Blackberry, ‘Racun’ Masa Kini

Dwi Astini

 

BB alias Blackberry, bukan sesuatu yang asing di masa kini. Dari anak SD hingga usia orang dewasa pastinya memiliki smartphone tersebut. Tak dapat dipungkiri, kini Blackberry menjadi ‘mesin penghubung’ yang paling ngetrend. Blackberry mempunyai keunggulan dari segi software tersendiri, yang terkenal dengan nama Blackberry Messenger (BBM) dan juga push email.

Memang, tidak berbeda jauh dari aplikasi chatting lainnya seperti YM, MSN, Google Talk, dll. Namun BBM ini mampu menyerap symbol-simbol atau huruf yang unik sehingga membuat pengguna merasa senang dan betah menggunakannya. Well, saya tidak perlu basa basi lagi dengan fungsi-fungsi yang ada pada BB. Karena saya yakin semuanya mungkin sudah jauh lebih mengerti kelebihan BB dibandingkan saya sendiri.

Nah, lantas mengapa saya menyebut BB merupakan racun masa kini?

Selama beberapa bulan saya menggunakan BB, ada saat-saat yang menyenangkan ada juga saat-saat saya merasa terganggu. Misal, ada saja masuknya Broadcast  Message (BM) dari teman-teman kita, yang isinya aneh dan tidak logis, seperti “PING dong yang merasa saya cakep!” atau “Saya gay lhoo! Bagi yang gay juga jangan ragu PING ya…” BM tersebut berulang kali dikirimkan kepada kita, setelah itu masuk lagi sebuah BM berisi “Maaf, BB dibajak…”

Dari situ saya menilai, ternyata kelebihan BB menjadi salah satu boomerang pagi penggunanya. Yang saya kasihan adalah pemilik BB tersebut, karena secara tidak langsung Ia menjadi korban dalam kejadian seperti itu. Tapi terkadang, nampaknya sang pemilik pun merasa senang. Barangkali ada yang benar-benar membalas pesan mereka, yang artinya “Iya, kamu ganteng/ cantik”.

Coba bayangkan, jika list pertemanan kita, ada orang tua, saudara, sepupu, sahabat, dan mereka menganggap permasalahan ini bukan hal sepele, bayangkan apa yang akan terjadi. Dan nyatanya masalah seperti ini pernah terjadi pada seorang teman saya. Alhasil BBnya disita oleh kedua orang tua.

Terkadang ada juga BM informasi mengenai bom, terror, kasus kecelakaan, yang terkadang bersifat ambigu dan tidak jelas. Satu sisi pastinya ada rasa tidak percaya, sisi lain kita merasa khawatir dan juga iba. Terlebih, penyebaran berita di BB termasuk sangat cepat, dan jauh lebih efektif dibandingkan berita media ataupun Facebook dan sejenisnya. Satu saja informasi palsu yang tersebar, maka dampaknya ke ribuan bahkan jutaan orang.

Selain penyalahgunaan seperti itu, keberadaan BB pun kini membuat kita lupa akan lingkungan nyata di sekeliling kita. Apabila kita sudah asyik dengan dunia BB, kita menjadi tidak fokus kerja. Ke mana-mana bersama BB. Di saat makan, BB tidak lepas dari tangan. Bahkan di saat tidur pun, BB setia menemani kita. Karena itulah saya menyebut BB, ‘racun’ masa kini, yang mampu mengalihkan kita dari banyak hal.

“Teknologi sering membuat kita mengabaikan orang-orang di sekeliling kita. Walau zaman sudah maju, tapi ingat, manusia lah yang seharusnya mengendalikan teknologi, bukan dikendalikan. Let’s be a smart technology’s user!” -DA

 

 

46 Comments to "Blackberry, ‘Racun’ Masa Kini"

  1. kembangnanas  11 May, 2011 at 15:03

    gk punya BB n gaptek BB… pernah ditanya bos di kantor ttg BBnya, “Wah pak, maaf saya gk punya BB, jd gk ngerti gmn makenya”

  2. Lani  3 May, 2011 at 12:02

    hiduuuuuuup dimaz Edy……yg bukan penyuka BB hehehe

  3. Lani  3 May, 2011 at 12:02

    horeeeeeeee………..satu lagi temanku gak doyan BB

  4. Edy  3 May, 2011 at 11:58

    Artikelnya membuat saya semakin mantap tidak akan memakai BB. Selain adanya pesan2 aneh tadi, saya sering ngobrol dg orang yg punya BB, kebanyakan tidak konsen dg obrolan kita kalau ada pesan masuk. Apalagi saya tiap week end pasca touring di desert akan haha hahiii lewat FB, pesaanya tiap pagi bisa ratusan, bisa bisa nggak kerja sibuk meladeni BB.

  5. Lani  3 May, 2011 at 11:53

    walah dalah iki buto……….jiaaaaaan tukang ngeyel sak ndonya……….

  6. J C  3 May, 2011 at 11:49

    Whatever you want or need, kacian BB’nya cuma dikau pakai sms dan teleponan…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.