Pasar Tradisional Mainz (1): Papaya, Mangga, Pisang, Jambu

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO  BALTYRAER……!!!

Mengingat permintaan putri bu GuCan agar dikirimi buah-buahan, maka tadi pagi Dj. bersama Susi ke pasar tradisional, untuk membeli sedikit buah-buahan dan mengambil photo. Karena yang diminta oleh putri bu GuCan adalah buah-buahan, maka Dj. jadi teringat lagu di masa kanak-kanak dulu.

Dj. yakin, anda semua masih ingat akan lagu anak-anak ini… cukup terkenal di seluruh Indonesia…
Masa kanak-kanak yang penuh kenangan dan kebahagiaan…..

PAPAYA  (K A T E S …  orang Sunda sebut “Gedang”)

Pepaya mangga pisang jambu
Dibawa dari pasar minggu
Di sana banyak penjualnya
Di kota banyak pembelinya

Papaya buah yang berguna
Bentuknya sangat sederhana
Rasanya manis tidak tawar
Membikin badan sehat segar

Reff :
Pepaya jeruk jambu
Rambutan, duren, duku dll nya
Marilah mari kawan kawan semua
Membeli buah buahan

Papaya buah makanan rakyat
Karena sangat bermanfaat
Harganya juga tak mengikat
Setalen tuan boleh angkat

Kalau baca kalimat terakhir…Setalen, tuan boleh angkat…..Padahal di Mainz, harganya -+ € 4,- / Kg.  Jadi 1 buah papaya, bisa € 10,- lebih.

Papaya (pepaya) dari Puertorico dan bukan dari Purwokerto lho ya….

Manggos (mangga yang ini benar dari Puertorico) &  Sebelah kanan, Netzmelone yang sangat manis

Kirschen (Cherry) = saudaranya duet ???

Erdbeeren seperti yang dipetik putra-putri mas Handoko di Tawangmangu.

Pirsich dan Semangka

Orangen (jeruk). Jadi inget pengalaman teman yang pertama kali mendengar kata “Orangen juice” dia pikir Juice orang…hahahahaha…!!!

Johannisbeeren (Asam semacam buah buni).

Nektarine (kalau yang sudah hitam, sangat manis, dagingnya semacam daging mangga).

Aprikosen, juga manis, hanya sedikit airnya.

Pfirsich gepeng, katanya dari Turki.

Trauben (anggur tanpa biji)

Apfel (Jona Gold).

Granatapfel  (Delima).

Penjual buah yang ramah-ramah, saat Dj. tanya…apa boleh ambil photo, mereka serentak bilang,”boleh”

Dan ini buah-buahan yang kami beli dan makan di rumah…Di bawah ini anda bisa lihat, ada kiriman erdbeeren dari mas Handoko yang dipetik di Tawangmangu. Ada buah kemayu, walau tidak pakai bedak (kesemeg atau orang Jerman menyebutnya ” buah kaki “), ada marakuya (markisa).

Karena di Mainz tidak ada jambu, maka photo jambunya Dj. ambil di rumah, saat kami di Bandung…

Jambu yang di rumah di Semarang ini, rasanya lebih manis…

Ini buah manggis ( Mangostan ), yang mana sayang kurang jelas. Mudah-mudahan masih bisa dilihat ya, bayangkan 100 Gramm harganya € 2,- ( -+ Rp. 20.000,- )

Buah Avokat (atau di Jerman namanya Avokado) di Bandung Alpukat.

Saat sommer, buah ini banyak kami makan, kadang hanya dikupas kulitnya dan dimakan begitu saja. Atau dibikin salat, atau dicampur dengan coklat susu juga sangat uenak….Asal jangan dihaluskan menjadi Juicem sayang dagingnya tidak bisa dinikmati…

Yang di bawah ini namanya Birnen ( pear ), juga enak yang masih keras, bisa dimakan dengan sambel rujak.

Dan inilah hasinya, tidak hanya pear, tapi juga dicampur dengan mangga yang masih gemadung. Sambal rujaknya, di Mainz bisa dibeli di toko Asia, sayang sudah dibotol dan sangat halus….

Hahahahahahahaha…

Okay….
Hanya buah-buah ini yang bisa Dj. kirimkan di sini. Semoga anda semua bisa menikmatinya. Terimakasih untuk kesabaran anda dan juga kepada pengasuh Baltyra, semoga Jaya selalu….!!! Berkat dan Kasih TUHAN, kiranya selalu menaungi kita semuanya….!!!

Dj. 813

Bunga Dahlia di Balkon, yang sudah 1 minggu mekar.

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

186 Comments to "Pasar Tradisional Mainz (1): Papaya, Mangga, Pisang, Jambu"

  1. Dj.  24 November, 2011 at 02:21

    Desy Says:
    November 23rd, 2011 at 13:41

    Salam

    Mas Dj.dc ijin cuplik beberapa tulisannya tentang pasar tradisional Mainz yaaa……kl boleh bagi YM nya jd kita bs kontak by YM ada yang dc mau tanya2…….plus photo2 nya jg…….dc ada artikel tentang Mainz untuk majalah non komersial di Kementerian Perdagangan RI khususnya untuk Dirjend. Perdangan Perdagangan Dalam Negeri.
    ym [email protected] or my phone +6280351103007. Big thanks before… mengaharap report secepatnya.
    salam
    ——————————————————————-

    Mbak Desy….
    Selamat Malam dari Mainz…..
    Mohon maaf baruu bisa balas, karena baru sampai rumah dan langsung baca, komentar mbak Desy.
    Baca komentar anda, Dj. malah jadi merinding…
    Lha cuma oret-oretan biasa saja….
    Kalau memang mbak Desy anggap baik untuk ditayangkan di majalah kementrian, ya monngo saja…..
    Kalau soal YM, Dj. sudah lama tidak pakai, tapi kalau mau kontak dengan F.B. atau skype, silahkan.
    Atau…ini alamat e-mail Dj. ( [email protected] )

    Selamat malam dan terimakasih….
    Dj. 813

  2. Desy  23 November, 2011 at 13:41

    Salam

    Mas Dj.dc ijin cuplik beberapa tulisannya tentang pasar tradisional Mainz yaaa……kl boleh bagi YM nya jd kita bs kontak by YM ada yang dc mau tanya2…….plus photo2 nya jg…….dc ada artikel tentang Mainz untuk majalah non komersial di Kementerian Perdagangan RI khususnya untuk Dirjend. Perdangan Perdagangan Dalam Negeri.
    ym [email protected] or my phone +6280351103007. Big thanks before… mengaharap report secepatnya.
    salam

  3. Dj.  9 August, 2011 at 21:37

    Kita….
    terimakasih untuk kommentnya yang no Comment ya….
    Hahahahahahaha….!!!
    Ngiler ngelhat rujak ya….??? Hhhhhmmmmmmm….!!!
    Memang bikin air liur jadi meleleh….
    Salam manis dari Mainz…

  4. Dj.  9 August, 2011 at 21:35

    Terimakasih mbak Saras, sudah mampir…
    Yang mana yang kedoyanan mbka Saras….???
    Rujak atau buah yang lainnya…???
    Salam manis dari Mainz…

  5. kita  9 August, 2011 at 17:40

    waw ….. no comment jadi ngiler

  6. Saras Jelita  9 August, 2011 at 16:40

    Siiikkkkkk….aassyyyiiikkkk…makanan kedoyanan akiuuuu!! Aku cinta buah2an….haaajjaarrrrrrrrrrrr Ma’kasih Mas Dj

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.