Jalan-jalan ke Washington State

Mawar

 

Hallo teman-teman di Baltyra, apakabarnya? Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia ya! Kali ini artikel saya bukan soal makanan, tapi menceritakan liburanku keluar kota 2 minggu yang lalu.

Mulanya sih pengen ke Disney, tapi kata suamiku mending kita ke Washington State saja karena menurut dia lebih alami. Jadi deh kami buat rencana dan cari tahu soal penerbangan ke sana serta info tempat penginapan dan juga transportasi.

Tujuan pertama kami ke Seattle dan menginap 3 malam di satu Bed&Breakfast yang lokasinya bisa dicapai dengan kendaraan umum.

Lagian yang empunya sudah kasih tahu kami transportasi apa yang harus kami naiki dan caranya. Jadi dari airport kami naik kereta khusus  (Link light Rail) menuju downtown dan disambung dengan bus (listrik) ke penginapan. Seattle memang terkenal dengan hujannya, jadi kami juga sudah siapkan jas hujan dan payung. Ngga mudah memang jalan keliling dengan cuaca yang tidak mendukung (dingin dan hujan), mana jalanannya berbukit (turun naik), sampai pegal betisku.

Banyak banget seafood di sini, apalagi waktu ke Public Market/Pike Place. Sampai aku bilang ke suami… coba ada dapur yang bisa aku pinjam, pengen beli seafood yang segar itu dan masak sendiri. Harganya ngga beda lho dengan di kota tempat tinggalku, malah ikan Halibut jauh lebih murah padahal bukan produk local dan di belakang gedung market place ini ada tembok yang dipenuhi permen karet yang ditempel para pengunjung dan menjadi sasaran tempat foto.

Harga makanan di sini jauh lebih mahal, setiap hari kami mencoba jenis makanan yang berbeda dan cari info dari buku travel serta bertanya. Sayang saya lupa melulu memotret makanan yang kami pesan. Kami juga ke Aquariumnya, di sini diizinkan menyentuh teripang dan bintang laut. Aku malah takut kalau-kalau akan membahayakan mereka. Aquariumnya kecil dibandingkan dengan yg di Baltimore tapi menarik untuk dikunjungi.

Ketemu restaurant dim sum yang enak di Chinatown (International Dist.), setelah itu ke Museum Wing Luke yang dilengkapi dengan tour yang sangat menarik dikisahkan oleh tour guidenya (kuali yang terlihat di foto ada suaranya orang lagi ngaduk masakan).

Coba naik monorel juga walau singkat banget jaraknya, serunya monorel ini masuk ke gedung Experience Music Project di Seattle Center,  sayangnya project monorel ini tidak berlanjut karena satu dan lain hal Kami juga naik ferry ke Bainbridge Island, sempat jalan kaki lihat-lihat keliling dan menurutku sih ngga ada yang istimewa soalnya hanya ada perumahan, toko-toko dan restaurant saja.

Kota tujuan kami berikutnya; Ellenburg yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam lebih dengan mobil sewaan dari airport. Dalam perjalanan ke sana, kami sering berhenti untuk melihat pemandangan dan juga tempat-tempat yang menarik untuk disinggahi.

Berhenti untuk makan siang di Snoqualmie Pass yang ngga jauh dari tempat orang-orang main ski. Ternyata daerah ini saljunya masih sangat banyak, tiang-tiang penunjuk jalan terbenam salju, jadi yang kelihatan hanya tulisan penunjuk arah saja, itupun karena dibersihkan dari salju.

Nah restaurant tempat kami singgah juga tertutup salju tapi tempat parkir bebas salju walau ngga seluruhnya, demikian juga sekitar jendela dan pintu masuk.

Salju di atap restaurant masih sangat tebal dan kata waitresnya itu sudah lumer banyak, makanya ada salju yang hampir meluncur ke bawah. Kebayang tadinya seperti apa ya? Rumah-rumah sekitar situ juga saljunya mencapai lantai 2. Amit-amit deh !!

Kami tiba di Ellenburg sudah sore, kotanya kecil, tapi cukup lengkap juga fasilitasnya, gedung universitasnya bagus dan artistik.

Esoknya, waktu kami jalan-jalan di tengah kota dan lihat rumah yang didekorasi dengan bahan-bahan recycle sampai penuh halamannya juga tembok rumah sayang hanya bisa dilihat dari trotoar saja karena pagarnya digembok. Kabarnya sih yang empunya perlu waktu lama untuk mendekorasi dan unik nya bisa beli postcard lewat mesin yang dipasang dekat pintu pagar dengan harga 50 cents perlembar.

Kami nginap 3 malam di kota ini dan sempat mengunjungi Dry Falls State Park. Tempatnya sangat bagus pemandangannya dan konon tempat ini disebut juga “Niagara Fall of the West” walau sudah tidak ada air terjunnya lagi. Menurut cerita daerah ini mengalami suatu banjir yang sangat hebat dan menhancurkan semuanya, termasuk dinding Fall/Air terjun sehingga tidak ada lagi air mengalir turun, semua lenyap dalam waktu yang tidak lama. Karena itu Fall ini dinamai Dry Fall karena tidak ada airnya.

Kabarnya banjir yang melanda itu berketinggian ratusan feet dan lebarnya mencapai 100 miles. Kami juga sempat mengunjungi Yakima Indian Reservation.

Perjalanan kami selanjutnya menuju ke Mount Rainier National Park (ini adalah salah satu gunung berapi di USA) yang berjarak tempuh 2 jam dari Ellenburg dengan mobil. Dalam perjalanan kami singgah dulu ke supermarket untuk beli sedikit buah-buahan karena diriku tidak bisa hidup tanpa buah.

Banyak pemandangan yang indah dalam perjalanan ke sana dan sebelum memasuki Mt. Rainier Park, kami harus singgah di suatu tempat untuk menyewa rantai untuk ban mobil/tire chain (ini mandatory yang diumumkan lewat radio!!) sehubungan dengan cuaca dan kondisi jalanan. Tujuannya bila kondisi jalanan tidak aman rantai ban harus segera dipasang sebelum meneruskan perjalanan.

Aku kan belum pernah ke tempat ini jadi sempat kebat kebit juga dan berdoa semoga rantai mobil tidak diperlukan, rupanya doaku didengar oleh Yang Di Atas, karena rantai ban tidak perlu dipasang (cuma standby dalam mobil).

Sebetulnya waktu yang paling bagus mengunjungi tempat ini adalah bulan Juli-Agustus karena akan banyak bunga-bunga liar bermekaran dan bisa hiking dengan leluasa tanpa kuatir soal salju.

Setibanya di tempat penginapan sudah lewat jam makan siang dan perutku sudah kriuk-kriuk. Waktu mau check-in receptionistnya bilang jam resmi check-in sekitar 4 sore, lalu aku tanya seandainya kamar untuk kami sudah siap, boleh ngga taruh koper dulu karena kami mau makan siang di restaurant, dia bilang ok! Duh… lega deh!

Kamar kami besar dan bagus, setelah taruh koper dan cuci tangan kami langsung ke restaurant untuk makan siang. Harga makannya ngga mahal juga loh, padahal ini kan resort yang biasanya apa-apa mahal. Beruntungnya lagi karena ini low season kami dapat harga paket yang nginap 2 malam cuma dicharge harga 1 malam berikut sewa snow shoes gratis.

Satu yang kurang di sini, ngga ada TV atau radio, entah karena cuaca atau lainnya karena Handphone pun katanya “no service”. Sebetulnya ada beberapa tempat penginapan di sini, tapi yang dibuka sepanjang tahun cuma Park Inn (tempat kami menginap).

Setelah makan siang kami tukar baju dan pakai coat tebal untuk jalan-jalan sekitar penginapan. Malam harinya bosan juga karena ngga bisa beraktivitas di luar, sementara di dalam hotel ngga bisa nonton atau dengar berita. Kami akhirnya ke ruang duduk hotel yang ada perapiannya, rupanya banyak juga yang duduk di situ sambil baca, main game atau hanya duduk-duduk saja.

Aku dan suami main congklak dan yang menang pastilah aku, dia protes katanya kamu kok menang terus sih!

Besoknya setelah sarapan kami pergi ke information center untuk cek kondisi hiking trail dan juga minta map dan tanya rangernya. Hiking pertama berjarak tempuh 3 miles, ternyata agak susah jalannya karena nanjak terus sementara trail path nya ngga lebar, jadi harus hati-hati melangkah supaya ngga terperosok ke pinggiran trail.

Setelah makan siang kami kembali hiking ke trail yang lain dan dipesan hati-hati karena akan turun salju yang lebat. Pokoknya jalannya di tengah saja, tapi aku sempat terperosok dengan satu kaki di lubang yang dalam, bagusnya badan ngga ikut masuk. Sakit juga loh dan jalan jadi agak pincang tapi diteruskan dengan sangat berhati-hati.

Kembali ke hotel dan istirahatin kaki, sejam kemudian kami hiking lagi dan kali ini ke trail yang mudah ditempuh dan ada hot springnya. Menyempatkan diri ke toko di hotel untuk beli sedikit snack dan oleh-oleh lokal.

Setelah makan malam kami duduk-duduk di ruang perapian sambil minum hot chocolate dan baca buku. Balik ke kamar dan ngepak koper sehingga esok hari tinggal check-out. Ternyata semalaman turun salju yang sangat lebat sehingga suamiku pagi-pagi harus keluar dulu untuk membersihkan salju di mobil.

Kami check-out dan meninggalkan Mt. Rainier menuju ke airport untuk mengembalikan mobil sewa dan check-in di airport. Penerbangan memakan waktu sekitar 4 jam lebih dengan 1 stop over, sampai di rumah sudah midnight. Selesailah sudah liburan kami kali ini, capek juga sih apalagi ada perbedaan waktu 3 jam sehingga harus menyesuaikan jam tidur.

Sebetul masih banyak yang mau diceritain cuma nantinya kepanjangan takut pada bosan bacanya.

Terima kasih ya sudah meluangkan waktu membaca artikelku ini.

 

Salam

 

 

89 Comments to "Jalan-jalan ke Washington State"

  1. Mawar09  27 April, 2011 at 08:20

    Lani: bener sekali, cuma Anoew yg berani muncul. Dia itu bener2 kreatif loh, semua komentar bisa diplesetin. Harus di acungin jempol juga nih, tapi Buto juga punya andil sih, tukang mancing! ha…ha…. entar aku di timpukin baso nih!

  2. Lani  27 April, 2011 at 02:43

    KANG ANUUUUUUU……..mauku dipasang rem, tp rem ku wis blong……..njur pie kang?????? hahah………o gitu to, klu sakit semuanya ikutan LEMESSSSS……..gak bs bernyanyi tralalala………and trilililili…………..

    MAWAR gak usah heran………mmg gitulah tipe cowo disini……abis lempar batu sembunyi tangan wakakakka…….hanya kang Anuuuuuu yg berani bertanggung jawab………

  3. Mawar09  27 April, 2011 at 02:16

    Anoew: mulai lagi kan, kayaknya pancingan Buto itu maha dasyat ya! Kalau sakit memang lemes badannya. Tapi lemesnya Anoew pasti lain kali ya! ha…ha… dasar !!!!

  4. Mawar09  27 April, 2011 at 02:14

    Lani: itu para lelaki yang sudah berkomentar panjang lebar dan nyebut2 namamu, sekarang pada ngumpet tuh! cuma Anoew yg mencungul.

    Mbak Nunuk: terima kasih ya sudah berkomentar di artikelku. Salam!

  5. anoew  26 April, 2011 at 18:58

    mawar, semoga cepet sembuh ya suaminya. Aku juga gitu kalau sakit, semuanya lemes dan gk bisa bangun..

    @Lani, hayo dipasang rem hahah.. nek ora ngko dijewer bu Nunuk.

  6. Lani  26 April, 2011 at 12:18

    MBAK NUK wakakak…….walah rem mmg disengaja blong mbak…………la aku udah disenggol…….dikasih umpan……..njur aku tanggapi secepat kilat……….kkkkkkk

  7. nu2k  26 April, 2011 at 12:04

    Jeng Lani, goedemorgen…. Hallo, halooo…. Ayooooo, remnya ditekan sedikit….. Jangan kebablasan….. Nanti masuk jurang……
    Gr. nu2k

  8. Lani  26 April, 2011 at 11:31

    woalaaaaaaaah dalah jebule AKI BUTO yg melempar umpan dulu tuh komentar no 30………..wakakakka……..aku njur geli krn dia sll pake senjata AKU ORA MELU2……………kkkkk

  9. Lani  26 April, 2011 at 11:30

    DA………halaaaaaaah, kamu itu lo udah pengalaman, bisa bilang MALU????? ngakak aku……….mungkin malu2-in hahahah……..buktine ngitung kondom baru jg msh mau……….nek bekas mmg hiiiiiiiih nggilani tenan…….bukan kondomnya isi kondom bekasnya itu loooooooooooo……….hoekkkkkk wis……..hihihi………klu ularnya ya mau ajalah……..nulis karo kemekelen aku………

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.