Saling Mengundang Makan

Meazza- China

 

Bagi Anda yang sudah berkeluarga, menerima undangan makan bersama bukanlah suatu yang asing lagi. Dan membalas undangan tersebut dengan mengundang balik tetangga untuk makan di rumah Anda serta mencicipi hidangan hasil olahan tangan Anda, mungkin juga sudah menjadi tradisi yang tak terpisahkan dalam kehidupan bersosial. Dan jangan kira tradisi ini hanya diperuntukkan bagi Anda yang sudah berkeluarga. Bagi kami anak sekolah yang tinggal di asrama, tradisi saling mengundang ini juga ada.

Seperti minggu lalu, aku menerima undangan “makan siang” oleh tetanggaku anak Korea yang tinggal di sebelahku. Kuberi tanda kutip, karena makan siang ini tidak sesempurna seperti yang Anda pikirkan. Hidangannya tidak banyak, cukup sederhana saja, namun sudah cukup untuk membuatku berdecak kagum dengan kemahirannya memasak. Yah, dengan fasilitas asrama yang seadanya dan uang saku yang juga seadanya, dia bisa menghidangkan makanan yang begitu nikmat.

Minggu ini, giliranku yang masak buat makan siang, membalas undangan tetangga Koreaku ini. Kenapa makan siang, koq tidak makan malam? Alasannya sederhana saja. Kami biasa makan makanan berat (daging dsb) di siang hari. Untuk makan malam biasanya hanya berupa salad sayuran, buah-buahan dan yang ringan-ringan saja. Karena kalau makan malam yang berat, apalagi di musim panas ini, kalau sampai sakit perut bisa parah. Selain menghambat aktivitas untuk mengerjakan tugas-tugas kampus yang biasa kami selesaikan di malam hari, takutnya jika sakit perutnya berkepanjangan sampai keesokan harinya, malah tidak bisa ke kampus untuk belajar. Jadi acara undang mengundang pun biasanya di waktu makan siang.

Baiklah, kebanyakan ngalor-ngidul tidak karuan. Balik ke acara masak, sebenarnya aku bingung mau disuguhi apa tetanggaku ini. Melihat di kulkas masih ada sekitar 250 gram daging sapi, masih ada 2 buah kentang, 1 buah wortel, dan sebungkus pasta, jadi aku putuskan untuk membuat Kari Daging Sapi dan Nudel Salat. Nudel Salat ini terinspirasi dari artikel Om DJ di sini http://baltyra.com/2011/05/17/hari-ibu-di-mainz/ . Setelah japri ke Om DJ untuk minta resep Nudel Salat Tante Susi, aku jadi kepikiran buat praktek. Makasih sebelumnya buat Om DJ dan Tante Susi.

Ini dia beberapa bahan yang aku siapkan buat masak kari dan salad kali ini.

KARI DAGING SAPI

Sebagai anak Melayu, yang namanya masakan berempah, bersantan dan kaya rasa adalah makanan harian yang tidak boleh kurang. Tapi selama di China aku tidak ada waktu untuk masak kari setiap hari, paling seminggu sekali saja. Kali ini aku ingin memperkenalkan kari daging sapi ke teman Koreaku.

Bahan:

  • 250 gram daging sapi, cuci bersih, iris tipis.

  • 2 buah kentang, iris kotak, rendam di air agar tidak berubah warna.
  • 1 buah wortel, iris kotak, memanjang dan bunga, rendam bersama kentang.

  • 200 gram kacang panjang, iris memanjang 1 cm.

  • Santan
  • Minyak untuk menumis
  • Air

 

Bumbu:

  • 1/2 buah bawang bombay, cincang kasar.
  • 3 siung bawang putih, cincang halus.
  • 3 cm jahe, bagi 3, memarkan.

  • Cabe bubuk.
  • Sereh bubuk (kiriman Bunda dari Indonesia, hehehe).
  • Ketumbar bubuk.
  • Kunyit bubuk.
  • Jintan bubuk.
  • Five spices.
  • Bay leaves (daun salam segar lebih oke).

  • Garam dan gula.
  • 1 sendok air lemon (asam jawa lebih enak, tapi di sini nggak ada, hiks)

 

Caranya:

  • Tumis bawang bombay, bawang putih dan jahe hingga layu dan harum.
  • Masukkan daging dan bumbu bubuk serta bay leaves, tambahkan garam dan gula, tumis hingga daging dan bumbu menyatu. Kebanyakan orang merebus daging terlebih dahulu, baru kemudian menumis bumbu. Tapi aku lebih suka kalau dagingnya ditumis dengan bumbu dulu, baru kemudian direbus hingga lembut. Rasanya lebih meresap.
  • Masukkan air, rebus dengan api sedang hingga daging lembut dan airnya berkurang.
  • Masukkan kentang, rebus 5-6 menit, masukkan wortel dan kacang panjang.

  • Tambahkan santan, aduk perlahan, tambahkan lemon, masak hingga kari matang. Tambahkan daun bawang dan bawang goreng sebagai taburan, kalau suka. Aku tidak menambahkan taburan, tapi tetap menyiapkan daun bawang, kalau si tetangga suka, ya biar dia yang menambahkan sendiri pas makan nanti.

 

GERMAN NOODLE SALAD

Semuanya sesuai dengan resep dari Om DJ, cuma dimodifikasi sedikit dengan menambahkan fresh dill dan fresh green onion, karena aku suka sayuran hijau segar.

Bahan:

  • 150 gram Italian pasta rebus dengan ditambahkan sedikit garam dan minyak, tiriskan.
  • 4 butir telur, rebus, kemudian cincang kasar.
  • 1/2 kaleng tuna.
  • 4 buah mentimun asam (pickled gherkins), cincang kasar.

  • 1/4 bawang bombay, cincang kasar.
  • Fresh dill (tidak tahu, apa yah bahasa Indonesianya?), cincang kasar.

  • Daun bawang (fresh green onion), iris.

  • Garam (optional, kalau mayonesnya asin seperti di Eropa, tidak perlu menambahkan garam).
  • Mayones.

 

Caranya:

  • Campur pasta dengan telur cincang, mentimun asam, bawang bombay, dill, dan daun bawang.
  • Beri sedikit garam.
  • Tambahkan mayones dan 3-4 sendok air dari kaleng mentimun asam.
  • Aduk, hidangkan.

Nah, sudah beres. Kari sudah siap dan salad juga sudah jadi. Untuk melengkapi hidangan sederhana ini, aku menambahkan 2 telur asin yang sudah direbus dan dibelah dua. Kemudian ada juga roti bakar bumbu jintan (shao bing) khas Uygur.

Tidak lupa nasi (orang Korea dan Indonesia sama aja, penyembah nasi, haha…). Buah semangka adalah pilihanku untuk makan siang musim panas ini, sudah aku masukkan ke kulkas beberapa jam sebelumnya.

Minumannya cukup liang teh kotak Wang Laoji. Makan kari daging berlemak, perlu liang teh sebagai pendingin.

Telepon tetangga, siap makan siang berdua dengan hidangan campur baur olahanku, hahaha!

Karena Om DJ sudah ada Tante Susi yang membuatkan Nudel Salat, kali ini sepiring hidangan lengkap ini aku hadiahkan buat JC. Bro, kali ini dirimu kupaksa makan nasi, wakakaka!

 

Jinan, June 2011

Bersama Sengatan Mentari

 

36 Comments to "Saling Mengundang Makan"

  1. Evi Irons  3 November, 2011 at 10:21

    Enak banget, Akan saya coba kare Dan saladnya

  2. Meazza  8 July, 2011 at 08:25

    haha, Lembayung: ambil, ambil….

    Oma Silvia: kreatif kalau buat nyampur2 sih hehehe

  3. SU  29 June, 2011 at 19:32

    Kreatif…..sudah bisa dibayangin enak.

  4. lembayung  27 June, 2011 at 08:43

    Meong, aku mau dunk saladnya. Tapi nggak suka kari n telor asinnya… soalnya aku sudah asin.

  5. nevergiveupyo  16 June, 2011 at 11:49

    dasar mea pilih kasih (pilih2 untuk kasih makanan)..

  6. Meazza  14 June, 2011 at 17:52

    NEV: Tau koq kalau kang Mas Nev ga suka kunyit, makanya ga dapat undangan hehe

    AICHI: Mudah2an Baltyra ada gathering, kita masak2, bawa rantangan, makan bareng hehehe

    LANI: ku malah nggak tau gimana bikin telur asin, taunya makan doang. Telur asin di China sedap, kayak di Indonesia juga.

    KORNELYA: Hehe, ga hebat Kak, dalam keadaan terpaksa bolehlah praktek, hasilnya ga terlalu mengecewakan sih hehe

    IMEII: Harusnya cici yg ngundang aku makan, jangan lupa menunya nasi tim yaaaaaa

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.