Mengikat Janji di Hawaii

Lani – Kona, Hawaii

 

Satu kehormatan buat diriku mendapat undangan pernikahan dari adik temanku, cewe Thai, sebut saja PW.

Ketika mendapatkan undangan itu, sempat dipesan: Lani, please wear your national dress from Indonesia. Padahal di dalam hati, itu tujuan utamaku.

Pernikahan diadakan tanggal 17 Maret 2011. Sejak bulan February aku sudah disibukkan mengontak teman-teman Indonesia yang tinggal di California untuk meminjam Kebaya dan sarung batik.

Dari 2 teman, aku dipinjami 3 set kebaya komplit dengan sarungnya. Setelah aku coba, check and re-check, pilihanku jatuh pada kebaya modern berwarna gold/kuning keemasan bak warna kunyit dengan hiasan payet, dengan kain batik yang sudah dijadikan skirt berwarna coklat dengan benang emas.

Sebelum pilihanku jatuh pada warna kebaya gold ini, aku sempat konsultasi sama temanku, dengan satu set kebaya berwarna hijau, kebaya ini lebih “wah”…dan mewah see through……sexy puooooool……hanya tertutup dengan payet-payet saja, bra strapless senada warna hijau pupus. Sarungnya berbentuk skirt dihiasi dgn bebatuan….indah sekali…

Hanya satu kendala bra strapless hijau pupus itu tidak pas buatku, aku uji coba memakai bra strapless warna hitam punyaku, tidak cocok karena warna yang tidak senada, jadi seperti “panu” yang menempel di punggung kang Anu hehehe….

Yah, akhirnya pilihan jatuh pada kebaya berwarna kuning keemasan tadi.

Sehari sebelum hari “H” aku menginap di rumah temanku, kakak dari calon pengantin wanita. Sedang calon pengantin wanita “PW” menginap di hotel bersama keluarga dari pihak pengantin pria yang datang dari California, terdiri dari ibu, bapak tiri, adik perempuan dan pacarnya.

Mereka menginap di resort hotel, kamarnya di lantai dasar, lantainya menghadap ke lautan lepas……

Sungguh pemandangan yang sangat indah.

Calon pengantin wanita memanggil wanita asal TAHITI untuk menghias rambut para wanita dari keluarga, teman-teman dekat, serta tukang rias wanita Thailand yang bekerja di salon di Kona.

Total tamu undangan 18 orang, aku satu-satunya orang Indonesia, merupakan satu kehormatan buat diriku mendapat kesempatan untuk bisa ikut merayakan kebahagiaan adik temanku melepas masa lajangnya.

Semalam sebelum hari “H” aku sibuk membantu temanku, memberikan pendapat baju apa, yang paling pas dipakai untuk pesta pernikahan adiknya keesokan harinya, karena temanku ini, memiliki 3 set baju dengan warna, corak dan model yang berbeda.

Tiap kali setelah baju dikenakan, dia berjalan, berputar, di kamarnya terpasang kaca gede, bak fashion model yang sedang berjalan di catwalk, setelah itu dia jalan keluar kamar meminta pendapat pacarnya. Sampai akhirnya pilihan jatuh pada baju chiffon merah maroon dengan bunga-bunga berwarna senada, berbentuk tube top/strapless.

Indah sekali ringan……..melayang…..bak bidadari turun dari kahyangan.

Tanggal 17 Maret, kami bertiga (aku, kakak calon pengantin dan pacarnya) bangun hampir jam 10 pagi, satu persatu bergantian mandi, kemudian sarapan, dengan sisa masakan yang kubawa tadi malam. Temanku ini sangat menyukai masakan Indonesia, karena masakan Indonesia banyak bumbu seperti masakan Thai, sama-sama pedasnya.

Setelah semua siap, aku diantar ke hotel menunggu dirias bersama calon pengantin wanita dan keluarga pengantin pria.

Setelah mengantar aku, mereka berdua ke department store mencari, dan membeli baju dan celana sedengkul untuk dikenakan pacarnya menghadiri pesta pernikahan. Mau ke pestapun mendadak membeli baju dan celana hahaha.

Cuaca yang sangat cerah, langit yang biru jernih, sejauh mata memandang lautan yang membiru, tidak terbayang bahwa seminggu sebelumnya TSUNAMI menghajar KONA, untung (mas untung tidak pernah ketinggalan) resort hotel di bibir pantai ini selamat.

Aku diperkenalkan dengan family dari pihak pengantin pria, kesan pertama mereka semua ramah tamah, kemudian satu persatu tamu undangan berdatangan ke hotel.

Jam 2:00 siang ibu-ibu asal TAHITI yang akan menghias rambut kami datang bersama asistennya yang masih keponakan sendiri, aku diberi kesempatan pertama untuk dihias dengan bunga di rambutku. Mereka menghias di lantai, sambil menikmati pemandangan laut lepas, dan para peselancar, orang mendayung standing paddle, juga parasailing, indah sekali, sambil dirias mulut tidak berhenti ngobrol, ternyata ibu-ibu ini juga guru menari hula, aku ingin sekali belajar bisa berhula ria, akan tetapi tempat belajarnya agak jauh, moga-moga satu saat keinginanku ini kesampaian, siapa tahu nanti kalau mudik dan kopdar aku akan menampilkan tarian hula didepan teman-teman hahaha……..

Selesai bunga dipasang di rambutku, kemudian aku tunjukkan kebaya dan jarik yang akan aku kenakan di pesta nanti, mereka berdua sambil ndlongop (mulut terbuka) mengatakan: wooooooow! Sooo beautiful…dilanjut where do you from? Jawabku Indonesia…..

Mereka menjawab serentak: Indonesia, I do know your country has so many beautiful and different dresses.

Hatiku mak-nyessssssss! Tapi juga prihatin, kalau orang lain, bangsa lain saja bisa mengatakan demikian, dan mengakuinya, bangsa sendiri kadang tidak menaruh perhatian. HOPO TUMON?????

Kemudian berturut-turut, calon pengantin wanita, kakak calon pengantin wanita, keluarga dari pihak pengantin pria dan teman, dihias bergantian.

Calon pengantin wanita dan kakaknya

Jam 3:00 siang, make-up artist baru datang, yang dirias pertama calon pengantin wanita, kemudian aku, yang lain sudah pandai me-make-up/memoles diri mereka sendiri. Aku menyerah kalau sudah menyangkut urusan make-up, tidak bisa, dan tidak mau tahu pasrah saja pada ahlinya hehehe……asal jangan dibikin kayak ondel-ondel hahahaha

Lebih baik masuk ke dapur ngurusi urusan perut, daripada diminta untuk memoles muka sendiri, gak sabar, gak telaten dan memang gak bisa, akan tetapi moga-moga satu saat timbul keinginan untuk belajar make-up sederhana khusus untuk merias diri sendiri.

Setelah selesai dirias, aku masuk ke bathroom ganti baju kebaya dan sarung batik.

Setelah memantas diri, keluar dan menunggu di ruang tidur duduk di kursi akan tetapi tamu lainnya sempat melihat, komentarnya secara serempak bersamaan terutama tamu-tamu pria : WOW! OMG! Look she is so gorgeous……dan diikuti jeprat-jepret……wakakakak……bak selebrity saja! Cuma satu jawaban keluar dari mulutku dengan penuh kebanggaan penuh percaya diri (moga-moga gak blushing……mmmm GRnya!) thank you….thank you……

Tepat jam 5 sore rombongan kami meninggalkan hotel, beriringan 5 mobil, menuju ke KOKUI NUI beach (moga-moga spelling namanya gak salah), pantai semi private untuk umum karena dikelilingi million dollar homes.

Untuk memasukinya harus lapor ke security, kemudian dikasih kode pagar untuk bisa masuk ke tempat parkir, dan dari tempat parkir harus berjalan kaki lagi kira-kira 5-7 menit. Saat-saat paling menyiksa kakiku, karena pakai sepatu higheels, pakai jarik, sukses dan komplitlah siksaan itu, akan tetapi demi pernikahan adik temanku…..demi saat paling membahagiakan ini, semua tidak aku rasakan.

Sampai jualah kami di bibir pantai, di sana telah menunggu orang yang akan menikahkan adik temanku “PW” dan calon pengantin pria (EH), serta professional photographernya ibu-ibu bule, orangnya kocak sekali.

Baju pengantin wanita berwarna putih sangat sederhana, pengantin pria yang duduk di kursi roda memakai shirt putih, celana sedengkul dengan warna senada, mereka kelihatan sangat bahagia tersenyum tiada hentinya.

Segera saja acara ceremony dimulai, pertama sepasang mempelai dikalungi dengan lei berwarna hijau…..lei plumeria berwarna pink, kemudian disusul dengan peniupan kerang/shell ke 4 penjuru arah, pengucapan doa, pengucapan janji nikah, pemasangan cincin kawin, diikuti dengan menempelkan hidung masing-masing kepasangannya, yang disebut honi-honi, hal ini juga dikenal pada suku MAORI di New Zealand disebut HONGI, diikuti ciuman, setelah dinyatakan sebagai sah sebagai suami istri.

Peniupan shell ke 4 penjuru

Pemberkatan, pemasangan cincin dan bride & groom

Disusul pengantin wanita mengalungkan lei kesetiap tamu undangan, dilanjut berfoto ria sebelum sang raja hari ditelan kegelapan sang dewi malam.

Foto bersama tamu wanita

 

Foto bersama tamu pria

 

Keluarga mempelai

 

Sunset yang sangat indah, moment itu diabadikan oleh semua tamu yang hadir dengan camera mereka masing-masing.

Jam 7 malam, sang dewi malam muncul menggantikan sang raja siang, indah sekali sinarnya menimpa lautan, tapi kami semua segera meninggalkan pantai dan menuju ke restoran ORIGINAL THAI dikota, untuk merayakan pesta.

Meja ditata memutar, meja pengantin di pojok paling depan, diatas meja ditabur rose petals berwarna merah darah…..indah sekali, di tiap meja disediakan gelas tinggi untuk bersulang champagne.

Acara dibuka oleh ibu dari pengantin pria (S), champagne dituangkan ke tiap gelas tinggi, langsing, kemudian kami berdiri, bersulang kearah pengantin dan ke sesama tamu undangan, setelah itu gelas dipukul bunyi ting-ting-ting…….menggema keseluruh ruangan, artinya permintaan agar pasangan pengantin berciuman.

Aku tidak ikut bersulang dengan champagne karena tidak meminum mengandung alcohol, gelas champagne aku isi dengan air putih.

Tak lama kemudian hidangan keluar satu persatu tiada hentinya, dari hidangan pembuka hingga penutup total 8 macam, termasuk wedding cake, sangat sederhana tidak bertingkat 10 seperti pernikahan di Indonesia hahahaha…

Kesan dari semua tamu, semua hidangan enak dan enak, makanan semua ludessssss……berpindah ke perut masing-masing tamu undangan.

Jam 9 malam, acara pemotongan kue pengantin, dibantu dari keluarga pihak pengantin pria, diletakkan di piring-piring kertas dibagikan ke seluruh tamu undangan, pengantin sibuk sendiri menorehkan icing cake ke masing-masing wajah mereka, sambil dulang-dulangan (saling menyuap) kue, diambil fotonya tiada henti.

Pada dasarnya aku tidak suka cake, jadi cuma mengicip secuil dipinggiran saja, tanpa icing yang manisnya luar biasa.

Aku malah sempat bercanda dengan ayah tiri pengantin pria, orangnya kocak, dia dapat bagian cake agak besar, tiap sendok kue masuk ke mulut dia ketawa aku hitung sampai sendokan paling akhir hitungan total ke angka 10 dan ditutup ngakak bersama, sambil menepuk-nepuk perutnya sendiri.

Jam 10:00 malam tiba waktu berpisah, diluar hujan deras, kami terpaksa menunggu sebentar karena tidak bawa payung takut basah kuyup menuju kemobil.

Aku diantar teman pulang ke apartment, baru terasa kelelahan di badan, dengan mata terkantuk-kantuk aku harus mandi dan mencopot semua hiasan di rambut, hampir mendekati tengah malam baru sempat beristirahat.

Selamat dinikmati foto-fotonya, semoga membawa imajinasi teman-teman seakan ikut hadir dipesta pernikahan, ikut bergembira, berbahagia bersama pasangan baru ini.

Tak lupa aku mengucapkan selamat berbahagia buat kedua mempelai “PW” & “EH”, semoga biduk rumah tangga mereka awet sampai kakek nenek, dan hanya kematian saja yang memisahkan mereka berdua, amiiiiiiiin.

Sampai jumpa di cerita selanjutnya.

 

Lani-Kailua Kona, The Big Island of Hawaii

March 17th 2011

 

 

78 Comments to "Mengikat Janji di Hawaii"

  1. Lani  2 December, 2012 at 22:24

    77 AH : waaaaaaah…….aku tdk memperhatikan……..mmg iyo sekelebatan mirip2 si prof Pakem………cm klu sec nyata beda banget seh……..wes rampung le metani artikelku?????? aku japri……..hrs direspond!! mekso.com

  2. ah  2 December, 2012 at 20:35

    mantene sepintas mirip dewi murni

  3. Lani  1 May, 2011 at 12:33

    YULI………laaaaah jelas romantis…….la menikah dipantai di paradise lagi heheh

  4. Yuli  1 May, 2011 at 11:11

    Wah, ayu-2 semua baik penganten maupun tamu-2nya…romantis sekali tampaknya )

  5. Lani  26 April, 2011 at 12:28

    SU……..alleluia…..alleluiaaaaaaa……….amin juga……..moga2 sak-cepete……….halaaaaaaah, njur mekso kkkkkkkk

  6. SU  26 April, 2011 at 12:26

    Amin, amin ……

  7. Lani  26 April, 2011 at 12:20

    SU iya nih udah banyak yg doain……..moga2 doamu manjur ya…….kaga sabar nunggunya neh………wakakakak…….dasar ngomong karo wong gemblunk……….ya ginilah……..hahahah

  8. Lani  26 April, 2011 at 12:19

    DA wakakakak……..mmg sengaja kukasih umpan………dikau datang2 langsung caplok……….plokkkkkkkk……plok……..plok………..hahahah sueneeeeeeeeeng aku DA 100 buatmu karo ngekel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.