(Seharusnya) Sabun Bintang Film, ‘Kok Aroma Anak-anak, ternyata…

Bagong Julianto – Sekayu, SumSel

 

nJajar-Solo, 1983

Kami sedang study group di rumah Gondo di nJajar, satu kawasan di sisi barat-utara Solo. Berlima di ruang tamu, ambil posisi masing-masing. Besok hari semesteran. Lingkungan yang asri, kopi pahit-manis-kental tajam, pisang rebus sepiring penuh, semuanya diharapkan meningkatkan daya serap-daya ingat yang, yaaahhh…segitulah!

Menjelang tengah malam, tiba saat saling simulasi bahan ujian, Gondo sebutkan hendak ambil satu buku rujukan di kamarnya. Sejurus kemudian dia keluar dengan wajah yang sumringah. Ada senyum. Misterius tampaknya. Perangai bawaannya yang jahil, mbelis-mbledhis, entah  kenapa, apa juga akan dimunculkannya di saat kritis-serius malam ini?!

“Aku tadi basuh wajah pakai sabun L, tapi sepertinya beraroma sabun LB!?”, demikian ungkapnya sambil diendusnya ujung jemari telunjuk dan jari tengahnya. Wajahnya serius dan nampak menikmati aroma sabun yang geseh atau lain dari biasanya itu. Semua, dalam suasana tegang dan lelah capek tengah malam menjelang ujian, segera menatap dan ingin tahu.

Sabun L, sabun yang selalu diiklankan bintang film cantik kinyis-kinyis minyak-minyik, sabun LB, sabun yang diiklankan untuk anak-anak aktif. Sebagai pemuda harapan bangsa yang sedang ganas-ganasnya, tentu senang rasanya mencium membaui aroma wong ayu sekelas Widyawati dan atau Christine Hakim. Siapa yang nggak mau?!

Segera Gondo sorongkan tangan kirinya ke Bagus. “Iya, ‘kok lain aromanya?! Sabun LB?!”, mimic Bagus nano-nano antara takjub dan menolak. “Coba, mana?!”, tiba-tiba Fahrul mendekat. Hidungnya kuat mengendus aroma sabun nyleneh di jemari tangan kiri Gondo. “Hah, ‘kok beda?! Bukan L, bukan LB!”, wajah Fahrul tersirat terkejut, geram dan ‘nahan sesuatu. “Aroma beda yang gimana rupanya?!”, sekarang giliran Gunot pula yang menjadi tester dadakan malam itu.

Lagi Gondo sorongkan jemari tangan kirinya ke wajah Gunot yang segera antusias mengendus….. “Apa ini, ….bajigur….. ndladhuk!”, Gunot mengumpat. Lhoh, kok malah mengumpat dan sekaligus ‘nahan tawa. Gondo menghampiri saya. Saya pencium terakhir. Tanpa pertimbangan apapun, walau tadi terdengar Gunot telah mengumpat, saya membayangkan mengaromai Widyawati atau anaknya?!. Pasti sabun aneh.

Jemari tangan kiri Gondo nyaris menyentuh hidung saya. Sekejap saya tahan napas dan….. segera kuat saya hirup-endus aroma aneh itu?! “Ndlegek, kampret, ‘ngapusi….awas kamu Gon’!”, sekenanya saya mencoba meraih badan Gondo hendak meninju atau minimal menaboknya. Gondo lari menghindar sambil cekekean ngekek, tawa berderai. Aroma itu jelas pernah juga saya endus! Saya tahu pasti dari tubuh saya sendiri!

“Setan alas gombal amoh, semua kita diapusi-dibohongi Gondo!”, jelas saya. “Aku tadi juga sudah menduga”, kata Bagus. “Sebetulnya aku curiga”, ungkap Fahrul. “Halah, selalu baru pasang kuda-kuda padahal sudah kena pukul!” Kami berempat saling bertestimoni. Kami serbu kamar Gondo, dikuncinya. Di dalam kamarnya, Gondo berderai tawanya. Semua berarti pernah membaui bagian tubuh dirinya sendiri. Bagian yang paling dalam tersembunyi. Enak digaruk-garuk halus. Garuk tipis kemudian dibaui sendiri. An*s.

Gombal amoh! Malam itu, secara bergilir kami mengendusi jemari Gondo yang beraroma khas tersebut. Alih-alih aroma Widyawati atau Christine Hakim! Ini?! Wis jan! Nggilani! Nasib tennan!

Sampunnnnn. Suwunnnnnn…..(BGJ, 0611)

 

44 Comments to "(Seharusnya) Sabun Bintang Film, ‘Kok Aroma Anak-anak, ternyata…"

  1. papaniel  7 September, 2011 at 13:01

    hahahhahaha…. ampunnnn sakit perut saya , pak Bagong.

  2. nu2k  23 June, 2011 at 06:24

    Dimas BJ, kalau di daerah anda itu dulu ada cerita tentang perDURENannya yang pinter-pinter…. Betul apa bentul siiihhh???Yang saya tahu, dulu ada salah satu tokoh politik yang kalau mau menghadapi acara penting dia pasti sowan dulu ke DURENnya….. Sekarang saya nggak tahu lagi masih hidup atau enggak tokoh politiknya….Ada-ada lagi….

    Doe, doei, Nu2k

  3. nu2k  23 June, 2011 at 06:18

    Dimas BJ, waaaahhh… Kalau buah mengkudu bisa menyembuhkan sederetan penyakit di atas, dokter-dokter pasti ngomel semua… Untuknya cuma mencegah dan menghindarkan penyakit di atas….
    Panjenengan yo sehaaatttt wal afiat gitu dong…..Lhawong hidup diantara buah mengkudu….atau buah menduku…

    Dimas BJ, kok sudah bangun… Sana bobok lagi… Kita mau balapan nomor satu untuk tayangan yang baru…Ayooo dimas JC, mumpung matanya belum mau merem….Kita sedang siap-siap mau balapan…..

    Salam, salam, salam, nu2k

  4. bagong julianto  23 June, 2011 at 06:13

    Lani dan Mbak Nu2k,

    Soal bau, mambu, apek, penguk, wengur dan sebagainya, itu relatif, seharusnya. Yang bau, berkhasiat, yang wangi, berakibat. Banyak ‘kan?!
    Aku tahu yang dimaksud DUREN oleh Lani>>>>

    DUKUN KEREN!

    Lha iyo ‘to?!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.