Kepala dan Ceker Ayam

Daisy

 

Kata teman-teman, aku orang aneh. Setiap makan sup, gulai ayam atau ayam bumbu rujak, aku mesti memilih bagian kepala dan kaki (ceker) ayam. Kalau di rumah ada lauk ayam goreng, pasti yang aku lihat dulu apakah ada bagian kepala dan cekernya.

Nggak tahu kenapa, daging ayam yang montok-montok tidak membuat aku tertarik sedikitpun. Kecuali, kalau sudah tidak ada bagian kepala atau ceker, baru aku beralih memilih yang lain.

Sejak kecil, mbah-mbah aku selalu bilang kalau makan kepala dan ceker ayam itu bagus. Konon katanya kalau banyak makan kepala, kelak bisa menjadi pemimpin dan membuat pintar. Sedangkan kalau makan ceker maka langkahnya akan besar. Itu artinya dia akan suka berjalan, melangkah kemana saja untuk menggapai rejeki. Jadi, rejeki yang suka makan ceker bakal banyak, katanya. Dulu, aku percaya sekali akan hal itu. Namanya juga anak kecil.

Setelah beranjak dewasa, aku mulai tidak percaya. Tapi, entah mengapa kebiasaan aku makan kepala dan ceker tetap saja aku lakukan. Aku sangat menikmati kegiatan mencongkel kedua mata ayam dan membuka tulang kepala untuk mengambil bagian otak. Begitu juga saat makan ceker, meskipun lengket di tangan tapi aku bisa sangat sabar melucuti daging-daging yang menempel di tulang kaki.

Kemaruknya aku terhadap kepala dan ceker makin menjadi ketika aku pernah membaca bahwa ternyata dua bagian itu cukup bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kepala ayam konon banyak gizinya. Sedangkan, ceker ayam katanya mengandung banyak protein. Selain itu, ceker ayam memiliki manfaat untuk mencegah tulang keropos (oesteoporosis). Aku kurang mampu memberikan penjelasan ilmiahnya dengan baik. Namun, dari artikel yang aku pernah baca, ceker memiliki semacam zat yang bisa mempercepat pemulihan jaringan yang rusak yang disebut protein kolagen.

Sebagian orang tidak menyukai kedua bagian dari tubuh ayam ini. Terutama bagian ceker, yang katanya kotor karena semasa hidupnya ayam suka menginjak-injak sembarang tempat. Tapi, entahlah itu tak membuat nafsu aku menyantap kepala dan ceker ayam surut. Aku tetap suka.

Ini kabar baik buat keluarga dan teman-teman aku. Kalau mereka tak sengaja mendapati kepala dan ceker, akulah tempat sampah mereka. Begitu pula sebaliknya, kadang aku malas makan daging ayamnya, maka aku berikan kepada mereka. Ada yang kapan-kapan bersedia makan ayam dengan aku? Hehe…

 

 

67 Comments to "Kepala dan Ceker Ayam"

  1. Daisy  29 May, 2011 at 09:38

    @Lani: bagian bawahnya? bebas berimajinasi mbak…
    Mungkin ceker, mungkin kaki manusia
    Sesuai selera wakakakakak

    @EA Inakawa: salam, terima kasih

    @Mas Pantang Menyerah (hihihi): walah, aku juga suka tuh kepala ikan, congkel-congkel matanya
    Di rumahku ada kucing kebetulan, tapi sering aku nggak mau ngalah ngasih bagian kepala ikan buat dia
    Lha aku aja masih doyan (maruk.com)

    @Ibu Probo: apa benar kata Pak Iwan ya bu? Orang Jawa makan semuanya hihihi
    Oh ya, kan sudah ada resto-resto ayam tulang lunak, sepertinya itu mengakomodasi keinginan “ngrokoti balung”

  2. probo  29 May, 2011 at 09:00

    wah bisa rebutan nih sama daysi……hobinya sama….mbrakoti balung

  3. nevergiveupyo  29 May, 2011 at 08:37

    kalo saya malas makan bagian lehernya (Secara kepala selalu lengkap dengan leher) klo bagian otak dan mta saya juga suka (Ini kalau saya makan ikan bakar pasti bagian mata dan kepala yang saya habiskan dulu)

    kalau ceker…hum…entah kenapa kurang hobi…. hehehe
    met nyeker2 dan ngepala2 ya Daisy

  4. EA.Inakawa  29 May, 2011 at 04:17

    emang enak sih………..salam baik

  5. Lani  28 May, 2011 at 22:33

    DAISY, MISS NGAING-NGAING………wakakak gambare njur memedenikan…….atas kepala ayam……dada manusia…….njur seteruse opo?????? wakakakak……..ngekel gembrobyosssss bar balik lariiiiiiiiiiii

  6. Daisy  28 May, 2011 at 20:07

    Ngakak baca komen Mbak Nia
    Maksudnya yang kayak gini:

  7. nia  28 May, 2011 at 11:32

    walah yu… moso seneng nek dada brad pitt tp kepalane ayam hehehe…

  8. Lani  27 May, 2011 at 21:18

    MISS NGAING-NGAING, DAISY wadoooooh, nanti aku dibilang yg meng-ambyarkan artikel dunk………tuh kalian mlenceng klu DADA BIDANG tossssss ama aku……….wahahaha…….tp aku mmg akuin, ini bukan dada ayam to?????? klu dada bidang ayam jago yo emoh…….ora iso dinggo kemulan………yg dimaksud dadanya BRAD PITT……..pasti uenakkkkkk banget kuwi dada mentognya dia……njur ngileeeeeeeer sambil mringis krn ditempeleng ama ANGIE……..ouch!

  9. Daisy  27 May, 2011 at 20:25

    Pak Iwan, “Jawa Kowek” itu apa ya artinya?
    Sama dengan “Jawa Asli” alias “Jawa Totok” gitu?

    Iya kali ya, soalnya saya memang orang Jawa hehe :p

  10. ilhampst  27 May, 2011 at 17:21

    Pak Iwan, klo gitu pelajarannya buat saya, jangan nyari istri orang Jawa gitu ya Pak? Hihihi….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.