Atribut

Alfred Tuname

 

Mengapa kau jual atribut itu pada kami?

Kau bilang kepemimpinan yang sejati

Padahal kau hanya ingin kekuasaan dengan belati

Menebas tangan lain yang membuatmu cuti

 

Partai kau sangka milik moyangmu

Lalu kau titip padanya istri dan anakmu

Padahal sudah lama kita berpuisi demokrasi

Kau masih saja terhanyut romantisme dinasti

 

Mengapa kau jual atribut itu pada kami?

Lima puluh persen lebih rakyat memilihmu

Padahal kaulah yang memaksa kami

Kau buat kemiskinan dan beli kemiskinan itu

 

Ladang kami, kau buat medan latihan perang

Hutan kami, kau sewakan untuk tambang

Sengaja kau ciptakan dayu-dayu tembang

Karena kau ingin partaimu dikenang

 

Mengapa kau jual atribut itu pada kami?

Kau pikir otak kami seperti kue donat,

Seperti tukang proyek yang menilep dana

Ke lubangnya atas pembanguan gedung atau wisma

 

Kami sudah belajar dan mengerti politik

Meski guru yang kau upah tak mampu beli KUBI*

Kami sudah melek sejarah bangsa ini

Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka, Soe Hok Gie dan Gus Dur

Sudah mengajarkan kami mencongkel kebusukanmu

 

*Kamus Besar Bahasa Indonesia

 

Djogja, 23 Mei 2011

Alfred Tuname

 

 

21 Comments to "Atribut"

  1. Lani  28 May, 2011 at 09:30

    AT lo, kok tau aku romantis hehehe……tp bener aku gak mudenk puisi lo……mo dibikinkan? kutunggu lo

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.