Melacak Pembunuhan JFK

Osa Kurniawan Ilham

 

John F. Kennedy

Sumber: http://students.umf.maine.edu/yestrajm/public.www

Kalau Anda berkunjung ke Dallas AS dan mengambil peta kota di sana pasti Anda akan mendapati ada sebuah iklan kecil yang berbunyi “In 1963, history was made in downtown Dallas. Have you visited ?” Awalnya saya tidak nyambung dengan kalimat itu, mungkin karena masih jet lag atau karena sudah terpikir dengan tugas yang harus segera diselesaikan dalam waktu hanya 5 hari di sana. Tapi kemudian otak saya berputar cepat dan ingatlah saya bahwa di kota inilah John F. Kennedy dibunuh.

Film JFK

Sumber: www.film.com/features/story/jfk-best-conspiracy-movie-ever/

Peristiwa sejarah tentang penembakan JFK sudah banyak saya lihat, baik di acara TV seperti yang disiarkan di National Geographic Channel atau di film JFK besutan sutradara kondang Oliver Stone. Secara garis besar saya tahu garis besar peristiwa bersejarah itu, tapi ketika sampai dalam bagian forensik maupun uji balistik saat investigasi dilakukan saya sudah nggak mudheng lagi. Maklum saya lahir dan tinggal di kampung kecil yang jaraknya separuh bola bumi dari Dallas, kota yang menjadi TKP (Tempat Kejadian Perkara). Akhirnya saya putuskan untuk mengunjungi The Sixth Floor Museum, yang dulu adalah TKP yang sebenarnya.

Inilah The Sixth Floor Museum. Sebuah bangunan yang memiliki ciri khas karena berbentuk nyaris seperti kubus dan terbuat dari batu bata merah. Saat peristiwa penembakan JFK, gedung berlantai 7 ini berfungsi sebagai Texas Scool Book Depository. Sekarang, lantai 1 sampai lantai 5 difungsikan sebagai Dallas County Administration Building, sementara lantai 6 dan 7 difungsikan sebagai museum untuk “John F. Kennedy and The Memory of a Nation”. Tampak dalam foto di bawah, untuk ke lantai 6 dan 7 disediakan lift yang memang hanya disediakan untuk pengunjung museum. Sementara di lantai 1, tersedia kafe dan toko memoribilia JFK serta loket untuk ke museum.

Koleksi Pribadi

Museum ini dibuka setiap hari. Harga tiketnya adalah USD 13.50 untuk dewasa, USD 12.50 untuk warga senior (65 tahun ke atas) dan anak-anak berusia 6-18 tahun. Harga tiket ini sudah termasuk audio guide yang disediakan dalam 7 pilihan bahasa. Sayang tidak ada Bahasa Indonesia di sana he..he…Nah, untuk urusan beginian saya akui bahwa AS adalah jagonya. Mereka sangat jago mengemas apapun juga sehingga bisa menjadi tampilan yang sangat menghibur sekaligus menyentuh perasaan dan berikutnya mampu membangkitkan rasa nasionalisme warganya.

Lantai 6 berisikan pameran foto dan rangkaian sejarah yang berisikan rentetan sejarah JFK dari saat kelahiran dan keluarganya, jejak pengabdiannya saat bertempur dalam Perang Dunia II, kondisi AS saat menjelang pilpres yang berujung pada kemenangannya sebagai presiden AS lalu warisan-warisannya terhadap sejarah AS seperti Peace Corps, Pendaratan manusia di bulan, kedekatannya dengan pemimpin dunia lain seperti dengan Bung Karno. Saya yakin, Anda akan dibuat terharu saat sampai di bagian detik-detik peristiwa penembakan JFK. Soalnya saya lihat banyak turis-turis yang matanya berkaca-kaca saat sampai di bangian ini. Saya membatin, memang AS jagonya dalam hal  membuat drama, baik yang mengesalkan, membanggakan maupun menyedihkan. Dan hebatnya, mereka bisa mengubah segala cerita itu menjadi duit, contohnya ya museum ini.

Digambarkan secara detal saat JFK dalam penerbangan ke Dallas, mendarat di Dallas, kunjungan ke beberapa acara dan jamuan makan sampai ke peristiwa penembakan yang terjadi sekitar jam 12.30 siang tanggal 22 November 1963.

Di bagian inilah kita diajak kepada detail investigasi peristiwa penembakan yang belum jelas benar. Anda bisa melihat posisi jendela yang agak terbuka tempat penembak jitu menembakan senjatanya. Anda juga bisa melihat senapan yang digunakan menembak JFK, maket area Delay Plaza yang digunakan FBI untuk melakukan investigasi serta hasil otopsi dan uji balistik. Juga ditampilkan lewat foto, potongan surat kabar dan siaran televisi saat penangkapan tersangka penembakan Lee Harvey Oswald, lalu kejadian saat 2 hari sesudah penangkapan dia dibunuh oleh Jack Ruby, pemilik night club di markas polisi Dallas yang kejadiannya diliput secara langsung oleh televisi. Lalu berikutnya kematian Jack Ruby beberapa minggu sesudahnya yang diklaim karena penyakit kanker. Rentetan misteri yang tiada berujung sampai sekarang.

Di lantai 7, Anda bisa menyaksikan koleksi film dan video tentang JFK. Sayang, waktu saya sangat terbatas sehingga tidak bisa menikmatinya.

Yang lebih menarik adalah saat Anda bisa bertindak sebagai penyidik FBI dan Komisi Warren di lokasi penembakan. Inilah yang saya lakukan saat keluar dari museum ini.

Inilah Delay Plaza, yang didedikasikan untuk menghormati George Bannerman Delay, pemmpin masyarakat kota Dallas sekaligus pemilik koran The Dallas Morning News. Tamannya cukup sederhana, tapi dihiasi dengan hamparan lapangan berumput hijau (dinamakan Grassy Knoll) yang melandai dari Delay Plaza membuat suasana kota menjadi indah. Lapangan rumput ini dibelah oleh 3 ruas jalan. Bagian utara yang melewati The sixth floor museum, ditandai adanya North Pregolla. Jalan tengah membelah lapangan rumput itu. Dan jalan selatan yang ditandai pula dengan South Pregolla.

 

 

Nah, kata wikipedia, iring-iringan presiden JFK saat itu berawal dari arah timur melewati County Criminal Court Building sampai ke Delay Plaza lalu belok kanan sebentar dan kemudian melewati The Sixth Floor Museum untuk memasuki jalan bagian utara dari Grassy Knoll. Nah, di jalan inilah peristiwa pembunuhan JFK itu terjadi.

Rute konvoi JFK. (Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/John_F._Kennedy_assassination)

Inilah jalan di depan The Sixth Floor Museum yang dilalui kendaraan JFK.

Di depan The 6th Floor Museum (koleksi pribadi)

Dan di sinilah jalan di mana JFK tertembak itu. Sekarang lokasi tertembaknya JFK itu ditandai dengan tanda silang. Kalau tidak ada mobil yang lewat, biasanya ada turis yang bela-belain lari ke tengah jalan dan berhenti tepat di tanda silang itu untuk sekedar difoto.

Lihat tanda silangnya. (koleksi pribadi)

Nah, lalu dimana lokasi penembak jitunya ? Menurut sumber resmi hasil investigasi, Lee Harvey Oswald menembak dari sudut jendela yang agak terbuka di lantai 6. Kelihatan enggak jendela sang penembak itu ?

Lihat jendela terkanan di lantai 6 (koleksi pribadi)

Nah, kalau yang ini adalah jendela dari lantai 6 itu kalau dilihat dari lokasi tempat tertembaknya JFK.

Lihat jendela terkanan di lantai 6. (koleksi pribadi)

Kalau Anda sedang terobsesi menjadi salah satu detektif FBI atau CSI kayak di film-film serial CSI, mengunjungi museum ini bisa memuaskan sekedar obsesi itu. Anda bisa mengira-ngira bagaimana peristiwa pembunuhan itu bisa terjadi. Tapi tentu ini berdasarkan versi resmi hasil investigasinya Komisi Warren lho ya. Soalnya banyak sekali teori-teori yang berkembang mengenai peristiwa tragis ini. Ada yang bilang ini kerjaannya komunitas Kuba yang kecewa, ada yang bilang ini kerjaannya Uni Soviet, ada yang bilang kerjaannya pro Yahudi, lalu kerjaannya yang anti yahudi, ada yang bilang kerjaannya komunitas rahasia freemanson dan yang saya baru tahu ada yang punya teori kalau yang menembak itu adalah istrinya sendiri (kalau penasaran bisa baca sendiri di http://www.realityreviewed.com/JFK%20murder.htm)

Sekedar info, selain The Sixth Floor Museum warga Dallas mengenang kepergian JFK dengan membuat JFK Memorial Monument yang letaknya beberapa blok dari Dealey Plaza. Saya kadang nggak nyangka, negara yang begitu maju dan sekular itu ternyata begitu menghormati pahlawannya. Sementara kita ?!

JFK Memorial Plaza. (koleksi pribadi)

Ngomong-ngomong ingatkah Anda nama jalan tempatnya si Freddie Krueger beraksi ? Ya, Elm Street namanya, tempat di mana si Freddie Krueger menjalankan teror horornya. Saya baru sadar kalau The Sixth Floor Museum ini berada di 411 Elm Street dan tempat tertembaknya JFK juga di Elm Street juga. Jadi apa hubungannya Freddie Krueger dengan penembakan JFK ini ya ?!

Elm street. (koleksi pribadi)

(Osa Kurniawan Ilham, Balikpapan, 7 Juni 2010)

 

30 Comments to "Melacak Pembunuhan JFK"

  1. Djoko Paisan  9 June, 2011 at 02:05

    Mas OKI….

    Karena dibawah photo mas OKI ada ditulis…
    (Osa Kurniawan Ilham, Balikpapan, 7 Juni 2010)
    Dj. pikir itu kota Balikpapan…

    Terimakasih sudah memperlihatkan Dallas dan kejadian yang ada disana….
    Kalau Dj. dengar kata Dallas, jadi ingat keluarga raja minyak, keluarga Ewing atau Bobby Ewing ( maaf kalau salah nulis )

    Salam Sejahtera dari Mainz

  2. Lani  9 June, 2011 at 00:46

    OKI wekekek….sadar banget, mana ada org sedunia yg gak nambah umur????? tp artinya ngurangi kesempatan hidup ya???? wah, jd ke DALLAS nya 2008, aku balik ke Indo tahun itu………dan tahun itu gak bakalan lupa……….krn tahun yg amat sgt menyedihkan…..hikkkkkkkkkks……….ndlewer airmataku………

  3. atite  8 June, 2011 at 23:16

    waduh mas Osa…, kaget… gambar terakhir itu bukan jawaban dari judulnya kan? abis ditaronya terakhir… wkwkwkwkw… peace, mas! peace…
    salam…

  4. Linda Cheang  8 June, 2011 at 22:36

    euh, bukan penggemar JFK, deh. jadi, ya, gitu, deh.

  5. Osa Kurniawan Ilham  8 June, 2011 at 17:05

    Yu Lani,
    Ke Dallasnya udah lama kok, tahun 2008 kalau nggak salah. Akhirnya Yu Lani sadarkah kalau udah tambah umur? he..he…

    Salam,
    Osa KI

  6. Lani  8 June, 2011 at 13:38

    HAND……hahaha kuwi kan omahe sipentulis

  7. Lani  8 June, 2011 at 13:06

    OKI : kapan ya ke Dallasnya…….maaf udah tambah umur dadi klalen……untung ada artikel ini nanti klu sampai Texas bs minta teman jd guidenya………..krn aku punya bbrp teman di bbrp kota……..

    AKI BUTO……..halah..ndadag takon kapan iso ke DALLAS……..klu bs ke China mengapa tdk ke Dallas??????? opo meneh ke Hawaii……terutama ke KONA tilik subo gemblunk-mu iki lo wakakakak………..hayoooooooo jare kangen sama kopi Kona????? apa bikiniku??????? hahahaha

  8. Handoko Widagdo  8 June, 2011 at 12:51

    Lah ini kejadiannya di Balikpapan tanggal 7 Juni 2010:

    Elm street. (koleksi pribadi)

    (Osa Kurniawan Ilham, Balikpapan, 7 Juni 2010)

  9. Osa Kurniawan Ilham  8 June, 2011 at 11:36

    Mas ISK,
    Saya teringat untuk ngirim tulisan ini gara-gara komentar Mas ISK tentang presiden AS itu.
    Bener Mas. Lebih indah pemandangannya isterinya PM Perancis ketimbang PM-nya sendiri he…he…Kalau PM-nya sendiri, wah Perancis banget……inget Daendels dulu he..he..

    Salam,
    Osa KI

  10. Osa Kurniawan Ilham  8 June, 2011 at 11:32

    Mas Handoko dan Mas Anoew,
    Saya kok malah jadi bingung sendiri ya?! Nggak mudheng aku he..he…

    Salam,
    Osa KI

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.