Panen Strawberry

Handoko Widagdo

 

”Ambil yang merah-merah dan besar-besar! Ayo berlomba siapa yang dapat paling besar!” Demikian saya memberi instruksi segera setelah anak-anak turun dari mobil. ”He jangan banyak-banyak, nanti mahal”, istri saya menimpali instruksi saya dengan suara yang lebih lantang. Namun anak-anak sudah tidak mendengar. Mereka segera menghambur dengan kantong plastik masing-masing, menyerbu kebun strawberry yang terhampar di depan mereka.

Salah satu kegiatan wisata menarik yang tersedia di Tawangmangu, Solo, Jawa Tengah, adalah membeli strawberry dengan cara memanen langsung dari kebunnya. Hamparan lahan strawberry yang hijau dengan buahnya yang merah ranum dan hawa yang sejuk membuat anak-anak begitu bersemangat untuk berlari kesana-kemari memilih buah-buah strawberry yang telah masak.

Lomba untuk mendapatkan buah yang terbesar membuat mereka lebih bergairah lagi. Sampai akhirnya masing-masing harus menimbang hasil panen mereka. Namun ketika harus berhenti, anak-anak tidak rela. Mereka cemberut berargumen dengan ibunya untuk boleh ambil beberapa buah lagi. Namun ibunya dengan tegas melarang mereka.

Selanjutnya adalah menjadi tanggungjawab ibunya untuk membayar ulah anak-anak tadi.

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

60 Comments to "Panen Strawberry"

  1. Handoko Widagdo  19 June, 2011 at 18:19

    Naik dikit Nev, tapi gak sampai di tanjakan yang di Gondosuli itu.

  2. nevergiveupyo  17 June, 2011 at 10:27

    sebelum grojogan atau naik lagi Pak hand? sapa tau nanti kendaraan bisa kuat sampai sana…
    makasih infonya….

    * semanis2nya stroberi tetap saja kecut….

  3. Handoko Widagdo  8 June, 2011 at 11:07

    Nuwun inggih Bulik Saras, Hana, Vydia dan Hagai hanya akan ambil yang merah dan besar-besar kok

  4. Saras Jelita  8 June, 2011 at 11:05

    Satu lagi nich dari Tante Saras!! Yang muda-muda jangan dicomot dulu naaakkkkkkkk

  5. Meazza  8 June, 2011 at 08:59

    Pokoknya ga pernah nemu stroberi deh, udah di China baru liat langsung apa itu stroberi. Di Indo pernah makan es krim rasa stroberi, kue kering stroberi, selai stroberi, tapi ga pernah liat langsung buahnya kek apa, sama dengan buah peach juga, ga tau bentuk aslinya kek gimana. Udah di China baru deh tau peach, stroberi, aprikot, blueberry, dll…… Oya, kalau Dian Sastro saya tau Om, hehe

  6. Handoko Widagdo  8 June, 2011 at 08:56

    Maeza, jadi selama ini yang dilihat hanya Sastro Bei?

  7. Meazza  8 June, 2011 at 08:54

    selama di Indo aku lom pernah liat stroberi hihihi, kesian yah

  8. Handoko Widagdo  8 June, 2011 at 07:01

    Betul Mbak Dewi…anak-anak senang dengan kegiatan semacam ini. Termasuk panen ikan langsung di kolam dengan cara mengubek-ubek.

  9. Handoko Widagdo  8 June, 2011 at 07:00

    Kang Sirpa, fungsi kemul plastik ada beberapa: (1) mengurangi pertumbuhan rumput, (2) menolah hama serangga, (3) menambah intensitas sinar matahari. Diharapkan dengan dikemuli plastik maka biaya produksi bisa ditekan.

    Sawah plastik sudah dipakai di Klaten sejak jaman Belanda, tepatnya di daerah Delanggu yang tanahnya adalah pasir dalam sehingga tidak bisa menahan air. Nah pengalaman inilah yang dibawa oleh beliau (saya lupa namanya) ketika ke Lampung.

  10. Dewi Aichi  8 June, 2011 at 06:48

    Pak Handoko, piknik seperti ini justru disukai anak anak, apalagi kegiatan memetik buah, memang anak anak lebih suka di alam bebas, lain jika ditempat tertutup. Seperti anakku, paling tidak semangat jika ke mall.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *