Catatan dari California (1)

Lani – Kona, Hawaii

 

Kia ora, teman-temin Baltyra jumpa lagi di artikelku yang ke sekian, entah tepatnya yang ke berapa? Rencana untuk pulang ke kampungku yang kedua sudah lama aku rencanakan akan tetapi selalu tertunda-tunda dengan adanya beberapa masalah yang harus aku selesaikan.

Akhirnya hari baik ini tiba jua, dengan kedatangan tamu yang tidak diundang “tuan Tsunami” memporak-porandakan beberapa tempat di Kona, salah satunya toko di tempat aku kerja, akibatnya kehilangan pekerjaan.

Entahlah apakah bencana ini harus aku syukuri atau sebaliknya menangis sedih? Disyukuri aku jadi punya waktu untuk berlibur karena hanya punya satu pekerjaan, sebaliknya kalau aku memilih bersedih tidak ada gunanya, karena sebagai manusia apalah dayaku menolak bencana alam yang bisa datang tanpa diundang, kapan saja, di mana saja, di bumi yang kita tinggali bersama.

 

KONA-HONOLULU-OAKLAND, CA

Tanggal 6 April aku tinggalkan Kona menuju Honolulu, sesampainya di Honolulu aku harus menunggu pesawat yang akan membawaku ke Oakland-California hampir 3 jam di bandara. Penerbangan Honolulu-Oakland ditempuh 5 jam 15 menit.

 

BERKELEY, CA

Tiba di Oakland airport jam 21:15, keluar dari bandara brrrrr…….dingin temperature 50’s F. untung tidak harus menunggu lama aku melihat mobil J&C baru saja tiba. Mereka keluar dari mobil, membantu angkat koper ke bagasi, langsung menuju ke rumah mereka di Berkeley yang berjarak 20 menit dari bandara. Di dalam mobil ngobrol tiada henti, lalulintas tidak sesibuk jam pulang kerja. Sampai di rumah, aku disambut oleh “Betty” nama kucing piaraan mereka, kucing berbulu hitam dan putih.

Mengingat beda waktu antara Hawaii dan California 3 jam, perutku memperingatkan minta diisi, temanku sudah makan malam sebelum aku tiba. Aku ditawari makan malam, kujawab “ya” karena memang belum makan malam, di pesawat diberi makan malam tapi jam 16:00 waktu Hawaii.

Temanku membuat omelet dengan taburan keju, smoked chicken, irisan tomat, dan timun. Dasar perut lapar apapun rasanya enak dan enak langsung aku embat amblasssss! Karena udara dingin, aku minta dibikinkan tea. Selesai makan kami lanjutkan ngobrol tak terasa hampir tengah malam, akan tetapi baterei mataku masih sangat kuat, karena badanku masih merasa seperti di Hawaii.

Akhirnya aku baru bisa tidur dengan heater yang aku nyalakan, dan beberapa lapis selimut, untung tidak harus pakai selimut “rangkep pitulikur” hehehe…..

7 April : Jam 7:00 pagi waktu California aku sudah terbangun karena sama dengan jam 4 pagi di Hawaii payah jetlag, akan tetapi aku paksakan untuk kembali tidur sejam kemudian terbangun lagi, temanku sudah sibuk di dapur membuat kopi dan toast. Kami duduk di living room menikmati sarapan sambil melanjutkan obrolan semalam dan membicarakan apa rencana hari ini.

Rencana pertama beli karcis round trip bus Greyhound San Francisco-Willits-San Francisco, selesai membeli karcis kami makan siang di Vegetarian Indian restaurant, yang mengherankan harganya murah meriah untuk ukuran kota Berkeley, makanannya enak dan enak. Kami pesan hidangan pembuka vegetarian cutlet campuran mashed potato dan yam digoreng pakai paneer, aku pesan sup tomat, Indian crepe isi kentang dan bayam, dihidangkan dengan bermacam saus.

Melakukan manicure & pedicure mumpung murah dibanding dengan Hawaii. Ketika sedang dalam perawatan masuklah wanita bule duduk di kursi spa di sebelahku, pakai mini skirt, shirt, dengan belahan dada sangat rendah, sebelum menyemplungkan kakinya kebak air dia mencopot stockingnya, ketika dia kembali ke tempat duduk walah dalah manicurist mengambil handuk untuk menutup pahanya karena mini skirtnya tersingkap apalagi cara duduknya kedua paha tidak disatukan, aku sempat melirik ampyuuuuuun…….ternyata pahanya banyak ditumbuhi rambut, sekelebatan sempat mikir apakah ini wanita beneran yang lupa mencukur rambut di pahanya? Atau wanita jadi-jadi-an ya? Kesanku nggilani. Sambil berpikir nakal, kalau pahanya saja ditumbuhi rambut selebat itu lha bagian lain gimana ya??? Ini bagian kang Anoew yang harus kasih jawaban……

Selesai perawatan temanku “C” muncul menjemputku, aku berikan gift certificate sebagai kado ulang tahunnya, perawatan gratis manicure, kado itu disambutnya dengan penuh bahagia, kami saling berpelukan.

Aku mengenal “C” dan suaminya “J” sejak alamarhum masih ada, persahabatan kami terbina selama hampir 20 tahun. Mereka pasangan usia hampir 70 tahun.

“J” mengajak makan malam di restoran Italy namanya “Venetia”, begitu masuk tamu restoran disuguhi pemandangan aneka baju, celana panjang, skirt, tank top dan tidak ketinggalan “jeroan” bra dan cd, bergelantungan di gantungan jemuran, memang disengaja sebagai hiasan digantung tinggi di ruang makan (sambil mikir gimana ya kalau tiba-tiba ada CD melayang hinggap di piring makanan hahaha….) Sayangnya aku lupa bawa camera, kecewaaaa…….karena aku yakin artikel ini bakal dibikin ambyaaaar……oleh siapa lagi kalau bukan kang Anoew hahaha….

Di tengah ruang dipajang Trevi fountain tiruan seperti yang ada di Roma, lengkap dengan air muncratnya, dan banyak coin yang dilempar oleh pengunjung restoran, menurut cerita yang aku dengar dari Romo/Pastor dari gereja Katolik di Kona, tiap pagi ada orang yang menguras air di fountain dan membersihkan coin tersebut yang disetor ke kas negara, apakah itu ke Vatican? Aku lupa bertanya, atau kemungkinan Romo juga tidak tahu jawabnya.

Malam ini restoran sibuk, semua meja penuh, aku pesan lembaran fresh thin pasta dengan 3 macam jamur, dengan saus putih enak sekali. Setelah selesai makan, kami pesan 2 macam dessert untuk bertiga. Almond pastry dilapis dengan selei red berry disemprot whip cream di atasnya, dessert kedua cream puff with warm chocolate sauce dengan regular coffee, espresso dan aku pesan latte. Sepulang dari makan malam ketika kami keluar dari restoran brrrrrrrr…….hadooooooh dinginnya “tobil anak kadal” tobatttttt…….aku harus lari-lari menuju di tempat mobil diparkir yang berjarak hanya sepelemparan galah dan segera masuk ke dalam mobil. Membuat aku kangen Hawaii yang selalu hangat.

8 April : Jam 9 pagi baru bangun, karena semalam baru bisa tidur jam 2 pagi, aku kira sistim jam di badanku masih di Hawaii selain itu karena semalam aku minum kopi latte. Belum sempat mandi diajak teman untuk ke toko, membeli smoked chicken karena rencana makan siang simple saja chicken sandwich, dengan salad.

 

SAN FRANCISCO, CA

Sampai di rumah aku langsung mandi, kemudian membantu teman menyiapkan keperluan untuk membuat sandwich. Setelah selesai makan siang, mataku terasa mengantuk, balik tidur selama 2 jam. Jam 15:30 temanku siap mengantarku ke San Francisco, perjalanan siang ini lancar menyebrangi Bay bridge. Sampai ke San Francisco kami ke restoran Indonesia “Borobudur” makan malam, karena belum jam makan malam restoran masih sepi, untung kami mendapatkan parkir di pinggir jalan tak jauh dari restoran. Parkir di jalanan memakai parking meter, mahal sekali tarifnya maximum sejam $ 3.50.

Kami memesan ikan trout bakar, cap cay sayuran, ayam bakar pedas. Sejak pertama kali kami makan di restoran selalu kelupaan untuk bawa camera jadi tidak ada yang bisa aku bagikan di sini. Kesan kami semua makanan pesanan kami enak dan enak, temanku mengatakan bila ada kesempatan ke San Francisco lagi akan mampir di restoran ini.

Setelah selesai makan aku diantar ke apartemen temanku “S”, asal satu desa, kukenal pada perayaan 17 Agustusan di konsulat Indonesia di San Francisco, 15 tahun yang lalu.

Malam ini temanku libur kerja, bisa ditebak kami rame ngobrol dan ngakak-ngakak, malam harinya aku diajak ke rumah teman yang mengadakan pelajaran pengajian buat anak-anak, mereka selalu menyediakan beberapa macam masakan, malam itu mereka memasak oblog-oblog daun kailan, salmon goreng, bakso ikan, krupuk opak pedas terbuat dari singkong, dan pisang goreng dari pisang tanduk/plaintain, tak lupa sambel trasi mentah dicampur tomat. Mas DJ, ini aku tempel gambar pisang gorengnya…….

Jam 22:00 kami tinggalkan rumah teman “YT”, dalam perjalanan pulang sempat mampir di apartemen teman “SG” yang memberi kami lemper ayam, resoles, lopis dengan juruh gula jawa (ISK akhirnya aku juga menikmati lopis)

Sesampai di apartemen temanku “S” kami lanjutkan ngobrol hingga tengah malam baru tidur.

9 April : sejak sampai di California heater selalu dipasang pada temperature 68 F, karena aku selalu kedinginan terutama malam hari. Walau sudah pakai heater, aku masih butuh selimut, hal ini tidak pernah aku butuhkan di Kona.

 

 

128 Comments to "Catatan dari California (1)"

  1. Lani  6 May, 2017 at 23:47

    Ulim:
    Nice.
    For me you great!!!
    Gak kebayang jika saya yg super udik menempuh perjalanan dan berada di daerah yg suhunya sangat dingin. Aku dlm ruang ber AC sj tak berani. Wkwkwk..
    Bangga,dgr nama borobudur di california.
    Yg jelas hebat dan sukses
    +++++++++++++++++++

    Ulim salam kenal dan mahalo sdh berkomentar disalah satu artikel lamaku.

    Nggak kepikir krn artikel ini sdh lamaaaaaaaaaa…….sdh lupa hahaha

    Jangan kuatir ini bukan personalan udik dan bukan udik, yg penting bawa baju2 tebal dan tergantung musim apa pergi didaerah mana. Yg jelas mmg dingin krn suhu bisa extreme dari panas menyengat, panas tp suhunya dingin, ada juga hujan, mendung, tp anget dan sebaliknya angina menderu amit2 dah menusuk ketulang sumsum.

    Tp klu di Hawaii pas banget krn Sub-tropic panas, anget sepanjang tahun wlu klu didataran tinggi bisa mencapai 10C dimalam hari, tp tdk ada salju hanya dipuncak Maunakea.

    Di San Francisco mmg ada bbrp restoran Indonesia dan Borobudur itu yg menurutku plg enak dan pas rasanya utk lidah Indonesia, selain tentu saja banyak org Indonesia dikota ini

  2. ulim  6 May, 2017 at 15:29

    Nice.
    For me you great!!!
    Gak kebayang jika saya yg super udik menempuh perjalanan dan berada di daerah yg suhunya sangat dingin. Aku dlm ruang ber AC sj tak berani. Wkwkwk..
    Bangga,dgr nama borobudur di california.
    Yg jelas hebat dan sukses

  3. Lani  21 May, 2011 at 12:00

    AIMEE mmg gitulah yg deket2 ama si aki rusak deh……..pokok-e ditanggung bakal rusak berat……..brodol……ambrolllllll……..aku jg gemblunk krn dia heheh……klu dia moco pasti disamber kkkkkkkkk

  4. aimee  21 May, 2011 at 11:59

    lani memang aku pendiem, deket aki buto jadi rusak…salahkan dia tuh hihihi

  5. Lani  21 May, 2011 at 11:57

    AIMEE naaaah…….ketahuan ternyata kamu pendiem hehehe……..

  6. aimee  21 May, 2011 at 11:53

    emoh…nanti ga bisa pulang..lani belum selesai menceritakan semua hal..jd aku disandera…jd biar saja lani crita dl hihihihi

  7. Lani  21 May, 2011 at 11:50

    AIMEE emoh ah……..gmn klu aku bicara 5 menit, kamu 4 menit la ini baru fair toh?

  8. Lani  21 May, 2011 at 11:49

    EL NANO-NANO halah opo meneh iki? pembohongan publik???? klu mmg bener gak bo’ong duonk………pendiem, anteng….melebihi aki butoooooooo wakakakaka…….ngakak aku……nek buto anteng nah kuwi ngapusi gede banget

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *