang amat cerdas! Ketika akhirnya orang-orang pada bubar jalan dan hanya Yesus Kristus tertinggal bersama perempuan itu, apakah Yesus sebagai manusia yang tidak berdosa merajam perempuan itu? Justru Kristus dengan penuh kasih, menyuruh perempuan itu untuk pulang karena Dia tidak menghukum perempuan itu, bahkan dalam kekuasaannya sebagai Pribadi Allah, Kristus memberi pengampunan kepada si perempuan. Benar-benar paradoks!

Anehnya, meski keseluruh murid-murid Kristus selalu bersama-sama Dia, masih saja para muridNya itu belum mengenal dengan benar siapa Kristus itu sampai pada satu hari Petrus, yang menyatakan bahwa dia adalah Mesias, Sang Juru Selamat. Tidak aneh kalau satu saat juga Kristus menyatakan bahwa melalui Petrus, nama Petrus artinya Batu Karang, di atas batu karang itu Dia akan mendirikan jemaatNya. Itulah sebabnya di denominasi Katholik, bangunan gereja utama atau kathedral, umumnya dinamai sebagai Gereja Santo Petrus, seperti halnya Basilika Santo Petrus di Kota Vatikan, tempat mukimnya Paus.

Satu lagi sikap paradoks yang ditunjukkan Kristus secara nyata. Umumnya kita sebagai manusia, ketika menjadi pemimpin, selayaknya adalah dilayani segala keperluannya. Namun Yesus Kristus justru menunjukkan sebaliknya. Siapa yang mau jadi peminpin, harus mau melayani! Makanya, siapa bilang jadi pemimpin itu bisa enak-enakan? Harus mau pusing kepalanya, melayani masyarakat. Ketika murid-muris Kristus sempat bertengkar mengenai siapa yang layak jadi yang terutama, yang jadi pemimpin, di satu kesempata sebelum kematianNya, Kristus tanpa banyak bicara, menanggalkan jubahNya, mengikat selembar kain pada pinggangNya, menuangkan air ke dalam satu baskom dan dibasuhnya semua kaki murid-muridNya, sampai menyeka dengan kain itu. Eh, sudah begitu, Si Petrus masih berani minta agar Yesus Kristus membasuh kepalanya juga! Si Petrus pakai ilmu aji mumpung, rupanya.

Paradoks dalam ajaran Kristus memang mengundang kontroversial bagi yang tidak memahami Dia. Bahwa Dia adalah paradoks itu sendiri.  Yesus Kristus memang memiliki gelar Raja Damai, tapi Dia juga yang menjadi pemisah antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Yesus Kristus adalah Pribadi Allah yang mahasuci, namun justru datang ke dunia mencari orang-orang berdosa, dan kepada mereka yang berdosa, diberikanNya pengampunan dan penyucian melalui diriNya dengaqn penuh kasih yang menyelamatkan. Inilah salah satu paradoks yang amat ditentang oleh para ahli kitab Taurat pada zaman Kristus hidup. Padahal kesucian Allah itu tidak mengizinkan dosa sekecil apapun. Namun itulah uniknya Kristus.

Sebagai penutup tulisan ini, ada satu ajaran dariNya yang berlaku universal dan di agama apapun pasti ada yaitu : mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi dan pikiran, serta mengasihi sesama manusia seperti manusia mengasihi dirinya sendiri. Di bagian jagad manapun, tidak ada undang-undang atau hukum apapun yang menentang ajaran ini. Karena itu semestinya di dunia ini tidak boleh ada gontok-gontokkan antar manusia hanya karena perbedaan ajaran keyakinan! Kenapa manusia lebih suka mempermasalahkan bagian yang berbedanya sampai ada pembinasaan atas manusia lain gara-gara perbedaan itu, padahal ada bagian yang sama malah nyaris tidak dilihat? Berpijak pada bagian yang sama itu, damai sejahtera untuk segenap umat manusia bukanlah perkara yang mustahil. Saya akan tuliskan khusus di kesempatan lain.

Di tulisan berikutnya, kita akan melihat apa saja yang ada di seputar kematian Kristus.

Selamat merenungkan peringatan Kamis Putih bagi teman-teman umat Katholik sejagad.

 

Salam,

Linda Cheang

 

 

About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel Website

61 Comments to "Kristus – Pribadi Unik Yang Kontroversial"

  1. Geovanie  3 May, 2011 at 22:14

    kalo ngga salah itu bukan magdalena, tapi martha saudaranya lazarus.

    [quote]saya kira bukan alasan yang tepat karena kalau Tuhan itu Mahakuasa, Mahatahu dll, dia juga kan harus tau kalau dia biarkan, kakinya di cuci bahwa banyak orang atau budaya lain yang tidak senang dengan cara begini. Atau di masa akan dating orang tidak setujuh lagi….. kan si Jesus penembus dosa juga yang belum di lakukan orang orang, jadi untuk masa depan dia sudah kuasainya, sedangkan masalah budaya tidak bisa, gimana sih logikamu ??????[/quote]

    Tergantung sudut pandangnya juga sih. Kalau melihat Yesus sebagai Tuhan, rasanya sudah jelas.

    Yohanes
    1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
    1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. [b]Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak[/b].”

    oke, sudah dulu ya. Saya kurang nyaman ‘mengacau’ di tempat orang. Terima kasih atas diskusinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.