Jurus Penjinak Istri

Yuni Astuti – Banten

 

“Aku gak takut sama Densus 88, gak takut sama teroris Amerika, gak takut sama thagut-thagut yang berkeliaran di negeri ini. Tapi aku takut sama istri-istriku yang selalu mengawasiku fesbukan.”

“Apa maksudnya ini?” Tanya Salima istriku saat membaca status terbaruku.

“Gak ada maksud kok Sayang….”

“Memangnya aku gak ada kerjaan selain ngawasin Mas FB-an?”

“Ahhhh itu kan hanya status biasaaaaa”

“Kesannya aku kok kayak intelijen gini Mas?” kini matanya melotot dengan sesungging senyuman sinis di bibirnya.

Aku nyengir.

***

Lain Salima, lain Iklima. Ia selalu tersenyum tanpa menunjukkan marahnya meski sebenarnya hatinya terbakar. Ia hanya duduk manis di sampingku setiap aku memegang HP atau computer untuk internetan. Dia akan setia menjadi “malaikat” pendampingku ke mana pun aku berselancar di dunia maya, sambil bertanya:

“Itu Ukhti Mujahidah, siapa Mas?”

“Itu Tuti Sumarti komen di status Mas. Coba Iklima lihat?”

Duh! Menghadapi manis sikapnya itu sungguh aku tak mampu menghindar. Punya dua istri ternyata tak seindah yang kubayangkan. Rasanya semua gerak-gerikku selalu diawasi oleh mereka. Salima yang suka to the point dan jujur dalam mengekspresikan perasaannya, sedangkan Iklima begitu anggun menutupi marah dan cemburunya tapi ditunjukkan dengan senyuman dan sikap polosnya.

Aku pun jadi terpikir bagaimana caranya “menjinakkan” mereka agar jangan selalu curiga padaku. Padahal aku sudah sering mengatakan bahwa aku mencintai mereka apa adanya. Tak pernah sedikitpun ada niat untuk menikah lagi. Kapok. Dua saja repot apalagi tiga dan empat?

Sementara sahabatku Fikri, dia sukses beristri dua. Kehidupannya tampak bahagia. Bahkan mereka bertiga tinggal serumah. Setiap pagi ia suka menggodaku, “Jay, tadi pagi siapa yang mengantarmu di pintu rumah? Kalau aku, dua bidadari cantik selalu setia mencium tanganku sebelum aku berangkat.”

“Kok istri-istrimu akur banget sih? Apa rahasianya? Ada jimatnya ya?”

“Ada. Tapi bukan jimat.” Ucapnya dengan senyuman penuh tanda Tanya.

Aku penasaran. “Bagi-bagi dong….”

“Traktir bakso dulu dong. No free lunch!”

“Alaaaa kapitalis juga kamu!”

Dia terbahak. “Sini kuberitahu….”

***

Aku pulang, dengan semangat menggebu untuk mempraktikkan jurus penjinak istri. Aku bangun di sepertiga malam, meninggalkan istriku tidur sendirian. Kudirikan qiyamullail dan tak lupa membaca al-Qur’an lirih dan perlahan. Hal ini kulakukan setiap malam di setiap giliran istri-istriku. Sehingga setelah berjalan hampir dua bulan, mereka mulai berubah.

“Mas sekarang rajin shalat malam ya?” Tanya Salima. Aku hanya tersenyum. “Mas juga sekarang jarang fesbukan…?” lagi-lagi aku tersenyum. “Terus…Mas juga gak pernah SMS-an dengan Iklima di depanku….?” Ia tersenyum.

“Tapi…aku kangen Mas…” ia tersipu.

Aku tertawa dalam hati. Aku menang!

Note: Yuni telah menerbitkan novel terbaru

HATI BIDADARI

Pernah dimuat secara bersambung di Majalah KARTIKA, tahun 2005

Tebal 112 Halaman

Kertas HVS 70gr

Ukuran 14 x 21 cm

Harga 40.000

Bagaimana rasanya dicintai oleh lelaki yang telah beristri dan memiliki dua orang anak?

Fairy menganggap Suryo sebagai bapaknya sendiri, tetapi Suryo menganggapnya sebagai wanita dewasa yang layak untuk dicintai.

Hati tak dapat dibohongi. Pesona Suryo membius Fairy, hingga melemparnya ke dalam jurang cinta yang dalam.

Fairy dan Suryo saling jatuh cinta.

Sanggupkah Fairy berbahagia di atas penderitaan istri dan anak-anak Suryo?

Ternyata, menjadi wanita kedua pun tidak mudah….

 

Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung, Yuni. Make yourself at home dan ditunggu artikelnya yang lain.

 

 

33 Comments to "Jurus Penjinak Istri"

  1. Yuni  19 May, 2011 at 15:07

    mungkin memang cemburu, jika suami kita poligami..
    itu juga pilihan hidup…
    namun, janganlah memperdebatkan suatu yang halal hanya berdasarkan hawa nafsu…
    setiap yang Allah swt syariatkan, itu ada hikmahnya.,…
    ^.^

  2. SU  6 May, 2011 at 10:20

    Asyiiiik bbrp tebakan ku ttg idaman Lani ada yg benar

  3. Lani  4 May, 2011 at 22:46

    DA mana TAHU SUSURnya??????? nek perlu sak-wakul aku trima kabeh wis……..dasar serakah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.