Payudara dan Bra

Linda Cheang

 

Pembaca Baltyra,

Artikel ini pernah ditayangkan di media lain sebelumnya. Untuk tampilan sekarang, saya ada lakukan revisi dan tambahan kisah pengalaman, serta gambar yang saya sertakan atas seizin dan sepengetahuan produsen bra ybs.

Saya ingin bercerita hal yang berhubungan dengan sekualitas, ah. Ini bukan vulgar, ya, meski oleh beberapa oknum tertentu, bagian ini sering malah sengaja dibuat vulgar. Saya akan ceritakan bagian tubuh,  payudara, berikut underwear penyangganya. Aset perempuan yang aduhai : indah, seksi, menantang, apalagi?

 

Payudara

Wah, seksualitas? Iya, lah, payudara alias bust, dimiliki baik laki-laki maupun perempuan tapi cuma payudara perempuan yang berkembang sampai membusung. Kanker payudara bukan menimpa perempuan saja tapi laki-laki juga bisa kena kanker payudara. Salah satu korbannya adalah alm. Melky Goeslaw (ayah dari penyanyi Melly Goeslaw), yang kisahnya diceritakan istrinya di satu program bincang-bincang sebuauh televisi swasta. Sok,deh, tanyakan kepada para lelaki, pasti kalian suka juga kalo bagian payudaranya dielus, diusap dengan gentle apalagi kalo lagi di sesi bercinta. Ayo, para lelaki, pada ngaku ajah, dah!

Pada perempuan, payudara jadi salah satu organ seks yang diminati kaum lelaki selain vagina. Bohong ajah kalo para lelaki normal tidak suka melihat payudara perempuan yang tegak membusung, montok bohay berisi, dan bohong juga kalo ada perempuan normal yang tidak ingin punya payudara seksi. Bagi pasangan yang sudah menikah atau pasangan yang melakukan seks, para lelaki pasti suka merangsang payudara perempuan sebagai salah satu bagian permainan foreplay sebelum masuk ke menu utamanya, yaitu intercourse. Mulai dari sekedar menyentuh, mengelus, meremas kemudian memainkan payudaranya pakai lidah sampai  mengisap putingnya. Hayooo para suami, ngaku ajah, deh.

Tapi gara-gara stereotip payudara mesti besar dan montok, banyak korban berjatuhan karena para perempuan umumnya berpikir, payudara yang besar dan montoklah yang menarik, sampai membohongi diri sendiri dan khalayak dengan pasang implant pake silikon. Lihat pegawai bank swasta terkenal,  Si MD alias Melinda Dee, yang payudaranya dipakaikan implant silikon, sampai payudaranya layak disebut sebagai baskom saking besarnya, hehehe.

Kalo sampai silikonnya pecah di dalam payudara, berarti bencana akibatnya. Padahal payudara yang tidak besar bagai pepaya atau semangka,  bisa menarik juga kalau dirawat dengan benar. Saya pernah baca satu artikel bahwa payudara ideal itu memilik berat minimal kira-kira 250 gram, tapi bagaimana cara menimbang payudara? Tidak mungkin payudaranya dicopot dulu dari tubuh, kan? Artikel itu bisa menyesatkan. Kasihan para perempuan yang kebetulan payudaranya tidak besar, apakah mereka mesti jadi minder karenanya?

Sekarang, mari kita khusus bahas payudara perempuan. Payudara perempuan itu amat menarik karena air susu bisa diproduksi dari payudara. Susunya dikemas dengan kemasan yang amat menarik dan susu alami ini selama masih di dalam kemasannya, dijamin tidak akan basi. Malah kalau produksinya sampai over, susu ini bisa disimpan di kulkas sebelum diminumkan pada bayi. Apalagi di Jakarta sekarang sudah ada jasa kurir ASI, jadi para ibu menyusui tidak usah kuatir susu produksinya harus terbuang percuma. Belum lagi sekarang ASI sudah bisa didonorkan ke bayi yang sangat membutuhkannya, jika produksi susu ibu si bayi hanya sedikit. ASI memang hebat!

