Tuyul Mata Satu

Faizal Ichall

 

(In memoriam of Bejo, Oetara 1994, Wisma Jaya-Bekasi Timur)

Ini salah satu cerita yang dilakukan oleh sahabatku Bejo.

Suatu hari sahabatku yang lain di tawarkan untuk melihat Tuyul bermata satu oleh Bejo (kesian banget nih tuyul, udah bukan orang, cacat lagi). Nama sahabatku yang di tawari itu adalah Ipiet, sebenarnya nama aslinya Fitria (Fitria???), memang terkesan janggal untuk seorang lelaki dengan nama Fitria, tetapi ada cerita yang unik di balik namanya yang seperti perempuan itu, sewaktu dia lahir, sang ayah salah melihat bayinya, karena yang dilihatnya adalah bayi perempuan milik orang lain…hehe.. Tidak kawan ini hanya bercanda, sebenarnya nama itu diberikan karena Ipiet lahir pada hari raya Idul Fitri.

Akhirnya Ipiet penasaran dengan tawaran itu, dia pun menanyakan kebenaran dari tawaran itu pada dua temanku yang lain, mereka adalah Doyok dan Jurex, dan mereka mengatakan bahwa itu benar adanya, mereka baru kemarin saja melakukan ritual itu bersama-sama Bejo. akhinya Ipiet pun tertarik dengan tawaran itu, karena kedua temannya sudah meyakinkan dan mengalaminyanya.

Mereka berempatpun pergi ke rumah kosong selepas adzan Isya, Bejo juga sudah membawa barang-barang perlengkapan ritualnya, antara lain; piring kecil, lilin, korek api kayu dan kain penutup mata.

Rumah kosong itu menurut masyarakat sekitar adalah rumah yang angker, karena pernah beberapa warga melihat ada satu sosok masuk dan keluar dari dalam rumah itu, ada juga yang pernah mengatakan mendengar suara seperti wanita yang sedang melahirkan dan hal-hal lain sebagainya tentang cerita rumah itu, sehingga rumah itu dijuluki angker oleh warga sekitar, tetapi fakta sebenarnya semua karena seorang Bejo, kenapa Bejo???

Ya karena rumah itu adalah WC umum daruratnya Bejo jika dia hendak buang air besar ketika begadang, jadi sosok yang sering terlihat dimalam hari dalam rumah itu tidaklah lain adalah Bejo, lalu suara seperti wanita yang sedang melahirkan???, itu suara Bejo yang sedang kontraksi karena kotorannya yang keras…hehehe…

Kini mereka sudah berada di dalam rumah itu, tepatnya di ruangan yang mungkin akan dijadikan kamar tidur bila rumah tersebut ditempati, sengaja dipilih ruangan itu, karena hanya ruangan itu yang sedikit lebih bersih dibanding ruang lainnya. Bejo menyiapkan perlengkapan yang telah dibawanya,  lilin dinyalakan dengan korek api kayu…

Ceeesshhh… suara korek api kayu yang digesekan terdengar menggema dalam ruangan yang gelap di rumah kosong yang angker itu, cahaya lilin yang dihidupkan sedikit demi sedikit menerangi ruangan itu, tiba-tiba Doyok terkejut dan setengah berteriak ” Akkhhhh! “, yang lainpun menoleh, segera Ipiet bertanya perihal yang terjadi ” kenapa lo Yok? “, ” sial, gua nginjek tai, ini pasti tainya Bejo nih, gua kenal dari bau-baunya. ” Jawab Doyok dengan sedikit kesal, mereka pun tertawa melihat Doyok yang terkena ranjau darat.

Ritual dimulai, mata Ipiet ditutup dengan kain, lilin yang telah dinyalakan tadi, diletakan diatas piring kecil lalu di posisikan 1 meter di depan Ipiet, Jurek berada di sebelah kiri dan Doyok berada di sebelah kanannya, mereka berdua masing-masing memegangi telunjuk Ipiet, mereka bertiga dalam posisi duduk bersila. Suasana berubah menjadi hening seketika itu, hanya suara nafas mereka yang sesekali terdengar dan suara Bejo yang setengah berbisik ketika membaca mantera, lilin bergoyang sesekali karena tertiup angin yang masuk dari luar, rumah kosong yang angker itu tidak memiliki pintu dan jendela, aura dingin yang mistis pun menyelimuti ruangan itu saat ini.

Tiba-tiba Bejo berkata,” Yok, sekarang lo buka tutup matanya Ipiet…, dan untuk lo Piet jangan membuka mata lo sebelum gua perintahkan, juga jangan jadi takut dengan apa yang akan lo liat nanti, karena mahluk itu gak akan melukai lo Piet ” mereka mengangguk mengerti, lalu Doyok membuka tutup matanya Ipiet, kemudian kembali memegangi telunjuknya Ipiet.

Setelah mendengar aba-aba Bejo, Ipiet pun membuka matanya, saat itu pandangnya masih samar, karena kain yang dipakai untuk menutup mata terlalu kuat ikatannya, walau begitu Ipiet masih bisa melihat dan merasakan ada satu sosok yang tengah berada 5cm tepat di depan wajahnya, dia sempat cemas dan bingung terhadap satu sosok yang ada di depan wajahnya, Ipiet berusaha mengerjap-ngerjap kan matanya agar bisa melihat jelas mahluk itu, tetapi tetap saja samar karena jarak yang terlalu dekat dan keremangan ruangan, kengerian dan rasa penasaran berkecamuk dalam dirinya.

Akhirnya untuk mendapatkan pandangan yang jelas ia memundurkan kepalanya secara perlahan ke belakang, dari posisinya sekarang mahluk itu terlihat lebih jelas oleh Ipiet, ternyata mahluk tersebut adalah bokongnya Bejo. ” sialan lo Jo!!! ” umpat Ipiet sambil menendang bokong tersebut  hingga Bejo tersungkur, yang lainpun tertawa terbahak-bahak, ” gua ama Doyok juga gitu kemaren, kaga teges pertamanya, lo bayangin aja, abis merem disodorin pantat yang cuma 5cm di depan idung, ya bingung lah..hahaha”, celetuk Jurex, ” nah lo berdua ngapain meganging telunjuk gua ?” Tanya Ipiet kepada Doyok dan Jurex, ” kaga, itu gua yang nyuruh, abis kemaren si Doyok saking penasaranya dia colok-colok tuh tuyul pake telunjuk, ya gua ngeri lah dilecehkan seperti itu, emangnya gua cowok apakaan…, tapi gak tau juga sih…

Doyok waktu entu penasaran atau emang nafsu ama gua, hahaha, makanya gua gak mau hal itu terulang lagi hahaha ” kata si Bejo sambil tertawa puas. Akhirnya mereka berempat tertawa terbahak-bahak.

Ya itulah sahabatku Bejo dengan segala kejailannya dan segala kelakarnya.

 

Salam.

 

Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung Faizal Ichall! Make yourself at home. Terima kasih Dewi Aichi yang mengenalkannya ke Baltyra. Ditunggu artikel yang lain.

 

 

14 Comments to "Tuyul Mata Satu"

  1. J C  23 May, 2011 at 10:34

    Walaaaaaahhh…huahaha…iseng beneran…

  2. Handoko Widagdo  23 May, 2011 at 07:08

    FI, selamat bergabung

  3. EA.Inakawa  23 May, 2011 at 03:29

    terima kasih atas artikel banyolannya,jadi ingat ketika bermain jelangkung,salam baik

  4. Lani  23 May, 2011 at 02:05

    DA wakakaka……….ngerjain aku??????? la wong udah baca dr komentar SASAYU kok mau buat ngadalin aku kkkkkkk………rak mungkinlah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.