Catatan dari California (2)

Lani – Kona, Hawaii

 

10 April : Bangun hampir jam 9 pagi, sarapan lopis sambil ngobrol dengan “S”. Jam 10 “S” bersama keluarganya kegereja. Setelah mereka pergi aku mandi. Jam 11 pagi aku telpon temanku “BL” lelaki Cina kelahiran Vietnam yang aku kenal sejak almarhum masih ada, kami tetap bersahabat hingga sekarang.

Aku dijemput jam 12 siang kami makan siang di restoran dimsum. Restoran Cina ini sangat luas dan ramai pengunjungnya, dengan para pelayan mendorong kereta yang berisi aneka dimsum, mereka akan berhenti di tiap meja pengunjung, kalau suka bisa diambil dan akan dicatat di kertas nota.

Karena aku tidak makan daging babi, padahal tidak ngerti dialek Cantonese jadi aku pasrah temanku. Kami mengambil sayuran yang dibungkus dengan kembang tahu, hakauw (steam dimsum isi udang), bakpo/pau isi custard, semacam pasta/mie tebal berbentuk jari dimasak dengan udang kering, “BL” pesan sup hisit yang dicampur dengan daging babi cacah, siumai isi babi.

Disediakan mustard dan sambal yang tentu saja tidak seenak sambal Indonesia yang penting ada rasa pedas. Disediakan satu teko Chrisanthemum tea jika habis boleh minta tambah.

Dimsum nya banyak sekali macamnya, banyak aku yang tidak tahu aku melihat ceker ayam, scallop, di samping dimsum yang sudah jadi, tamu bisa memesan dan akan dimasakkan tersendiri. Ada berbagai macam dessert roti mirip apem akan tetapi dipotong segi empat, custard pie, beberapa macam agar-agar. Aku tidak memesan dessert perutku sudah kekenyangan.

Selesai makan siang, kami menuju rumah “BL” tujuan utama “BL” akan membantu check laptopku, di set back up secara otomatis tiap hari Minggu jam 19:00, agar memudahkanku tidak usah mikir lagi, kabel dicolokkan back up tape muter dengan sendirinya, BL memberikan tutoring untuk re-sized foto, jadi ingat aki Buto pernah membantuku dalam hal ini malah aku diancam akan disetrap “telungdinotelungbengi” tiga hari tiga malam karena saking gapteknya hahahaha…….

Ternyata apa yang “BL” ajarkan ke aku sangat mudah untuk diikuti. Karena sambil melihat dan praktek langsung. Pelajaran aku terima dengan gratis, dari seorang sahabat yang selalu ada di sana siap membantu sahabatnya. Jam 14:30 aku diantar pulang ke apartemen “S” sampai di rumah, suami “S” mengatakan mengapa tidak melihat CHERRY BLOSSOM FESTIVAL di Japan town? Aku baru ingat festival ini diadakan tiap bulan April selama seminggu di kota San Francisco menyambut musim semi.

Kami ber 5, diriku, S, suaminya, dan kedua anak mereka meluncur ke Japan town.

Jalanan di sepanjang Japan town ditutup, karena banyak tenda dengan berbagai macam penjual makanan, arts, minuman, crafts, perhiasan, ada panggung untuk pertunjukkan kesenian. Begitu masuk diarena festival disambut dengan panggung music dengan lagu rancak dengan suaranya yang menggelegar, banyak pengunjung yang ikut berdansa ria di depan panggung, pria, wanita, tua muda, di depan panggung ditata kursi buat penonton.

Terlihat beberapa wanita Jepang mengenakan kimono. Ada satu tenda menjual alat untuk membuat sushi, terbuat dari kayu dengan ukuran S-M-L, penjualnya wanita Jepang, yang saat itu mengadakan demo, sempat aku foto moga-moga bisa diikuti dengan jelas.

Jam 16:00 kami tinggalkan arena festival karena temanku “S” harus masuk kerja, setelah kami antar ke tempat kerja, kedua anak mereka kembali ke apartmen. Aku dan suami temanku melanjutkan perjalanan ke pantai, OCEAN BEACH. Begitu keluar dari mobil minta ampun dinginnya, anginnya dingin menusuk tulang sumsum. Kami hanya kuat sebentar saja duduk di bangku sambil memandang lautan yang biru, langit biru, udara sangat cerah di sore hari ini, sambil ber-andai-andai jika ditambah suhu udara seperti di Kona komplitlah sudah.

Ada sepasang orang cina sedang latihan TAI CHI lengkap dengan pakaian seperti di film silat. Di seberang mereka duduk pasangan gay pria, sambil berdiri mereka berciuman dengan penuh nafsu, kalau jaraknya tidak begitu dekat dengan tempat duduk kami, sudah aku ambil fotonya. Karena aku bukan gay, jadi pemandangan itu tidak menarik bahkan tidak membuat aku ikut kesetrum hahaha.

Segera tempat itu kami tinggalkan, kami lanjutkan bermobil menyusuri jalanan sepanjang pantai, kemudian kami mampir di taman RATU WILHELMINA, tamannya tidak begitu luas, kebetulan ada rombongan pengantin yang sedang akan diambil foto-fotonya di taman, aku berpikir baju mereka tube dress terbuka bagian atas apakah mereka tidak merasa kedinginan, akan tetapi nampaknya tidak mereka hiraukan.

Aku sibuk ambil foto-foto bunga di taman, setelah itu sempat berpose di depan kincir angin yang ada di taman itu.

Dari sana perjalanan kami lanjutkan, mampir ke JAVA BEACH CAFÉ tempatnya di pinggir jalan, café ini tidak begitu besar tapi larisnya minta ampun, semua kursi di dalam café penuh. Kami memesan herbal tea, suami temanku “G” memesan green salad, aku memesan creamy corn and chicken soup dengan dinner roll, roti bulat agak keras. Kami duduk di luar, anginnya semribit dingin, pas dengan makan sup dan minum teh badan jadi terasa hangat, kami nikmati hidangan dan nyruput tea sambil ngobrol.

Kami tinggalkan JAVA BEACH CAFÉ dengan mencecap kepuasan tersendiri karena makanannya enak dan lebih murah kalau dibandingkan dengan harga di KONA.

 

11 April: Bangun jam 8:30 pagi, ngopi, sarapan, mandi, kemudian turun ke lantai 1 dari gedung apartemen, temanku tinggal di lantai 4, melihat ruang recreation yang digabung dengan ruang makan. Saat itu sedang diputar film comedy, lucunya minta ampun, ruangan tidak begitu penuh yang menonton kebanyakan manula.

Aku menginap di apartemen “S” yang bekerja di SALVATION ARMY, oleh karena itu “S” sekeluarga mendapatkan apartemen untuk tinggal dengan sewa yang murah dibandingkan dengan orang lain, walau tempat ini memang dikhususkan untuk low income people yang diutamakan dari veteran. Gedung SALVATION ARMY berlantai 6, dengan fasilitas kolam renang, tempat fitness, ruang olahraga seperti volley, basket, ruang senam dan yoga. Gedung ini masih baru, gedung lama diratakan dengan tanah. Biaya pembangunan gedung baru dari dana bantuan pemilik warabala Mac Donald.

S bekerja di bagian dapur melayani para manula, manula yang tidak tinggal digedung inipun boleh datang makan dengan membayar $ 1.50, memang sangat murah, siang ini aku sempat melihat menu makan, boleh dikatakan lumayan. Beef stew, mashed potatoes, steam veggies dengan gravy. Masih mendapatkan salad, dessert dan sekotak susu segar.

Jam 11:30 kutinggalkan gedung, aku ada janji ketemu teman “MN” di downtown jam 12:00 siang. Sampai di tempat yang dijanjikan 11:40 untuk membunuh waktu aku masuk ke dept store FOREVER 21, toko fashion semua style model untuk orang muda/remaja menurutku kurang pas dipakai di SAN FRANCISCO yang dingin karena bahannya tipis, menerawang. Walaupun untuk musim panas sekalipun, lebih cocok untuk iklim HAWAII yang selalu hangat/panas.

Dalam perjalanan ke downtown sempat dipameri “burung” wah betul-betul sial atau malah menyenangkan? Dari kejauhan aku melihat seorang pria kulit hitam sedang memegangi celananya, begitu dekat aku kaget ternyata dia seorang exhibitionist, dengan gerakan secepat kilat dia buka celananya dan “burung”nya dipamerkan, aku langsung melempar mukaku ke arah berlawanan dan mempercepat langkah kakiku. Padahal kejadian ini di siang hari bolong, namanya penyakit jadi tidak ada rasa malu.

Jam 11:55 aku keluar toko, rencana mau menelpon temanku “MN” akan tetapi aku sudah melihat dia di depan dept store GAP. Sudah lama kami tidak ketemu, dia orang asal JAKARTA menikah dengan cowo FILIPINA dan menetap di SAN FRANCISCO. Kami langsung menuju food court di dalam mall terbaru di SAN FRANCISCO namanya WESTVILLE MALL.

Mall ini masih baru, keliatan indah, luas, sesampainya di food court banyak aneka masakan dari mancanegara berjejer, sampai bingung melihatnya, kami akhirnya memutuskan untuk makan masakan KOREA. Kami pesan aneka pembuka seperti salad seaweed, jamur, bayam, dan bakso ikan tabur wijen. Makanan utama soun, ikan saba, ikan salmon, dan nasi (aku minta 2 sendok saja), disediakan KIMCHEE gratis.

Karena jam makan jadi food court sangat ramai, kami berjalan mencari tempat duduk yang mejanya agak gede, kami duduk berhadapan sambil makan, dan ngobrol ngalor-ngidul ngetan-ngulon = utara, selatan, timur, barat, sambil ngakak-ngakak, tidak kami pedulikan pengunjung lainnya.

Selesai makan kami keluar dari mall, tidak tertarik untuk mengitari mall karena niat kami memang tidak untuk belanja, bahkan tidak tertarik untuk cuci mata.

Sesampainya di luar kami mampir ke VICTORIA SECRET, ini toko lingerie paling terkenal di AMERIKA, selain menjual aneka “jeroan” juga aneka bath and beyond.

Aku beli satu set body lotion dan cologne spray untuk oleh-oleh temanku di KONA, keluar dari toko ini, kemudian masuk ke MACY’S karena ada sale dengan gift cosmetic Clinique.

Setelah itu aku telpon temanku “JM” karena janjian untuk ngopi di sore hari di BLUE DANUBE café langgananku dulu semasa almarhum masih ada, menghidupkan my sweet memory. JM pesan chocolate mint coffee, aku pesan mix apple & orange fresh squeeze juice, sambil ngobrol karena lama tidak ketemu sejak suami meninggal. JM dulu adalah managerku ketika aku kerja di SAN FRANCISCO.

½ jam kemudian kami meluncur ke toko peralatan rumah tangga karena ada yang akan kubeli, rice cooker paling kecil hanya untuk memasak 1 cup beras, serta alat serutan yang digunakan untuk membuat papaya salad (Somtum, Thai salad).

Keluar dari toko kami meluncur ke apartemen JM, aku bawakan chocolate covered macadamia dan Kona coffee. Aku mampir 15 menit, karena JM ada book meeting malam ini.

Aku diantar pulang jam 19:00, sesampai di apartemen temanku, langsung ke dapur menggoreng tempe dan tahu bacem. Makan malam gudeg, tempe, tahu bacem dan sambal terasi.

Aku lanjut mengepak koper, karena besok siang aku akan melanjutkan perjalananke WILLITS, dengan naik GREYHOUND bus.

 

SAN FRANCISCO-WILLITS

12 April : jam 10 pagi diantar teman “MN” dan suaminya ke Greyhound bus station yang ternyata stasiunnya dipindah untuk sementara waktu karena sedang dibangun bullet train entah kapan akan selesai apalagi dalam masa krisis ekonomi seperti sekarang ini.

Sambil menunggu bus yang akan membawaku ke Willits, aku jalan-jalan di financial district, cuaca tidak begitu hangat, angin yang menerpa kurasakan sangat dingin, mentari malas untuk memancarkan sinarnya, aku melihat taman dengan bunga beraneka warna, pohon bamboo, serta kursi taman, aku duduk relax sambil kedinginan.

Aneka restoran, café di sekitar bus station, dari makanan Mexico, China, Jepang, Indian/Pakistan, aku mampir di salah satu café yang menjual aneka sandwiches untuk makan siang.

Selesai makan siang, aku berjalan balik ke bus station, jam 14:30 bus datang, penumpang segera naik, jam 14:45 bus berangkat. Sopir bus sedang menjalani training didampingi oleh sopir senior yang duduk di kursi penumpang terdepan memberikan aba-aba. Sopir senior dengan bahasa Inggris ber-aksen sangat kental bahasa Spanyol, tafsiranku dia berusia 60-an, orangnya pendek, gemuk bulat, sangat tegas, mematuhi aturan secara kaku atau lebih tepatnya kasar.

Setiap kali bus stop di tiap kota, menurunkan dan menaikkan penumpang, selalu dikasih tahu penumpang hanya boleh turun antara 5-10 menit untuk ke toilet, atau memberi kesempatan penumpang untuk merokok, kalau terlambat akan ditinggal dan itu bukan hanya ancaman belaka, karena ada penumpang yang hampir ditinggal karena pergi agak jauh dari bus berhenti sampai dia harus berlari mengejar bus yang sudah mulai berjalan.

Bus sampai di Willits jam 19:00 agak meleset dari waktu yang tercantum di karcis 18:15, aku sudah ditunggu oleh temanku, di dalam bus tidak terasa dingin karena heater dinyalakan, begitu keluar dari bus angin bertiup diiringi hujan rintik-rintik dingin menusuk tulang sumsum, walau aku sudah memakai jaket tebal, masih terasa menggigil seperti orang menderita demam.

Perjalanan dari kota kerumah temanku “SC” ( wanita bule berusia 60 tahun) ditempuh 20 menit, langit sudah gelap, hujan, dingin. Sampai di rumah “SC” langsung menyiapkan makan malam, sangat sederhana tortilla ditabur dengan parutan keju dibake sampai meleleh, kemudian ditabur daun salad, salsa, dan digulung, dimakan dengan corn chip. Selesai makan malam ditutup dengan melon, dibelah dua, diisi dengan cottage cheese, dan fresh blue berries sangat segar.

Malam itu kami lanjut dengan tukar cerita karena kunjunganku ini adalah pertama kali sejak aku meninggalkan California dan pindah ke Hawaii.

SC orangnya humoris, suka ngobrol, senang tertawa ngakak-ngakak, orangnya disiplin, dia hidup sendirian di rumah milik kakaknya.

 

 

 

79 Comments to "Catatan dari California (2)"

  1. Lani  19 May, 2011 at 00:58

    KORNEL jelasssssss dunk…….aku kan msh butuh kemul………gak punya kemul neh…….makane lagi mengumpulkan kemul dimana saja, kapan saja aku pergi sudruuuuuuuuuuun…………..wakakakak

  2. Kornelya  19 May, 2011 at 00:51

    Gimana ngga dibilang cem-ceman, kemana dikau pergi selalu sasaran untuk dikekep. Hahaha, sudrun.

  3. Lani  19 May, 2011 at 00:14

    DEDUSH waaaaaah……..ternyata dikau jg pernah diliatin ‘BURUNG” to????? wes jian nggilani tenanan ya???? kecuali burung kutilang……….heheheh

  4. Lani  19 May, 2011 at 00:13

    KORNEL mahalo, wakakak……cem2-an????? nek kuwi wokeh dimana aku pergi sll ada tujuan ke cem2-an……..hahahaha…….wong sudrun, cem2-annya………ada disel dunia wakakaka

  5. dedushka  18 May, 2011 at 20:45

    mba lani,soal exhibionist itu aku pernah 2 kali mba,di jkt,di halte semanggi dan deket rumah,weleh sial benerrr hehehe

  6. Kornelya  18 May, 2011 at 20:22

    Wow, subo Lani, jumpa penggemar di California, jangan-jangan disana ada cem-cemannya. Hahaha. Salam.

  7. Lani  18 May, 2011 at 06:10

    NEV naaaaah, geneo dikau ngerti, klu HAWAII sedingin spt di SF……..njur aku gak bs berbikini ria dunk…….hehehe……….tujuan mrk ke HAWAII biar bs bebas ber-buka2……aku lagi ngenteni bikin batik iki……..tuh udah dikirimi foto2 di Hawaii ama mas DJ……udah dibukak?

  8. nevergiveupyo  17 May, 2011 at 12:19

    wah wah wah.. jd membayangkan kalo hawaii se-dingin SF… (ups..ntar ga ada turis yah..kan turis ke hawaii krn mau buka2an…hehehehe)

  9. Lani  17 May, 2011 at 11:58

    NEV…….mahalo jik kelingan mengomentari disini……..tanpa dikau mengko gak lengkap cieeeeeee……..hehehe……sdh sehrs nya gitu to………mosok meh buka2an terus…….ditutup jg tampil ok to?????? tp ssssssssttttttt……….itu ditutup krn kademen banget je di SF

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.