Ukuran payudara tidak identik dengan kemampuan menghasilkan ASI banyak. Bisa saja seorang perempuan yang memiliki payudara besar nan montok, tidak mampu menyusui karena ASI tidak keluar karena kurang dirangsang ataupun jika keluar, hanya berlangsung beberapa bulan. Tetapi bukan perkara mustahil seorang perempuan yang payudaranya kecil justru bisa menghasilkan ASI  yang banyak sampai bancar, alias keluar dengan banyak dan nyaris tiada henti.

Payudara tersusun dari jaringan lemak, kelenjar susu. Lihat gambar anatomi payudara terlampir, semoga tidak disensor oleh Redaksi. Di luar kulit, bagian payudara ada puting susu yang bisa mengeluarkan susu kalau dirangsang.

Saat seorang ibu melahirkan bayi, perlu dirangsang dengan cara si bayi belajar mengisapnya. Apalagi sekarang oleh pemerintah, disosialisasikan program IMD alias Inisiasi Menyusui Dini, yaitu  bayi yang baru lahir, cukup dibersihkan seperlunya dan bayi segera diletakkan di dada ibu, kemudian si bayi akan merangkak mencari sendiri puting susu ibunya. Setelah ketemu langsung cup, cup, cup, slurrrpppp… si bayi mengisap puting payudara ibunya..

Jaringan lemak inilah yang bertanggung jawab akan besar kecilnya ukuran payudara. Jika jaringan lemaknya banyak, padat dan membentuk, maka payudara akan terlihat indah. Tetapi tidak semua perempuan tahu bahwa di dalam tubuhnya jaringan lemak payudara bisa tersebar sampai punggung jika pemakaian penyangga payudara tidak tepat.

Jadi, semestinya jika jaringan lemak terkumpul dengan benar, maka payudara yang tadinya kecil akan terlihat besar dan penuh, namun karena perawatan yang tidak tepat pada payudara, menyebabkan payudara seperti datar, atau kalau yang besar malah seperti buah pepaya melorot. Payudara melorot karena jaringan kulit tidak mampu menyangga jaringan lemak dengan benar disebabkan misalnya, si pemilik payudara malas pakai bra. Payudara  memang akan terlihat jadi besar tetapi tidak indah.

Payudara yang indah tidak mesti harus berukuran besar, namun berupa payudara yang terawat dengan baik supaya jaringan lemaknya terkumpul. Satu payudara berisi jaringan-jaringan lemak yang terkumpul di satu tempat, di belakang puting. Guna mengumpulkan jaringan lemak, diperlukan pijat khusus payudara yang bisa dilakukan sendiri dan  penyangga payudara yang tepat dan pas ukurannya. Saat memakai penyangga payudara juga harus dilakukan dengan benar, tidak asal pasang saja. Apalagi sampai diputar-putar dulu. Ada gerakan khusus yang semestinya diketahui oleh para perempuan sebelum mengenakan penyangga payudara.

Jangan lupa, ukuran besar kecilnya payudara juga kadang ditentukan oleh naik turunnya berat badan dan faktor genetik. Ibu yang memiliki payudara kecil memang lebih mungkin melahirkan anak perempuan dengan payudara kecil pula, tetapi bisa saja genetik payudara besar diturunkan dari nenek, seperti saya, mendapat genetik payudara besar dari almarhumah Oma. Namun perlu saya beri peringatan kepada semua pembaca khuhusnya kepada para perempuan, bahwa payudara besar bukannya tanpa masalah.

Ingat artis Dolly Parton? Non Parton dengan sadar melakukan implant silikon agar payudaranya jadi tampak besar jika melihat tinggi tubuhnya yang sekitaran 153 cm. Tetapi akibatnya Non Parton selama sekian dekade mesti menahan nyeri punggung dan kabarnya atas sakit punggungnya tsb, Non Parton jadi ketergantungan kepada pain killer. Saya pun sempat merasakan beberapa kali nyeri punggung sebelum menemukan bra yang cocok menyangga payudara saya dengan  benar.

 

Bra komersial vs customized bra

Para perempuan Baltyra, saya ingin tahu, bra dari merek apa yang Anda pakai? Triumph? Wacoal? Pierre Cardin atau bahkan Victoria Secret? Atau seperti yang gambarnya ada di artikel Mainz Oom Dj? Bentuk bra seperti apa yang paling Anda sering pakai? Yang bertali? Yang memakai kawat? Yang bustier? Berapa ukuran underbustnya (lingkar dada di bawah payudara)? 28 atau 44? Apa ukuran cupnya (kap atau mangkuk). A saja atau bahkan DD? Ada juga yang sampai G, khususnya perempuan yang keturunan Kaukasian. Di Eropa sana, kabarnya para perempuannya memiliki payudara yang ekstra besar, ukuran underbust-nya ada yang sampai 44 dan kapnya sampai H. Wow!

Bra alias BH (buste houlder) atau kadang ditulis menjadi beha, dibuat untuk para perempuan sebagai penyangga payudara. Bra baik omersial maupun yang customized, dibuat dengan dibagi ke beberapa ukuran. Ukuran dihitung dari ukuran underbust, dan ukuran kepadatan payudara. Ukuran underbust selalu dalam satuan inci, jadi misal Anda pengguna bra ukuran 28A, itu artinya lingkar dada di bawah payudara Anda adalah 28 inci dan A adalah ukuran kap bra yang pas  menyangga payudara Anda. Pas di sini artinya benar-benar pas memegang payudara, bukan kebesaran karena pakai busa atau sengaja pilih cup yang kecil supaya payudara terlihat naik dan besar. Akibatnya payudara malah jadinya seperti terjepit. Untuk perempuan yang masih dalam masa pertumbuhan, karena payudaranya masih belum membesar, adakalanya diajari beradaptasi dengan menggunakan mini set, penyangga payudara yang terbuat dari kain mirip bikini.

Perkara adaptasi ini sempat membuat saya mengalami gegar budaya. Sebelumnya saya terbiasa menggunakan singlet supaya tidak masuk angin tetapi ketika payudara saya mulai tumbuh, ibu dan kakak membelikan saya beberapa pasang mini set untuk saya pakai. Pertama kali pakai, rasanya aneh. Bagian perut saya kedinginan karena sudah tidak ada singlet lagi. Tapi pakai bra juga saya masih merasa kurang nyaman karena, ya, aneh saja rasanya.

Seiring pertambahan usia, payudara saya juga bertumbuh sampai akhirnya mini set tidak bisa lagi menyangga payudara saya. Mesti ganti ke bra. Bra pertama saya adalah lungsuran dari ibu saya dan bra tsb adalah bra komersial, bra yang dibeli dari konter khusus bra di salah satu pusat belanja. Saya ingat ukuran bra komersial yang saya pakai pertama kali adalah 32A. Saat memakainya tetap saja merasa aneh karena ukuran bra tersebut masih belum benar-benar pas menyangga payudara saya.

Makin tahun, payudara bertumbuh makin besar, bra yang ukuran sama sudah tidak bisa muat lagi. Masalahnya, bra komersial yang umum dijual di pasaran, menyediakan ukuran yang umum hanya sampai cup C atau D. Sementara yang saya perlukan, bra dengan ukuran underbust tetap 32 tapi kapnya harus lebih dari D. Akhirnya sering saya mesti beli bra yang ukuran underbust-nya sampai 36, tapi sisi-sisinya saya jahit lagi supaya kalau saya pakai, ukuran underbust-nya jadi 32.

