Indahnya Keterpurukan

Galuh Chyrsanti

 

Setiap insan pasti pernah mengalami keterpurukan. Ada yang mengalami kebangkrutan finansial, ada yang mengalami kondisi kesehatan yang sangat buruk, ada yang mengalami krisis dalam rumah tangganya, dan lain sebagainya.

Sesungguhnya ada keindahan yang tersembunyi dalam sebuah episode keterpurukan yang dialami oleh seorang anak manusia.

Siapa yang tidak kenal penulis inspiratif Helvy Tiana Rosa? Nama beliau bahkan tercatat dalam  Top 500 Most Influential Muslims in The World for Arts and Culture. Karya-karyanya diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia. Padahal karena kesulitan ekonomi, bahan bacaan beliau yang pertama ketika kanak-kanak adalah tulisan-tulisan dari kertas bekas bungkusan yang berasal dari koran atau majalah.Kini Helvy Tiana Rosa adalah salah satu dari 10 penulis pilihan di Indonesia versi Metro TV.

Di awal tahun 1990, Donald Trump terbelit hutang hingga U$ 3.5 miliar. Namun Trump justru mampu menggunakan fakta kebangkrutan tersebut sebagai alat nego dengan bank pemberi kredit hingga bank memberinya kesempatan dan kucuran dana untuk bangkit dari kebangkrutan tersebut.

Seorang teman bernama Eko Yulianto di web pribadinya di  http://motivasi.petamalang.com/cara-sang-kakek-bangkit-dari-kebangkrutan/comment-page-1/#comment-2196 bercerita tentang caranya bangkit dari keterpurukan. Ia pernah memulai bisnis yang menghabiskan modal uang senilai harga dua mobil baru. Ternyata bisnisnya hanya berlangsung setahun dan seluruh modalnya ludes. Akhirnya dia menjual harta terakhirnya, sebuah motor, dan terpaksa pergi kemana-mana naik kendaraan umum.

Tapi justru pada bisnis yang dimulai dengan hasil penjualan motor ini, Eko Yulianto mengalami keberhasilan dan yang terpenting, menemukan jawaban pertanyaannya selama ini, bisnis yang cocok dengan dirinya dan dapat dikerjakannya dengan sepenuh jiwa.

Ia juga berbagi tentang cara bangkit dari kebangkrutan, sebuah hikmah yang didapat dari seorang kakek yang kini berpenghasilan 80 juta dari bisnisnya. Sang kakek beberapa tahun sebelumnya pernah mengalami habisnya seluruh harta benda, malah menyisakan hutang yang tidak kecil jumlahnya.

Menurutnya sang kakek, kunci pertama untuk bangkit dari keterpurukan adalah ikhlas, melapangkan hati untuk menerima setiap takdirNya. Kebangkrutan dimaknainya sebagai cara Tuhan memberi yang terbaik untuk hambaNya. Kunci kedua adalah kuatkan niat untuk membayar setiap sen hutang, tanpa pernah menunda-nundanya, dan yang ketiga adalah memperkuat silaturahim.

Seorang penulis ternama justru menjadikan penyakit thalassemia yang dideritanya sebagai pemacu dan kesempatan untuk berbagi semangat.

Banyak dari pendiri klub-klub yang ditujukan untuk saling berbagi di antara anggotanya –seperti klub autis, klub hydrocephalus, dan lain-lain—adalah mereka yang juga mengalami ujian serupa di keluarga mereka.

Sahabat, keindahan terbesar dari sebuah keterpurukan, adalah bahwa mereka yang terpuruk punya kesempatan untuk mengolah kondisi yang dialaminya menjadi sebuah motivasi untuk bangkit, yang jauh lebih besar daripada motivasi yang dimiliki orang lain dalam zona nyaman.

Keterpurukan dalam jurang yang bagai tanpa batas juga akan mendorong kita untuk mengolah ruang-ruang imajinasi kita. Kita akan berpikir tiada henti  tentang  1001 jalan, bagaimana agar keluar dari kegelapan itu.  Otak dan hati kita akan mampu untuk untuk bekerja lebih keras dari siapa pun.

Keterpurukan adalah juga jalan tol untuk mendekat padaNya. Jadikan fase hidup kita dalam keterpurukan sebagai sarana untuk memohon padaNya dengan segala kepasrahan, dan nikmatilah ketika Ia membimbing kita menuju cahaya solusi akan apapun masalah kita.

Sahabat, harapan selalu masih ada. Jangan biarkan letih dan putus asa menghentikan perjuangan kita. Apapun ujian yang sedang kita hadapi, yakinlah, selalu ada hikmah indah yang tersembunyi di dalamnya.

Sahabat, sesungguhnya inspirasi untuk bangkit telah ditebarkanNya dimana-mana. Mari membuka lebar-lebar mata hati kita, agar kita dapat jeli melihatnya.

 

 

14 Comments to "Indahnya Keterpurukan"

  1. al mubaraq  1 July, 2011 at 01:19

    trimakasih mbak,
    saya penderita luekimia akut,
    karena sakit saya tidak bisa bekerja lagi, kantor memberi surat pemberhentian kerja kpd saya, sedangkan saat itu saya lagi sangat membutuhkan dana untuk kulyah. dan akhirnya saya menyerah dalam keterpurukan penyakit saya,
    setelah membaca tulisan dari mbak, saya terpacu untuk bangkit melawan semuanya rasa sakit ini. saya harus sukses.

  2. saw  15 May, 2011 at 19:06

    motivasi dari mbak Galuh ini memang luar biasa. Saya setuju, keterpurukan menjadikan motivasi yang hebat bagi orang2 yang BERIMAN untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya, dan secara bersamaan akan berusaha bangkit karena yakin bahwa ‘sesudah kesulitan akandatang kemudahan’.

    PEngalaman telah membuktikan.

  3. Itsmi  14 May, 2011 at 14:29

    Djoko, kalau bertujuan baik bukan berarti efeknya juga baik. Orang yang berpikir sederhana artikel ini betul atau positif karena tidak melihat dari macam macam sisi seperti sejarah, psikologi, ekonomi, sosial, politik, dll.

    Jadi orang yang berpikir, pasti tidak senang dengan artikel artikel begini belum menilai isinya karena kalau isinya di nilai seperti mengenai Donald Trump semua orang yang pakai otak atau pernah mendapat (mikro) ekonomi di SMA tau bahwa kalau bank tidak memberikan pinjaman sama Trump duit 3,5 miljard itu hilang, sedangkan dengan memberi pinjaman kesempatan ada kembalinya. Kata lain Trump sudah terlalu besar untuk di bangkrutkan,

    Orang yang berpikir sederhana dan beragama akan menjadi korban dengan pemikiran begini. Karena dia sudah terpuruk di hantam lagi bahwa keterpurukan begini, itu salahnya. Dan bagaimana anak anak yang hidup dari lingkungan ini ? Saya kalau di Indonesia dulu dan tahun lalu masih masuk di tempat tempat kumu, saya kira untuk Djoko bagus kalau ketempat kumu dan berkomunikasi dengan mereka, jadi langsung liat prakteknya, karena membaca buku yang penuh dengan teori itu perlu pemikiran abstrak. Jadi terlalu belit belit.

    Di luar ini pembaca yang berduit atau cukup tapi bodoh, dia pasti berpikir, untuk apa saya berjuang untuk mereka atau bersolidaritas dengan yang keterpuruhkan, itu kan salah sendiri dan sekaligus merasa dirinya hebat karena dia berduit tapi lupa bahwa dia juga bisa jadi korban……..

  4. Djoko Paisan  14 May, 2011 at 03:29

    Mbak Galuh….
    Terimakasih untuk Motivasinya…..
    Menurut Dj. , semua itu tergantung dari diri kita sendiri…..
    Motivasi yang mbak Galuh tulis diatas, bertujuan baik, agar orang lain mau berusaha, bila ada dalam situasi keterpurukan. Dj. sangat berterimakasih, semoga ada orang yang mau memahami, apa yang mbak Galuh utarakan.
    Salam,

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.