Fauna Dalam Lensa (1)

Josh Chen – Global Citizen

 

Beberapa bulan yang lalu sewaktu mertua menengok cucu-cucu mereka selama 2 bulan, kami sempat berkeliling ke satu tempat ke tempat lain. Hampir setiap weekend kami pergi jalan-jalan sekeluarga. Beberapa di antaranya Taman Mini Indonesia Indah, Taman Safari, Mekarsari, dan beberapa tempat lainnya.

Untuk mertua dan anak-anak kami, yang paling menyenangkan adalah kunjungan ke TMII dan Taman Safari. Terutama karena mertua berdua sudah umur segitu, tapi mereka belum pernah melihat dan menyentuh langsung binatang-binatang yang ada di kedua tempat wisata itu.

Di TMII malah ada komodo yang menurut petugasnya di sana sudah ‘jinak’ entah jinak betulan atau jinak karena ada pawangnya, saya terus terang tidak tahu. Yang pasti memang waktu itu ayah mertua dan anak-anak sempat memegang dan mengelus komodo. Dan entahlah apa karena hanya seekor di situ sendirian dan tempatnya kurang memadai, atau karena jadi malas sudah terbiasa dikasih makan tanpa harus berburu, entahlah.

Dan inilah parade foto-fotonya. Di bagian 1 ini, foto-foto buaya dan komodo dari TMII dan sebagian fauna lainnya dari Taman Safari.

Komodo

 

Buaya

Hippopotamus atau sering disebut hippo saja. Hippo berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘kuda sungai’. Hanya terdapat di Africa dengan daerah sebaran sub-Sahara. Mungkin karena itulah dalam bahasa Indonesia disebut dengan ‘kuda nil’, saya asumsikan ‘nil’ dari Sungai Nil.

Hippo adalah mamalia darat terbesar ketiga terberat (1,5 – 3 ton), di bawah badak (1,5 – 3,5 ton) dan gajah sang jawara (3 – 9 ton). Walaupun kelihatan lamban, gemuk dan berat, seekor hippo dengan gampang menandingi kecepatan lari manusia. Hippo tercatat mencapai 30 km/h untuk jarak pendek.

Hippo adalah salah satu hewan yang paling agresif di dunia dan di Afrika malah dianggap salah satu hewan yang paling berbahaya. Total ada sekitar 125.000 – 150.000 ekor hippo dengan Zambia (40.000) dan Tanzania (20.000 – 30.000) memiliki populasi terbesar di sub-Sahara.

Sejenis kangguru (lupa namanya)

 

Binatang yang bernama asli rhinoceros ini ada 5 species. Tiga di Afrika dan dua di Asia. Rhinoceros berasal dari bahasa Yunani, yang berarti ‘hidung tanduk’ yang menunjukkan keistimewaan hewan ini yaitu culanya yang diburu manusia karena mitos dipercaya untuk afrodisiak. Ciri khas lainnya adalah tebalnya kulit yang berkisar 1,5 – 5 cm. Tidak heran jika sering digunakan untuk menyebut orang yang tidak tahu malu dengan ‘kulit badak’. Kulit tebal ini sebenarnya adalah kolagen yang mengeras dan berlapis. Dari beratnya, hewan ini termasuk jawara kedua untuk berat badan di dunia di bawah gajah.

Badak yang ada di Taman Safari ini sepertinya adalah jenis ‘white rhinoceros’ dari Afrika, walaupun sebenarnya lebih tepat disebut dengan ‘gray rhinoceros’.

Berbagai jenis burung

 

 

About J C

I'm just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

75 Comments to "Fauna Dalam Lensa (1)"

  1. Lani  15 June, 2011 at 23:15

    DAISY wakakak……….KUDA NIL SISIRAN RAMBUT???????? gak duwe rambut njur apane sing disisiri??????? jiaaaaaaaan……..ngakak aku

  2. J C  13 June, 2011 at 09:00

    RYc no mama: tengkyuuuu sudah mampir…hah? Ngamati kumbang 2.5jam, dan hanya satu tempat saja? Bosen kalo aku…haha…mengenai lihat komodo, aku gak gitu paham, mungkin Ayla atau pak Hand tahu lebih jelas…

  3. RYc no mama  12 June, 2011 at 12:31

    wahh…telat aku absennya …sip, sip…apik foto2ne…taon lalu yo lunga TMII tp yo ngono kae malah ngga blusukan semua tempat, mung ning museum serangga( pokoke isine kumbang, serangga…..) 2,5 jam …duhh, waktu 2,5 jam mung 1 tempat, yo ngono kae Ryu mung ngamati kumbang…….huaaaaaaaaa…..

    Komodo apik ya ….Anak2 pingin ke pulau komodo langsungg….ada yg pernah ke pula komodo ? sharing ya ….perlu nginep ngga ya ?

  4. J C  8 June, 2011 at 09:37

    Mea: waduuuhhh insiden apa nih? Ya ditunggu ceritanya ya…

  5. Meazza  8 June, 2011 at 08:53

    LANI n AICHI: ck ck ck, boleh, kirim Subo dan tim ke pulau komodo buat merapikan kuku2 si komodo. Kebayang aja kalau beneran, kek gimana gitu hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.