Buah Naga di Depan Rumah

Handoko Widagdo – Solo

 

Menurut Wikipedia, buah naga dibawa oleh orang Perancis dari Guyana ke Vietnam pada tahun 1870 sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar.

Warna merah buah jadi mencolok sekali di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Thang loy orang Vietnam ini kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit dan di Indonesia disebut buah naga.

Saya punya dua pohon buah naga merah di depan rumah. Tanaman ini saya rambatkan ke pohon duwet/jamblang putih. Kedua pohon tersebut selalu menghasilkan buah yang nikmat rasanya. Padahal pemeliharaannya sangatlah sederhana. Hanya memberi pupuk kandang setiap 6 bulan ditambah memangkas tunas-tunas baru yang muncul terlalu banyak di awal musim hujan. Selebihnya dibiarkan saja merambat manja.

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

83 Comments to "Buah Naga di Depan Rumah"

  1. triyudani  20 January, 2013 at 15:36

    aduh enaknyaaa……..

  2. Handoko Widagdo  27 May, 2011 at 07:05

    Silahkan dicicipi Saras

  3. Saras Jelita  26 May, 2011 at 23:03

    Makanan ku nichhh……maauuuuuuu!!! Secara beli di Total Buah mahal banget yahh he he he he

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *