Mens Sana In Corpore Sano

Dinanda Nuswantara Buwana

 

Olimpiade Beijing 2008, dalam semifinal cabang Taekwondo putera, seorang atlet Kuba Angel Valodia Matos melakukan suatu tendangan yang menakjubkan, tetapi sayang itu dilakukan bukan pada sang lawan Arman Chilmanov dari Khazakhstan.

Tendangan itu diarahkan  pada sang Wasit, Chakir Chelbat. Karena dia kecewa terhadap keputusan sang wasit yang mendiskualifikasikannya.  Sang wasitpun terjengkang hebat, hingga terkapar dan mendapat perawatan medis. Sang Wasit tentu saja teramat sangat terkejut menerima tendangan yang tak disangka-sangka itu.

Adegan ini tertangkap dengan jelas oleh kamera wartawan cetak maupun elektronik, alhasil berita yang menghebohkan ini dalam waktu sekejap tersiar ke seluruh mancanegara dan mengundang berbagai komentar dan kecaman. Selanjutnya WTF memberikan sanksi seumur hidup padanya untuk tidak terlibat dalam seluruh kegiatan Taekwondo. Tindakan bodoh dan brutalnya itu dianggap telah  mencederai  visi olimpiade dan sportivitas olah raga.

Tidak diragukan lagi, sebagai atlet yang dikirim negaranya untuk mengikuti olimpiade tentulah Angel  Valodia Matos  adalah Atlet pilihan, Hasil seleksi dan tempaan latihan,  Staminanya pasti bagus, fisiknya ideal, tapi apakah juga jiwanya?

Berikutnya mari kita menemui Stephen Hawking, fisikawan era modern, yang namanya disejajarkan dengan Sir Isaac Newton dan juga Einstein, dan oleh Majalah Newsweek dia dianggap sebagai ilmuwan yang mencoba “membaca kehendak Tuhan.

Hawking tentulah mempunyai otak yang luar biasa cemerlang. Teori-teori  fisika kuantumnya membuka mata dunia tentang alam semesta. Dan pernyataan-pernyaannya tentang Alam semesta kadang menimbulkan kontroversi.  Tentulah itu bukan hasil pekerjaan otak yang basa-biasa  saja, itu merupakan kejeniusan. Tetapi apakah dia sehat secara Jasmani?

Lihatlah, secara fisik Stephen Hawking menyedihkan sekali. Duduk tak berdaya di atas kursi roda, tubuhnya ringkih dan lunglai, berbicara harus dengan alat bantu. Berbagai alat dan kabel menempel pada tubuhnya. Dia dengan pikiran dan Jiwanya yang cemerlang, ternyata menderita penyakit ALS (Amyotropic Lateral  Sclerosis).

ALS adalah penyakit yang berhubungan dengan syaraf-syaraf motorik, sedikit-demi sedikit bagian-bagian tubuh penderita tidak bisa digerakkan hingga akhirnya lumpuh total.

Apa yang dikatakan oleh Hawking ketika sesorang menanyakan tentang keadaannya yang menyedihkan ini? Dia menjawab “Ketika menjadi lumpuh aku  merasakan kembali ke titik nol, ketika seseorang ditarik ke titik nol, ketika itu ia justru merasakan yang masih bisa dimiliknya, apapun itu”. Bukan main pernyataan Hawking, yan tidak saja cerdas secara IQ, tapi juga secara Emosional.

Dengan menilik pada dua kasus di atas sekejap saya teringat pada kata-kata mutiara berikut ini, dimana sejak saya duduk di Bangku SD rasaya kata-kata mutiara ini sering terdengar, utamanya didengungkan oleh para Guru Olah raga:

“mens sana in corpore sano” dalam jiwa yang sehat  terdapat pula tubuh yang sehat.

Benarkah demikian? Utamanya jka melihat perbandingan kedua kasus di atas? Atau kedua kasus itu hanya pengecualian?  Walaupun sebenarnya kita banyak menemui kasus-kasus seperti di atas, dimana orang yang sehat secara fisik namun sakit secara jiwa, atau sebaliknya, Punya kekurangan atau Sakit secara fisik tapi cemerlang dalam berpikir dan mempunyai jiwa hebat.

