Ratu Elizabeth II dan Indonesia (4): Joop Ave so attractive, Gus Dur good tour

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

RATU ELIZABETH II 85 TAHUN DAN ORANG INDONESIA (4 DARI 5 TULISAN)


Joop Ave so attractive. Gus Dur good tour.

JALINAN kisah kerajaan Inggris dengan Indonesia bagai cerita khayali negeri dongeng di majalah anak-anak Bobo, tempat Nirmala dan Oki berdiam. Ketika pertama kali datang ke Indonesia, tamu dari kerajaan penguasa samudra itu, Ratu Elizabeth II, tiba menggunakan kapal laut di tahun 1974.

Kedatangan ini dibalas kembali oleh tuan rumah lima tahun berselang. Sang pemimpin sebuah negeri kepulauan yang bernama Presiden Soeharto itu, berganti mengunjungi sang ratu di kota London di siang hari di 1979 dengan mengendarai kereta api! Itulah kedatangan pertama kali seorang pemimpin Indonesia ke tanah Inggris sejak merdeka 34 tahun. Dari kapal laut dibalas dengan kereta api…

Selama sang ratu berkuasa sejak 1952, dia hampa menjamu kedatangan seorang pemimpin Indonesia di istananya. Soekarno yang diundangnya tak punya waktu luang untuk berjanji datang. Sang penggantinya juga belum bersungguh untuk pergi ke London. Barulah di siang hari itu, 13 November 1979, Presiden Soeharto dan istrinya bisa menjadi tamu ketika disambut di stasiun kereta api Victoria, London oleh tuan rumah Ratu Elizabeth II.

Lebih 30 tahun Ratu Elizabeth II “kangen” tak berjumpa seorang pun presiden Indonesia, hingga Presiden Susilo Yudhoyono menyalaminya. Bukan untuk bertemu atau berbicara, hanya sekedar basa basi jabat tangan karena ada foto sesi sang ratu bersama bos-bos negara kelompok G-20 yang berkumpul di London pada April 2009.

“Kangen”-nya ratu bisa dipahami karena memiliki kesan mendalam saat bersama keluarga kerajaan dan tokoh pemerintahannya dijamu makan malam paling agung dan membekas di Hotel Claridge’s di London oleh Presiden Soeharto pada malam 15 November 1979. Sebuah hotel tua paling mewah dan sangat prestisius.

Ada tersedia kopi Medan, soto Madura sampai tari-tarian, acara kesenian, makanan dan minuman Indonesia.  Ratu Elizabeth II serasa bukan di London tetapi di Indonesia, seperti kenangannya berada di Jakarta lima tahun sebelumnya. Dalam acara itu ratu memuji kehebatan seorang Joop Ave. Pria piawai protokuler sejak masa Presiden Soekarno itu, begitu atraktif mengatur jamuan makan malam yang terkesan mewah dan menakjubkan.  Joop pernah menjadi menteri parawisata itu, memang sangat disayang Soekarno, dikagumi Soeharto juga dibutuhkan Ibu Tien, dan kini dia diingini oleh Ratu Elizabeth II.

Cara kerjanya begitu memukau sang ratu, sampai-sampai ratu membawa pulang sebuah piring sebagai souvenir. Bahkan PM Margaret Thatcher yang ikut jamuan makan itu, tak kuasa membiarkan suaminya Denis terpaku lama dalam suguhan acara jamuan makan dan kesenian bernuansa Indonesia itu. Denis terasa berat untuk pulang!

Dalam keheningan selama 30 tahun tanpa ada lagi tamu seorang  presiden dari Indonesia, akhirnya “terpecahkan” setelah Presiden Abddurahman Wahid menginjakkan kakinya di tanah Inggris awal Februari 2000. Namun sayang, presiden yang rajin berkeliling dunia dan akrab disapa Gus Dur itu tidak bertemu sang ratu. Dia datang bukan dalam kunjungan kenegaraan seperti pendahulunya Soeharto. Hanya kunjungan kerja beberapa jam saja di kota London.

Kalau saja Gus Dur mau, dia bisa bertemu Ratu Elizabeth II jauh-jauh hari dipersiapkan. Presiden Megawati Soekarnoputri juga datang ke London pada Juni 2002 untuk kunjungan kerja tidak lebih dari berhari-hari dan tak bertemu sang ratu. Kalau kunjungan kenegaraan ke Inggris, pasti unik dan mirip cerita Oki dan Nirmala di negeri dongeng.  Sang tamu harus naik kereta kencana terbuka berkuda bersama sang ratu,seperti pangeran dan putri negeri dongeng, bagai yang dialami Presiden Soeharto ke London pada 1979.

Waktu Presiden Amerika Serikat George Bush melakukan kunjungan kenegaraan ke Inggris pada 2003, dia tak disarankan pengawalnya naik kereta dongeng itu karena alasan keamanan. Begitupun Presiden Obama yang bulan lalu ke Inggris. Sejak kematian Presiden Kennedy pada 1963 yang ditembak kepalanya, pantang seorang presiden AS naik mobil secara terbuka (convertible).

Presiden AS terakhir yang naik kereta kencana itu adalah Presiden Woodrow Wilson yang bertamu ke Raja George V (kakek Ratu Elizabeth II) pada jelang Natal tahun 1918. Jadi hampir seratus tahun tidak ada pemandangan presiden AS duduk bersama ratu atau raja Inggris dalam kereta kencana terbuka sambil da-da-da-da melempar senyum kiri kanan dan ke atas (kalau ada yang sorak-sorak dari atas gedung).

Kalau kedatangan Presiden Soeharto ke London bisa membuat ratu sampai minta piring untuk souvenir, kedatangan Presiden George Bush ke Inggris malah sebaliknya. Dia “mencuri” uang pembayar pajak di Inggris untuk membiayai keamanan dirinya yang berharga ratusan milyar rupiah. Bahkan dia disambut lautan demontrasi anti AS. Mereka menganggap Bush bagai bajingan semena-mena membunuhi rakyat Irak dan penentang Bush sempat membentuk “Zona Bebas Bush”!

Jadi kedatangan Gus Dur ke London memecahkan kehampaan datangnya presiden Indonesia ke Inggris selama lebih 30 tahun! Gus Dur memang gemar keliling dunia, tetapi bukan untuk jalan-jalan. Hanya dalam 7 bulan sebagai presiden, Gus Dur sudah mengunjungi 34 negara!, termasuk ke Inggris.

Saat itu dia dikritik oleh musuh-musuhnya sebagai pekerjaan yang boros dan ketidakseriusan mengatasi problem domestik. Ternyata banyak problem dometik itu, seperti masalah Aceh dan Papua, terselesaikan dari luar negeri oleh Gus Dur. Dia membawa Indonesia kembali dipercayai oleh dunia internasional sejak berbagai kerusuhan dan ketidakstabilan melanda Indonesia selama masa reformasi sepanjang tahun 1998. Tak selamanya penyakit dalam tubuh harus disembuhkan dari dalam. Kadang lebih ampuh dari luar. (*)

 

Tulisan sebelumnya:

Ratu Elizabeth II dan Indonesia (1): Asap Kretekmu Itu Lho!

Ratu Elizabeth II dan Indonesia (2): Yeah…yeah…yeah…! Ngak…ngik…ngok…!

Ratu Elizabeth II dan Indonesia (3): Ratu Inggris Pesta Kebun di Menteng

 

24 Comments to "Ratu Elizabeth II dan Indonesia (4): Joop Ave so attractive, Gus Dur good tour"

  1. [email protected]  6 June, 2011 at 11:03

    waw… memang, blum ada menteri pariwisata yang sehebat joop ave hingga saat ini.
    MEMBLE semua…

  2. selogiri  6 June, 2011 at 08:30

    jadi penasaran ttg joop ave..buat tulisannya pak iwan ttg joop ave dari masa sukarno hingga sekarang..hhehehe..

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  5 June, 2011 at 20:07

    Benar Dewi Brasil. Berita tentang Joop Ave di Selandia Baru. Namun tidak separah yang disebut Alvina. Kasusnya pun sepertinya tidak dilanjutkan. Seorang Joop Ave sangat diragukan ingin memperoleh akibat negatif bagi dirinya dan kepercayaan yang diberikan kepada selama puluhan tahun, hanya melakukan sesuatu yang tidak membawa manfaat.

    Terima kasih sudah menginap di hotel tempat Joop Ave menginap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.