Kamu Tidak Bisa Menulis, Berhentilah Menulis

Cechgentong

 

Sejak ibu mengetahui rencana keberangkatan ke Fiji, beliau selalu murung dan menyendiri walaupun menutupinya dengan menonton sinetron. Dari kursi rodanya beliau diam saja sambil sesekali memperhatikan segala tingkah laku saya.

Memang beliau pernah bertanya apakah sudah bulat tekad saya untuk pergi ? Dalam beberapa kesempatan beliau sempat mengeluarkan air matanya tetapi berusaha untuk ditutupinya dengan mengatakan kalau sudah tidak ada lagi orang yang akan menemaninya dan bingung dengan mempertanyakan dimanakah beliau akan tinggal.

Berulang kali saya menetramkan hatinya dengan mengatakan kalau beliau tidak akan kesepiaan sepeninggal saya. Dengan mengangguk terpaksa tetap saja beliau mengeluarkan perkataan yang membujuk saya untuk membatalkan keberangkatan saya.

Sampai pada awal puasa rupanya sekuatnya beliau menahan diri  tetap saja beliau tidak mampu sehingga beberapa kali uring-uringan dan mulailah timbul keluhan di beberapa organ tubuhnya mulai dari sakit kepala, perut, jantung dan lain-lain. Melihat gejala itu semua akhirnya saya menyadari kalau beliau tidak menyetujui keberangkatan saya.  Akhirnya  saya memutuskan untuk membatalkan kontrak kerja dengan segala konsekuensinya.

Dua hari ini saya selalu menemani beliau untuk berbicara banyak hal. Rupanya selama ini banyak sekali ganjalan di hatinya yang belum sempat diungkapkan. Ada beberapa hal yang membuat saya terkejut dengan uneg-uneg beliau terutama keseharian saya yang diisi dengan mengutak-atik kertas dengan beberapa coretan. Sampai pada satu waktu beliau bertanya kepada saya

”Selama ini saya perhatikan kamu sibuk sekali dengan HP mu atau iPhone milik Anti (keponakan) memangnya kamu utak atik apa sih ? “

” Ohhh ini saya sedang cek tulisan di internet “

” Tulisan ? Tulisan apa ? “

” Tulisan saya di beberapa blog “

” Blog ? Tulisan ? Ahhh saya kurang mengerti “

”Iya sudah kalau nggak mengerti. Nich contohnya ” saya menunjukkannya ke ibu.

” Oh tulisan toh. Emang ini tulisan siapa ? “

” Tulisan saya “

” Tulisan kamu ??? Yang benar ??? Apa kamu bisa menulis ?

” Ini buktinya. “

” Saya tidak percaya kalau ini tulisan kamu. Kamu khan dari dulu tidak suka menulis. Sudahlah jangan bohongi saya… Kamu berhenti saja menulis. Mana ada yang membaca tulisan kamu. “

teacherseducation.wordpress.com

”Ibu bagaimana sih ? Ini buktinya masih juga nggak percaya, Nih lihat. “

”Mana ??? Ini khan bukan kamu yang menulis. Tuh lihat yang menulis namanya bukan kamu. “

” Ini tulisan saya… “

”Ahh nggak percaya disitu tertulis nama cechgentong bukan nama kamu. “

” Cechgentong itu …

”Ahhh … Saya lebih tahu kalau kamu tidak bisa menulis. Sudahlah berhenti saja. Punya orang kok diaku-aku. Ngabisin duit saja kamu tiap hari buka internet di HP. Pokoknya stop “

” Hmmm … baik bu !!! “

 

16 Comments to "Kamu Tidak Bisa Menulis, Berhentilah Menulis"

  1. Linda Cheang  6 June, 2011 at 07:12

    yah, sakit kepala, deh…

  2. cechgentong  6 June, 2011 at 03:56

    [email protected], tulisan siapa hayoooooo hahahaha

    Odi Shalahuddin, kabar baik mas odi

  3. Dewi Aichi  5 June, 2011 at 07:07

    Ha ha…Aa gimana sih? Mbok ya dikasih tau ibundanya bahwa itu hanya nickname..! Jangan jangan ntar malah ditanya lagi,”nickname itu makanan darimana?”

  4. Lani  4 June, 2011 at 10:40

    puas…….puas……puas?????? hehehe nyonto TUKUL

  5. Daisy  4 June, 2011 at 10:21

    Hihihi…

  6. Djoko Paisan  3 June, 2011 at 18:14

    Terimakasih Chech…..
    Okay… Dj. akan berhenti menulis……
    Daripada menulis, mending goreng pisang saja ya…..
    Ibu pasti percaya dan senang makan pisang gorengnya…..hahahahahaha….!!!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *