Shanghai, Paris of The East

Hennie Triana – Jerman

 

Kejutan yang menyenangkan dan tak pernah terpikirkan sebelumnya, menikmati pesona kota Shanghai. Penerbangan dari bandara Stuttgart  ke Shanghai melewati Istanbul ditempuh sekitar 14 jam. Pelayanan dari maskapai penerbangan Turki tersebut cukup memuaskan. Ini pertama kalinya aku melihat petugas yang melayani di pesawat lebih banyak kaum lelaki daripada wanitanya. Perjalanan yang lancar dan tepat waktu hingga mendarat di Pudong International airport dan melewati imigrasi dengan pelayanan yang baik. Antrian cukup panjang, tetapi loket yang tersedia banyak dan dibuka semua.


Kota modern yang juga salah satu dari kota bisnis kelas dunia ini adalah surga belanja bagi para peminatnya, termasuk aku sendiri. Tetapi berhubung jalan-jalannya bersama Chiara, maka dengan rela hati wisata belanja jadi prioritas kesekian. Shanghai dengan penduduk sekitar 19an juta jiwa ini terdiri dari warga Cina sendiri dan juga warga dunia dari berbagai bangsa.

Tetapi jangan terlalu berharap bahwa orang Shanghai akan melayani dengan berbahasa Inggris, baik di rumah makan, pusat perbelanjaan apalagi supir taxi.  Jika bepergian menggunakan taxi lebih baik membawa catatan alamat tujuan yang juga bertuliskan aksara Cina. Atau lebih baik menggunakan Metro yang sangat nyaman.

Lalu lintasnya walaupun kelihatan teratur tetapi lumayan cukup “mengejutkan”. Banyak pengendara sepeda motor ketika berkendara tidak menggunakan lampu walaupun malam hari, suara klakson di mana-mana. Tetapi sebenarnya para pengguna jalan baik pengendara mobil, sepeda motor ataupun pejalan kaki kadang sama-sama tak mematuhi peraturan. Walaupun hal tersebut bisa disebut semrawut, tapi kadarnya masih sangat rendah jika dibandingkan dengan keadaan lalu lintas di kota-kota besar di Indonesia.

Yang paling membuat tidak nyaman adalah kebiasaan meludah, berdahak dan bersendawa  di mana-mana, juga kencing sembarangan (kalau yang terakhir ini banyak juga di Indonesia ya hehehe…). Tapi selebihnya bisa diakui bahwa Cina memang hebat. Jalanan relatif bersih, pejalan kaki bisa dengan nyaman menggunakan trotoar jalan, fasilitas umum yang tersedia juga bagus, sepertinya tak ada telfon umum yang rusak. Juga banyak tersedia taman kota yang nyaman dan bersih.

Foto-foto berikut mungkin bisa menjadi gambaran kecil dari kota Shanghai.

Terima kasih untuk redaksi dan sahabat Baltyra yang telah membaca.

 

 

46 Comments to "Shanghai, Paris of The East"

  1. HennieTriana Oberst  4 May, 2011 at 21:37

    Imeii…semoga ya jalan2nya segera terwujud. Ada yang ngundang pula tuh tambah oke. Asyik banget diajakin jalan2 dan ditraktir pula heheheh… Kalo ada yang nantangin naik Great Wall…wah akulah orang pertama yang nyerah…ampunn!!!!

  2. Imeii  3 May, 2011 at 23:38

    Hennie.. mau banget.. yang di Beijing juga udah ngundang sejak lama… nantangin naik Great Wall.. haha.. my fingers crossed deh..

  3. Hennie Triana Oberst  3 May, 2011 at 23:30

    Pams, hehehe… nggak salah kok, sesuai hasil pandangan mata dan jepretan kamera.
    Memang Metronya ada juga yang sudah agak lama gerbongnya, tapi bersihnya yah memang bersih kok. Kalau di London aku nggak tau…belum pernah ke London

    Bandung memang masih Paris van Java kok, mereka belum melebarkan sayapnya… Makanya ikutan dong bantuin promosiin.

    Tau aja deh…. kita terpaksa beli stroller di sana. Soalnya di Jerman paling jarang bawa stroller setelah Chiara 3 thn. Makanya gak kepikiran bawa dari rumah… Jeli juga dirimu Pams.
    Terima kasih ya…

  4. Hennie Triana Oberst  3 May, 2011 at 23:24

    Silvia, terima kasih sudah mampir. Masih kosong memang tempat untuk bisnis es Shanghai ini hehehe… Ayo jadi pelopor ya

  5. Hennie Triana Oberst  3 May, 2011 at 23:22

    Elnino, terima kasih ya.
    Memang yang dicari ortu dengan anak kecil terutama pasti trotoar dan sarana transport yang nyaman dan ramah. Memang nggak selamanya Metro lega seperti itu, tapi tetap aja nyaman dan gampang kalau mau menggunakannya. Cara beli tiket lewat automat juga gampang banget, karena menggunakan bhs. Inggris dan nggak njlimet caranya.
    Seandainya kota-kota besar di Indonesia dibuat seperti itu, aku yakin makin banyak pelancong yang datang.

  6. Hennie Triana Oberst  3 May, 2011 at 23:13

    Imeii… iya keren banget di sana. Hayo sekarang Shanghai masuk di daftar tempat tujuan liburan berikut ya
    Terima kasih sudah mampir.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *