Mereka Bilang Aku Teroris

Yuni Astuti – Banten

 

Aku geram bukan main. Dempus 88 sudah keterlaluan! Mereka banyak membunuh teman-temanku. Hufth…. Sekarang dengan sombongnya mereka menjadikan gambarku bertebaran di mana-mana. Bukan sebagai seleb, tapi sebagai most wanted.

Dempus 88 ini bukan aparat berbaju besi, tapi rombongan ibu-ibu gendut mirip angka delapan. Mereka selalu membawa pistol ke manapun pergi, takut bertemu aku kah?

Padahal, aku hanya melakukan tugasku sebagai KD (kucing dapur) yaitu mengendus keberadaan ikan, kemudian meneyelamatkannya untuk kuamankan dalam perutku. Lagipula, salah manusia sendiri, yang suka pelit pada makhluk seperti kami. Kucing liar, yang suka berpetualang. Memang, kami tak secantik angora atau Persia, tapi kami lincah dan menawan bukan?

Dalam pengembaraan kami mencari ikan itulah, aku sering membawa sebuah “bom” rahasia. Terbuat dari kotoran murni, yang suka kumasukkan ke sela-sela tabung gas. Biarkan saja mereka mencium aroma sedap yang terpancar darinya.

Aku tak pernah tertangkap. Sudah kubilang aku lincah bukan? Tapi pada hari yang nahas itu aku benar-benar meyesal.

Baru saja, ketika akan memasuki jendela rumah Bu RT, aku dikejutkan oleh suara cempreng yang membuatku terkejut, lalu berbalik dan….

“Angkat tangan!!!!”

“Hahahaha! Kena kau sekarang!! Dasar teroris!!! Pencuri ikan asinku!!!”

Masya Allah! Sebuah pistol teracung persis di depan dadaku. Kontan saja aku angkat tangan. Apa salahku Tuhan? Aku hanya kelaparan dan mencuri sedikit ikan asin mereka, bukan rendang apalagi babat, itu sungguh keras bagiku. Bukankah mereka itu pelit dan kalau pelit boleh dicuri? Setiap mereka makan, aku dibiarkan kelaparan. Barang memberi secuil ikan pun aku sudah kenyang, tapi aku diusir-usir layaknya pengemis. Padahal aku kan kucing lincah dan menaaaawaaan….

Hmpp.,….padahal kata Pak Ustadz di mushola waktu dulu, seseorang akan masuk neraka hanya karena menelantarkan seekor kucing. Huft…..

“Menyerahlah hai teroris!!!”

Aku pun pasrah…..

 

* Fiksi foto, cara baru dalam bercerpen ria*

 

 

11 Comments to "Mereka Bilang Aku Teroris"

  1. Yuni  15 May, 2011 at 14:52

    terima kasih….hehehe….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.