Ratu Elizabeth II dan Indonesia (1): Asap Kretekmu Itu Lho!

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

RATU ELIZABETH II 85 TAHUN DAN ORANG INDONESIA (1 DARI 5 TULISAN)

Asap kretekmu itu lho!

HARI Selasa, 2 Juni 1953, adalah hari paling menggembirakan bagi rakyat Inggris Raya dan jajahannya. Hari itu mereka punya seorang ratu lagi, yang bertahta di mahligai Kerajaan Inggris. Ratu yang baru itu terlihat lansing. Semampai berparas menawan nan anggun menandakan tatapan masa depan rakyatnya. Dia 16 bulan sebelumnya menggantikan ayahnya yang wafat. Hari itu dia dinobatkan secara resmi sebagai ratu Inggris baru.

Ratu terakhir yang duduk di tahta berusia seribu tahun itu adalah Ratu Victoria, nenek dari kakeknya, setelah memerintah 60 tahun (terlama dalam monarki Inggris) dari 1836 hingga 1901. Setelah itu Inggris tak punya lagi seorang wanita yang duduk di singasana. Tahta yang ditinggalkan Victoria  dilanjutkan oleh anak, cucu dan cicit sang ratu. Semuanya laki-laki.  Victoria adalah penguasa paling berpengaruh membawa kemajuan kerajaan Inggris hingga ditakuti dunia sampai kini.

Tapi hari 2 Juni 1953 itu justru terlihat mengganggu kegembiraan. Tanggal yang ditetapkan menurut hitung-hitungan astrologi itu, ternyata datang dengan guyuran hujan deras. Padahal saat itu sudah masuk musim panas. Wuaah… terbayang bagaimana repotnya prosesi upacara penobatan saat diadakan di udara terbuka? Namun karena hujan itu, akhirnya membawa berkah bagi perjalanan tahta yang diemban Ratu Elizabeth II, ratu baru yang masih 27 tahun belia. Dibawah kekuasaannya, Inggris maju pesat melewati berbagai jaman silih berganti menuju abad modern, abad yang dikuasai oleh Inggris dan pengaruhnya.

Tahun depan 2012 rakyat Inggris akan merayakan 60 tahun bertahtanya Ratu Elizabeth II yang tahun ini berusia 85 tahun! Kelahirannya memang 21 April 1926 (bersamaan hari Ibu Kartini), tetapi dirayakan secara publik sebagai hari libur pada tanggal 6 Juni 2011. Tulisan ini tidak akan menceritakan siapa sang ratu itu dengan liku-likunya. Namun akan bersanandung bagaimana orang yang paling dihormati di dunia internasional itu, menjalin persahabatan dengan sebuah negeri nan jauh yang menyimpan banyak sejarah nenek moyang mereka di bumi Nusantara ini.

Ketika Indonesia masih bayi dan tertatih-tatih lemah, Elizabeth masih seorang putri pewaris tahta dari ayahnya, Raja George VI (ingat film The King’s Speech?). Masa-masa itu, banyak sekali campur tangan negaranya membantu Indonesia mempertahankan kemerdekaannya dengan berbagai masalah yang kadang tidak mengenakan seperti peristiwa di Surabaya tanggal 10 November 1945.

Presiden Soekarno pernah memuji, menghargai dan menyebut-nyebut nama ayah dari sang putri, Raja George VI dalam pidato kenegaraan HUT RI 17 Agustus 1948 di ibukota Jogjakarta, karena sikap sang raja yang gagap itu, perlu ditiru oleh Belanda untuk menyelesaikan masalahnya dengan bekas negara jajahannya, Indonesia. Raja George VI dengan besar hati bisa menyelesaikan masalah dengan jajahannya India. Mengapa Belanda yang brengsek itu tak mau meniru sikap Raja George VI, teriak Soekarno berapi-api.

Sikap hormat Soekarno pada Inggris diwujudkan dengan mengirimkan orang kepercayaannya dan sahabat sejatinya untuk mewakili rakyat Indonesia dalam penobatan Ratu Elizabeth II. Dialah Haji Agus Salim, diplomat senior kawakan yang sering kontrak rumah berpindah-pindah. Dia berjasa merayu negara-negara Arab mengakui kemerdekaan Indonesia, sebuah pengakuan internasional pertama yang didapat Indonesia, setelah beberapa tahun sejak 17 Agustus 1945 hidup sebagai negara haram.

Agus Salim atau yang sering disapa akrab Paatje oleh keluarganya, menguasai banyak bahasa asing dan kadang menawarkan hadirin mau pilih bahasa apa jika dia pidato pada forum resmi dunia. Nah, ketika menghadiri penobatan Ratu Elizabeth II, Haji Agus Salim membuat “ulah” dengan seorang kerabat kerajaan Inggris. Sejarah mencatat kerabat itu adalah mungkin Pangeran Phillip, suami sang ratu. Namun kecil kemungkinan pasangan ratu itu ngobrol dengan tamu-tamu utusan secara protokuler. Karena dalam acara itu banyak anggota keluarga kerajaan yang hadir. Nah, Agus Salim tergolong utusan tingkat tinggi dibanding beberapa negara lain yang sekedar mengirimkan duta besarnya di London.

Pagi hari Haji Agus Salim bersama utusan-utusan negara asing berangkat tepat pukul 08.40 waktu setempat di tengah guyuran hujan dari St. James’s Palace menuju tempat penobatan di Westminster Abbey. Usai acaranya itu konon dalam sebuah kesempatan dia melakukan kebiasaanya: merokok kretek. Asap rokok kreteknya itu tercium sampai ke hidung para bangsawan, duta besar dan tamu lainnya. Hingga ada seorang duta negara barat terganggu dan ingin tahu asap yang dia hirup.

Pray, tell me. Apaan tuh?”, tanya seorang duta barat penuh keheran.

My friend, ini (kretek yang dihisap) yang membawa orang barat menaklukan dunia”, katanya sambil tertawa mengepulkan asap kreteknya. Puuuh…puiiih…puuuih!

Betul, karena ramuan yang ada dalam rokok kretek yang dihisap Agus Salim itu, orang kulit putih, termasuk nenek moyang Ratu Elizabeth II, berbondong datang menaklukkan dunia dengan alasan mencari rempah, seperti bahan-bahan pembuat rokok kretek.

Karena bumbu yang ada dalam rokok kretek itu, orang Inggris datang ke Indonesia 450 tahun silam dan kemudian membuat sejarah panjang di negeri  ini, yang kini diteruskan oleh Ratu Elizabeth II dengan penuh panorama yang mengasyikan.(*)

 

53 Comments to "Ratu Elizabeth II dan Indonesia (1): Asap Kretekmu Itu Lho!"

  1. Dewi Aichi  5 June, 2011 at 07:36

    Pak Handoko , komen no 1 bikin aku ngakak ha ha..

  2. Dewi Aichi  5 June, 2011 at 07:33

    Nama mertuaku juga Elizabeth, lengkapnya Elizabeth Aparecida.

    Lani..itu tas kulit buaya…perrcaya apa kata ku

  3. Lani  4 June, 2011 at 10:38

    ISK : Lha iya…tas Elizabeth terkenal di Jabotabek. Gak mahal tetapi gak murahan juga… Nanti saya kasih tahu.Tji Linda pasti kenal mungkin, karena sekota. Tas itu berasal dari Bandung, kalau ndhak salah lho…
    +++++++++++

    kuntunggu infonya ya……….sekalian contoh foto2nya……..sapa tau menarik dan aku tertarik???????

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.