Pesta Para Jomblo

Yuni Astuti – Banten

 

“Sebelum V’Day, gue harus dapet cowok. Gak peduli gimana pun caranya. Gak enak gue ngejomblo terus, gak ada yang sayang.” Kata Dara, serius sambil memukul piring dengan sendok, seperti pedagang ketoprak.

“Gue juga!” sambung Sesil. Sok iya banget, padahal dia belum pernah punya pacar. Ya selama itu pula dong gak ada yang sayang sama dia.

“Kalau gue, sih… Gak mau nargetin. Karena emang kan gue most wanted. Mana ada cowok normal yang gak suka ama gue.” Lha ini, Ihda makin-makin narsis. Belaga paling cakep aja di geng kita.

Aku yang sedari tadi asyik minum jus alpukat, Cuma senyum-senyum geli mendengar obsesi mereka yang enggak banget. Ngapain sibuk mikirin cowok, nilai mid semester tuh pada ancur!! Hahaha.

“Queen, lo gimana?” tanya Sesil tak disangka-sangka ternyata ada yang merhatiin gue.

“Apa? Gue… gimana apanya?”

“Lo juga kan? Mau punya cowok juga kan? Sampe kapan lo jomblo terus? Mau lo jadi jomblo abadi?”

“Yee….segitunya. Gue kagak mau ributin soal cowok at this time. Gue mau fokus sama sekolah gue. Gals, kita kan udah kelas tiga. Setelah lulus pada mau ke mana?”

“Yaelah Queen, lo ortodok banget sih alirannya?” Dara ikut memvonis. Sok tau banget!

Aku cuma senyum.

***

Seminggu lagi Valentine Day. Entah kenapa, temen-teman se-geng udah pada ribut lagi kayak kebakaran jagung. Obsesi banget dapet cowok buat diajak valentenan. Emang apa serunya sih valentine? Katanya hari kasih sayang, kok Cuma dirayain setahun sekali. Ungkapannya pake kado lagi. Ih, ngabisin duit. Udah gitu, biasanya mereka pada jalan gak puguh ngabisin duit lagi, ke pantai, wah gak jaminan utuh dah sepulangnya dari acara. Ada aja yang lecet. Ngeri gue.

“Sebenernya, gue suka sama Ivan. Anak basket itu tuh. Sumpah tiap ngeliat dia, jantung gue langsung sprint… Maaaak, rasanya mau copot deh kalo gue gak jagain.” Hahahaha, Ihda lebay banget.

“Buruan tembak!” Sesil malah nyuruh Ihda berbuat kriminal. Bejat banget otaknya.

“Kalo gue, kemarin baru aja dilabrak sama Indah, anak sekolah sebelah. Katanya gue ini perusak hubungan orang gara-gara gue deket sama Rio. Akhirnya, Rio keliatan banci banget gak bisa milih antara gue sama Indah.” Dara tampak lusuh mukanya.

Kantin sekolah memang salah satu markas kami untuk saling bertukar cerita dan mengatur strategi weekend. Ampun dah kegiatan kami kebanyakan hura-hura aja. Cuma Ihda sih yang rada pendiam, meski kadang meledak seperti bom Molotov. Untung saja kami termasuk sepuluh besar di kelas, jadi rada punya prestise gitu lah.

“Lo gimana Queen? Jangan bilang kalo lo belum punya target cowok. Gue bisa kenalin lo sama sepupu gue. Lo mau?”

“Sori deh. Mending gue gak ikut-ikutan lo semua. Gue belum mau pacaran. Gue mau fokus belajar.”

“Ah lo hidup kayak di zaman batu!”

***

Deadline mencari pacar tinggal hari ini. Dara, Ihda dan Sesil sudah semakin lecek mukanya. Gak dapet-dapet pacar. Ihda ditolak dengan sukses oleh Ivan, sementara Dara kapok berhubungan lagi dengan cowok playboy macam Rio. Sedangkan Sesil, dia tak mampu berkata-kata. Cuma sekotak tissue habis dipakai ngelap cairan hijau dari hidungnya. Ia malu untuk nembak, tapi gak ada satu cowok pun yang pdkt sama dia walaupun ia udah nebar pesona kemana-mana.

Jadilah Cuma aku yang bermuka paling manis di antara ketiga sahabatku itu. Iseng aku membaca leaflet yang tergeletak nahas di lantai kantin. Aku memang paling suka membaca. Ada tulisan di manapun pasti kubaca, walaupun di lantai akan kupungut.

“Pesta Para Jomblo…” gumamku, saat bibir-bibir mereka manyum lima senti. Berduka banget deh kayak upacara kematian kucing. Xixixi….

“Gals, ikutan yuk! Daripada kalian hidup merana malam ini karena belum juga dapet cowok, kita ikutan ini aja…”

“Sadis lo Queen. Nyumpahin kita semua jadi jomblo kayak lo?” dengus Dara.

“Lo mau jomblo ya silakan aja. Gak usah ngajak kita-kita…” sambung Ihda.

“Nggak gitu, tapi coba deh kita pikir… Daripada malam ini kita bete, sedih gak ada pacar, trus nangis Bombay, nggak banget deh. Mending kita menghibur diri di acara ini. Siapa tahu hidup kita akan berubah dan bisa berbagi dengan para jomblo lainnya. Be positive aja kaliii”

“Ehm…boleh juga tuh!” Sesil menghentikan makannya sejenak, trus makan lagi.

Mata Dara dan Ihda aneh memandang Sesil. Kok cewek ajaib kayak Sesil mau juga diajak acara begituan, “siapa yang ngadain?” tak urung, Dara bertanya juga.

Aku menacari siapa EO-nya di kertas itu. “Divisi Keputrian-Risma SMA Pertiwi.”

Mereka shock mendengarnya. “Acaranya orang Risma? Gak salah tuh Queen? Ntar kita malah diceramahin mulu. Gue tahu, apa yang bakal mereka omongin. Pacaran haram, valentine dan tahun baru haram, gak pake kerudung haram. Semua serba haram. Kita bisa jadi bahan olok-olokan sama oleh mereka.” Kata Dara, paling frontal buruk sangkanya.

“Yee…kita lihat dulu. Siapa tahu malah seru.” Kataku.

“Seru dari Hongkong?” Ihda turut mendukung Dara.

“Daripada malam ini kalian cengok di kamar yang sepi dan dingin tanpa belaian kasih sayang cowok?” ujarku, memanas-manasi kejombloan mereka. Bagi mereka, jomblo adalah salah satu tanda-tanda kiamat. Sok tau banget!

“Pokoknya malam ini kita ikutan acara ini. Ok?” Sesil memutuskan. Tumben? Sejak kapan dia suka sama acara Risma?

“Kan siapa tahu di sana ada cowok keren plus sholeh yang bisa kita gebet. Ya gak Queen?” lanjutnya seraya memandangku. Hueeks! Sesil…. Enggak banget deh…

***

Atas bujukan dan rayuan mautku dan Sesil, akhirnya Dara dan Ihda mau juga ikut acara itu. Kami berkumpul di mushola sekolah setelah ashar. Karena terpaksa, kami memakai kerudung. Dara aneh, roknya sebatas mata kaki, bajunya ketat, kerudungnya punya poni, hihihi… Ihda biasa saja sepertiku, gak ganjen kayak Sesil yang pasminanya dijadikan selendang sementara rambutnya berkibar bebas sambil sesekali matanya mencari-cari ada cowok atau nggak di sekitar situ. Ia lama-lama sadar kalau acara ini khusus untuk cewek. Sinyal pengendus cowok pun mati seketika. Ia gagal menemukan cowok dalam area ini.

Tak lama kemudian, setelah puluhan peserta kumpul, kami berangkat ke sebuah villa yang ada di Pandeglang. Asik banget suasananya sejuk. Airnya dingin, ahhh refresh banget! Lebih asik tinggal di gunung daripada di kota, setidaknya untuk saat ini.

Panitianya adalah anak-anak Risma, salah satu yang kukenal adalah Elis. Juga ada alumni yang sebagian sudah kuliah, bahkan ada Teh Ina yang udah punya bayi. Idih…masih muda kok berani nikah sih?

Acara itu banyak diikuti oleh para jomblo. Sampai di sini aku belum paham maksud dari acara ini. apakah akan ada party barbar karena kami semua ini golongan orang merana tak punya pacar?

Materi setelah Isya itulah yang menjawab pertanyaan-pertanyaanku. Teh Rea mempresentasikan materinya. Dimulai dengan pemutaran video anak SMA yang suka hura-hura, dilanjutkan dengan pacaran…. Ih geng kita banget sih (except gue, hehe). Aku memandang ketiga sahabatku yang pada cengok melotot ke layar. Serius banget sih…?!

Tapi ngeri juga ketika ujung dari video itu adalah hamil di luar nikah, lalu bunuh diri atau aborsi, sungguh hidup yang sia-sia dan hampa tiada guna. Miris melihatnya. Sesil berulangkali mendesis ketakutan, Dara menundukkan kepalanya, itu terharu atau…ya ampun…. Ihda berbisik dari jauh katanya si Dara mah tidur!

“Ngapain sih saat valentine day sibuk nyari pacar? Memangnya kasih sayang itu dilambangkan dengan pacaran? Lagian, apa kita yakin kalau V’Day itu dibolehkan dalam Islam?” kata Teh Rea. Tuh kan, kayaknya bakal bilang kalo valentine itu haram.

“Dalam Islam, hanya ada dua hari raya. Idul fitri dan idul adha. Selain itu, maka tidak ada dalam Islam. Selain itu, jika perayaan tersebut ternyata merupakan tradisi sakral dan khas agama lain, kalau kita ngikutin maka namanya tasyabbuh atau menyerupai suatu kaum, dalam hal yang bersifat keyakinan.” Nah nah nah…benar kata Dara, kita diceramahin. Xixixi….

“Apa pula yang banyak dilakukan pada aktivitas pacaran? Jalan bareng, ketemuan, sekadar ngobrol, atau Cuma SMS-an dan telponan?”. Bener juga sih.

“Teman-teman, jika kita melakukan hal-hal itu bersama suami yang sah, tentu kita akan mendapatkan pahala karena kita menyalurkan rasa cinta kita kepada orang yang halal bagi kita. Sebaliknya, jika kita melakukannya dengan lawan jenis….adalah kebalikan dari halal tadi…. Kepada suami kita mendapatkan pahala, sebaliknya kepada lelaki yang bukan mahram kita akan mendapat kebalikan dari pahala….. Masya Allah…”

Bla….bla…blaa… Panjang lebar Teh Rea menjelaskan, toh Dara tetap saja tidur. Sesil mulai ngantuk, dan Ihda apalaghi. Sibuk FB-an pake hape pura-pura merenung. Aku geleng-geleng aja…Lucu.

Materi selesai pkl. 22.00. Kami tidur!

“Payah! Katanya pesta, eh malah ceramah mulu.” Dara kesal tampaknya. Ia langsung tidur lagi di kasur, tengkurap pula! Bikin pulau aja.

Ihda dan Sesil juga kecapekan banget. Tak lama, kami sudah dibuai oleh mimpi.

***

Pintu diketuk-ketuk dari luar. Pkl.03.00 waktu hapeku. Kami dipaksa bangun dini hari begini mau diapain? Ow ow…diajak sholat tahajud!

Dara hampir saja marah karena tidurnya terganggu. Namun, ia menyerah saja. Saat sholat pun, ketika semua bangun dari sujud, dia masih sujud. Bahkan selesai salam juga masih sujud. Kugoyang badannya, eh limbung. Tidur lageee??? Hrrrhhh….

Saat muhasabah pun, ada suara dengkur. Kali ini Sesil! Duh temen-temenku malu-maluin banget sih!!

Pagi, setelah sarapan. Kami semua diajak ke arena outbond. Inilah yang paling seru. Kami bisa teriak-teriak menyebut nama kami dalam ajang perkenalan dengan peserta lain dan panitia. Di acara ini kami diwajibkan menyebut nama, sudah menjomblo berapa lama, dan apa target hidup serta punya program apa sebagai jomblo berkualitas?

Aneh! Dara sewot. Dia tak mau bangga disebut jomblo. Apalagi punya target segala. Toh pada akhirnya, kami semua “lepas kendali”. Tertawa gembira, bermain games. Siapa yang terakhir memegang kayu pada saat lagu berhenti, dia yang harus menyebutkan identitas seperti tadi.

Aku kena!

“Nama saya Queen Lathifah, saya jomblo seumur hidup nih gak laku-laku.. hihihi…. Targetnya pengen jadi dokter gigi, biar penyakit gigiku gak kumat-kumat lagi, dan aku pengen melakukan hal terbaik agar bisa menjadi manusia terbaik. Hehehe. Terima kasih….”

Ihda juga kena.

“Nama saya Ihda. Saya jomblo baru sebulan yang lalu. Duh, target saya apa ya? Pengen jadi guru, makanya saya mau melakukan …. Apa ya? Belajar aja deh biar jadi high quality jomblo. Siapa tahu ada raja jomblo yang nyamperin aku. Hihihihihi….”

Dua jam lamanya kami berkenalan. Hingga diakhiri dengan rujak party. Asik banget. Ajip!

Sempurnalah acara itu. Selesai ketika kami semua foto bersama. Meski hanya semalam, kami serasa sudah sangat dekat. Materi yang disampaikan pun, syukurlah masuk ke hatiku. Aku jadi semakin mantap untuk menjadi jomblo hingga saatnya nanti aku menikah.

Sebelum penutupan, panitia resmi menganugerahiku gelar “The Queen of Jomblo.”

Hehehehehe……

 

Kramatwatu, 20 Januari 2011

 

 

27 Comments to "Pesta Para Jomblo"

  1. ivan  2 September, 2011 at 09:35

    Rame bnget, pda ngomongin apaan

  2. Lani  28 May, 2011 at 11:22

    DA pesta opo sik dikongkon bubar????? pesta jomblo??? msh jomblo yo pesta terus to yoooooo

  3. Dewi Aichi  28 May, 2011 at 10:46

    Pak Iwan wkwkw…lupa kawin ha ha

    Lani…pestane bubar ayoo…bubar….!

  4. Lani  28 May, 2011 at 09:55

    ISK komentar no 23……….itu namanya BIAR JOMBLO TAPI BAHAGIA

  5. IWAN SATYANEGARA KAMAH  25 May, 2011 at 18:16

    Jomblo? Nggak pernah merasakan. Jadi tak bisa komentar. Membayangkan saja sulit. Sejak dulu meski tak punya pacar, teman segudang, jadi tak pernah sepi, sampai lupa kawin….

  6. Handoko Widagdo  25 May, 2011 at 14:56

    Hukum Darwin I, monyet dan manusia itu sama saja karena nenek moyangnya sama

    Hukum Darwin II, lelaki perempuan sama saja yang penting setia

  7. Lani  24 May, 2011 at 13:33

    HAND opo kuwi hukum Darwin II???? rak mudenk aku………

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.