Bra-nya pula kadang mesti yang pakai kawat supaya payudara saya tidak gampang melorot. Terakhir kali saya terpaksa pakai bra komersial ukuran 36C sebelum akhirnya menemukan customized bra. Bra yang dibuat sesuai ukuran payudara sebenarnya si pemakai. Menentukan ukuran yang pas sebelum gunakan customized bra ini, calon pemakai mesti diukur dulu dengan tepat beberapa titik di daerah dada. Mulai dari mengukur lingkar dada (underbust), lingkar dada dengan payudara, sampai jarak dari tulang tengah leher ke masing-masing puncak payudara di puting susu. Jangan kuatir Mbak, Jeng,  Teteh, Ibu,  Uni, Mamak, pengukurnya pasti harus perempuan juga.

Membanggakan bahwa customized bra ini buatan anak bangsa sendiri. Pembuatnya, seorang ibu Warga Negara Indonesia dan hasil inovasinya ini sudah ada di beberapa kota besar di Indonesia. Merek bra ini modifikasi dari kata Basa Sunda/Boso Jowo, “eling” yang artinya ingat. Untuk lebih jelasnya hal customized bra ini, bisa dilihat nanti di link website resminya yang saya lampirkan di akhir tulisan.

Bentuk customized bra ini seperti bra untuk ibu menyusui, bagian kapnya bisa dibuka-tutup. Bra ini dibuat dari kain brokat berkualitas baik dan ada satu jenis kain lagi yang dipasang di bagian bawah bra, sebagai pengganti kawat. Kelebihan dari customize bra ini adalah penjual atau agen penjual di daerah akan  mengajari para pemakainya melakukan gerakan SADARI, perikSA payuDAra sendiRI setiap kali mengenakan bra. Sementara ketika saya masih rajin beli bra komersial, hanya dari satu merek pembuat bra saja yang pramuniaganya mau mengajari cara menggunakan bra dengan benar. Customized bra ini dibuat untuk mendukung kampanye pencegahan kanker payudara dan dengan gunakan bra ini, perempuan sudah otomatis memeriksa payudaranya sendiri jika mau gunakan bra ini dengan nyaman.

Ketika saya mengikuti gerakan SADARI ini setiap  memasang bra, selama beberapa bulan sesudahnya saya dapati bahwa jaringan lemak payudara saya yang tersebar sampai ke bawah ketiak ke arah punggung, perlahan mulai terkumpul rapi di belakang puting. Hasilnya, bentuk payudara saya jadi membulat indah, kencang, tidak melorot dan tidak melebar lagi. Puting payudara saya yang sebelumnya hobi  “mencelat” ke dalam, sekarang sudah bagus. Sayapun terbebas dari nyeri punggung karena otot-otot punggung keberatan menyangga payudara. Oh, leganya…

Saya bahkan mendapatkan layanan tambahan dari produsen bra berupa layanan bebas biaya pelayanan untuk reparasi kain penyangga bra yang terlalu lebar, sehingga sering kali kain penyangga terlipat ketika saya gunakan. Layanan ini diberikan selama tidak mengganti ukuran kap bra. Saya hanya perlu kirimkan bra yang akan diperbaiki dengan jasa kurir dan setelah selesai diperbaiki, bra akan dikirim balik. Hal yang membuat saya salut akan kualitas layanan dari pembuat bra langganan saya ini, seorang wakilnya dalam satu tugas dinas ke Bandung, bahkan menyempatkan diri untuk datang ke rumah saya menyampaikan langsung sepasang bra yang sudah direparasi tsb berikut bustiernya, meski ketika tiba di rumah saya, hari sudah mulai gelap. Kedatangannya juga sekalian mengambil sepasang bra lagi plus satu bra lainnya yang perlu direparasi.

Saya rekomendasikan kepada para gadis, para ibu dan para calon ibu, bahwa customized bra ini cocok dipakai terutama ibu-ibu yang sedang menyusui atau yang merasa payudaranya sudah melorot. Sekarang sudah ada salah satu solusinya, tanpa operasi, tanpa obat-obatan dan sudah pasti tidak perlu silikon! Malah para perempuan benar-benar diingatkan untuk menggunakan bra dengan cara yang benar dan terus waspada akan kanker payudara. Bagi yang merasa payudaranya kekecilan, coba periksa, apakah jaringan lemak payudara Anda sudah tersebar sampai punggung? Anda yang payudaranya kebesaran juga mulai periksa, apakah payudaranya sudah sampai melorot? Bentuk payudara Anda tidak bagus? Anda semua masih bisa ditolong dengan pemilihan bra yang tepat.

Pembaca sekalian, silakan konsultasikan kepada dokter Anda, benarkah perawatan payudara yang benar dan pemilihan bra yang tepat, dapat  membuat payudara selain sehat juga indah? Silakan saja Anda para perempuan yang mungkin sudah fanatik dengan merek bra tertentu karena alasan cocok atau alasan gengsi sekalipun, tetapi kalau bra-nya tidak dapat menyangga payudara dengan benar, maka bra bermerek juga tidak ada gunanya. Nah, customized bra made in Indonesia ini sudah menolong banyak perempuan dengan tujuan utamanya meningkatkan kesadaran pencegahan kanker payudara. Diharapkan akan semakin banyak perempuan, khususnya Perempuan Indonesia yang payudaranya makin sehat dengan tambahan pengetahuan soal payudara ini dan terhindar dari kanker payudara.

Ayo, Mbak, Jeng, Teteh, Cici, Neng, Uni, Ibu-ibu, mari kita rawat aset kita yang indah ini. Apapun cara Anda merawat dan memilih penyangganya, yang penting mesti pas dan nyaman menyangga aset kita. Untuk permainan bercinta, foreplay akan lebih seru kalau pihak perempuannya pakai customized bra. Waks! oops…, sok tahu mode : ON, hehehehehe….

 

Salam,
Linda Cheang

 

Customized bra-nya silakan lihat di sini : www.ellingbra.com

Gambar- gambar anatomi payudara, classic bra, long bra, bustier dan longtorso di artikel ini, semua atas seizin dan sepengetahuan Elling Bra.

 

 

About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel Website

163 Comments to "Payudara dan Bra"

  1. Lani  8 May, 2011 at 12:24

    CHIKO Ohio???? walah dalah adem-e rek…….brrrrrr………hehehe…….wah, aku gak pernah ke MACY’S kecuali klu pas ada sale dgn gift cosmetic CLINIQUE…….selain itu aku gak pernah kesana krn serba mahal…….tp pernah jg sih borong krn saking murahnya……..barang seharga total $ 300 cm aku bayar dgn $ 65.00 hehehe…….mataku jd ijo……..hahaha……aku penggila VS………pokok-e lingerienya bikin mataku super duper ijoooooooo……….wakakaka…..serba sexy! tp jg style dan colornya amboiiiiiiiiiii………….

  2. Chiko  8 May, 2011 at 10:03

    Lani: aku di Ohio…pernah liat Wacoal ada dijual di Macy’s. Mungkin ngga semua Macy’s ada kali yaa…aku jarang liat bra kalo ke Macy’s..soalnya uda pasti kalo beli bra dan panties ya masuknya ke VS

  3. Linda Cheang  4 May, 2011 at 09:22

    Esti : no telepon Elling Bra ada di websitenya

    Mbak Saw, silakan dihubungi, atau nantu aku suggest via fesbuk ajah, ya

    Hennie : selamat berselancar, menimkati keindahan kutang batik, hehehe

    Pampam : memang, sih, kutang itu nantinya akan dilepas juga terus BLASS. Tap jangan salah. Kutang batik itu sebelum dilepas, bisa bikin payudara jadi montok, berisi, mancung, menantang, utamanya : enak digenggam. Apa iya, ada suami yang mau isi kutang istrinyanya mlorot rata kayak papan pengilesan sampe enggak enak diuyel-uyel? hahahaha..entah, ya, kalo memang ada……

    Kornelya : boleh juga, tuh, ide menyalin ukuran kapnya ke kertas, hahaha…

    Chiko : mungkin di tempat Anda tinggal sekarang, para perempuannya memang perlu bra seperti Elling ini. Tidak usah kuatir terlambat membaca, karena di Baltyra sini, artikel ada dokumentasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.