Pieces of Me

Night

 

Apa yang paling menginspirasimu dalam berkarya? Seseorang yang kamu kagumi? Atau seperti diriku yang lebih sering melihat ke dalam diri sendiri? Setiap rasa sakit, kemarahan, berubah bentuk menjadi inspirasi….

Entahlah, saya merasa sudah lama ngga menulis…, banyak yang ingin kutulis, tapi jari ini sudah tidak lagi bekerja seperti dulu. Cara berpikir dan sikap juga banyak berubah, terkadang saya memandang diriku yang dulu begitu angkuh dan bodoh, meski saya yang sekarang juga tidak berbeda, hanya lebih memilih untuk bersikap…, bukan karena bijaksana, hanya karena tidak ingin lagi peduli penilaian orang lain.

Saya hanya ingin menunjukkan beberapa hal yang kubuat, tidak ada yang special, hanya ingin membagi kisah ini….

Animasi ini baru selesai kubuat…, memang sih bukan animasi luar biasa dibanding karya para ahli. Kisahnya sendiri membuat banyak temanku mempertanyakan ada apa dengan animasi ini, dan jawabanku sering kali sama…, karakter tersebut mencerminkan diriku.

Sekali lagi tentang visual yang bergerak…, lagi-lagi sebenarnya berdasarkan kisah cintaku. Meskipun dipoles sedemikian rupa hingga terkesan dramatis, tapi sebenarnya kisah aslinya diambil dari pengalaman pribadiku. Saya rasa jauh lebih mudah dibanding saya harus mencari inspirasi dan berimajinasi karena pengalaman pribadi memiliki rasa yang lebih kuat untuk membentuk cerita…

Kisah ini memenangkan penghargaan aktris terbaik  serta dinominasikan untuk people’s choice dan aktris pendukung terbaik ditempatku menempuh ilmu…, tidak ada yang special menurutku. Video yang kutampilkan sendiri adalah sebelum dipermak ulang alias versi beta.

Kali ini pindah ke artwork…., temanku bertanya pada saat saya menunjukkan gambar itu, saya tidak benar-benar mengakui mata siapakah itu. Karya itu terinspirasi dari seorang mentor yang tak pernah kutatap langsung… Ternyata rasa pahit itu menghasilkan artwork yang justru dipilih dipublikasikan dalam sebuah buku dari penerbit di Amrik. Karya itu ditampilkan bersama sebuah foto yang kuambil yang saya melihatnya sangat penuh kekosongan…. Warna abu-abu yang bagiku sangat simbolik menunjukkan rasa kosong, rasa kosong yang kurasakan.

Saya bukan seorang profesional dalam mengambil foto, juga bukan hobi yang kutekuni. Dari segi kuantitas dan teknik sendiri masih sangat minim.

Artwork lain adalah lukisan, jujur saya bukan ahli melukis. Saya tidak punya bakat spesifik dalam melukis, saya hanya suka memajang apa yang kubuat dibanding memajang barang yang dibuat orang lain. Beberapa orang bertanya kenapa saya membuat sesuatu yang seram dan jawabanku selalu sama, orang di dalam lukisan itu adalah saya. Dia adalah saya… Ketika kufoto lukisan ini, terjadi distorsi sehingga wajahnya terlihat agak aneh…

Apakah inspirasi itu hal baik…, entahlah. Saya bingung melihat setiap hal yang kubuat, apakah saya ngga mampu membuat sesuatu dari rasa senangku… Seringkali justru inspirasi itu itu tidak pernah tertuang ke dalam bentuk visual…

 

http://black22212.blogspot.com/

 

19 Comments to "Pieces of Me"

  1. Night  10 June, 2011 at 12:17

    Hi Oom DJ, wah lukisannya bagus…, saya sendiri ngga jago melukis sih haha…, musti berguru ke Oom DJ.
    Atite, saya juga ngalami sering banget ngerjain sesuatu berhari-hari ngga puas dengan hasilnya dan setelah mengistirahatkan otak justru saat itu malah ketemu solusinya haha…

  2. atite  10 June, 2011 at 08:04

    yah begitulah caranya, Night… ada yg nongkrong di toilet, ada yg dari mimpi… Newton aja waktu lg bengong di bawah pohon apel, Archimedes lg mandi di bath tub…
    dulu sy di kantor kerjanya jalan2, mondar mandir kesana kemari, becanda2, tau2 dapat ide langsung dikerjakan… org pikir sy gak pernah kerja, ha3x.. tp kl lg panik saya sama aja kayak yg lain, kutak-katik depan komputer seharian, berhari2, ada jg sih hasilnya tp lamaa… pdhl kl saya tinggal tidur jgn2 bangun2 sdh ada solusi, ha3x..
    salam…

    @om D J, keren bgt lukisannya!

  3. Djoko Paisan  9 June, 2011 at 23:32

    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:
    June 9th, 2011 at 17:08

    di tempat kerja saya yang ada Rumah Duduk (Kak Huis, kakus). Hahahaha…

    Mas Iwan…
    Sangat benar, juga di Jerman, masih ada yang menyebut “kakhaus”, orang Indonesia, langsung ambil gampangnya saja, jadi kakus…
    Atau…
    Serviette/n jadi serbet…
    Da lang ( kearah sana ),…jadi dalang ( pemain wayang )
    Du rennst ( kamu lari )..jadi duren…. ( bau wangi, jadi lari…hahahahaha… )
    Bandera…jadi bendera…
    Do it jadi duit….
    I do… I do…adi aduh…aduh…!!!

    Dan masih banyak lagi….hahahahahahaha….!!!

  4. Djoko Paisan  9 June, 2011 at 23:21

    Hallo Night….

    Dj. sangat tertarik dengan kalimat yang Night tulis ini…

    ( saya hanya suka memajang apa yang kubuat dibanding memajang barang yang dibuat orang lain. )

    Dj. sangat salut dengan kata-kata ini, karena banyak sekali, orang bangga dengan hasil orang lain….
    Banyak anak-anak muda yang memajang gambar / photo orang lain, mengapa tidak photo diri sendiri…???
    Apalagi, mengutip cerita orang lain, mengapa bukan cerita yang dibuat sendiri, sejelek apapun, tapi hasil sendiri , bukan hasil orang lain.

    Memberi penghormatan, pujian kepada orang lain, itu baik…
    tapi lebih baik kalau hasil dari diri sendiri….!!!!
    Sekali lagi…SALUTE…!!!

    Selamat berkarya dan salamSejahtera dari Mainz….

    Ini juga hasil lukisan Dj. sendiri.

  5. Handoko Widagdo  9 June, 2011 at 21:08

    Night? Sepertinya aku pernah kenal deh…

  6. Itsmi  9 June, 2011 at 19:47

    Oh kata kakus dari situ yah, baru tau. ……

  7. IWAN SATYANEGARA KAMAH  9 June, 2011 at 17:08

    Om Itsmi, di tempat kerja saya yang ada Rumah Duduk (Kak Huis, kakus). Hahahaha…

  8. Itsmi  9 June, 2011 at 17:03

    Iwan, di tempat kerjamu, pasti banyak toiletnya hahahahahah

  9. IWAN SATYANEGARA KAMAH  9 June, 2011 at 16:54

    Lho, night, bukan kamu saja yang mendapatkan inspirasi dari toilet. Kata GM (Goenawan Mohamad), toilet itu pabrik inspirasi. Tapi saya kecewa, karena inspirasi cemerlang mengapa harus bersamaan dengan keluarnya dengan kotoran.. hahahaha…

    Jangan-jangan inspirasi hasil kalkulasi dengan ekskresi…. Hahahaha… (maaf night kalau kalimat ini tak nyaman).

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.