Ratu Elizabeth II dan Orang Indonesia (5 – selesai): Ratu Elizabeth II Seperti Orang Indonesia

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

RATU ELIZABETH II 85 TAHUN DAN ORANG INDONESIA (5 DARI 5 TULISAN-SELESAI)

Ratu Elizabeth II seperti orang Indonesia

RATU Elizabeth II juga mengeluh. Dia ingin mengeluarkan ekspresinya seperti orang kebanyakan. Seperti kita orang Indonesia. Meski derajat sosialnya bagai langit dan bumi dengan kita, dia tak beda dalam banyak hal kehidupan. Sang ratu memang orang terpandang dan terhormati di dunia. Dia menjadi ratu untuk 15 negara sekaligus! Wanita terkaya di dunia dan juga kepala gereja Anglikan. Tapi sang ratu juga manusia.

Di balik gelar status sosial, jabatan politik, pemangku agama serta gemerlap monarkis, Ratu Elizabeth II pun ikut pusing memikirkan rumah tangga tiga anaknya yang berakhir dengan perceraian. Dia cemas menyaksikan skandal minor kadang besar yang dibuat anggota kerajaan dari wangsa Windsor.

Dia cemas melihat putri satu-satunya didenda jutaan rupiah karena ngebut dan anjingnya menyerang anak orang. Dia dibuat sakit kepala oleh ulah putranya, Andrew, yang minta Elton John bermain di istana pada HUT ke 17nya. Dan tambah puyeng lagi ketika Andrew berpacaran dengan bintang ‘panas’ asal Amerika, Koo Stark.

Ratu juga dibuat deg-degan ketika ibundanya yang sepuh dibawa ke rumah sakit untuk operasi kecil, karena lehernya keselek (tertelan) tulang ikan. Lebih sedih lagi ketika ratu terpukul mendengar pamannya yang disayangi, tewas berkeping-keping akibat bom di yacht-nya oleh pejuang kemerdekaan Irlandia. Di saat bersamaan, penasehat seninya yang dia sayangi ternyata seorang agen KGB (agen komunis dari Uni Soviet).

Adik satu-satunya ratu, Putri Margaret (wafat 2002), juga bikin pusing kakaknya karena ulahnya. Dia perokok berat, agak bandel, gonta-ganti teman pria dan mengakhiri perkawinannya dengan publisitas buruk. Ditambah kegundahan sang ratu menyaksikan ketidakcocokan ibundanya dengan Wallis Simpson, istri pamannya, selama setengah abad lebih.

Bagi ibu suri Ratu Elizabeth II, karena ulah Wallis, suaminya (ayah ratu) terpaksa menjadi raja Inggris dan akhirnya keteter, gagap dan mangkat lebih awal. Ditambah omongan banyak orang yang membuat telinga ratu panas, bahwa pamannya (Raja Edward VIII) dan istrinya Wallis adalah pengagum Nazi. Setelah Edward VIII memilih lengser asalkan bisa menikahi Wallis, mereka pernah sowan ke Adol Hitler, beberapa tahun sebelum Hitler membom London. Setelah lengser dan menetap di Paris, Raja Edward VIII dan Wallis Simpson diberi gelar oleh ratu, Duke of Windsor dan Duchess of Windsor.

Belum lagi ulah dua menantu yang sulit diatur, Putri Diana dan Sarah Ferguson. Mereka cenderung mengabaikan protokuler kerajaan dan keras kepala. Diana pernah bertengkar sengit dengan keluarga kerajaan, karena ingin melahirkan William di rumah sakit, bukan di istana seperti tradisi.

Masalah-masalah itu dihadapi dengan tenang dan tabah oleh Ratu Elizabeth II. Pada pesan Natal 1992 dia menyebut tahun 1992 sebagai ‘annus horribilis’ (tahun sial). Sepanjang 1992, tiga anaknya bercerai dan istana kesayangannya, Puri Windsor, dilalap api. Semua keluhan itu diucapkan secara santun dengan derajat tinggi.

“Oh, ternyata masalah ratu sama dengan kita”, begitu ucap seorang ibu rumah tangga pengagum Pangeran William. Sama nasibnya dengan kebanyakan orang Indonesia, bukan karena sang ratu belajar dapat masalah di sini. Memang hampir semua keluarga kerajaan Inggris pernah ke Indonesia. Suami ratu dan anak-anaknya beberapa kali ke Indonesia untuk urusan lain.

Lebih parah lagi, seorang pengangguran pernah masuk ke kamar ratu dan sempat berbincang dengan sang ratu. Pria itu bernama Michael Fagan. Dia sempat minta rokok sama ratu, setelah menembus lapisan penjaga, anjing pelacak dan sistem keamanan yang canggih dan akhirnya ditangkap. Masalahnya bukan keberhasilan Fagan bisa masuk nyelinap ke kamar Ratu Elizabeth II (kebayang kalau ratu sedang berganti pakaian saat Fagan masuk). Orang akan menduga apa yang dibicarakan ratu dengan Fagan?

“Kamu siapa? Ngapain ke sini?”, bentak ratu.

“Lho! Ini bukan kedutaan besar Indonesia?”, jawab Fagan lugu.

 

Tulisan sebelumnya:

Ratu Elizabeth II dan Indonesia (1): Asap Kretekmu Itu Lho!

Ratu Elizabeth II dan Indonesia (2): Yeah…yeah…yeah…! Ngak…ngik…ngok…!

Ratu Elizabeth II dan Indonesia (3): Ratu Inggris Pesta Kebun di Menteng

Ratu Elizabeth II dan Indonesia (4): Joop Ave so attractive, Gus Dur good tour

 

18 Comments to "Ratu Elizabeth II dan Orang Indonesia (5 – selesai): Ratu Elizabeth II Seperti Orang Indonesia"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  14 July, 2011 at 17:08

    Betul Nad, yang memberi gelar Duke of Windsor adalah adiknya sendiri, George VI. Bukan ponakannya.. Lilibet, neneknya William.

  2. nadia  14 July, 2011 at 16:32

    setau saya yg kasih gelar duke and duchess itu Bertie alias king George VI deh.. itu seingat saya pas baca biografinya.. CMIIW

  3. atite  7 June, 2011 at 01:03

    walah beneran toh… nekad jg si Afgan itu…oops, Fagan…ha3x…

    coba buku sejarah jaman sekolah ditulis model begini, pasti byk anak jd lebih mau tau sejarahnya… & lbh gampang diinget kayanya…

    salam

  4. J C  6 June, 2011 at 15:18

    Mas Iwan…hahaha…artikel penutup ini luar biasa dah…hahaha…asik punya serial mini kali ini, ada intermezzo di bagian akhirnya…

  5. [email protected]  6 June, 2011 at 11:50

    wah… kalo itu kedutaan besar indonesia…. si fagan gak akan ke kamar….
    pasti larinya ke dapur…
    makan soto…
    minum kopi…
    ngalor ngidul rokok-an…ama penjaga dan koki di dapur…

  6. Evi Irons  6 June, 2011 at 11:13

    Banyak juga kekayaan alam Indonesia yang digali oleh pihak Inggris Seperti pertambangan di Kalimantan dan Sumatera.

  7. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 June, 2011 at 08:58

    Mas selogiri, saya kenal secara umum Joop Ave, berikut dengan gosip miringnya. Setahu saya dia orang hebat, rapih dan teratur dalam hal perintilan. Tetapi saya tak paham riwayat hidupnya.

  8. IWAN SATYANEGARA KAMAH  6 June, 2011 at 08:53

    Ada atite. Bener ada. Kejadiannya pada Juni1982. Ramai kok ke seluruh dunia.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *