Antusiasme Para ABK di Fiji Dalam Menanggapi Bahaya Penyakit Kelamin

Cechgentong

 

Pada tanggal  21 April 2011  KBRI Suva melaksanakan kegiatan penyuluhan kekonsuleran bagi Warga Negara Indonesia (WNI) terutama para Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di Fiji. Selain para ABK, kegiatan ini juga diikuti oleh 16 calon peserta Beasiswa Seni dan Budaya (BSBI) dari negara-negara Pasifik Selatan yang akan berangkat ke Indonesia. Kegiatan penyuluhan ini diselenggarakan di gedung kantor KBRI Suva dengan tema  Kewaspadaan Terhadap Penularan Penyakit Kelamin dan HIV/AIDS.

(Dubes RI untuk Fiji Bapak Aidil Chandra Salim membuka acara kegiatan penyuluhan tentang penyakit kelamin (dok. kbri suva))

Pada kegiatan penyuluhan ini, KBRI mengundang dua narasumber yaitu Dr. Rachel Devi dari Kementerian Kesehatan  Fiji dan Mr. Joeli Colati dari organisasi sukarelawan HIV/ AIDS Fiji. Kegiatan penyuluhan berjalan lancar dan  menarik. Para peserta penyuluhan sangat antusias mengikuti keseluruhan acara. Terbukti beberapa peserta terlibat dialog aktif dengan para narasumber. Jumlah peserta yang hadir mencapai 78 orang.

(Suasana penyuluhan yang disambut antusias para peserta (dok.kbri suva))

Menurut kedua narasumber, cara terbaik untuk menghindari penyakit kelamin adalah bersikap setia terhadap pasangan. Namun bila hal ini tidak dapat dijaga maka harus selalu menggunakan karet pelindung (kondom) ketika melakukan hubungan seksual.

Pada akhir acara, panitia menyediakan kondom gratis bagi para peserta sebagai upaya pencegahan dari bahaya penularan penyakit kelamin, salah satunya adalah HIV/AIDS. Menariknya, dua kotak besar kondom yang disediakan panitia ternyata habis diambil oleh para peserta.

(Dr. Rachel Devi dari Kementerian Kesehatan Fiji sedang memperagakan pemakaian kondom untuk wanita (dok. kbri suva))

(Mr. Joeli Colati dari organisasi sukarelawan HIV/ AIDS Fiji berinteraksi dengan salah seorang ABK (dok. kbri suva))

Kegiatan penyuluhan ini dirasakan sangat bermanfaat karena para peserta mendapatkan informasi yang komprehensif tentang bahaya penyakit kelamin sehingga mengingatkan  mereka untuk menghindarkan diri dari penyakit-penyakit tersebut. Sebagai informasi, KBRI Suva secara rutin menggelar kegiatan penyuluhan ini sebanyak dua kali dalam setahun sebagai upaya pencegahan bagi penularan penyakit kelamin di antara para ABK Indonesia.

 

 

23 Comments to "Antusiasme Para ABK di Fiji Dalam Menanggapi Bahaya Penyakit Kelamin"

  1. cechgentong  11 May, 2011 at 10:08

    Mas Handoko, yang ikut bukan hanya ABK saja tapi 16 calon peserta Beasiswa Seni dan Budaya (BSBI) dari negara-negara Pasifik Selatan yang akan berangkat ke Indonesia

  2. Handoko Widagdo  11 May, 2011 at 06:26

    Eeehhh…ada yang aneh. Kelihatannya semua peserta penyuluhan (ABK?) adalah lelaki ya? Tetapi kenapa yang diperagakan kondom perempuan? Apakah Bu Dokter Dewi mengajari para ABK untuk memasangkan kondom ke pasangannya?

  3. cechgentong  11 May, 2011 at 06:17

    walah dah rame, terima kasih atas komentar2nya. maaf baru jawab karena kesibukan kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.