Kami Cuma Berteman

Nyai EQ – Everywhere

 

Kami berlari-lari kecil menembus gerimis rintik-rintik menuju ruang tamu rumah yang nyaman.

Lega rasanya ketika sudah meletakkan pantat di sofa coklat yang nyaman. Rambut sedikit basah, tapi tak apa. Baju dan sepatu juga sedikit basah. Sesiang tadi panasnya minta ampun. Dan tiba-tiba saja hujan turun dengan lebat, memaksa kami untuk tinggal lebih lama di warung makan, menunggu hujan reda. Jas hujan kelelawar hanya ada satu.

Aku menghela nafas dan mengelus perutku yang buncit. Sungguh! Aku tak suka melihat perutku, menurutku itu membuatku tidak cantik, atau setidaknya mengurangi keseksianku, karena kadang-kadang aku suka mengenakan kaos ketat. Ugh !

“Ridwaaaaan……..!!!”, suara khas teriakan ibu Ridwan terdengar dari ruang sebelah. Rumah ini sebenarnya kecil, entah kenapa ibunya suka sekali berteriak seolah-olah rumahnya gedung berkamar 12.

Ridwan yang belum lagi sempat menyalakan rokoknya, beranjak malas dari sampingku.

Sejenak kemudian terdengar suara-suara bernada tinggi yang agak di tahan. Ridwan dan ibunya berbantahan. Entah kenapa. Entah ada apa.

Tak lama. Ketika Ridwan dan ibunya keluar. Dua-duanya memasang muka masam dan aneh. Aku juga jadi aneh kurasa, karena heran.

“Tuh….ibu tanya sendiri sama Indie, kalo gak percaya sama Iwan”, Dia menyebut dirinya Iwan, nama panggilan kesayangan. Mukanya masam.

“ Nak Indie…maaf, ibu mau tanya……..”, Suara ibu terdengar ragu dan menggantung…

“Iya bu….ada apa ?”, Aku bingung

“Gini…bener, nak Indie tidak hamil ? maksud saya….anu….tidak hamil…sama Iwan ?”

Aku bengong sebengong-bengongnya. Hamil ?? Sama Iwan? Ridwan ?

Ya ampun !! Ini pasti gara-gara perut buncitku. Gara-gara makan terlalu banyak siang tadi.

“Ibu…ya ampun bu…Indie tidak hamil bu. Perut Indie memang buncit dan jelek. Tapi ini isi makanan, bukan bayi”,  Terpaksa sambil senyum kecut.

“Huh! Sudah kubilang. Dia tadi makan terlalu banyak !”, Ridwan aka Iwan menngerutu.

“Jadi benar nak Indie tidak hamil ? Tidak sama Iwan? Oh Puji Tuhan……kalau memang sudah mau, ya tunggu dilamar dulu ya”, lalu sambil memandang Ridwan, “ Mbok bilang sama bapakmu to Wan”

Hahahhahaa……Ridwan blingsatan sejadi-jadinya. Aku berusaha menolongnya.

“Ibu, gak usah repot-repot bu. Saya tidak akan menikah dengan Ridwan kok. Kami hanya berteman sangat baik”

“Lho kenapa ? Saya kira kalian berdua itu sudah pacaran dari dulu…..”

“Tidak ibu…..kami cuma berteman. Saya lesbian bu……”

Sekarang gantian ibu yang bengong sebengong-bengongnya.

 

Jogjakarta, 2011-05-05      10:59 pm

Dedicated for u, women!

 

 

28 Comments to "Kami Cuma Berteman"

  1. Djoko Paisan  7 May, 2011 at 03:10

    Okay EQ…
    Selamat bobo, mimpi yang indah ya….
    Selamat berakhir pekan ya, salam juga untuk adiknya yang setia antar helm ke hotel…….
    hahahahahahaha….!!!

  2. Djoko Paisan  7 May, 2011 at 03:08

    Onder de Boom USA. Says:
    May 7th, 2011 at 02:47

    Danke schon Mas Djoko,sayang saya terlambat lihatnya foto ybs,sering kelelep di Baltyra.Salam dari Florida,sudah mau pulang ngarit deehhh ,…..sampai Senen minggu depan

    Koh ODB….
    Mereka berdua sangat sagat mungil, jadi bisa didekep dua-duanya….
    Apalagi Lembayung, mungil sekali, tapi dua-duanya sangat baik hati, mau antar kami kemana-mana.
    bahkan dari Solo, Lembayung extra datang ke Joga mana bawa serabi Notosuman yang sangat uenak.

  3. EQ  7 May, 2011 at 03:05

    duuh..lupa siapa namanya……..iya, iya ingat rumah makan BUmbu Desa…waaaah….
    Iya Om…waktu itu EQ lagi di Ostrali…..lha sekarang rutenya Jogja-Ostrali…….bentar lagi permanently ( mohon doa-nya )……semoga bisa ketemu lagi kapan-kapan……..

    Saya pamit tidur dulu ya om….dah jam 3 pagi nih…….Zzzzalam manizzzzzzz…………..
    eh, salam manis….salam buat tante Suzi juga…….buat sekeluarga di Mainzzzzz………

  4. Djoko Paisan  7 May, 2011 at 03:00

    EQ….
    Lha kemarin kami ke Jogja, kamu tidak ada ditempat.
    Kami makan di Bumbu Desa lagi ( di Jln. Kartini ), bersama mas Eddy, seperti dulu, ingat kan….
    Masih ingat, siapa nama yang punya Cafe yang datang di pertemuan kita di Bumbu Desa dulu…???
    Yang pernah sekolah ( lulusan ) dari Boston..

  5. Djoko Paisan  7 May, 2011 at 02:57

    EQ….
    Terimakasih sama-sama, tadinya mau Dj. pasang yangmana kalian berdua Dj. pangku.
    Tapi takut ada yang marah….
    Satu kenangan yang indah bersama Kalian, saat di Jogja.
    Juga yang Lembayung bawa dari Solo ( Serabi Notosuman ), sampai sekarang tidak terlupakan.
    Salam manis juga dari kami sekeluarga di Mainz…

  6. EQ  7 May, 2011 at 02:55

    om ODB….yeps…semoga kali ini berjodoh dan bisa ketemuan….
    om DJ…….kapan ke Jogja lagi ? jalan2 ke Malioboro lagi ? hahhahahaa……..ingat sama bossnya tukang parkir ya om….

  7. EQ  7 May, 2011 at 02:52

    hahahaa….Om DJ..makasih banget untuk bantuannya……saya suka sekali foto itu……Om ODB, EQ yang pake kacamata item, baju batik ……..

    happy weekend semua…saya sebentar lagi mau terbang ke alam mimpi…..udah pagi di Jogja…

    salam hangat…

  8. Onder de Boom USA.  7 May, 2011 at 02:51

    EQ,memang waktu tepatnya belum bisa diputuskan,karena tergantung yang mau bersedia menjadi sopir dari family diJakarta

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.