Aku Menerimamu

Wesiati Setyaningsih

 

Kamu tertidur pulas. Betapa tenang. Terbayang kebaikanmu,kelembutanmu yang kamu berikan padaku setiap hari. Hidup bisa sangat susah payah. Tapi kamu tak pernah marah. Untukmu hidup begitu mudah. Begitu sederhana. Mengalir apa adanya dan yang terhebat darimu adalah ketika kamu menerimaku apa adanya.

***

Suatu ketika seolah semua orang marah padaku. Mengutuk masa laluku. Memaksaku menghentikan tindakanku. Menguliti semua perbuatanku. Seolah mereka paling benar dan aku cuma pesakitan. Tapi kamu hanya mengucapkan satu kata yang segera membuatku meleleh tanpa daya.

“Aku memaklumimu..”

Dan aku terpana. Ketika semua orang berkata senada. Kukira kamu mengucapkan nada yang sama. Ternyata kamu berbeda. Dan memang semua kata-katamu membuatku merasa bahwa kamu mampu menerimaku, seutuhnya. penerimaan yang sempurna darimu, membuatku mampu menerima diriku sendiri. Sama sempurnanya. Dan aku menjadi manusia yang bahagia. Ternyata penerimaan sungguh adalah tindakan paling mulia.

***

Aku ingat sebuah cerita di buku De Mello. Tentang seorang laki-laki sangat berandal dan selalu merugikan orang lain karena keberandalannya. Laki-laki berandal itu punya seorang sahabat setia yang selalu menasehatinya. Namun semua itu tanpa guna. Suatu ketika sahabat itu menyerah karena merasa nasehatnya tak akan lagi berguna. Jadi dia temui sahabatnya yang berandal itu dan berkata,

“Lakukan apa yang kamu mau. Aku akan berada di sampingmu. menerimamu. menyayangimu..”

Seketika laki-laki berandal itu tak mampu lagi berkata-kata. Dan ketika penerimaan itu dia rasakan begitu tulus dari sahabatnya, entah kenapa dia tak lagi ingin menjadi berandal. Sejak peristiwa itu dia menjadi orang yang baik dan selalu menyenangkan  orang lain.

***

Begitulah ternyata.

“Aku menerimamu..”

Adalah kalimat yang indah tak terhingga.

 

Ilustrasi: http://yogaashram25.blogspot.com

 

About Wesiati Setyaningsih

Seorang guru yang tinggal di Semarang. Awalnya tidak ada niat untuk menjadi guru, tapi kemudian "kesasar" menjadi guru. Mencoba mendobrak "pakem baku" proses pengajaran, juga mendobrak ketidaklogisan pencekokan agama membabibuta di sekolah dan keseharian murid-muridnya. Sering dianggap "off-track" bahkan tidak jarang mendapat cap sesat karena sikapnya yang tidak seperti kebanyakan mainstream.

My Facebook Arsip Artikel

21 Comments to "Aku Menerimamu"

  1. Lani  22 June, 2011 at 22:36

    DA, WESIATI….waaaah…….njur kelon2-an???? sapa ngeloni sapa???? klu kang Anuuuuuu mmg hobby ngelonin…….termasuk ngeloni macan……kuda nil…….jd dia hrs ikutan kungkum wakakak……apa gak masuk angin tuh……opo malah mengkerettttt?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *