Catatan dari California (3 – habis)

Lani – Kona, Hawaii

 

WILLITS-UKIAH

13 April: Bangun jam 7, disambut dengan udara dingin, badan rasanya kaku. Mandi, sarapan toast dengan telur ceplok, dan tomato sauce. Selesai sarapan kami segera ke kota Ukiah, aku harus ke company asuransi, Bank. Setelah selesai kami harus segera balik ke Willits karena “SC” harus masuk kerja sampai jam 20:00.

Malam ini aku menginap di apartemen temanku “PS” pria lajang, pemilik Irish style Pub dan toko video rental. Kami berteman sejak almarhum suami masih ada

14 April: jam 7:00 bangun, mandi, sarapan ½ honeydew, dengan diantar oleh PS aku balik ke Ukiah, hari ini aku harus ke DMV mengurus perpanjangan SIM yang sudah kedaluwarsa sebulan, kantor buka jam 8:00, karena aku tidak punya janji jadi harus datang lebih pagi sebelum antrian mengular.

Jam 7:45 aku tiba di depan kantor DMV, pintu masih terkunci akan tetapi sudah ada beberapa orang di depanku antri, tepat jam 8:00 pintu dibuka. Langsung dilayani, aku dikasih formulir untuk diisi dengan data diri, serta ditulis apa keperluanku, setelah itu diberi nomer, sambil duduk menunggu nomer dipanggil. Begitu dipanggil menuju loket bayar $ 31.00 untuk SIM baru, kemudian aku di test mata dengan membaca alphabet yang digantung di atas loket, lulus, tanpa dinyana aku diberi kertas test, kaget dan mikir cilaka sudah lama tidak baca peraturan lalulintas kalau tidak lulus berarti aku harus mengulang.

Aku kuatir seandainya tidak lulus hari itu dan harus bikin janji untuk mengulang, aku tidak punya waktu. Puji Tuhan aku lulus, yang menjalani tes tertulis hari itu hanya  2 orang, diriku dan nenek usia 80 tahun. Badan dan jari tanganku sempat dingin seperti keluar dari dari freezer, berpikir kalau aku sampai tidak lulus apa kata dunia? Karena kalau aku kalah sama nenek di sebelahku akan sangat malu, betapa bodoh, karena nenek itu lulus.

Setelah dinyatakan lulus, aku diambil foto, dan diberi SIM sementara berlaku 3 bulan sambil menunggu SIM asli dikirim.

Jam 9:30 aku keluar dari kantor DMV, “PS” sudah menunggu di tempat parkir, kami segera meninggalkan Ukiah balik ke Willits dengan janji hari Sabtu “PS” akan membantuku untuk membersihkan basement di rumahku, karena aku sudah ditunggu “SC” untuk balik lagi ke Ukiah, berburu di second hand store, ternyata tidak menemukan sesuatu yang layak untuk dibeli.

15 April: Hari ini aku berkunjung ke rumah temanku pasangan J & Y, mereka punya 2 anak wanita, anak tertua menikah dengan pria Taiwan, anak bungsu sedang kuliah di luar kota, rumah sebegitu gedenya hanya ditinggali berdua dengan 1 anjing betina bernama Sally.

Hari ini adalah anniversary yang ke 11 PUB milik “PS”, aku membantu menghias ruang PUB dengan bunga, balon. Malam ini dihibur dengan blue grass music. Selesai menghias aku mampir ke toko milik “PS”. Jam 19:00 aku mampir ke PUB, ternyata penuh sesak dengan pengunjung, tak satupun kursi kosong, hanya 5 menit kemudian aku balik ke toko, secara kebetulan aku ketemu temanku wanita CAMBODIA, dia mengajak aku untuk ketemu dengan temannya juga orang Cambodia yang punya usaha 101 burger restoran, aneh tapi nyata pemilik restoran tidak mengenaliku, padahal kami saling kenal.

Aku dan “NK” sempat saling lempar senyum, akhirnya aku tertawa sambil menyebutkan namaku, aku katakan aku tidak lupa dengannya, dia tertawa ngakak sambil mengatakan : oh my God, I didn’t recognized you because you’re slim and look at me, I’m fat…look my tummy….kami ngobrol sebentar, kemudian kami tinggalkan restorannya yang hampir tutup, kami lanjutkan ke rumah temanku, “NK” wanita ini seusiaku dengan 6 anak, 4 perempuan, 2 laki-laki. Aku ketemu dengan anak bungsunya serta suaminya, kunjunganku tak lama, kemudian aku diantar balik ke toko milik “PS”

Jam 22:00 aku dijemput oleh J & Y, malam ini aku menginap di rumah mereka. Malam itu kami saling bertukar cerita dan baru berangkat tidur tengah malam. Pasangan J & Y adalah tetangga kami, mereka membantu ketika suamiku sakit. Pasangan yang unik, suaminya mengerjakan landscaping sedang istrinya tukang pijat.

16 April: jam 10:30 “PS” tiba di rumah J & Y, dengan membawa vacuum cleaner, kami segera pamit dan menuju ke rumahku. Tiba di rumahku aku ketemu dengan penyewa, beserta istri dan anaknya yang masih bayi. Aku dan “PS” segera menuju ke basement membersihkan dan mengatur kembali lebih rapi. Sempat melihat berkeliling rumahku, pohon bamboo yang tumbuh dengan suburnya, tidak ada perubahan semuanya masih sama. Penyewa rumahku fireman yang kukenal ketika ada kebakaran hutan di California, karena aku ikut mengirim makanan bersama dengan grup lainnya yang digilir tiap hari.

Setelah selesai kami balik ke kota, dilanjut makan siang di restoran Thai dengan pasangan H & D berusia 80+ yang datang mengendarai mobil dari luar kota. Kami bersahabat sejak almarhum suami masih ada, sambil makan kami bercerita, menurutku mereka masih sehat, mereka berdua pensiun, tidak punya anak, ditemani dengan 1 kucing.

Selesai makan siang, aku balik ke toko milik “PS” menunggu jemputan temanku, Y untuk makan malam di rumah ibu mertuanya yang suaminya baru saja meninggal. Makan malam sangat sederhana, 1 ekor ayam utuh, diisi dengan stuffing, dibaked dicampur dengan baby carrot, direndam soy sauce.

Malam itu Y menemani ibu mertua di rumahnya, malam ini hanya J, aku dan Sally (nama anjing mereka) yang balik ke rumah.

17 April: jam 8:00 bangun, mandi, sarapan, jam 10:00 aku diantar J ke rumah SC. Selama seminggu kunjunganku di Willits cuaca tidak pernah bersahabat, mendung, kelabu, kabut, tidak pernah ada sinar matahari, hujan, sempat turun salju. Temperature tidak pernah mencapai 60 F. Seminggu  kelabu di Willits.

Jam 13:00 sepasang temanku DV & CY datang mengajak untuk hiking, sebetulnya aku tidak berminat karena jalanan becek, dan dingin, akan tetapi aku tidak ingin mengecewakan mereka yang sudah bersedia datang dari rumah mereka yang cukup jauh jaraknya, pasangan ini banyak membantu ketika suami harus menjalani chemoteraphy.

Jam 14:00 selesai hiking balik ke rumah “SC” kami makan siang bersama sambil ngobrol, tertawa terbahak-bahak lepas, dengan cerita yang sangat lucu pengalaman SC dan pasangan DV & CY. DV & CY pasangan berusia 60+, dengan 3 anak laki-laki sudah dewasa menikah dan memberikan cucu.

Setelah pasangan DV & CY meninggalkan rumah SC, aku menonton beberapa DVD movies. SC sibuk bekerja. Jam 21:00 aku mandi, langsung menuju ke alam mimpi.

 

WILLITS-SAN FRANCISCO

18 April: bangun, mandi, sarapan, segera  ke kota karena SC harus bekerja, aku dengan berjalan kaki, berpayung ria karena hujan rintik-rintik menuju ke toko “PS” sambil menunggu dia datang dan pamitan karena siang ini aku harus balik ke San Francisco dengan Greyhound bus. Aku dan SC makan siang bersama. SC adalah manager natural store, di dalam market ada café dan dijual aneka makanan.

Selesai makan siang aku diantar ke bus station, menunggu kira-kira 15 menit. Jam 14:00 bus meninggalkan Willits dengan tujuan San Francisco.

Jam 18:30 aku sampai di San Francisco 2 temanku sudah menunggu di tempat parkir, 2 orang temanku ini adalah temanku kerja di San Francisco, yang wanita bernama JM dan yang pria orang Filipin bernama MG, kami segera meluncur ke restoran Burma “Mandalay” untuk makan malam.

Restoran ini menyimpan kenangan buatku, saat pertama kali aku ketemu almarhum.. Sejak pertemuan pertama, pacaran, menikah, kami masih setia datang ke restoran ini, banyak berubah dengan décor, warna dinding akan tetapi makanannya masih sama enak dan enak.

Malam ini kami memesan squash, zucchini goreng tepung dicocol dengan sambal pedas manis; roti pratha dicocol dengan curry sauce; mixed color salad terdiri dari 8 macam sayuran dan mie, kemudian diaduk dan dicampur dengan dressingnya, semuanya enak.

Untuk makanan utama kami memesan tumis buncis dengan terasi, pedas, lamb dimasak dengan aneka sayuran, aku tidak ikut menikmati karena tidak makan daging kambing.

Kami mendapatkan pencuci mulut gratis, seperti getuk terbuat dari ketela rambat berwarna oranye, ditabur dengan sesame seed, aku suka karena tidak begitu manis.

Selesai makan malam aku diantar ke apartemen temanku “S”.

19 April: ketemu teman “JC” (bukan Josh Chen hehehe), orang Cina agen asuransiku, kami makan siang di restoran Indonesia, Borobudur. Makan malam di restoran Thai, dengan sepasang teman “C & M”asal Guatemala dan Bolivia membawa cucu perempuannya dan bekas guru bahasa Inggrisku “RF”, aku bersahabat dengan mereka sejak almarhum masih ada akan tetapi dengan RF aku sudah berteman sejak  masih tinggal di Indonesia.

Selesai makan malam, dilanjut mampir café pemiliknya orang Syria, mereka menjual aneka makanan ala middle eastern, semua menggunakan daging kambing, selain dolmas. Mereka menjual aneka macam roti, cake, semua membuat ngeces dengan hanya melihat penampilannya di balik kaca.

20 April: pagi ini bangun jam 8, mandi, jam 10 janji ketemu temanku yang juga merupakan salah satu customerku di toko kopi di Kona (toko kopi ini tinggal kenangan setelah diterjang oleh tsunami), wanita ini asal Czech republic, kami segera meluncur ke kota turis agak sedikit keluar dari kota San Francisco namanya Tiburon. Kami makan siang di restoran Itali, kami pesan Bruchetta, salad, vegetarian pizza. Kami pelanggan pertama di siang hari itu. Kami  memilih duduk di luar walau dingin sambil memandang ke laut dan berseliweran kapal pesiar San Francisco-Tiburon.

Temanku “LD” mengajak untuk berkunjung ke negaranya, menginap di rumahnya, semua family masih tinggal di Czech republic. Orangnya sangat humoris, menikah, dengan satu anak laki-laki usia 24, cerai kemudian menikah lagi.

 

SAN FRANCISCO-FOSTER CITY

Jam 14:00 aku diantar kembali ke apartemen “S” di San Francisco, jam 17:00 aku dijemput oleh ex-bossku “CC” untuk menginap di rumahnya. Dulu aku adalah baby sitter anaknya selama 2 tahun, sekarang anaknya sudah berusia 21 tahun, tinggi, cantik mixed bapak bule, mama wanita Filipina.

Sampai di rumah ex-boss aku kaget, ini rumah apa kandang babi? Rumah berantakan bak kapal pecah, baju entah itu bersih kotor berserakan di lantai ruang tamu, di kamar mandi, apalagi melihat kamar tidur anak asuhku amit-amit. Toilet sangat nggilani kotor, di sana sini berdebu seperti rumah kosong saja. Aku tanya CC kenapa mobil tidak diparkir di dalam garasi? Jawabnya: well, my garage full of junks! Ketika aku melihat, ya memang benar apa adanya, koran berserakan belum lagi ada pintu jebol, barang-barang yang sebenarnya sudah masuk ke bak sampah masih tersimpan di situ.

Aku tidur di gym room, tempat tidur single, tertata rapi, apakah itu dipersiapkan karena aku menginap di rumahnya atau dengan alasan lainnya, aku tidak bertanya dan tidak ingin tahu. Tengah malam aku masih susah untuk memejamkan mataku, merasa risih saja tidak nyaman melihat kondisi rumah yang berantakan, sempat berpikir jangan-jangan ini bed sheet juga tidak pernah dicuci, takut dikerubutin kutu tubuhku dijadikan sasaran pesta kutu yang kelaparan hahaha…..

 

SAN FRANCISCO-HONOLULU

21 April: jam 6:15 aku bangun, mandi, tidak sempat sarapan, jam 7:00 diantar ke San Francisco airport untuk terbang kembali ke Kona. Aku rindu untuk segera pulang ke Kona, aku merasa Kona adalah my home sweet home now. Walau aku pernah menetap dan bekerja di California selama 16 tahun. Karena aku sudah melakukan web check in, jadi tidak perlu antri di depan loket check in. Setelah menjalani pemeriksaan, aku langsung menuju ke café, sarapan Thai veggies wrapped. Tak lama kemudian pesawat boarding, perasaanku sangat ringan, lega, akhirnya aku terbang kembali ke Hawaii.

Penerbangan San Francisco-Honolulu ditempuh selama 5 jam. Begitu mendarat disambut sinar mentari menjalari kulitku, terasa hangat……aaah, senang rasanya sudah sampai di Hawaii. Sambil menunggu pesawat transit aku mampir direstoran untuk makan siang.

 

HONOLULU-KONA

Jam 12:49 pesawat meninggalkan Honolulu dengan tujuan Kona. Jam 13:32 mendarat di Kona. Tak lama koperku keluar dari ban berjalan, aku telpon teman “B” yang menjemputku, ternyata temanku sudah menunggu persis di depan tempat kedatangan. Kami langsung menuju ke apartemenku, B sempat memberi pisang, pears, pisang dan mangga dari kebun milik temannya.

Selesailah sudah perjalananku selama 2 minggu ke California, aku senang bisa ketemu semua teman-temanku, hanya satu yang aku tidak suka, karena selama 2 minggu selalu kedinginan, temperature tidak pernah diatas 60 F.

Kona here I am back…….

Sampai ketemu dalam cerita perjalanan selanjutnya……..

 

Lani-Kona, the Big Island of Hawaii

21 April 2011

 

 

88 Comments to "Catatan dari California (3 – habis)"

  1. mimin mumet  23 July, 2011 at 01:54

    kcckckckckckcckckckckckcck…sampai geleng geleng ngebaca kisah perjalanan ibu lani..

    bayar sim-nya mahal banget yah bu..$31

    #pingin ke hawaii..kapan yah…

  2. Lani  20 June, 2011 at 14:25

    BUNG THONNY…….jarang nulis gimana? pasti gak baca artikel2ku???? coba diliat dibagian bawah, susunan para penulis, klik namaku dr sana pasti banyak artikelku yg belum dibaca hehehe…….dlm wkt singkat bakal muncul artikel2ku lagi……….tunggu saja ya…….trim’s udah mampir dan komentar aku kira udah lupa sama diriku hehehehe

  3. thonny  20 June, 2011 at 14:20

    Bu, kok jarang nulis lagi, sampe kangen neh dengan tulisannya.

  4. Lani  6 June, 2011 at 12:15

    ok, doke tossssss balik dr KONA utkmu DAISY

  5. Daisy  6 June, 2011 at 07:31

    Tooosss dari jauh deh mbak

  6. Lani  5 June, 2011 at 22:27

    DAISY hehehe……..klu gitu dikau mirip dgn almarhum suamiku……..wah, kita jd lombak pencinta binatang, ktk aku msh kecil rumah ortu luaaaaaaaaas sekali halaman belakangnya, dan semua diisi binatang spt ZOO aja….dr ayam, bebek, kelinci, marmut, ikan, kambing, burung kakak tua, anjing, kucing, burung dara, burung perkutut……….klu pagi rameeeeeeeee sekali, mrk berceloteh………semua rukun berteman, gak ada yg bermusuhan……….krn mrk tinggal dan hidup bersama…….aku sampai jd bidan ktk kambing melahirkan, anjing melahirkan……..jd aku suka binatang……..akan ttp sejak di Amerika cm pelihara kucing, itu sj bukan kucingku tp milik almarhum……..kami gak suka anjing krn anjing tdk mandiri, tdk bs ditinggal pergi……..hrs diajak jalan2……dan bikin rumah bau

  7. Daisy  5 June, 2011 at 18:09

    Aku juga suka curhat sama kucing. Kalau di jalan ketemu hewan, seperti kambing, kucing,anjing, ayam, dkk kadang juga tak ajak ngomong atau sekedar say hello hihihi.

    Dari aku usia 5 tahunan kayaknya keluargaku sudah pelihara kucing mbak. Eyangku, ayahku, budhe-budheku suka kucing, suka binatang. Pelihara kucing, anjing, ikan, burung. Hehe.

    Wah, sorry to hear that mbak. Moga-moga Kiki ditemukan orang yang juga sayang kucing ya

  8. Lani  5 June, 2011 at 14:24

    DAISY…..laaaah, bener2 nglunjak.com iki hehehe…….almarhum suami pencinta kuciaaaang…….kucing diajak bicara, klu basah kehujanan dikeringkan pakai handuk……..lama2 kucingnya nglunjak………klu hujan malah nekad keluar masuk rumah…….krn minta digendong dan dikeringkan dasarrrrrrrrr.

    kucing pertama namanya Walter, mati krn usia tua…….emboh dia pergi kemana trs gak kembali, kucing kedua namanya Tabby mati muda krn kena trombosis, ini aku temukan ktk usianya baru sebulan di back yard. kucing ke 3 namanya Maize krn suka jagung godog hehehe……..dikasih ke temanku krn dia liar sekali. kucing ke 4 namanya Smoky kami adopt dr humane society sayang mati muda krn kegencet pintu garasi……..kucing ke 5 namanya Kiki, dia minggat entah kemana…….ktk suami dlm perawatan sakitnya…………mungkin dia merasa ada sesuatu yg tdk beres, krn dia jg dicintai suamiku………aku ikut sedih krn dia pergi tak kembali, suami jd gak ada yg mendampingi tiap hari jk dia keliling pakai kursi rodanya……..biasanya Kiki temempel dipengangan kursi ato nempel diperut/dipunggung almarhum…….pokok-e sll nempel……….ikut berselancar………..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *