Anita Cemerlang Edisi 304

Ana Mustamin

 

SEMALAM bongkar-bongkar majalah lama. Ketemu Anita edisi 304 ini. Lalu ingat Mas Cahya Sadar yang memulai memosting Anita jadul (kok gak ada kelanjutannya, mas?). Ini mungkin satu-satunya Anita yang saya punya. Karena kebetulan aja cerita utamanya memuat cerpen saya. Anita yang lain, saya gak tahu nasibnya….

Sekadar berbagi, siapa tahu ada yang mau bernostalgia juga dengan edisi ini:

Ini FIKSI-nya:

– Ketsia (Yatti Harjiyo)

– Rahasia Hati Utari (Ryana Mustamin)

– Lala (Giyarno Emha)

– Sang Penawar Cinta – Bag III (Pipiet A. Zaparra)

– Monarisa (Rina G. Sanusi)

– Ketika Ranting Patah (Kie Hwee)

– Mami Unjuk Rasa (Cahya Sadar)

– Senyum Potretmu, Rio! (Mimin Suryati)

– Awal Musim Bunga (Rudi Setyawan)

– Nyanyian Dua Benua – Bag IV (Nanny S)

– Bahwa Aku Sayang Kamu (Mala Yk)

– Hati yang Sunyi (Nevi Maizar Maasin)

– Andai Mawar itu Tak Berduri (Witri Kartindari)

 

Penyumbang ILLUSTRASI

– Deddy S

– August

– Dein

– Rien Bachtiar

– David

– Paul

– Ken Bangun

 

* Cerpenku (Rahasia Hati Utari), illustrasinya dibuat Mas August (keren deh!)

Oya, satu lagi, cerpen “Rahasia Hati Utari” ditafsir kembali menjadi PUISI oleh Mas Kurnia Effendi. Ini puisinya:

 

 

RAHASIA HATI UTARI

(dari cerpen Ryana Mustamin)

Aku seperti pernah membaca kisah itu
Jauh beratus hari lalu, entah di mana
Engkau dengan rahasia yang terkunci
meletakkan selembar silet tipis pada batinku
Namun aku harus menjadi lautan, yang
rela menerima seluruh jumlah garam
pada celah-celah lukaku. Dan menyimpannya

menjadi warna biru

Kita adalah sebuah jiwa yang dibelah
Engkau diletakkan dalam almari kaca, karena
pandai memikat mata rabun mereka
Dan aku terlempar ke tengah jalan, yang
berisi dengan pertarungan watak manusia sesungguhnya
Hanya gelap malam sanggup memahamiku

Kini tak kudengar lagi suaramu yang memercikkan
pertengkaran. Kita telah berpisah oleh garis Waktu
Kini, di kamarmu, airmataku membasahi kejujuranmu

***

 

 

13 Comments to "Anita Cemerlang Edisi 304"

  1. Ningrum  13 March, 2017 at 07:04

    Dulu saya langganan anita cemerlang. Biasanya yang saya baca yang ilustrasinya menarik seperti ilustrasi mas August dan Arief Jag, kalau ilustrasinya Rien Bachtiar atau yang lain saya bacanya belakangan
    Padahal ceritanya bagus semua.

  2. asnawati  1 December, 2013 at 21:48

    selalu menyenangkan membaca anita cemerlang, walaupun jadul. saya masih memiliki beberapa dan masih sering dibaca. pada masanya anita itu lebih dan paling keren karena sampulnya dilukis. buat yang suka baca juga, mari berbagi. semasa smp saya pernah mengkliping cerpen anita buat dikumpulkan untuk tugas sekolah, dan dapat nilai 8.

  3. J C  6 May, 2011 at 09:33

    Mbak Ana, walaupun saya tidak hobby dengan Anita Cemerlang, tapi duluuuuuu kalau kakak perempuan saya minjem, saya kadang ikut baca…cukup menarik juga memang…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.