Jadi dimana letak kesalahannya sehinga kata-kata mutiara itu sepertinya tidak bermakna apa-apa, padahal kata-kata itu sering kali dan banyak dikutip orang?  Apakah kita meragukan kata-kata mutiara itu? yang entah ada sejak kapan dan kita semua tidak pernah tahu siapa yang pertama kali mencetuskan.

Sampailah saya pada suatu hari, iseng-iseng membongkar buku dan majalah lama di Gudang, akhirnya saya menemukan sebuah harta karun. Sebuah majalah Psikologi popular tanpa data bulan dan tahun, tapi saya memperkirakan majalah itu terbit antara tahun 1970-1975, berdasarkan Ejaan dan Gaya Bahasa penulisan rubrik-rubriknya.

Pada salah satu rubrik majalah itu ada pembahasan tentang kata-kata mutiara  “mens sana in corpore sano” yang ternyata telah mengalami reduksi dari kata-kata mutiara yang asli, setidaknya itu menurut seseorang yang berinisial H.W dalam rubrik itu.

Menurut H.W kalimat itu sudah diperpendek, dan sesungguhnya berbunyi, orandum est mens sana in corpora sano, yang artinya “berdoalah engkau, agar pada jiwa yang sehat terdapat pula tubuh yang sehat. “Bang !!!” saya seperti mendengar ledakan, itu missing link yang saya cari-cari selama ini, yang tak pernah henti menggelisahkan saya,  dua kata itu; Orandum est alias berdo’alah engkau.

Dari kalimat Berdo’alah engkau itulah sesungguhnya makna dari kata-kata mutiara itu bisa dipahami secara terpadu, sehingga kita tidak perlu merasa heran jika menilik “ketidaksesuaian” antara keluhuran isi kata-kata itu dengan kenyataan yang ada, yang sering kita temui.

Berdo’a mengandung makna bahwa kita melakukan penyerahan total pada apa yang berada di luar jangkauan kita, kita melakukan penyerahan total atas segala kemungkinan yang bisa terjadi di dunia ini, karena segala rencana dan keinginan kita  masih Ghaib, dan unpredictable, dengan berdo’a maka kita mengakui bahwa ada “sesuatu”  yang berkuasa atas segala perencanaan kita. Dan Pada Akhirnya do’a menjadi energy pada kita untuk mencapai kesehatan Fisik dan Jiwa.

Jadi dalam Kata-kata Mutiara “berdoalah engkau, agar pada jiwa yang sehat terdapat pula tubuh yang sehat” Terdapat pengertian yang mendalam tentang Kesehatan Jiwa, Kesehatan Fisik, dan Kesehatan Spritual.

 

 

17 Comments to "Mens Sana In Corpore Sano"

  1. dinanda  19 March, 2013 at 13:38

    @mami Winta : no late for a comment. yhank for a comment and so glad to know that you have knew about Orandum Est…..,may this article useful for us….,

  2. Winta  15 March, 2013 at 21:54

    Mine is a late comment really, but honestly, I just knew about the missing “Orandum Est”.. Thanks for sharing this, now the sentence even more meaningful then before. Well written too. Barakallah..

  3. J C  7 June, 2011 at 14:42

    Nanda, silakan register ke gravatar.com dengan e-mail yang dipakai untuk di Baltyra. Gravatar akan mengirimkan link aktivasi, silakan diaktifkan, ikuti petunjuk Gravatar, upload foto, clear cache browser, atau tutup browser, restart computer, fotomu akan kelihatan di avatar…

  4. nanda  7 June, 2011 at 14:04

    Terimakasih atas komen2 nya, salam juga, hemmmm, tampaknya analisis Linda Cheang menarik juga untuk ditelusuri….,(btw gimana cara memasukkan foto,xixixixi…,maklum newcomer)

  5. Lani  1 June, 2011 at 12:36

    KANG ANUUUUU…dikau mencungul njur diplesetken

  6. anoew  1 June, 2011 at 12:20

    Memang kalau tidak sedang mens, kaum hawa bisa lebih sehat dan kuat…

  7. Steffy  1 June, 2011 at 07:57

    mens sana in corpore sano, dr dulu saya salah ingat, kirain artinya dlm tubuh yang sehat terdapat jiwa yg sehat, huehue. thx!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.