Tata Cara Menggunakan Linggis

F. Rahardi

 

bergaul dengan linggis
kita tak boleh berpura-pura
kita harus tegas
menusuk adalah menusuk
menggebuk adalah menggebuk
mendongkel adalah mendongkel
linggis tak pernah bisa berdiplomasi
atau berbasa-basi
kalau dia tak mampu mendongkel terali besi
dia akan bilang, aku tidak bisa
kalau linggis tak sanggup menusuk lubang WC
dia akan mengaku memang belum mampu
dan segala macam kritik akan diterimanya
dengan
tampang tetap lurus dan runcing
kritik memang tak pernah ada yang
membangun, kata linggis
kritik yang baik harus selalu menjatuhkan
dan justru lantaran sering mau dijatuhkan
kita bisa semakin dalam menancapnya
inilah falsafah linggis
sebelum kita mampu menggunakan linggis
dengan baik
sebelum kita memegangnya
mengelus-ngelusnya lalu menusukkannya
ke sasaran
kita harus terlebih dahulu menghayati dan
mengamalkan
falsafah linggis
anak-anak di bawah usia 17 tahun belum boleh
bermain-main dengan linggis
kakek-kakek usia 70 tahun sudah tidak pantas
bermain-main
linggis
linggis memang tidak layak untuk
bermain-main
linggis adalah alat untuk membongkar
alat untuk menggali
alat untuk menusuk
jadi kita harus senantiasa pas memegang linggis
terlalu di ujung memegangnya, jelas tidak enak
kelewat di pangkal menggenggamnya juga tidak
nyaman
sebagai alat yang keras
linggis hanya boleh digunakan pada saat yang
tepat
dan pada sasaran yang tepat pula
menusuk tahu cukup dengan garpu
mencongkel sisa daging sehabis santap malam
lebih cocok memakai tusuk gigi
menggebuk kucing kawin lebih manusiawi
menggunakan tangkai sapu
tidak perlu dengan linggis
linggis adalah alat yang keras
yang hanya pantas mendobrak sasaran
yang keras pula
tapi menghadapi panser, linggis jelas kalah
merobohkan gedung bertingkat pasti kurang
mampu
menghancurkan yang besar-besar
yang sangat keras
lebih baik pakai dinamit, buldoser atau bom
menenteng dan mengayunkan linggis
lain dengan menenteng dan mengayunkan raket
tenis
atau stick golf
menggebuk bola tenis atau
menggetok-getokkan stick golf
pasti dapat dilakukan dengan sangat santai
bahkan kadang diikuti tepuk tangan dan
sorak-sorai
linggis memang lain dengan raket tenis atau
tongkat golf
lain dengan fulpen
lain pula dengan gergaji
bedil, panser atau bom
Jakarta, 1988

 

 

20 Comments to "Tata Cara Menggunakan Linggis"

  1. anoew  23 May, 2011 at 19:01

    Lani, bener kata pakdhe Dj, kalau lagi gk dipakai lingggis itu ya disimpen di tempatnya.

  2. Lani  21 May, 2011 at 23:43

    MAS DJ ngakak aku………tp aku se777777 100%++ sama mas DJ………linggis tdk boleh saling dipinjamkan………bs menularkan penyakit……….ya kan kang Anu?????? jgn diobral lo dumeh udah punya linggis……..

  3. Djoko Paisan  21 May, 2011 at 23:37

    Yu Lani….ada peraturan yang harus ditaati, bila punya linggis.
    Linggis tidak boleh dipinjam-pinjamkan, nanti saat dikembalikan ke yang empunya sudah banyak karatan ( bisa bawa panyakit ).
    Hahahahahahahahahaha……!!!

  4. Lani  21 May, 2011 at 23:31

    KANG ANUUUU, MAS DJ …..membaca komentar kang dan mas bersahutan aku ngekel geliiiiiiii dewe……krn aku rak pernah duwe linggis, tp yg jelas klu tdk dirawat bakal KARATAN……..ora mulus gitu lo

  5. Djoko Paisan  21 May, 2011 at 23:13

    Lani Says:
    May 21st, 2011 at 22:59

    KANG ANUUUUUUU……marilah kita tunggu konfirmasi soko mas DJ

    Yu Lani…..
    Lho…kita bicara tetang linggis kan….???
    Kalau benar, ya harus dirawat, jangan mau pakai, tapi tidak mau merawat….
    Cara merawat yang baik, ya harus teratur dimasukan ( direndam dalam oli, agar tidak karatan…..
    Hahahahahahaha…..!!!

  6. Djoko Paisan  21 May, 2011 at 23:10

    anoew Says:
    May 21st, 2011 at 22:30

    @Dj: wah, betul sekali, pakdhe! Kapan dibutuhkan alat itu selalu siap sedia dan berfungsi maksimal.. Yang penting perawatan dan cara menyimpan harus tepat yaitu:
    – jauhkan dari jangkauan anak-anak
    – simpan di tempat sejuk dan kering
    – hindari terkena cahaya matahari langsung

    PS: pakdhe tau aja..

    Mas Anuuuuu…..
    Hahahahahahahahaha…..!!!
    Jadi ngakak sendirian….
    Kok seperti nyimpan obat saja…..
    Kalau Dj. selesai pakai bunting atau alat-alat untuk merawat bonsai, jua harus dibersihin, diminyaki dan disimpan dengan baik. Satu saat mau pakai bisa langsung tinggal ambil saja….

    Mas Anuuuuu….
    Linggis yang jarang dipakai dan dirawat, bisa karatan lho ya, ingat itu….
    Hahahahahahahaha…..!!
    Salam manis untuk keluarga dirumah ya….

  7. Linda Cheang  21 May, 2011 at 23:01

    ternyata ada berbagai jenis linggis, ya?

  8. Lani  21 May, 2011 at 22:59

    KANG ANUUUUUUU……marilah kita tunggu konfirmasi soko mas DJ

  9. anoew  21 May, 2011 at 22:49

    Lani wrote,

    tp mmg mas DJ
    betoooooooool sekaleeee……….ya kan?????
    wakakakakak

    Lhaaa kalau begitu yo kudu dikonfirm pak Dj..

  10. Lani  21 May, 2011 at 22:40

    KANG ANUUUUUUU…….ngakak aku baca komentarnya mas DJ no 8……tp mmg mas DJ betoooooooool sekaleeee……….ya kan????? wakakakakak

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.