Seperti Apa Pacaran?

Ida Cholisa

 

dulu

sewaktu kanak-kanak

aku tak tahu apa itu pacaran

 

yang kutahu pacaran itu

berpelukan lelaki perempuan

bergandengan lelaki perempuan

berduaan lelaki perempuan

 

tapi aku tak pernah tahu

apa hakekat pacaran itu

 

tiba masa remaja

mulai aku jatuh cinta

pada si keriting berkendara sepeda

tiga tahun lamanya

aku menyukainya

 

merangkak lagi usiaku

mematangkan masa remajaku

masa SMA

aku bersua taruna

delapan tahun lamanya

ia memberiku celah

tuk mengaguminya

tuk menyentuh indahnya

dalam alam maya

 

menanjak lagi usiaku

menuju usia dewasa

hingga berjumpalah aku

dengan pangeran cinta

ia lelaki teduh

penambat cintaku

hingga disuntingnya diriku

dalam pelaminan bersahaja

 

malam pertama tiba

dan barulah kumengerti

seperti apa pacaran yang sesungguhnya

amboi indahnya….***

 

(Bogor, April 2011)

Buku keduaku: Novel “Bintang Kejora di Langit Luas”.

 

 

Buku keduaku; Novel “Bintang Kejora di Langit Luas”.

18 Comments to "Seperti Apa Pacaran?"

  1. Handoko Widagdo  31 May, 2011 at 08:02

    Setuju dengan Kangmas Djoko. Kami terus berpacaran walaupun telah menikah 18 tahun. Jadi + 5 tahun masa pacaran sebelum menikah, sekarang kami sudah pacaran selama 23 tahun.

  2. Djoko Paisan  31 May, 2011 at 00:38

    Dj. dari pertama ( 36 tahun yang lalu ) sampai sekarang, masih pacaran terus……
    Nikah sudah, anak 3 orang, cucu satu, tokh masih juga pacarang dengan pacar yang sama…

  3. Ida Cholisa  31 May, 2011 at 00:15

    heheheeeee….., Mbak Dewi…, tahu-tahunya posting ini puisi. kekekeekkkkkk….., aku aja dah lupa ama apa yg aku tulis, eh dikau yang selalu mengingatkanku akan lautan tulisan yang sering kulupa itu. heheheee…..
    btw, thanks a lot, ya?
    makasih atas komen2nya. pacaran after merit enak juga lho, kakakakakkkkk…..

  4. Lani  30 May, 2011 at 15:35

    NEV……..laaaah, makane perlu ilmu brak bruk…….biar gak babak belurrrr………hrs meguru karo aku sek wakakak……..pie carane nubruk tp gak gradag-grudug………malah hitam lebammmmm

  5. nevergiveupyo  30 May, 2011 at 15:16

    hla soalnya pernah mengaplikasikan jurus brak bruk seperti itu tapi ya hasilnya gur babak belur thok je subo…
    akhirnya malah : lho koq hambar ya? setiap ketemu pikirane cuman tubruk-tubruk… (ya kalo mau yang gini kan ga perlu pacaran…hahahahaha)

  6. Lani  30 May, 2011 at 15:10

    NEV makane aku bilang……….dirimu iki pinterrrrrrr……….malah lbh pinter soko subomu dlm pacar memacari dan pacaran…….hehehe………soale subomu iki malah LANGSUNG TUBRUK..bres,,,,,,,bressssssss………rak sah kesuwen ngono……..wakakakak………..makane dibilang subo gemblunk………….bunuh dulu urusan belakanganlah…………kkkkkkk

  7. nevergiveupyo  30 May, 2011 at 15:05

    lho? keminter gimana subo?
    bener kan? kedekatan secara fisik ga menjamin para pelaku pacaran sungguh dekat dan mengenal secara psikis-nya?
    kadang malah sebaliknya lho…

  8. Lani  30 May, 2011 at 15:01

    ISK aku se77777 dgn komentarmu no 8……hehehe…..la wong yo nglakoni dewe…….trs NEV……jian bocah siji iki njur keminter……..kkkkk

    SAW………pacaran??????? HARUSSSSSSSSS……….biar udah menikah lamaaaaaaaaa……..bara itu hrs tetep ditiup……..sing kenceng………….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.